Sampul Novel Jerat Cinta Saudara Tiri

Jerat Cinta Saudara Tiri

8.2 / 10.0
Dalam Jerat Cinta Saudara Tiri, Arjun dan Gea terjebak konflik meski tinggal satu atap. Persaingan sengit mereka berubah menjadi perasaan terlarang yang menguji restu orang tua. Baca kisah modern novel ini untuk melihat bagaimana takdir menguji loyalitas dalam romance novel yang penuh drama.
Ringkasan Jerat Cinta Saudara Tiri
Arjun Wira Mahendra dan Gea Sandi Pamukti adalah sepasang saudara tiri yang terjebak dalam persaingan sengit. Keduanya memiliki sifat keras kepala dan selalu bertengkar layaknya Tom dan Jerry setiap kali bertemu. Namun, benih perasaan tak terduga mulai tumbuh di antara mereka meski situasi sangat rumit. Mampukah cinta mereka bertahan saat restu orang tua menjadi penghalang besar? Ikuti perjuangan asmara mereka yang penuh konflik dalam novel ini.
Baca Selengkapnya

Jerat Cinta Saudara Tiri Bab 1

Ceklek!

"Auuww, tidaaak!" teriak Gea, seraya menutup tubuh bagian atasnya.

Sontak Gea menoleh ke arah pintu kamarnya yang tidak terkunci, saat Arjun kakak tirinya yang hanya selisih dua tahun itu, membuka pintu kamarnya tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

"Mas Arjun! Awas saja jika kamu masuk ke kamarku lagi, tanpa permisi terlebih dahulu!” ucap Gea jutek.

"Sorry, aku menghadap ke tembok, nih! Buruan, benerin itu kancing bajunya!" ucap Arjun selengekan.

"Ngapain buru-buru. Siapa suruh masuk kamar orang tanpa ketuk pintu dulu," jawab Gea santai.

“Emange gue pikirin! Bodo amat! Emang ini kamar nenek moyang kamu?” ucap Arjun tak kalah ketus.

“Mamaaaa!” pekik Gea memekakkan gendang telinga.

Spontan Arjun mengambil bantal sofa yang ada di sudut kamar adik tirinya itu, lalu melempar ke arah mulutnya yang berisik.

Melihat sang kakak tiri melemparinya dengan bantal sofa, Gea tidak terima. Lalu gadis itu mengambil bantal sofa yang sama, untuk dilempar ke arah kakak tirinya.

Naas, sebelum bantal sofa itu mengenai tubuh kakak tirinya, pintu kamar Gea keburu ditutup oleh Arjun dari luar. Arjun sempat terkikik mendengar omelan adik tirinya di dalam kamar.

Dari balik pintu dapur, Bu Amanda istri kedua Pak Wira Mahendra hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan kedua anaknya.

“Arjun! Kamu apakan adikmu? Tidak bosan apa? Setiap hari beranteeem … mulu. Kalian itu sudah kuliah. Masa iya, anak kuliahan setiap hari berantem kaya bocah SD,” ucap Bu Amanda.

“Hihi ... maaf, Ma. Iseng!” jawab Arjun polos lalu gegas melangkahkan kakinya ke kamarnya di lantai atas.

Keluarga kecil mereka, meskipun sama-sama berasal dari keluarga broken home, tetapi mereka dipersatukan oleh cinta. Pak Wira yang pernah gagal berumah tangga karena istri pertamanya selingkuh lalu menceraikan sang istri.

Demikianpun Bu Amanda yang ditinggal suaminya selingkuh, lalu sang istri minta cerai. Klop! Bagai gayung bersambut. Mereka dipertemukan karena cinta, di saat Bu Amanda sebagai pemilik usaha katering mendapat orderan makanan untuk acara ulang tahun di perusahaan Pak Wira.

Mereka bertemu saat Bu Amanda dan tim-nya menyiapkan menu pesanan perusahaan Pak Wira di aula perusahaan, satu jam menjelang acara ulang tahun dimulai. Entah, siapa yang memulai yang jelas usai acara itu, Pak Wira selalu deg-degan jika bertemu dengan Bu Amanda.

Apakah itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Seiring berjalannya waktu, Pak Wira yang mulai penasaran dengan sosok Bu Amanda, akhirnya meminta orang kepercayaannya untuk mencari tahu tentang sosok Bu Amanda itu.

Senyum terbit dari sudut bibir Pak Wira, ketika informasi yang didapatkannya, Bu Amanda adalah seorang janda satu anak. Ibarat kata, jalan untuk pendekatan di antara mereka berdua mulus bagaikan jalan tol yang bebas hambatan. Hingga akhirnya, mereka sering bertemu dan sama-sama membuka diri untuk saling mengenal.

Waktu berjalan dengan cepatnya, lima bulan saling mengenal. Akhirnya Pak Wira memberikan kalimat sakti yang selalu dinanti-nanti oleh pasangan yang ingin menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius.

“Will you marry me, Amanda Saraswati?” ucap Pak Wira seraya bersimpuh dengan satu lutut ditekuk, di depan Bu Amanda sambil mengulurkan satu buah cincin berlian untuknya. Seperti seorang pangeran yang sedang melamar sang putri.

Bu Amanda menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tidak menyangka saja, jika secepat itu Pak Wira menyatakan keseriusan ucapannya kepadanya. Sebab, saat pendekatan itu Bu Amanda pernah keceplosan ingin menjalin hubungan yang serius, bukan hanya main-main belaka.

“Manda? Gimana, mau tidak? Pegel, nih!” ucap Pak Wira yang sejak lima menit yang lalu masih bersimpuh dengan satu lutut ditekuk, di depan Bu Amanda.

“I—iya, Mas. Manda mau.”

Spontan Pak Wira berdiri dan langsung memeluk Bu Amanda. Satu kecupan mendarat di kening janda satu anak yang masih terlihat cantik itu.

“Terima kasih, Sayang. Kapan kamu siap untuk kukhitbah?”

“Kapan pun aku siap. Mas datanglah ke rumah orang tuaku. Karena aku masih punya orang tua. Dan satu hal pintaku, sayangi aku dan anakku sama halnya kamu menyayangi anakmu. Akan kusayangi kamu dan anakmu sama halnya aku menyayangi anakku.”

Permintaan yang simple, tetapi tidak mudah untuk mencapainya. Pak Wira meraih jemari tangan Bu Amanda, lalu menciumnya dengan lembut.

“Pasti, Sayang. Kita sama-sama pernah merasakan tersakiti oleh pasangan kita. Jadi, kita harus sama-sama berjanji untuk tidak saling menyakiti dan menerima serta menyayangi anak-anak bawaan kita, sama seperti anak kandung kita sendiri.”

***

“Assalamualaikum,” sapa Gea yang baru saja pulang dari kampus.

Melihat Bu Amanda yang diam saja di meja makan, tanpa menjawab salam darinya, Gea mengkerutkan keningnya.

“Ma! Mama!” panggil Gea berulang kali seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Bu Amanda.

“Eh, i—iya, Sayang. Kenapa?” jawab Bu Amanda yang tergagap, karena sedang melamun mengingat kenangannya lima tahun yang lalu saat pendekatan dengan suaminya.

“Dikasih salam juga? Jawab, dong! Melamun mulu. Emang ngelamunin apa, sih!”

“Waalaikumsalam, iya, maaf. Bukan apa-apa. Hanya ingat kalian saja yang seperti Tom and Jerry. Berantem mulu tapi saling merindukan. Iya ‘kan?” goda Bu Amanda.

“Mas Arjun emang belum pulang, ya, Ma?”

“Nah, kan? Baru juga diomongin.”

Pak Wira dan Bu Amanda telah menikah empat tahun yang lalu. Sejak Arjun kelas satu SMA dan Gea masih kelas tiga SMP. Kini Arjun telah kuliah semester tiga dan Gea kuliah semester awal di universitas yang sama.

Kebiasaan mereka berantem jika dekat dan saling merindukan jika jauh masih berlanjut hingga sekarang. Saat ini sudah hampir satu minggu Arjun mengikuti kegiatan Mapala, yaitu mendaki Gunung Andong.

“Kapan dia pulang, Ma? Perasaan udah satu minggu, deh!”

“Iya, barusan dia telepon. Nanti sore kamu disuruh jemput masmu di kampus.”

“Jam berapa, Ma?” tanyanya penuh semangat.

“Cieee ... semangat empat lima! Jam empat,” goda Bu Amanda.

“Hihi ... siap, Ma.”

Tanpa permisi Gea melenggang menuju kamarnya. Gadis itu menjatuhkan bobot tubuhnya di ranjangnya yang empuk. Sejenak memejamkan mata untuk merileksasikan otak-otaknya yang rasanya mau kram.

Kuliah eksak yang membuatnya hampir botak. Gadis tomboy itu setiap hari dituntut untuk mengerjakan tugas dan hitungan serta rumus kimia, fisika, dan matematika.

“Harus healing, ini. Rasanya kepalaku mau pecah kalau begini terus. Mas Arjun ponselnya seminggu nggak aktif. Tiba-tiba kangen sekali dengannya. Apa kabar dia?” gumamnya.

***

Sementara di kaki bukit Andong, jam menunjukkan hampir pukul dua belas siang. Para mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Mapala istirahat sejenak di sana, untuk membuat makan siang ala anak pendaki.

Usai makan siang, mereka istirahat sejenak untuk salat Zuhur dan memejamkan mata sejenak untuk sekadar istirahat. Berulang kali Arjun melihat ke arah ponselnya.

Belum ada tanda-tanda ada sinyal. Sinyal timbul tenggelam, tak tentu waktu. Laki-laki tampan yang super jahil itu mencebik kesal. Lalu membuka galery foto di ponselnya. Di sana ada foto keluarganya. Termasuk foto Gea.

"Meskipun nyebelin dan ngeselin, tetapi kamu itu ngangenin, tahu!" gumamnya.

Arjun merebahkan tubuhnya di bawah pohon cemara. Kedua tangannya disilangkan di belakang kepala. Wajah Gea tiba-tiba menari-nari di pelupuk matanya. Gadis tomboy yang super manja di mata kakak tirinya itu, tersenyum menggoda.

“Cantik,” gumamnya.

“Wooy! Siapa yang cantik? Kita berenam semua cowok, tahu!” ucap Putra.

Arjun menoleh sekilas ke arah Putra, merasa telah keceplosan bicara, pemuda tampan itu menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jerat Cinta Saudara Tiri

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Hasrat liar ayah tiri
8.1
Kehadiran ayah tiri awalnya dianggap sebagai pelindung bagi gadis remaja ini. Namun, tragedi berdarah mengubah segalanya hingga ia terpaksa tinggal bersama pria itu. Di balik wajah malaikatnya, sang ayah tiri justru menjerat kepolosan putri tirinya lewat rayuan dan sentuhan nakal. Masa SMA yang lugu dimanfaatkan secara perlahan untuk mengurung sang gadis dalam cengkeraman obsesi. Hubungan keluarga pun berubah menjadi skandal terlarang yang disembunyikan dari dunia.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Sekuel dari Cintaku Bersemi di Masa Remaja ini mengisahkan Joseph Mikuel, CEO JM Corp, yang tak sengaja bertemu kembali dengan cinta lamanya, Mary Violet. Mary, yang dulu menghilang tanpa penjelasan, tiba-tiba melamar sebagai sekretaris pribadi di perusahaannya. Menggunakan kekuasaannya, Joseph memastikan Mary diterima demi menuntaskan perasaan yang belum usai. Pertemuan tak terduga ini mengejutkan Mary dan memicu tanya: apakah cinta lama mereka bisa bersemi kembali?
Sampul Novel Love
9.2
Love
Dalam dinamika kehidupan modern yang serba cepat, sebuah kisah romansa yang tulus mulai tumbuh secara perlahan. Cerita ini mengeksplorasi makna kasih sayang yang mendalam di tengah hiruk pikuk perkotaan. Melalui pertemuan yang tak terduga, dua insan berusaha memahami perasaan satu sama lain dan membangun ikatan emosional yang kuat. Kisah ini menjadi sebuah perjalanan penuh kehangatan yang menyoroti keindahan dari sebuah perasaan yang bernama cinta sejati.
Sampul Novel MEMBAKAR GAIRAH
9.4
Sepuluh tahun berlalu sejak tragedi hotel menghancurkan cinta Joshua dan Reinata. Takdir mempertemukan mereka kembali dalam situasi pelik saat Joshua muncul sebagai kekasih Kayla, putri tiri Reinata. Terbakar api cemburu dan perasaan yang belum padam, Reinata bertekad menggoda Joshua demi merebutnya kembali. Akankah Joshua terjebak dalam gairah terlarang bersama calon ibu mertuanya? Bagaimana hancurnya hati Kayla jika rahasia kelam masa lalu sang suami terungkap?
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
9.4
Sephia terjerat dalam pernikahan paksa dengan pewaris kejam, Elandro Varela. Semua berawal saat Sephia harus bertanggung jawab merawat ibu Elandro pasca kecelakaan tragis. Namun, Elandro justru memanfaatkan ikatan ini untuk melampiaskan dendam pribadinya. Bagi Sephia, janji suci tersebut hanyalah hukuman dan penjara emas yang penuh kebencian. Di tengah tekanan perang dingin ini, mampukah Sephia bertahan, atau ia akan hancur oleh amarah Elandro yang tak berujung?
Sampul Novel Tipu Daya Untuk Mendapatkan Ibuku
9.4
Kematian sang ayah meninggalkan duka mendalam, tetapi perilaku ibu justru berubah menjadi sangat ganjil. Ia mulai sering membawa pulang boneka manusia dari kertas dengan alasan untuk menemaninya melewati malam-malam yang sepi. Sang anak awalnya tidak memahami maksud tindakan aneh tersebut. Hingga suatu hari, sebuah rahasia mengejutkan terungkap ketika ia mengintip lewat celah pintu kamar dan melihat ibunya tanpa busana di atas ranjang bersama sosok kertas itu.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan