Sampul Novel Jika Nanti Jatuh Cinta Lagi

Jika Nanti Jatuh Cinta Lagi

8.6 / 10.0
Bagi Ervano Bhalendra, pernikahan adalah masa lalu yang ingin ia lupakan. Setelah kegagalan rumah tangga dengan Irina dan luka mendalam akibat kehilangan Elvin Eleanor, chef tampan ini memilih menutup hati rapat-rapat. Namun, tembok pertahanan Ervan runtuh seketika saat Magisa Prastiwi hadir dalam hidupnya. Sosok Magisa mampu mencairkan sikap kaku Ervan, membangkitkan kembali semangatnya untuk mengejar cinta sejati yang sempat hilang dari radarnya.

Jika Nanti Jatuh Cinta Lagi Bab 1

Ervan melirik sekilas pada jam digital di pergelangan tangan kirinya, menghitung sesaat, ternyata sudah lebih dari tiga puluh menit ia duduk tanpa melakukan pergerakan apapun di salah satu sudut Crystal View yang ia miliki di kawasan Jakarta Timur. Selama itu pula matanya tak beralih dari tubuh putra bungsunya yang tidur sangat pulas hingga sedikit menganga. Bocah lelaki dengan rambut ikal dan pipi sebulat bakpao merekah itu tertidur sangat nyenyak di atas pangkuan seorang gadis muda yang Ervan yakini adalah salah satu dari guru pengajar Giri di sekolah barunya.

Sudah dua bulan ini Ervan mengajak Tama dan Giri untuk pindah ke ibu kota. Hal tersebut dikarenakan ia menerima tawaran dari salah satu stasiun televisi yang mengajaknya menjadi salah satu juri di ajang lomba memasak bergengsi tanah air. Ervan tak perlu berpikir dua kali untuk menerima tawaran menarik tersebut, apalagi sudah satu tahun ini ia membuka cabang cafenya di Jakarta. Selain itu Ervan memang sudah lama berencana pindah dari pulau Dewata, karena terlalu banyak kenangan menyesakkan di sana. Entah itu kenangan indah bersama perempuan yang tak bisa ia miliki ataupun kenangan pahit akan hancurnya rumah tangganya bersama Irina.

Ini pemandangan yang langka. Batin Ervan tergelitik penasaran.

Sangat langka. Karena itu sedari tadi chef tampan itu tak melarikan netranya kemana-mana selain pada putranya, sesekali juga melirik pada perempuan yang siang ini tampil modis dengan blouse berwarna hijau tua dipadukan kulot panjang berwarna cerah. Tak heran jika Ervan menyebut ini sebagai pemandangan tak biasa, karena sebelum-sebelumnya Giri sangat sulit untuk akrab dengan orang asing. Dengan Sashi yang notabene adalah kakak kandung Ervan saja balita itu cenderung menghindar, juga dengan beberapa pengasuh yang sudah sangat sering berganti-ganti karena tak ada yang mampu ‘menaklukkan’ seorang Giri. Tapi lihat saja sekarang, bocah itu tidur dengan damainya di pangkuan orang yang baru ia kenal.

Baru saja Ervan hendak bangkit berdiri, terpaksa  kembali mendaratkan bokongnya pada sofa tunggal yang tadi ia duduki. Hal tersebut karena ada satu sosok lain yang mendekati perempuan muda tersebut. Yang sepertinya masih rekan satu profesi si gadis yang kini tangannya mengusap lengan Giri dengan perlahan itu.

“Gis, belom pulang juga lo?” tanya perempuan berkacamata hitam yang baru saja memasuki area café.

“Lo gak liat gue gak bisa gerak gini. Ni bocah anteng banget dari tadi. Mana tega gue bangunin.” jawab si perempuan yang tadi dipanggil ‘Gis’ itu.

“Bokapnya belom dateng?”

“Boro-boro dateng, pesan terakhir gue aja belom dibaca.” jawab si Gis Gis ini dengan wajah sebal.

Ervan sontak merogoh saku celana guna mencari benda pipih yang sedari tadi belum ia rubah dari mode silent. Cepat-cepat ia membuka aplikasi berlogo hijau itu, dan benar saja di sana ada tiga pesan yang ternyata terlewat belum ia buka.

Wali kelas Giri : Giri bilang minta diantar ke tempat makan yang namanya Crystal View pak. Saya tunggu bapak di sana lima belas menit lagi. Kasihan kalau Giri terlalu lama rewel.

Wali kelas Giri : Kami sudah sampai pak. Pak Ervan dimana?

Wali kelas Giri : Bapak dimana? masih jauh? Giri mengantuk pak.

“Ngapain sih Giri minta antar ke sini?” tanya si sahabat Gis-Gis,  membuat Ervan menajamkan pendengarannya lagi pada dua sahabat yang sedang berbincang santai itu.

“Mana gue tau, tadi pas dia nangis kejer. Cuma bilang minta antar ke tempat papanya sering ajak  dia makan. Namanya Crystal View. Laah di Jakarta, tempat makan yang namanya Crystal View cuma ini kan?”

“Gisa.. Gisa…”

Oke ternyata namanya Gisa.

“Ribet banget dah nasib lo jadi guru toddler, tiap hari gak senewen apa hadepin bocah piyik yang bikin repot gitu? Salah lo sendiri deh, kemaren sempat nolak tawaran jadi dosen di Bina Bangsa.” protes si sahabat Gisa ini.

“Ribet sih nggak Ra, gemes aja kadang-kadang. Ni anak masih baru satu minggu trial di Eleven School, pindahan juga dari luar kota. Masih adaptasi gitu, makanya agak rewel.” jawab si Gisa santai. Jemarinya asik berputar-putar memainkan rambut ikal Giri yang mulai memanjang.

“Ckk… alasan lo aja.” sahabat Gisa mengangkat tangannya untuk memanggil salah satu pramusaji café.

“Elo tau sendiri lah kenapa gue lebih milih jadi guru toddler dari pada jadi dosen kan?”

“Iya deh iya… elo suka anak kecil karena peris—”

“Bentar.. bentar, gue telpon aja deh bapaknya si Gigi ini. Kaku nih paha gue.” potong Gisa lantas sibuk mencari kontak ayah dari salah satu muridnya itu.

“Giri maksud lo?”

“Gue lebih suka manggil dia Gigi, kalo ketawa kocak banget pas keliatan gigi kelincinya gitu.” Gisa terkekeh pelan. Perlahan ia menempelkan ponselnya pada telinga kiri, berharap kali ini panggilannya akan diangkat oleh orang tua dari muridnya ini.

Ervan yang sadar ponselnya berdering nyaring mendadak diserang panik saat melihat nama Wali kelas Giri berkedip di layar ponselnya. Apalagi selang satu detik kemudian sepasang netra dari gadis bernama Gisa itu menatapnya tak putus seolah penasaran dengan gerak geriknya yang mendadak kikuk. Sejak mendaftarkan sang putra bungsu ke Elven School, Ervan memang belum sempat bertemu langsung dengan wali kelas Giri. Karena saat itu sang wali kelas sedang berhalangan hadir, jadi Ervan langsung berurusan dengan kepala sekolah di sana. Dan sekarang, terjawab sudah rasa penasaran Ervan pada sosok wali kelas yang beberapa hari ini sering diceritakan oleh Giri.

“Pak Ervano, saya Magisa wali kelas Giri di Eleven School.” ucap Gisa masih fokus pada sosok pria yang duduk tak jauh dari tempatnya.

“I- iya saya Ervan.” Ervan mendadak berdiri salah tingkah, seolah penyamarannya terkuak secara paksa.

Gisa menurunkan ponselnya perlahan. Telunjuk kanannya terangkat menunjuk pada Ervan yang tengah berjalan dengan canggung mendekatinya.

“Sa- sa- saya Ervan.” seru Ervan terbata-bata seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Pak Ervano, papanya Narendra Giri?” tanya Gisa lirih sambil menatap pada balita yang masih nyaman terbuai mimpi dalam pangkuannya.

“I- iya saya papanya Narendra Giri.”

Gisa lantas memutar bola matanya jengah. Seolah sedang dikerjai habis-habisan oleh sepasang ayah dan anak ini. “Astaga…” Gisa sedikit mengacak rambutnya kesal.

“Bapak gak baca pesan dari saya?” protes Gisa masih bisa mengontrol suaranya agar Giri tak terkejut.

“Ponsel saya silent, jadi gak denger. Ma- maaf miss.”

“Terusss?? Dari tadi bapak duduk  kayak patung hampir satu jam disitu ngapain? padahal udah jelas-jelas tau anak bapak lagi sama saya.” Gisa sedikit mendelik kesal pada wali murid aneh yang baru ia temui ini.

Ervan gelagapan. Tak bisa menemukan alasan tepat untuk menjawab pertanyaan dari perempuan berlesung pipi yang terlihat sangat jengah siang hari ini. “Hmm.. itu.. itu karena.. hmm takut Giri terbangun.”

“Gigi.. hmm.. Giri kan anak bapak. Tanggung jawab dong.”

“I- iya.. miss. Ma- maaf. Sekali lagi maaf.” Ervan heran kenapa ia mendadak gagap seperti ini. Pria itu bergerak pelan mendekati Gisa. Sedikit menunduk untuk memindahkan sang putra ke dalam gendongannya.

“Biar Giri sayang gendong.” Ervan mengulurkan tangannya perlahan.

“Ya iyalah. Masa saya yang bapak gendong!! Gimana sih?”

Gisa sedikit menaikkan nada suaranya. Membuat balita di pangkuannya menggeliat pelan. Bukan menggeliat untuk bangun dari tidurnya, si kecil Giri justru makin erat memeluk perut wali kelasnya dan melanjutkan perjalanan mimpinya lagi.

Ervan memejamkan mata sejenak. Baru sekali ini ia bertemu dengan perempuan yang nampak kalem  serta tenang dari luar namun ternyata ketus dan banyak bicara blak-blakan. Sudah hampir tiga tahun sejak ia menyandang status duda, baru kali ini Ervan temui perempuan dengan perangai unik seperti sosok mungil di depannya ini. Sosok yang sepertinya akan membuat hidupnya lebih berwarna untuk beberapa waktu ke depan, karena sosok mungil inilah yang ternyata mampu menaklukkan tingkah ajaib putra bungsunya.

▪️

Tbc

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Jika Nanti Jatuh Cinta Lagi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Menikahi pria yang pernah ditolak di masa lalu membawa dilema besar dalam sebuah perjodohan. Apakah dia bertahan karena cinta yang tersisa, atau justru merencanakan balas dendam atas luka lama? Sebagai pasutri, mereka dipaksa menjalani komitmen di tengah bayang-bayang masa lalu yang kembali mengusik ketenangan. Di dunia Chronophile, di mana waktu sangat dihargai, rahasia dan konflik mulai menguji kesetiaan mereka dalam mempertahankan rumah tangga ini.
Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra mengalami tragedi memilukan saat kesuciannya dirampas di hadapan kekasihnya sendiri akibat rencana keji kakek sang pria. Alih-alih membela, kekasihnya justru memilih menikahi wanita lain. Di tengah kehancuran, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama mereka, ia merancang pembalasan dendam untuk menghancurkan pria itu beserta keluarganya. Namun, akankah kepuasan batin ia temukan setelah semua hancur?
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan yang hancur karena dikhianati calon istrinya nekat memaksa Zahra menikahinya demi melampiaskan rasa kecewa. Zahra pun terkejut dan menolak mentah-mentah tawaran gila tersebut. Namun, Rayhan tak menyerah dan menjanjikan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra mau menggantikan posisi mempelai wanita yang kabur. Akankah Zahra menerima kesepakatan ini dan sanggup menjalani kehidupan sebagai istri pengganti bagi pria dingin seperti Rayhan?
Sampul Novel Istri Rahasianya, Aib Publiknya
8.1
Duniaku runtuh saat menangani pasien VIP bernama Evelyn Santoso. Tunangan yang ia tangisi adalah suamiku, Bima. Namun di foto itu, dia adalah Brama Wijaya, taipan kejam, bukan pria konstruksi yang kurawat saat amnesia. Brama masuk tanpa mengenaliku, lalu memeluk Evelyn dan membisikkan janji setia yang sering ia ucapkan padaku. Melalui tatapan dinginnya, ia menegaskan bahwa pernikahan kami adalah aib rahasia yang harus segera ia lenyapkan selamanya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan