Sampul Novel Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

9.1 / 10.0
Misteri tragis dalam novel horor Jeritan yang Tak Terdengar bermula saat Yolanda disiksa dan dikurung di ruang bawah tanah oleh ayahnya akibat tuduhan palsu. Baca novel online gratis ini untuk mengungkap akhir kelam dari sebuah dendam keluarga.
Ringkasan Jeritan yang Tak Terdengar
Dalam novel modern bergenre horor misteri berjudul Jeritan yang Tak Terdengar, nasib tragis menimpa Yolanda di hari ulang tahunnya. Dituduh mendorong sepupunya hingga cedera, Yolanda harus menerima kemarahan brutal sang ayah yang memukulinya hingga sekarat. Demi memberi pelajaran, ia dikurung di ruang bawah tanah yang gelap. Namun, saat pintu akhirnya dibuka kembali, sang ayah hanya mendapati tubuh putri kandungnya yang telah hancur dan membusuk dalam kesunyian.
Baca Selengkapnya

Jeritan yang Tak Terdengar Bab 1

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera.

Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat.

Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal.

"Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?"

Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi.

Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah.

"Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!"

Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.

Ketika kesadaranku perlahan kembali, aku melihat Ayah berjalan ke arahku.

Aku langsung terdiam di tempat, tidak tahu harus berbuat apa.

Namun, saat dia melewati tubuhku, aku baru menyadari bahwa dia sama sekali tidak bisa melihatku.

"Kiara, selamat ulang tahun!"

Aku melihat dia tersenyum dan mengelus kepala sepupuku, Kiara, lalu memberinya sebuah hadiah yang dibungkus rapi.

"Terima kasih, Om Teddy!"

Ulang tahun Kiara tujuh hari setelah ulang tahunku.

Baru sekarang aku menyadari bahwa aku sudah meninggal tujuh hari.

Mereka duduk mengelilingi kue yang indah, merayakan ulang tahun Kiara.

Suasananya ramai dan penuh tawa!

Sepertinya kehadiranku tidak menimbulkan perbedaan di sini.

Dari kecil, ulang tahun Kiara selalu sangat meriah.

Sedangkan ulang tahunku, tidak ada yang mau membahasnya, bahkan tidak ada yang peduli.

Ketika Kiara hendak membuat permohonan, Tante Sandra yang ada di sampingnya tiba-tiba bertanya.

"Kak Teddy, di mana Yolanda? Kenapa dia nggak muncul-muncul?"

Mendengar namaku, Ayah menyipitkan mata dengan muak dan berkata dengan dingin.

"Dia sudah melukai Kiara, jadi aku memberi pelajaran padanya. Sekarang dia ngambek entah ke mana."

Mendengar itu, Tante Sandra langsung terlihat khawatir.

"Apa kamu nggak terlalu berat menghukumnya? Yolanda selalu baik, dia nggak akan pergi sembarangan!"

Namun, Ayah tampak acuh tak acuh.

"Aku hanya mengurungnya satu atau dua hari, sekarang sudah dibebaskan. Aku rasa aku masih terlalu ringan menghukumnya!"

Hukuman singkat dari Ayah ini, akan selalu kuingat di sepanjang hidupku.

Malam itu, dia menatapku dengan tajam sambil memegang tongkat besar.

"Kenapa kamu mendorong sepupumu dari tangga?"

Tubuhku bergetar ketakutan, tetapi aku tetap menahan diri dan berkata padanya.

"Ayah, aku nggak mendorongnya, dia terjatuh sendiri!"

Namun, dia langsung memukul kakiku dengan keras.

"Ah ...."

Sakit yang luar biasa membuatku jatuh berlutut, dan aku tak bisa menahan teriakanku.

Namun, Ayah yang di sampingku menyindirku dengan kesal.

Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?

Tongkat itu kembali menghantam tubuhku di berbagai tempat, seperti badai yang datang dengan cepat.

Aku menggigit bibirku kuat-kuat, tetap tidak mau mengaku.

Dia makin marah dan memukulku dengan lebih keras.

Ketika akhirnya dia berhenti, aku merasa semua organ dalamku nyeri.

Aku tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, tetapi di mata Ayah, aku tetap dianggap melawannya.

Jadi dia melemparkan aku yang sudah hampir tidak sadarkan diri ke dalam gudang bawah tanah.

Tempat itu gelap dan sempit, dan aku dijatuhkan di lantai seperti sampah.

Sebagai penderita klaustrofobia, tubuhku bergetar tanpa henti.

"Ayah ... Ayah, jangan .... Jangan kunci aku di sini!"

Namun, di matanya tidak ada sedikit pun rasa sayang, hanya ada rasa dingin dan kebencian.

Dia menarik tangannya dan dengan nada merendahkan, berbicara padaku

"Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!"

Setelah itu, dia berbalik pergi tanpa belas kasihan, menutup satu-satunya pintu kecil di sana.

Suasana di sekitarku menjadi gelap gulita. Dalam keputusasaan dan rasa sakit, mataku perlahan terpejam.

Sebenarnya, aku tidak tahu bagaimana aku mati.

Sejak saat itu, kesadaranku selalu terasa buram.

Aku pikir hidupku akan terhenti di usia 18 tahun.

Namun, tidak kusangka, meski sudah mati, jiwaku tetap bisa tinggal di sini.

Melihat kemarahan di wajah Ayah, Tante Sandra juga tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Sebagai penopang utama keluarga Limanta, setiap kali Ayah marah, tidak ada yang berani membahasnya lagi.

Hanya Kiara yang dengan mata berbinar menarik tangan Ayah sambil bersikap manja.

"Om Teddy, jangan marah! Kalau marah, nanti kesehatanmu akan terganggu!"

Ayah yang sebelumnya tampak dingin seketika menjadi sangat lembut.

"Untung sekali ada Kiara yang paham! Seandainya saja Yolanda yang nakal itu bisa baik seperti kamu!"

Kalimat ini sudah berulang kali aku dengar sejak Kiara datang ke rumah ini.

Kiara tampaknya selalu menunjukkan sikap pengertian.

Apakah ini yang dianggap Ayah sebagai sikap yang baik?

Namun, apa dia tahu bahwa di balik penampilannya yang sopan dan santun itu, tersembunyi niat jahat yang mengerikan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jeritan yang Tak Terdengar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Berakhir Menjadi Tawanan
9.5
Hidup di ibu kota memaksa Liana bekerja keras demi menghidupi adik-adiknya. Dari berpindah kontrakan hingga menjadi pacar kontrak, semua ia lakoni demi uang. Namun, rencana hidupnya berantakan saat bertemu Arsen, pemilik kos barunya. Pria misterius ini tidak hanya mengusik ketenangan Liana, tetapi juga menyeretnya ke dalam situasi pelik yang tak terbayangkan. Kini, kehadiran Arsen menjadi badai besar yang bisa menghancurkan atau justru menyelamatkan masa depan Liana.
Sampul Novel Dunia Baru Alyssa
9.2
Alyssa, alumni pesantren yang terbiasa hidup religius, kini harus beradaptasi di SMA Safir. Lingkungan barunya sangat kontras karena pergaulan bebas dan interaksi tanpa batas antara lelaki dan perempuan. Di sana, ia bertemu Debo, Via, Bagas, Riki, dan Denis yang mewarnai hari-harinya. Akankah Alyssa hanyut dalam budaya pacaran dan ikhtilat yang asing baginya? Ataukah ia justru mampu membawa pengaruh positif serta kedamaian ajaran Islam di sekolah tersebut?
Sampul Novel Kematian Berujung Perceraian
8.0
Setelah memohon 99 kali, sang ibu akhirnya membujuk Rizald Pratama untuk membawa putri mereka berkemah saat ulang tahunnya. Namun esoknya, sang anak ditemukan tewas di kaki gunung sambil memegang erat foto keluarga. Di tengah duka, sang ibu melihat unggahan media sosial suaminya bersama teman masa kecilnya dan seorang bocah lain. Foto bahagia menikmati matahari terbenam itu rupanya dipotret oleh mendiang putrinya sendiri sebelum meninggal, menyisakan misteri dan pengkhianatan yang memilukan.
Sampul Novel Pacar Kedua dan Istri Rahasia
8.5
Pasca insiden maut, Rafka menyembunyikan Adiva di London tanpa sepengetahuan siapa pun. Meski menyadari hati istrinya milik pria lain, Rafka tetap setia melindungi. Namun, Adiva justru merencanakan pelarian demi membalas dendam pada masa lalunya. Ia menjebak saudara kembarnya, Agatha, untuk bertukar posisi agar bisa mengecoh pengawal Rafka. Saat Agatha terjebak di London, Adiva mencuri identitas saudarinya untuk kembali menemui sang ayah dan memulai aksi balas dendam.
Sampul Novel Perjalanan Cinta Alena
8.5
Alena Kinara Lee memilih hidup mandiri di Hamburg dan sukses menjadi manajer keuangan. Namun, takdir mempertemukannya dengan Devin Abraham, CEO arogan yang menghabiskan satu malam bersamanya. Meski Devin ingin bertanggung jawab, Alena menolak keras. Situasi rumit karena Alena ternyata bekerja di perusahaan keluarga Devin. Devin pun terus mengejar dan mengusik privasi Alena setiap hari. Akankah kegigihan Devin meluluhkan hati Alena yang merasa sangat terganggu?
Sampul Novel Pilihan Terakhir
7.9
Terlena oleh kemilau karier dan kekuasaan, Bella mengabaikan perannya sebagai istri meski Aris telah memberinya kebebasan penuh sejak menikah. Namun, rasa jenuh yang mendalam akhirnya menghampiri Aris akibat sikap dingin sang istri. Di tengah kekosongan hati dan rasa lelah yang memuncak, Aris pun dihadapkan pada sebuah keputusan besar. Salahkah jika ia memilih Ana untuk menggantikan posisi Bella di hidupnya? Sebuah dilema rumah tangga yang penuh luka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan