Sampul Novel Luka Karena CINTA

Luka Karena CINTA

8.6 / 10.0
Diandra, gadis desa yang cantik, terjebak dalam obsesi cinta pada Robert meski hubungan LDR mereka hancur akibat kekasaran dan perselingkuhan. Walau sempat depresi dan mencoba segala cara untuk kembali, Robert tetap meninggalkannya hingga ia menuai karma tragis. Di tengah luka, muncul Louis, pemuda Jerman lembut yang sabar mengejar hati Diandra. Akankah Diandra mampu melepaskan bayang masa lalu demi memulai hidup baru yang bahagia dalam dekapan tulus Louis?

Luka Karena CINTA Bab 1

Ketika pertama kali menampaki kampung halaman, hati gadis cantik ini gamang. Seribu satu macam perasaan campur aduk. Sudah benarkah langkah yang ditempuhnya saat ini? Ia kembali ke masa lalunya. Bandung. Yang merupakan tempat kelahirannya, tempat dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik dan dewasa. Tempat yang membawa duka yang tak berkesudahan. Lima tahun berlalu. Tiba-tiba Diandra merasa deras waktu menyeretnya kembali.

Pesawat telah sedari tadi lepas landas. Aktifitas di bandara juga sudah semakin berkurang. Dua, tiga orang terlihat masih mondar-mandir mendorong kereta barang. Diandra masih termanggu di ruang tunggu. Entah apa yang gadis cantik ini pikirkan? Air matanya tiba-tiba menetes, Ia berusaha menghapus bulir air matanya yang masih membasahi wajah cantiknya.

Sejak tadi matanya berkeliling, mengamati setiap sudut bandara. Sudah banyak yang berubah. Diandra meneliti setiap orang yang berlalu-lalang. Tak ada satu pun orang yang ia kenali atau mengenalinya. Semua terasa sangat asing.

“Taksi, Mbak?” tegur Bapak supir taksi tersebut dengan sangat ramahnya.

Diandra memandangi sekilas supir taksi tersebut, mungkin Bapak supir taksi ini merupakan supir taksi yang keduapuluh yang menghampirinya. Karena Diandra yang tak tega, akhirnya dia mengangukan kepalanya. Supir taksi tersebut berkumis tebal, memiliki postur tubuh yang kurus. Apa lagi Bapak supir taksi tersebut sudah tua.

Ia lalu mengekori langkah kaki Bapak tersebut yang Nampak sekali kerepotan mengangkat barang belanjaannya. Diandra sengaja tak memberitahukan kepulangannya yang secara mendadak dari Bundanya.

Dia ingin membuat kejutan kecil. Sudah lama sang Bunda memintanya untuk pulang, tetapi Diandra selalu menolak dengan berbagai macam alasan. Padahal, semuanya hanya bermuara pada satu alasan saja : yaitu adalah Robert! Setelah peristiwa itu, Diandra masih belum mampu melupakan apa pun kenangan yang menyakitkan. Tiba-tiba hatinya merasakan sesak.

Taksi berjalan agak lambat. Gerimis jatuh satu persatu. Lewat kaca mobil yang buram, Diandra menikmati suasana di luar sana. Semua sudah Nampak berubah. Satu, dua gedung pencakar langkit tampak meramaikan kota. Jalanan yang dulu lengang, kini terlihat sangat padat. Macet mulai mengisi dimana-mana.

“Di depan belok kanan atau kiri mbak?” tanya supir taksi tersebut dengan ramahnya. Melirik Diandra melalui kaca spionnya.

“Kiri,Pak. Rumah yang gradasi hijau itu!”

Taksi berhenti di depan rumah bergadasi hijau dengan perkarangan yang sangat luas.

“Ini, Pak. Makasih, Diandra menyodorkan uang limapuluh ribuan.

Diandara melangkahi anak tangga dari batu. Dulu, ratusan kali sudah ia melangkahi anak tangga tiga tingkat itu. Bahkan, pernah saat dia buru-buru mau berangkat sekolah, dia hampir terjatuh di tangga itu. Semua begitu jelas, walau pun sudah lima tahun berlalu.

Diandra terpaku tepat di depan teras. Rumah di ha-dapannya juga sudah berubah. Di sampingnya, ada tamanan kecil penuh dengan bunga mawar aneka warna.

Teras itu sendiri menghadap ke halaman luas. Di halaman itu, Nampak ada pohon manga, pohon pisang dan pohon salak. Beberapa rumpun bunga kana menghiasi tepi pagar. Rimbunnya pepohonan yang menutupi teras, membuat suasana menjadi teduh dan nyaman.

“Nyari siapa, Mbak?” tanya seorang perempuan yang jauh lebih mu-da, kira-kira lebih muda darinya.

Dengan tersenyum, gadis muda tersebut menghampirinya.

Diandra mengerutkan keningnya. “ini rumahnya Ibu Nita, kan?”

“Mbak ini,….”

“Aku Diandra, putrinya.”

“Ohh, Mbak Diandra. Saya Santi pembantu baru di sini.”

“Bu…. Ibu…..!” teriak Santi, “Mbak Diandra pulang!”

Seorang wanita tua tergopoh-gopoh keluar. Diandra terpaku menatap wanita tua di hadapannya. Garis-garis tampak jelas di wajahnya. Membuatnya terlihat sangat tua. Diandra berlari menyongsong wanita itu. Mengecup punggung tangannya dan memeluknya erat.

“Kenapa nggak ngomong dulu Nak, kalo kamu mau pulang?” tanya wanita itu ketika pelukan terlepas.

“Kalau ngomong bukan surprise namanya.”

“Akhirnya, kamu pulang juga, Nak.”

Mata tuanya berkaca-kaca, “kalo tau bakalan pulang hari ini, kan, bisa di jemput.”

“Nggak apa-apa, Bunda.”

“Itu bawaanmu?” Bunda menunjuk koper dan barang-barang lain yang masih berserakan di teras, “banyak banget.”

“Saya bawa masuk ya, Mbak.” Santi yang tadi diam, kini bergerak menuju barang-barang Diandra.

“Berat, loh. Biarin aja. Nanti kita angkat sama-sama,” sahut Diandra.

“Jangan, Mbak,” Santi buru-buru mencegahnya, “Kebetulan, ada Mas Jamil. Biar dia saja yang mengakat bawaan Mbak Diandra.”

“Jamil?”

“Dia suami saya, Mbak” jelas Santi yang terlihat agak malu.

Diandra sedikit kaget. Perempuan muda seperti Santi rupanya sudah menikah. Padahal, jika di bandingkan dirinya usia Santi terbilang sangat belia. Namun, Diandra memaklumi semua itu. Para perempuan desa biasanys tidak terlalu banyak pertimbangan dalam memilih calon suami untuk kemudian menikah.

Di kalangan perempuan desa, biasanya ada mitos turun temurun yang diyakini. Misalnya jika perempuan tersebut menolak lamaran laki-laki yang datang melamarnya, dia akan menjadi perawan tua. Jadi, seperti apa pun laki-laki yang datang melamarnya, gadis tersebut wajib menerimanya. Perempuan tak berhak memilih atau mengambil keputusan sendiri pa-sangan hidupnya. Bagi perempuan desa, saat mengalami haid pertama, itu tandanya mereka harus menikah sesegera mungkin. Berbeda sekali dengan perempuan kota. Banyak pertimbangan sebelum memutus-kan mengikat diri dalam ikatan pernikahan. Masa penjajakan yang cukup, materi yang matang kecocokan latar belakang keluarga, dan tetek bengek lainnya. Belum lagi, ketakutan-ketakutan yang sangat beralasan dan terkesan dibuat-buat.

Seorang pemuda tanggung datang menghampiri mereka.

“ini suamimu?” Diandra memandangi Santi yang menganguk sungkan.

“ini barangnya, Mbak?” tanya Jamil sambil menunjuk barang-barang bawaan Diandra, “dibawa ke mana Mbak?”

“Ohh…, bawa ke kamarku yang dahulu saja.”

“Kamarnya Diandra yang di pojok ruang tengah itu,”jelas Bunda.

Diandra memperhatikan pemuda yang tampak gesit membawa barang-barangnya itu. Kira-kira usianya masih sangat belia sekali. Pasangan belia. Diandra merasa sangat tua sekali jika berhadapan dengan mereka berdua.

“Ayah di mana?”

“Masih di kantor. Mungkin, sebentar lagi pulang. Udah nggak usah nunggu Ayahmu. Kamu makan saja dulu Nak. Kebetulan, tadi Bunda memasak tumis pare dan oseng tempe. Kamu masih doyan kan?”

“Bunda, kok, rumahnya sepi? Mas Dellon mana?”

Tiba-tiba, wajah Bunda menjadi mendung.

“Kakak kamu nggak tinggal di sini lagi.”

“Kenapa?”

“Perusahaanya sudah berkembang, dia sudah membeli rumah sendiri Nak.Terus, baru seminggu ini dia pindah dari rumah. Di tambah lagi dia menjalin hubungan dengan gadis yang berbeda agama dengan kita. Karena Bunda marahi dia nggak terima. Dasar anak nggak tau diri, sudah dididik dan dibesarkan. Setelah jadi orang sukses, malah seperti ini balasannya,” gerutu Bunda .

Diandra terdiam, ternyata Bunda masih sama seperti dulu. Masih suka mengomel untuk menumpahkan kekesalannya. Sangat emosional sekali. Diandra ingat, Bunda memang sangat keras dalam hal mendidik anak-anaknya sehingga sangat terkesan otoriter.

Sejak dulu bukan hanya Mas Dellon, Mbak Dina, dan Dilla sering kali ingin minggat dari rumah.

Tiba-tiba Bunda menitikan air matanya, Diandra langsung memeluk dan menenangkan Bundanya.

“Bunda kenapa menangis?” tanya Diandra menatap Bundanya dengan penuh keheranan.

Bersambung.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Luka Karena CINTA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela mengambil risiko besar dengan mengandung anak Jeremy secara rahasia, meski ia tahu dirinya hanya dimanfaatkan. Sadar akan kekejaman Jeremy, Angela sengaja memancing amarah pria itu agar ia dilepaskan. Namun, pelariannya berakhir saat Jeremy berhasil melacak posisinya. Di ambang keputusasaan, Angela memohon kebebasan. Tak disangka, kehadiran sang buah hati justru mengubah segalanya. Jeremy yang dulu dingin kini menawarkan diri untuk melayani Angela dan bayi mereka.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel Terpaksa Pelakor
9.7
Kebebasan Levin Mahendra terenggut sejak kecelakaan tragis membuat istrinya koma bertahun-tahun. Di bawah tekanan ibunya yang mendesak untuk segera memiliki keturunan, sang dokter tampan merasa dilema karena kesetiaannya pada sang istri yang masih bergantung pada alat medis. Namun, takdir mempertemukannya dengan Asley, remaja depresi korban pemerkosaan yang nyaris mengakhiri hidup. Demi menyelamatkan Asley dan janinnya, Levin pun memutuskan menikahinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan