Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Yang Seksi

Istriku Yang Seksi

Dunia Alden hancur saat memergoki Synthia, istri yang sangat ia cintai, berselingkuh tepat saat ia hendak memberi kejutan. Dipicu dendam, Alden menjerat Saskia, gadis polos teman istrinya, ke dalam pernikahan paksa. Meski awalnya hanya ingin membalas sakit hati, Alden justru mulai luluh oleh kehadiran Saskia. Kini, Saskia harus bertahan menghadapi sikap dingin sang suami yang arogan. Akankah cinta tulus tumbuh di tengah badai cobaan dan luka masa lalu mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 02 : Mendapatkan Mangsa

Aiden ingin melampiaskan semua amarahnya kali ini, sungguh ia masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat tadi, perempuan yang selama ini Aiden cintai membuat dirinya sakit hati, ini benar-benar menyakitkan sekali.

Mobil yang sejak tadi Aiden kendarai sekarang sudah berhenti di salah satu kelab ternama yang berada di kota ini. Dengan langkah lebar lelaki itu masuk ke dalam kelab dan hingar bingar di dalam sana menyambut kedatangan Aiden.

Aiden semakin melangkahkan kakinya ke dalam kelab, bergabung dengan orang-orang yang mungkin sudah sejak tadi menikmati suasana di dalam sini, ditemani beberapa teman atau malah wanita penghibur yang mereka bayar untuk sekadar menemani selama di sini.

“Berikan aku minuman yang paling enak di sini!”

Aiden meminta kepada sang bartender untuk memberikan minuman, ia ingin menikmati malam ini tanpa memikirkan apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Semua itu hanya membuat Aiden geram saat mengingatnya.

Sang bartender segera membuatkan minuman paling populer di kelab ini, memberikannya kepada Aiden dan langsung diteguk habis oleh lelaki itu, Aiden terus meminta minuman tersebut sampai akhirnya lelaki itu benar-benar mabuk.

Aiden sudah menikmati waktunya sekarang, lelaki itu kemudian memilih untuk beranjak dari kursi, tentu saja tidak lengkap kalau dirinya hanya sendiri saja menikmati suasana di sini. Aiden menginginkan seorang wanita yang menemaninya kali ini. Dengan langkah sempoyongan lelaki itu berjalan menjauhi meja bartender tadi, seakan yang dia lakukan sekarang adalah mencari mangsa.

Di tengah pencarian wanita yang Aiden inginkan, samar-samar Aiden mendengar suara isakan seseorang membuat lelaki itu mencari asal suara tersebut, yang ternyata berasal dari salah satu sudut kelab.

Aiden melihat seorang gadis muda yang tampak diseret secara paksa oleh dua orang berperawakan bodyguard, gadis itu ditarik menuju salah satu ruangan di sini dan entah kenapa mencuri perhatian Aiden.

"Tolong, tolong lepaskan saya, Tuan!"

Teriakan gadis itu semakin membuat Aiden penasaran, ingin Aiden mengabaikan keberadaan mereka tetapi teriakan dan isakan itu benar-benar mengganggu dirinya, Aiden tidak bisa mengabaikan begitu saja dan memilih untuk mendekati dua orang bodyguard yang membawa gadis tersebut.

Sebelum menghampiri mereka, Aiden terus memerhatikan gadis tersebut yang memiliki perawakan mungil sekali, rambut berwarna cokelat bergelombang dengan kuncir kudanya. Lalu dua bodyguard tersebut membawa gadis asing itu ke salah satu ruangan yang berada di sini, membuat Aiden melangkahkan kakinya untuk mengikuti mereka.

“Apa dia barang baru?” tanya Aiden tanpa basa-basi membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan menatap ke arahnya. Suara dari luar ruangan memang samar-samar terdengar, membuat suara Aiden didengar dengan jelas oleh mereka.

Bodyguard tadi melirik ke sisi lain, di mana seorang perempuan dewasa tampak sedang menyesap sigaretnya, mengembuskan asap berbentuk bulan di udara. Kemudian menatap ke arah Aiden.

“Iya, Tuan, dia masih sangat baru di sini,” jawab perempuan cantik itu sebelum meneguk satu gelas berisi minuman keras miliknya.

“Mau memakainya, Tuan?” lanjut perempuan itu kepada Aiden.

Aiden melirik ke arah gadis tadi yang masih tertunduk lesu di lantai, pakaiannya sobek di beberapa bagian, ada lebam masih segar di sudut bibirnya. Aiden kembali menatap perempuan yang Aiden pikir bisa disebut Madam dan berkata, “Berapa yang harus aku bayar untuk memiliki gadis ini?”

Perempuan pemilik kelab itu menyeringai dan menyunggingkan senyumnya sedikit. “Sepertinya saya akan memberikan harga khusus untuk yang satu ini, Tuan. Karena dia masih bersegel.”

Aiden mengangguk dan menatap wanita paruh baya itu. "Aku tak peduli soal harga, yang penting berikan gadis itu padaku!" perintahnya pada Madam tersebut. Meskipun cahaya dalam ruangan temaram, Aiden dapat melihat wajah sang gadis semakin memucat dan pancaran mata yang penuh luka.

Sang Madam memerintah anak buahnya yang sedang memberikan pelayanan pada Aiden untuk duduk di depannya. Setelah sepakat dengan harga, Aiden menunjukkan layar ponsel kepada perempuan itu sebagai bukti bahwa Aiden telah mentransfer sejumlah uang yang diminta Madam sebagai kesepakatan telah membeli gadis berperawakan mungil yang sekarang ia inginkan.

“Siapa namanya?” tanya Aiden yang kembali melirik gadis tersebut. Ia tidak sabar untuk segera membawanya dan memiliki perempuan itu.

“Dia Saskia, Tuan.” Madam tersebut menjawab kemudian beranjak dari tempat duduk dan menghampiri gadis yang bernama Saskia tadi.

"Saskia cepat bangun dan ikuti orang itu, dia telah membelimu. Dia tuanmu sekarang!" ucap Madam pada Saskia yang masih terlihat tak berdaya.

Gadis itu menggeleng sebagai tanda penolakan, Saskia terlihat takut sekali melihat ke arah Aiden. Tidak ada pergerakan dari Saskia membuat Madam menyuruh dua bodyguardnya itu bergerak cepat dan menyeret Saskia keluar dari ruangan ini, membawa pergi bersama dengan Aiden yang berjalan di belakang mereka begitu santai.

Aiden masih mendengar isakan dan raungan Saskia yang meminta dilepaskan, gadis itu mati-matian memberontak, menggigit tangan bodyguard bertubuh kekar itu dan mengentak-entakkan kakinya, gadis itu meronta minta dilepaskan. Hingga tiba di sebuah kamar, gadis itu dihempaskan kasar oleh kedua bodyguard tadi hingga gadis itu terjerembap ke atas tempat tidur.

Madam memang mengikuti bodyguardnya di belakang juga diikuti Aiden yang melangkah bersama perempuan tersebut. Madam melirik arah Aiden, matanya melotot sebelum berkata-kata kasar pada gadis itu. "Tuan ini sudah membelimu dengan harga sangat fantastis, Saskia. Berikan pelayanan terbaikmu sekarang atau aku tidak akan mengampunimu dan akan aku potong tangan dan kakimu!!"

Gadis itu masih terpaku sampai para bodyguard dan Madam tersebut yang menyeret tadi menghilang di balik pintu. Kini tinggal Aiden dan dirinya dalam satu kamar mewah di Kelab terkenal milik Madam.

Secepat kilat gadis itu beringsut, dia memeluk kaki Aiden sambil memohon untuk dilepaskan. "Tuan … Tuan tolong lepaskan saya. Saya bukan wanita penghibur, kakak saya menjual saya kepada wanita tua yang kejam itu," lirihnya disertai isak tangis memelas, berharap lelaki di depannya luluh.

Namun Aiden bergeming, tatapannya pada gadis itu datar. Jika gadis itu berpikir menangis akan membuat tuan tersebut merasakan kasihan pada dirinya, itu salah besar. Karena kini Aiden malah menyeringai tampak menyeramkan yang membuat gadis itu bergidik ngeri melihatnya. Dia langsung memalingkan pandangan pada tuannya itu.

Aiden berjongkok hingga posisinya hampir sejajar dengan gadis itu. Tangannya terangkat melepaskan kacamata milik sang gadis hingga menampakkan wajah manisnya yang polos.

"Hmm, ternyata gadis kecil ini lebih manis tanpa kacamatanya." Aiden membatin dalam hati.

"Melepaskanmu? Hah?!" Lelaki itu tiba-tiba terkekeh-kekeh, kemudian menghembuskan napasnya pelan.

"Aku akan melepaskanmu jika kamu bisa memuaskanku di ranjang ini." Aiden mengerlingkan matanya dan membelai wajah gadis itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Kelahiran yang Menghancurkan
8.2
Menjelang persalinan, Alana justru disekap di ruang medis bawah tanah oleh suaminya sendiri, Alexander Santoso. Sang wakil kepala mafia tega menyuntikkan penahan kontraksi agar Alana tidak melahirkan sebelum Elisa, janda kakaknya. Terikat sumpah darah masa lalu, Alexander bertekad mengamankan warisan wilayah Teluk Barat Jaya untuk anak Elisa. Meski Alana memohon demi keselamatan bayinya dan menyatakan cintanya, Alexander yang buta konspirasi menuduhnya serakah. Penantian kejam semalam suntuk itu berakhir dengan kepedihan mutlak saat Alexander menyadari bahwa keputusannya telah merenggut nyawa istri dan anaknya sendiri.
Sampul Novel Luka Kakiku, Tawa Mereka
8.8
Demi menyelamatkan Yudha, suamiku yang politisi, aku kehilangan kaki dan karier balet. Namun, pengorbanannya sia-sia saat aku memergoki Yudha berselingkuh dengan terapisku, Selvia. Mereka tega menertawakan kecacatanku, sementara ibu mertuaku terus mencaci sebagai beban keluarga. Meski Yudha memujiku di depan publik untuk citra politiknya, kenyataan pahit ini memicu dendam. Tanpa air mata lagi, aku bertekad menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Luka Karena CINTA
8.6
Diandra, gadis desa yang cantik, terjebak dalam obsesi cinta pada Robert meski hubungan LDR mereka hancur akibat kekasaran dan perselingkuhan. Walau sempat depresi dan mencoba segala cara untuk kembali, Robert tetap meninggalkannya hingga ia menuai karma tragis. Di tengah luka, muncul Louis, pemuda Jerman lembut yang sabar mengejar hati Diandra. Akankah Diandra mampu melepaskan bayang masa lalu demi memulai hidup baru yang bahagia dalam dekapan tulus Louis?
Sampul Novel Madu Pemberian Ipar
8.8
Kehidupan pernikahan Yanto dan Viana berubah drastis sejak kedatangan Runi. Sebagai adik ipar yang membenci Viana, Runi berniat menghancurkan rumah tangga mereka dengan menjebak Yanto bersama Feyla. Rencana licik itu berhasil hingga Yanto nekat berpoligami. Viana yang enggan dimadu memilih bercerai demi harga diri meski hatinya hancur. Saat Viana bangkit menuju kebahagiaan baru, Yanto dan mereka yang mengkhianatinya justru mulai menuai karma pahit atas perbuatan jahat mereka.
Sampul Novel Membalas Para Pengkhianat
8.4
Aira Maheswari, putri pengusaha kaya yang tulus, menyerahkan takhta perusahaan kepada suaminya, Andra, sebagai bukti cinta. Namun, setelah berkuasa, Andra justru berselingkuh dengan sekretarisnya, Tiara. Ironisnya, ibu mertua Aira mendukung pengkhianatan ini demi menyingkirkannya. Enggan terus ditindas, Aira bangkit untuk melawan balik. Ia bertekad merebut kembali harta warisannya sekaligus menghancurkan rencana busuk orang-orang yang telah mengkhianatinya.