Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex

Istri Untuk Tuan Alex

Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah acara pernikahan selesai dan hari juga sudah sangat sore, saat ini keluarga Delamo, Bu Hasna dan juga Gadis tengah duduk di ruang keluarga untuk membicarakan perihal pergantian pengantin tersebut.

"Alex, apa kamu tidak keberatan kan jika Gadis sekarang menjadi istrimu?" tanya papa Jhon.

Pria itu menatap sekilas ke arah sang papa. "Tidak penting mau diganti atau tidak. Lagi pun aku tidak kenal dengan calon pengantinnya," jawabnya dengan nada dingin. Sebab Alex rasa, mau pengantinnya Cempaka atau Gadis, sama saja. Dia menikah hanya karena mewujudkan keinginan kedua orang tuanya saja.

Gadis mendelik dengan tajam saat mendengar penuturan pria tampan tersebut. "Ciih! Songong sekali pria ini!" gerutunya di dalam hati.

"Loh ... kamu mau ke mana, Lex?" tanya papa Jhon saat melihat putranya berdiri.

"Masih banyak kerjaan yang lebih penting dari ini." Dia memberikan pandangannya ke arah asistennya yang bernama Asoka.

Pria itu pun yang mengerti segera menganggukkan kepala lalu menatap kearah Gadis. "Nona, mari ikut ke kota! Cepatlah berkemas Nona, sebab Tuan muda tidak suka untuk menunggu." Setelah mengatakan itu Asoka pergi dari sana.

Gadis menahan kekesalannya, entah dia bermimpi apa semalam harus menikah dengan pria sedingin es batu seperti Alex. Gadis tidak tahu saja jika Alex adalah seorang CEO ternama di negara itu, bahkan dia adalah salah satu anggota mafia.

"Maafkan Alex ya, Gadis, sikapnya memang sangat dingin dan dia irit bicara, jadi Mama harap kamu bisa menyesuaikan diri dengannya." Gadis mengangguk, kemudian berjalan menuju kamar untuk mengepasi barang-barangnya setelah selesai Ia pun berpamitan kepada Ibu Hasna.

Selama dalam perjalanan Gadis duduk di sebelah Alex. Tetapi pria itu hanya diam sambil menatap jalanan yang dilewatinya tanpa berkata sepatah kata pun.

'Dia ini manusia atau patung sih? Sudah dua jam perjalanan, tapi tidak berbicara apa-apa. Tampan dan berwibawa sih, sayang sikapnya sangat dingin. Sudahlah, lebih baik aku tidur.' Gadis pun memejamkan matanya.

Mobil telah sampai di sebuah rumah yang mewah dan megah, sampai membuat Gadis pun tercengang. "Wahh! Tante, ini istana siapa? Indah dan megah sekali?" Gadis menatap penuh binar ke arah bangunan megah yang berada dihadapannya.

"Ini rumah Mama, dan kamu akan tinggal di sini," ucap mama Indah sambil mengajak Gadis untuk masuk ke dalam.

Sementara Alex berlalu begitu saja tanpa memperdulikan Gadis. Dia berjalan dengan wajah dingin dan arogant-nya, hingga membuat para pelayan yang ada di sana menundukkan kepala dengan hormat.

Dia masuk ke dalam kamar dan hendak membersihkan diri, karena jam juga sudah menunjukkan pukul 21.00 malam.

"Mau ngapain kau di sini?" kaget Alex saat melihat Gadis yang sudah berada di dalam kamarnya.

"Tadi mama Indah menyuruh aku untuk tidur di sini. Waah! Ranjang nya besar sekali? Sepertinya sangat empuk." Wanita itu pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size milik Alex.

Alex benar-benar tak suka dengan sikap lancang dari Gadis, dia melipat tangannya di depan dada dengan tatapan yang begitu tajam bak seekor elang yang siap memangsa. "Turun!" titahnya dengan nada yang begitu datar.

"Aku lelah, dan aku ingin--"

"Turun!" bentaknya kembali dengan nada yang begitu sangat tegas, membuat nyali Gadis seketika menciut. Akhirnya dia pun turun dari ranjang.

''Dasar suami pelit!'' gerutu gadis dengan suara yang lirih, kemudian dia menatap ke arah Alex. "Ada yang ingin aku bicarakan, ini sangat penting Om."

"Apa! Aku tidak mempunyai banyak waktu," jawabnya dengan acuh terkesan tak perduli.

'Memangnya waktu dia semahal apa, sampai berbicara dengan istri sendiri saja seperti berbicara dengan Presiden?' Gadis merasa kesal dengan sikap Alex.

"Begini Om. Aku ingin kita mengadakan perjanjian."

"Hm." Alex duduk di tepi ranjang tampak tak tertarik dengan ucapan dari wanita yang sudah menyandang status sebagai nyonya Delamo.

Kemudian Gadis menyerahkan secarik kertas yang sudah ia tulis sebelum berangkat ke rumah Alex, tetapi pria itu enggan membacanya, membuat wanita tersebut semakin dilanda kekesalan.

"Ayo baca, Om!" Gadis menyodorkan kertas tersebut, tetapi Alex masih enggan untuk menerimanya.

"Tak penting," jawabnya dengan begitu enteng.

"Tapi ini penting untukku." Lalu Gadis pun membacakan poin-poin tentang perjanjian pernikahan mereka, di mana Alex tidak boleh berselingkuh darinya, dia juga harus mengizinkan Gadis untuk bekerja.

Tanpa memperdulikan ucapan Gadis, Alex langsung beranjak dari duduknya. "Om, Anda mau ke mana? Jawab dulu dan tanda tangani dulu! Jangan main pergi gitu aja dong." Wanita itu menghadang langkah Alex yang hendak keluar dari kamar.

"Poin-poin yang kau ucapkan itu tidaklah penting. Menyingkirlah! Karena aku tidak peduli dengan kehidupanmu! Kau hanyalah istriku dan tidak berhak mengatur hidupku!" Dia sama sekali tidak tertarik dengan perjanjian yang ditulis oleh Gadis.

Pria itu berlalu begitu saja keluar dari kamar menuju ruang kerjanya, karena ada beberapa kerjaan yang harus dia selesaikan.

"Asok, selidiki tentang wanita itu!" titah Alex sambil duduk di kursi kebesarannya dengan gaya yang berwibawa.

"Maksud Anda, Tuan?"

Alex hanya menatap tajam, membuat Asoka mengangguk paham orang yang di maksud oleh bosnya. Setelah selesai dia pun pamit dari sana.

Sementara, selesai membersihkan diri, Gadis terlihat sedikit cemas memikirkan malam pertamanya bersama dengan Alex. Namun seketika wanita itu menepisnya dengan kasar. "Tidak mungkin jika dia akan menyentuhku. Dia saja tidak tertarik dengan pernikahan ini. Lebih baik aku tidur saja, hooaam!" Wanita itu menguap dengan mata yang sudah mengantuk.

Berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya begitu saja. Dia tidak tahu kesalahan fatal apa yang telah dibuatnya, karena Alex paling tidak menyukai orang yang tidur di atas ranjangnya tanpa izin.

Tepat jam 22.00 malam Alex kembali ke kamar, dia melihat Gadis sedang terlelap di atas ranjangnya. Tampak wajah pria itu sangat kesal, dia menarik selimut yang sedang membalut tubuh Gadis dengan kasar, sehingga membuat wanita itu seketika langsung terjaga.

"Turun!" titahnya dengan tatapan yang begitu dingin, bahkan AC di sana saja mengalahkan dinginnya sikap Alex.

"Tapi aku ngantuk Om. Aku mau tidur." Gadis kembali ingin merebahkan tubuhnya, tetapi tangannya langsung ditarik oleh Alex.

"Jangan pernah tidur di ranjangku, karena aku tidak akan pernah sudi untuk tidur denganmu! Ingat! Kau hanyalah istriku, tapi sebatas di atas kertas." Alex berkata dengan nada yang begitu angkuh, dia bahkan tidak peduli dengan setiap kata yang terlontar dari mulutnya apakah akan menyakiti perasaan Gadis atau tidak.

"Anda tidak bisa begitu dong, Om!" Gadis tidak terima, dia merasa Alex terlalu berlebihan. "Sudahlah, ini kan sudah sangat malam aku mengantuk Om pengen tidur."

Tanpa menjawab, Alex langsung menunjuk ke arah sofa. Dia mengambil selimut dan bantal lalu melemparkannya pada Gadis. "Maksudnya aku tidur di sana?" tanyanya tak percaya.

Alex tak menghiraukan ucapan wanita tersebut, dia langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di atas ranjang setelah mengambil selimut yang baru.

"Jangan pernah berharap aku akan menyentuhmu! Karena aku tidak peduli dengan pernikahan ini. Dan jangan pernah kau mencampuri urusanku," ujarnya dengan nada menekan, setelah itu dia pun memejamkan matanya.

BERSAMBUNG....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With Santa
8.4
Di tengah dinginnya New York yang menusuk tulang, seorang gadis nekat menunggu di bawah pohon besar meski suhu berada di bawah nol derajat. Sepatu boots tipisnya tak mampu menahan es, membuatnya nyaris beku saat menanti seseorang yang tak kunjung datang. Ketika tubuhnya mulai oleng akibat hipotermia di sudut taman yang sepi, sebuah pelukan hangat tiba-tiba mendekapnya. Suara berat seorang pria misterius menjadi hal terakhir yang ia dengar sebelum kesadarannya menghilang.
Sampul Novel Bukan Ipar Penggoda
8.0
Kehidupan Maura Anabella berubah drastis dalam semalam akibat sebuah tragedi yang tak terduga. Kesuciannya terenggut secara paksa karena tindakan ceroboh kakak iparnya sendiri yang sedang berada di bawah pengaruh alkohol. Kejadian kelam tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Maura, menciptakan konflik batin dan drama keluarga yang rumit. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit di tengah situasi yang mengancam kehormatan dan masa depannya sendiri.
Sampul Novel CEO Mesum
9.1
Alice Handerson adalah sekretaris tegas yang harus menghadapi perilaku provokatif bosnya setiap hari. Meski profesional, ia sering terjebak dalam situasi penuh godaan dan makna ganda di kantor. Saat sang atasan mengajukan tawaran skandal, Alice terjepit antara logika dan keinginan hati yang membingungkan. Hubungan benci tapi rindu ini memaksa mereka menjelajahi batas kekuasaan dan cinta dalam narasi romansa kontemporer yang berani dan penuh gejolak.
Sampul Novel CINTA TUAN CEO
8.6
Linggar, selebgram dan beauty vlogger ternama, bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Darka, di Bali. Meski sempat balikan, kehadiran Radit, pengusaha restoran sekaligus sahabat kakaknya, mengalihkan perhatian Linggar. Konflik memuncak saat Linggar tahu Darka dekat dengan Sena, sementara Darka pun memergoki kedekatan Linggar dengan pria lain. Video putusnya mereka viral hingga masuk TV, memaksa Linggar dan Darka benar-benar mengakhiri hubungan mereka selamanya.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Nadine terburu-buru menikah dengan pengusaha yang dikabarkan bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban mulai terjadi. Nadine memenangkan Porsche dan vila mewah secara tak terduga. Segala masalahnya tuntas berkat bantuan sang suami yang misterius. Semula ia tak curiga, hingga orang-orang memujinya karena bersuamikan pria kaya raya. Nadine akhirnya menyadari bahwa suaminya bukan orang biasa, melainkan seorang konglomerat ternama.
Sampul Novel Kelahiran yang Menghancurkan
8.2
Menjelang persalinan, Alana justru disekap di ruang medis bawah tanah oleh suaminya sendiri, Alexander Santoso. Sang wakil kepala mafia tega menyuntikkan penahan kontraksi agar Alana tidak melahirkan sebelum Elisa, janda kakaknya. Terikat sumpah darah masa lalu, Alexander bertekad mengamankan warisan wilayah Teluk Barat Jaya untuk anak Elisa. Meski Alana memohon demi keselamatan bayinya dan menyatakan cintanya, Alexander yang buta konspirasi menuduhnya serakah. Penantian kejam semalam suntuk itu berakhir dengan kepedihan mutlak saat Alexander menyadari bahwa keputusannya telah merenggut nyawa istri dan anaknya sendiri.