Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jiwa Pengganti

Jiwa Pengganti

Hidup Amelia berakhir tragis di usia 27 tahun setelah kecelakaan fatal akibat patah hati. Namun, maut justru membawanya melintasi waktu dan bereinkarnasi ke dalam raga Castarica, seorang putri bangsawan yang dikenal kejam bak iblis. Amelia kini terjebak dalam kehidupan baru sebagai istri dari pria berhati dingin yang menyimpan ambisi rahasia. Mampukah ia bertahan hidup di tubuh antagonis ini sembari menghadapi suaminya yang penuh misteri dan rencana tersembunyi?
Bab
Bagikan

Bab 3

“Nona, Anda semakin aneh saja, sepertinya Anda kurang sehat. Apa mungkin karena semalam Tuan Duke tidak datang ke kamar Anda.” Erin mulai dilanda kebingungan, pasalnya sikap Amelia hari ini cukup aneh dari biasanya, ya, meski Amelia memang sudah aneh dari lahir, selalu bersikap posesif pada apa pun yang ia sukai. Namun, untuk hari ini sikap Amelia kelewatan aneh karena berbicara hal yang tidak masuk akal.

Amelia yang tidak mengerti maksud ucapan Erin lantas mengernyit keras. “Tunggu dulu, kenapa jalan pembicaraan Anda semakin melenceng saja. Aku ini habis tertabrak mobil, seharusnya sudah mati dan berada di surga. Lalu bertemu malaikat impian yang akan melayaniku tiap harinya. Kenapa juga ada sangkut paut dengan Tuan Duke yang anda maksud itu? Apa dia malaikat penjaga pintu surga?” timpal Amelia, sebenarnya dia masih bingung, apakah dia sungguh masih hidup atau sudah berada di surga. Dan dia beranggap kamar ini adalah kamar menuju surga.

Erin mendesis pelan, sudah tidak tahu harus membalas seperti apa. Sama halnya seperti Amelia, dia juga merasa topik pembicaraan semakin aneh saja. Aneh karena Amelia terus membalas dengan perkataan aneh dan tak masuk akal.

“Mobil? Mati? Surga? Malaikat? Saya rasa Nona sedang sakit. Saya akan panggilan Tabib untuk Anda.” Erin rasa memang Tabib yang diperlukan Amelia sekarang. Dengan sikap Amelia yang semakin aneh saja, Erin khawatir kalau majikannya ini  sudah tidak waras lagi, lantaran terus diacuhkan oleh suaminya sendiri. Pasti begitu, pikir Erin.

Beranjak Erin ingin memanggil Tabib, khawatir sikap aneh Amelia semakin parah. Bersamaan dengan kepergiannya, Amelia berteriak setengah keras memanggilnya.

“Tunggu dulu! Siapa yang Anda katakan sakit? Saya? Ohoho ... justru Anda yang sakit. Saya memang habis merasa galau karena masalah cinta, tapi bukan berarti saya sudah tidak waras lagi.” Amelia mendengus keras, membalas ucapan Erin yang menurutnya terdengar seperti ejekan untuknya. Seolah Amelia ini mengalami sakit yang membuatnya kehilangan kewarasannya.

‘Aku? Gila? Huh, kamu saja yang gila?’

Namun, Erin tak menggubris ucapan Amelia, Erin justru semakin yakin kalau Amelia sudah menjadi gila, sebab cara bahasa Amelia sejak tadi terdengar sangat asing dan aneh tentunya.

Melihat Erin terus pergi tanpa memedulikan ucapannya, Amelia segera beranjak, berniat mengejarnya.

“Hei! Tunggu!”

Namun, naas, saat Amelia hendak mengejar wanita paruh baya itu, Amelia tiba-tiba saja tersungkur ke lantai akibat kakinya tersangkut di selimut. Dan naasnya lagi, wajahnya yang pertama kali menghantam ubin.

Bruk!

“Aduuhh! Sa-sakit! Eestt ....” Amelia segera bangkit dan duduk di lantai sembari memegangi hidung malangnya yang pertama kali menabrak lantai. Bisa ia rasakan sesuatu kental keluar dari sana.

“Da-darah?! Aku mimisan?!” Terbelalak Amelia melihat darahnya sendiri. Meski bukan kali pertamanya Amelia melihat darah, tapi inilah kelemahannya, dia sangat fobia terhadap darah, mau itu darah hewan atau darah manusia. Dan setiap kali ia melihat darah, kepalanya pasti akan berdenyut sakit dengan matanya yang berputar-putar seperti orang juling.

“Ugh! Eesstt ....” Tepat seperti yang ia khawatirkan, kepalanya mulai berdengung sakit. Sangat sakit dari rasa sakit biasanya. Amelia memegang kepalanya, meremas rambutnya sambil meringis pelan menahan sakit.

Bersamaan dengan itu, sekelebat ingatan asing masuk ke otaknya. Dan entah karena kepalanya yang memang terasa sakit atau rasa sesak yang dia dapat ketika ingatan asing itu masuk, Amelia tiba-tiba dia jatuh pingsan.

***

“Siapa dia, Yona?”

Bocah cantik berambut putih panjang, memiliki mata biru indah seperti berlian, bertanya pada seorang pelayan paruh baya di sampingnya. Pandangannya pada bocah laki-laki berusia sekitar 7 tahun tidak terlepas. Entah kenapa dia merasa tertarik dan enggan untuk melepaskan bocah laki-laki itu dari pandangannya barang sejenak, seolah takut kehilangan bocah tersebut.

“Dia Tuan Muda  Erick Wesley, anak dari Tuan Duke Aroy Wesley,” jawab pelayan bernama Yona.

Bocah cantik itu terdiam sejenak, ada yang aneh menurutnya. “Kenapa aku tidak pernah melihatnya, Yona? Aku pikir Paman Aroy tidak memiliki anak.”

“Itu karena Tuan Muda Erick dibesarkan di wilayah perbatasan dan baru bisa pulang setelah mendapat kabar kematian ibunya. Kasihan, dia masih sangat kecil, tapi sudah harus menghadapi situasi menyedihkan seperti ini, apalagi Tuan Muda Erick tidak pernah pulang lantaran Duke Aroy tidak ingin dia pulang sebelum menjadi pria hebat,” jelas pelayan itu lagi.

Mendengar penjelasan Yona, bocah perempuan itu mengangguk, seakan mengerti dengan penjelasan pelayan itu. Dia kembali terdiam sambil terus menatap punggung bocah bernama Erick Wesley itu, cukup Lamat ia menatapnya lantaran rasa penasaran sekaligus simpatik setelah mendengar kisah malang tentang Erick.

Deg!

“Ah ....”

Saat gadis kecil terus menatap Erick yang memunggunginya, bocah laki-laki itu tiba-tiba berbalik, menatapnya untuk sesaat dengan raut wajah datar, lalu kemudian pergi begitu saja dari tempat pemakaman.

‘Tampan sekali. Dia ... dia hebat! Dia tidak menangis meski telah kehilangan sosok yang berarti baginya,’ puji gadis kecil itu dalam hati dengan pipi yang mulai bersemu. Dia sangat terkesima melihat Erick tak sedikit pun mengeluarkan air mata di hadapan makam ibunya. Jika itu dirinya sudah pasti ia akan menangis keras hingga meraung-raung seperti orang gila lantaran ditinggalkan sosok yang amat disayang.

Setelah Erick benar-benar hilang dari pandangannya, barulah dia kembali tersadar dari rasa kekagumannya pada Erick.

“Yona!”

Tiba-tiba gadis kecil memanggil pelayannya lagi dengan nada sedikit keras. Untung saja mereka berdiri di barisan belakang sebab tidak ingin terlihat banyak orang, jika tidak, semua orang pasti akan melirik ke arahnya, dan sudah pasti orang tua serta ke dua kakaknya akan menegurnya sebab bersikap tidak sopan, berteriak di saat acara pemakaman berlangsung.

“Ya, Putri,” jawab Yona segera.

Bocah cantik itu menatap ke arah Yona dengan pandangan cukup serius. “Ketika aku besar nanti, aku ingin Erick menjadi suamiku,” ucapnya enteng, dan jangan lupa dengan senyum tanpa beban yang mengakhiri ucapannya.

“Apa?!” Yona terkejut sampai menjerit. Segera saja dia menutup mulutnya ketika seseorang di depannya berbalik lalu memberinya tatapan tajam, seakan berkata, diamlah, pemakaman sedang berlangsung, apakah kau tidak tahu sopan santun? Yona pun segera meminta maaf atas ketidak sopanannya.

Yona menunduk lalu berbisik pelan pada bocah cantik itu. “Putri, Anda tidak boleh berkata seperti itu, jika yang lain mendengar ucapan Anda tadi, bisa terjadi kesalah pahaman nantinya.” Yona menatap majikan kecilnya cemas sekaligus terkejut.

Bagaimana tidak? Bayangkan, bocah kecil yang masih berusia 4 tahun tiba-tiba saja berkata sesuatu hal dewasa begitu lugasnya, tanpa berpikir apakah ucapannya itu cukup wajar atau tidak? Usianya masih 4 tahun, loh! Tapi dengan santainya berkata ingin menikah dengan pria yang baru saja dia kenal. Sudah pasti mengejutkan!

Raut wajah gadis kecil itu berubah datar. Dia tahu apa yang dia lakukan memang terlalu mengejutkan, tapi apalah daya dia sudah bertekad dan berjanji pada dirinya bahwa ia akan menemani Erick seumur hidupnya, agar pria kecil itu tidak kesepian.

“Aku ingin membantunya menghapus kesedihannya, Yona. Jika Ayahnya tidak sayang padanya, maka aku yang akan menyayanginya,” ucapnya mantap.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PMQ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PMQ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Damon
9.5
Damon menyadari keanehan dirinya sejak kecil akibat kutukan misterius. Ayahnya melarangnya bersosialisasi, namun ia tumbuh menjadi pemburu yang mematikan. Tanpa kehadiran serigala batin, Damon berubah menjadi sosok yang brutal dan menolak tanggung jawab sebagai Alpha. Segalanya berubah saat seorang putri cantik hadir di hidupnya. Demi melindunginya, Damon terpaksa merangkul takdir yang ia benci dan bangkit menjadi Alpha terkuat guna menjaga sang pujaan hati.
Sampul Novel Istri Mafia, Tak Pantas untuk Pewaris
9.7
Suamiku, Wakil Bos Mafia, mencampakkanku karena aku divonis mandul. Ia membawa ibu pengganti ke rumah dan memperlakukannya bak kekasih, mengkhianati janji suci kami. Puncaknya, ia membiarkanku terluka parah demi melindungi wanita itu. Di dunia kelam ini, seorang istri mustahil bercerai secara normal. Maka, aku merancang skenario kematianku sendiri untuk menghancurkan hidupnya, membiarkannya membusuk di atas puing-puing kejayaan yang ia bangun.
Sampul Novel Jahatnya Pacar Kakakku
8.5
Rencana sederhana pergi ke festival musik bersama sahabat berubah menjadi petaka mengerikan bagi sang protagonis. Tanpa alasan jelas, kekasih kakaknya mengurungnya di toilet, menuduhnya menggoda pacar orang, lalu melakukan penyiksaan keji. Korban disiram air kotor, ditampar, ditelanjangi, hingga kulitnya disolder dengan tulisan hinaan. Saat sang kakak, Calvin, akhirnya tiba dan mendapati adiknya terluka parah hingga tak mengenali wajahnya, pelaku hanya bisa berdalih bahwa ia salah mengira korban sebagai orang asing.
Sampul Novel Kembali Bangkit Hancurkan Para Pengkhianat
9.1
Sepuluh tahun lumpuh demi Gunawan, aku justru dikhianati. Tunanganku berselingkuh dengan Vivian, sementara adikku, Keenan, menutupi aksi busuk itu demi uang. Mereka mengira aku tetap tak berdaya, namun faktanya aku sudah pulih dan menyaksikan semuanya. Kini, tujuh tahun setelah menghilang, aku bangkit kembali sebagai Alena Kusuma. Dengan identitas investor kaya, aku siap menghancurkan hidup para pengkhianat yang telah menghancurkan masa laluku.
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Seorang dokter genius masa kini tiba-tiba terbangun dalam tubuh permaisuri abad ke-17 yang baru saja diceraikan Pangeran Keenam. Meski dikhianati demi wanita lain, ia tidak peduli dan memilih fokus membangun karier medis dengan ilmu modernnya. Keahliannya memikat hati rakyat hingga Sang Kaisar sendiri. Awalnya ia menolak cinta, namun takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan pengorbanan besar yang harus ia tentukan.
Sampul Novel Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku
9.0
Kehidupan Rury seketika hancur saat ia menerima pesanan jasa lukis henna dari seorang pelanggan wanita. Betapa terkejutnya dia ketika menyadari bahwa calon pengantin tersebut adalah selingkuhan suaminya sendiri. Di tengah pengkhianatan yang menyakitkan ini, Rury tidak tinggal diam meratapi nasib. Ia menyusun rencana matang untuk membalas dendam dan menghancurkan pesta pernikahan suaminya. Saksikan aksi berani Rury dalam menuntut keadilan bagi hatinya.