Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Keanehan Keluarga Pacarku

Keanehan Keluarga Pacarku

Niat berlibur ke kampung halaman sang kekasih berubah menjadi mimpi buruk mencekam dalam novel misteri horor Keanehan Keluarga Pacarku. Kejanggalan bermula saat sang protagonis menemukan adik pacarnya dipenuhi luka memar misterius. Ketakutan kian memuncak setelah seorang nenek setempat mendesaknya segera melarikan diri dari desa tersebut. Di tengah kepanikan, ia justru melihat sahabat lamanya yang telah hilang bertahun-tahun berada di kediaman paman pacarnya. Kini, dengan tatapan sang kekasih yang mulai berubah ganjil dan mengancam, ia terjebak dalam teka-teki gelap yang membahayakan nyawanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sewaktu mengikuti pacarku pulang ke kampung halamannya, tanpa sengaja aku menemukan adik pacarku dengan tubuh penuh memar.

Seorang nenek di desa tersebut menyuruhku untuk segera kabur dan membuatku merinding ….

Saat akal sehatku belum kembali, aku melihat sahabatku yang sudah hilang bertahun-tahun berada di rumah paman pacarku.

Kemudian, tatapan pacarku kepadaku juga menjadi makin aneh ….

Pada tanggal 15 Desember.

Kami naik pesawat, kemudian berganti naik kereta, dilanjutkan dengan naik bus, lalu naik becak.

Terakhir, kami berjalan kaki hampir sepuluh kilometer.

Akhirnya, aku dan Jerry berdiri di depan rumah Jerry.

Aku memegangi lututku dan napasku tersengal-sengal saat mengamati rumah Jerry.

Rumah Jerry tidak kumuh seperti yang kubayangkan. Rumah Jerry hanyalah rumah bergaya kuno dengan dikelilingi paviliun di keempat sisinya, yaitu di sisi selatan, timur, barat, utara, dan ada halaman di tengahnya. Rumah ini khas rumah-rumah di daerah utara dan terlihat agak tua.

Memikirkan rumah-rumah yang jarang-jarang di desa yang barusan kulewati, rumah Jerry ini termasuk cukup bagus.

"Ayo, kita masuk." Jerry meraih tanganku dan memasuki rumah. Sambil berjalan, dia berteriak, "Bu, aku pulang. Lihat, siapa yang kubawa ke sini."

Begitu kata-kata Jerry tersebut terucap, seseorang bergegas keluar dari dalam rumah dan berlari ke arah kami dengan tergesa-gesa. "Aduh, Jerry sudah pulang. Akhirnya pulang juga. Ibu sudah lama menunggu."

Orang yang keluar itu adalah seorang wanita paruh baya. Fitur wajahnya sedikit mirip dengan Jerry. Wajahnya tampak menghitam karena terbakar matahari akibat bekerja keras selama bertahun-tahun.

Sepertinya wanita ini adalah ibunya Jerry.

Aku menelan ludah dengan gugup dan tersenyum. "Halo Bibi, aku Wanda Zainal. Aku pacarnya Jerry."

Mata Bu Astri tertuju padaku.

Untuk sesaat, perasaan dingin muncul di hatiku.

Namun, segera saja, Bu Astri tersenyum kepadaku. "Ini Wanda? Jerry sering sekali menceritakan tentang dirimu pada Bibi. Eh, senang sekali kamu datang ke sini. Ayo, cepat masuk."

Sambil berkata seperti itu, Bu Astri dengan antusias membantuku membawa barang-barang.

Aku menghela napas lega. Aku merasa perasaan yang barusan kurasakan pasti hanyalah ilusi karena aku terlalu lelah.

Memasuki rumah Keluarga Sabian ….

Di bawah atap rumah, duduk seorang gadis remaja. Dia tengah menyulam sol sepatu. Gadis itu bahkan tidak mengangkat kepalanya ketika melihat kami masuk.

Aku menatap Jerry dengan canggung. Aku tidak tahu apakah harus menyapa gadis itu atau tidak.

Akan tetapi, Jerry tidak memperhatikanku. Dia juga tidak melihat ke arah gadis itu. Jerry hanya sibuk bercakap-cakap dengan ibunya.

Diam-diam, aku menghela napas dan mengikuti mereka memasuki rumah.

Sebelum aku benar-benar memasuki rumah, aku kembali melirik ke arah gadis itu dan secara kebetulan mata kami saling bersirobok.

Aku langsung bergidik.

Mata macam apa itu? Dingin, tidak peduli, dan acuh tak acuh. Sama sekali tidak seperti manusia.

"Wanda, cepat masuk dan minum air. Kamu pasti haus di sepanjang perjalanan, 'kan?" Sebelum aku sempat memikirkannya, teriakan Jerry terdengar dari dalam rumah.

Aku pun buru-buru melangkah dengan cepat ke dalam rumah.

Aku tertegun saat melihat sekilas perabotan yang dipajang di dalam rumah. Semuanya terbuat dari kayu solid. Menurut sepengetahuanku, perabotan semacam ini, merupakan perabotan yang bernilai tinggi di pasaran.

Keluarga Jerry, bukanlah keluarga yang berkecukupan. Aku sudah mengetahui hal ini sejak lama.

Jerry sering menceritakan kepadaku mengenai kesulitan ibunya dalam membesarkan dirinya, termasuk kemiskinan serta keterbelakangan di desanya.

Namun, sekarang, melihat perabotan di rumahnya, sama sekali tidak mencerminkan jika mereka adalah orang miskin.

Aku tersenyum tipis. Dia sengaja berpura-pura susah untuk menarik simpatiku, 'kan? Benar-benar bodoh.

Setelah duduk sebentar, Bu Astri berdiri dan pergi memasak.

Aku tidak tahu harus berbuat apa dan ikut berdiri.

Jerry tersenyum dan menepuk tanganku. "Istirahat saja. Kamu pasti capek karena perjalanan ini. Aku akan membantu ibu memasak. Sebentar lagi juga selesai."

Jerry begitu perhatian, membuatku merasa tenang.

Aku pun tersenyum dan menganggukkan kepala.

Aku duduk diam di dalam rumah selama beberapa saat dan merasa tidak nyaman.

Setelah berpikir, aku pun keluar rumah dan berjalan menghampiri gadis itu. Aku berjongkok dan berkata sambil tersenyum, "Halo."

Gadis itu melirikku sekilas dan tidak menjawab. Dia terus saja menyulam sol sepatunya.

Aku merasa agak malu.

Aku kembali mengangkat mataku dan memperhatikannya dengan saksama.

Gadis ini terlihat begitu kurus dan lemah. Wajahnya halus dan cantik. Pakaiannya tidak pas dan banyak tambalan.

Memikirkan penampilan Jerry yang rapi serta perabotan kayu solid yang berharga di rumah mereka, aku merasakan ada kejanggalan yang tidak bisa diungkapkan di dalam hatiku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam dan kehilangan
9.1
Kebahagiaan Ardian, polisi muda berbakat, hancur seketika saat istrinya, Mira, tewas mengenaskan. Mira adalah wartawati kriminal yang terbunuh saat meliput kasus pembunuhan berantai yang tengah diselidiki Ardian. Di hadapan jenazah sang istri dan ayah mertuanya, Ardian bersumpah untuk menuntaskan misteri ini. Ia bertekad memburu sang pembunuh dengan tangannya sendiri demi membalaskan dendam atas hilangnya nyawa wanita yang paling ia cintai.
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2
8.2
Kehamilan pertama Adiba yang menginjak usia lima bulan justru dihantui teror mencekam di rumah baru mereka. Meski tetangga memperingatkan tentang kutukan kematian saat pembangunan kolam renang, Syden tetap mengabaikannya. Di tengah tekanan mistis yang makin gencar, mental Adiba kian terguncang oleh rumor perselingkuhan suaminya. Syden dikabarkan memiliki simpanan yang juga tengah mengandung lima bulan, memicu konflik batin hebat bagi sang istri sah.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Pasca memergoki perselingkuhan sang suami, seorang wanita menolak untuk terpuruk dalam kesedihan. Alih-alih menyerah, ia menyusun rencana balas dendam yang kejam demi memberikan rasa sakit yang setimpal kepada para pengkhianat. Namun, langkahnya terhenti saat seorang pria misterius masuk ke hidupnya secara tiba-tiba. Siapa sangka, sosok tersebut adalah psikopat berdarah dingin yang terobsesi dan jatuh cinta padanya. Akankah ini membantu atau menghancurkan tujuannya?
Sampul Novel Kisah Pendakian Horor
8.0
Kumpulan narasi mencekam ini merangkum berbagai pengalaman mistis para pendaki saat menaklukkan puncak gunung. Setiap cerita menyajikan kengerian berbeda yang mampu menguji keberanian Anda di alam liar. Apakah Anda masih berani merencanakan pendakian setelah menyelami rentetan teror yang dialami mereka? Ikuti terus rangkaian kisah horor ini untuk menuntaskan rasa penasaran. Pastikan Anda memberikan dukungan berupa tanda suka dan komentar di setiap ceritanya.
Sampul Novel Penyesalan Ibu setelah Aku Mati
8.1
Ketika seorang gadis meregang nyawa di tangan pembunuh keji di rumah sebelah, sang ibu justru mengabaikan panggilan daruratnya demi menemani sang adik yang bersiap ujian. Menganggap permohonan tolong putrinya sebagai kebohongan belaka, ia menutup telepon dengan makian. Tiga hari berselang, sebuah kasus pembunuhan sadis terungkap. Sebagai ahli forensik, ibu tersebut diminta memeriksa sesosok mayat tanpa kepala di meja autopsi, tanpa menyadari bahwa jasad yang ia bedah adalah putri yang selalu ia benci.
Sampul Novel Tangisan Terakhir Seorang Istri
8.8
Marcell Wijaya, detektif ternama, tega mengusir istrinya yang hamil di jalan gelap karena menolak mendonorkan ginjal untuk cinta pertamanya, Emilia. Penolakan itu berujung penculikan oleh musuh Marcell yang dendam. Di bawah siksaan kejam hingga lidahnya dipotong, sang istri tak berdaya ketika Marcell mengabaikan telepon penculik demi menemani Emilia di rumah sakit. Saat Marcell akhirnya menyelidiki TKP penemuan jasad wanita hamil yang dimutilasi, ia tidak sadar bahwa korban itu adalah istrinya sendiri.