Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO

Almaira, wanita cantik yang masih lajang, mengambil keputusan berisiko dengan menjadi istri simpanan Daffa, seorang CEO tambang yang sangat berpengaruh. Meski Daffa bergelimang harta, ia merasa hampa karena belum memiliki keturunan dari istri sahnya. Demi jaminan ekonomi, Almaira bersedia memenuhi keinginan Daffa. Namun, ia kini terjebak dalam dilema moral dan batin, mempertanyakan kebahagiaannya saat hanya dianggap sebagai pemuas hasrat pria beristri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Doni dan Ikhsan masih setia menunggu pria tersebut. Tidak lama kemudian, Alma pun datang menghampirinya sambil menanyakan pihak keluarga pria itu. Namun, sayang sekali, ponsel milik pria itu lowbat dan tidak bisa digunakan.

"Boro-boro mau menghubungi keluarganya, ponselnya saja mati," sahut Doni yang sudah terlihat kelelahan.

"Terus bagaimana dong? Apa kita laporkan saja ke manager kita? Atau lapor polisi?" tutur Alma kebingungan.

"Ke kantor polisi saja deh, lagian percuma kita lapor ke manager, orang dianya lagi ke luar kota," usul Ikhsan.

Mendengar dirinya akan dibawa ke kantor polisi, pria itu langsung sadar dan seketika marah, namun masih dalam keadaan mabuk pria itu berkata, "Aku tidak mau ke kantor polisi, kalau kalian nekat membawa aku ke sana, kalian akan tau akibatnya!"

"Yey, malah mengancam dia. Eh, Tuan! Bagaimana tidak lapor polisi, dirimu saja sudah dalam keadaan begini, udah gitu belum bayar minuman pula," cetus Alma.

"Uangku banyak, nih kalian ambil saja semau kalian, tapi ijinkan aku tidur di sini," ucap pria itu sembari mengeluarkan isi dompetnya dan setelah itu, ia langsung tepar lagi di tempat duduk yang sudah tersedia di bar itu. Kebetulan tempat duduknya ada empat kursi dan satu meja.

"Gimana? Ambil sajakah uangnya? Dan meninggalkan pria ini disini sendirian?" tutur Doni ragu.

"Mau gimana lagi, waktu sudah tidak memungkinkan, kita terpaksa meninggalkan pria ini di sini. Dan untuk masalah uang itu, aku tidak berani mengambilnya. Mendingan ambil kartu identitasnya saja, jika nanti dia mengelak gak mau bayar, ‘kan bisa lapor polisi," usul Ikhsan.

"Kan tadi dia sudah bilang, ambil saja uangnya. Kalau ngambil kartu identitasnya saja, ya, buat apa? Pasti urusannya beda lagi," ujar Doni.

"Benar juga, dari mana kita dapat kartu identitasnya kalau bukan dari dalam dompetnya?" ujar Alma, "nanti disangkanya kita ambil isinya lagi!"

"Terus bagaimana dong? Aku sudah lelah ingin segera beristirahat," cetus Ikhsan.

"Sama aku juga," ujar Alma dan Doni dengan serempak.

"Laki-laki ini benar-benar merepotkan!" tukas Doni sembari menyunggingkan bibirnya.

"Iya, baru kali ini ada orang mabuk, tapi tidak mau pulang!" tambah Ikhsan sembari menatap ke arah Laki-laki itu.

"Mungkin dia sedang ada masalah di rumahnya, Mas. Makanya tidak mau pulang," celetuk Alma sembari duduk dengan tenang.

"Bisa jadi, lagi pula sudah menjadi tabiat laki-laki jika sedang ada masalah, pasti larinya ke bar dan mabuk-mabukan!" kata Doni dengan pedenya.

"Untung aku tidak!" sahut ikhsan dengan mantap.

"Yah, tidak semua laki-laki begitu ‘kan?" kata Alma mendelik ke arah mereka berdua.

"Benar!" kata keduanya dengan serempak.

"Walau pernah mencoba meminumnya, iya ‘kan?" kata Alma lagi.

"Ben—"

Sejenak Doni terdiam, ingin berkata benar tapi pertanyaannya Alma sungguh membuatnya rancu.

"Aku ... aku pernah meminum alkohol, tapi sedikit," kata Ikhsan terbata-bata.

Alma pun tersenyum manis kepada mereka berdua dan berkata, "Tentu sajalah, aku juga pernah, Mas. Santai saja, jangan malu-malu, bukannya kita di sini bekerja di bar? Mana mungkin tidak pernah menyentuh rasa alkohol, hehehe."

"Iya benar! Kamu memang benar, Alma!" kata Doni malu.

"Aduh, mau sampai kapan kita akan begini terus? Lama-kelamaan kita gak bisa pulang nih," kata Ikhsan mengalihkan pembicaraannya.

"Iya, benar-benar menyebalkan!" tambah Doni dengan raut yang sudah terlihat kecapekan.

Mereka bertiga masih duduk di dekat pria itu sembari kebingungan, entah harus bagaimana lagi, mau melapor polisi pun mereka takut ancaman pria itu, sementara, mereka sudah kelelahan akibat bekerja seharian.

Melihat situasi seperti ini, Alma pun merasa kasihan kepada kedua rekan kerjanya. Ia pun memutuskan untuk menjaga pria itu sampai benar-benar sadar dan berharap ada pihak keluarga yang menjemputnya. Sementara ia menyuruh rekan kerjanya untuk pulang terlebih dulu.

"Kalian pulang duluan saja, untuk urusan laki-laki ini, biar aku yang. Menangani nya," kata Alma tersenyum manis.

"Kamu serius? Nanti kalau terjadi sesuatu dengan kamu bagaimana? Sudah larut malam loh, Al!" ujar Doni khawatir.

"Tenang saja Mas, aku bisa jaga diri. Kalian pulang saja, jangan khawatirkan aku. Keluarga di rumah pasti sedang menunggu kalian, kalau aku ‘kan hanya sendirian di kosan. Jadi santai saja, gak bakalan ada yang mencemaskan aku," ucap Alma dengan senyuman manisnya.

"Ya sudah kalau begitu, tapi janji ya, kalau ada apa-apa, hubungi kita," ucap Ikhsan.

"Baik, Mas. Santai saja," kata Alma membalas senyuman mereka.

"Baiklah, kalau begitu kita berdua pulang duluan ya, pokoknya kalau terjadi sesuatu sama kamu, hubungi kita berdua!" kata Doni.

"Siap, Mas. Hati-hati di jalan ya," tutur Alma kepada rekan kerjanya.

Kedua rekan kerjanya itu langsung meninggalkan Alma bersama pria itu, mereka berdua merasa tidak enak hati kepada Alma, namun apa boleh buat mereka harus pulang, karena anak istrinya pasti sedang menunggu mereka di rumah.

Sementara, Alma masih setia menjaga pria itu sampai benar-benar tersadar, ia pun duduk didekat pria itu yang sedang tertidur pulas. Semakin malam, cuacanya semakin dingin, apalagi mereka berada di luar dan sudah pasti hal itu membuat mereka semakin kedinginan.

Ketika suasana dalam keheningan, pria itu mengigau, "Dingin!"

Laki-laki itu benar-benar terlihat sedang kedinginan. Alma yang sedang duduk di sampingnya pun terperanjat kaget. Ia kebingungan, harus bagaimana lagi menghadapi pria itu, sementara ia pun kedinginan juga.

"Dingin!" kata Laki-laki itu lagi.

Namun pria itu mengigau terus, saking tidak teganya, Alma terpaksa membuka jaketnya untuk pria itu. Ia tidak memperdulikan bagaimana nasib tubuhnya yang sama-sama sedang kedinginan juga. Yang terpenting bagi dirinya, laki-laki itu bisa diam dan tidak mengigau lagi.

"Nah, seperti ini ‘kan lebih baik. Jangan mengigau lagi ya. Awas aja kalau kamu berisik lagi, aku tinggalin kamu di sini," kata Alma sembari menatap laki-laki itu yang sedang tertidur pulas.

*****

Waktu terus bergulir dengan begitu cepat. Alma pun akhirnya tertidur juga saking lelahnya sehabis bekerja. Ia tertidur di dekat pria itu, hingga sang mentari pun telah menampakan sinar cahayanya kepada wajah gadis itu. Karena cahaya mentari itu menyilaukan matanya, ia pun terpaksa terbangun dari tidurnya. Dengan berat ia membuka matanya yang berwarna coklat secara perlahan-lahan.

Setelah dalam situasi yang sadar, Alma terperanjat kaget karena pria itu sudah tidak ada lagi di sisinya. Jaket yang telah ia berikan untuk menghangatkan tubuhnya pun, kini sudah kembali lagi ke tangan Alma, di mana saat pria itu mengembalikannya, dirinya masih dalam keadaan tertidur pulas.

Loh, pria itu pergi ke mana? Dan jaket ini kenapa bisa ada padaku lagi?

Bersambung…

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anak Rahasia Sang Presdir
8.2
Hidup Ariana hancur setelah dikhianati ibu tirinya hingga ia terpaksa menjadi ibu pengganti bagi seorang miliarder dingin. Setelah persalinan, pria itu secara kejam merampas bayinya demi menghindari ikatan pernikahan. Namun, takdir berkata lain saat waktu mulai mengikis kebekuan hati sang presdir. Di balik luka dan pemisahan paksa, benih cinta yang tak terduga justru tumbuh perlahan di antara mereka, mengubah dendam menjadi perasaan yang hangat.
Sampul Novel Cinta Gadis Bunga
8.0
Lucyana, gadis dari latar belakang sederhana, mendadak jadi pusat perhatian setelah Nyonya Silviana mengangkatnya sebagai ahli waris tunggal. Perubahan status sosial yang drastis ini memicu penolakan keras dari orang-orang di sekitarnya yang meragukan kepantasannya. Di tengah kepalsuan dan intrik keluarga kaya, Lucyana harus berjuang mempertahankan diri. Mampukah ia bertahan menghadapi tekanan tersebut sembari mencari sosok cinta sejati yang tulus?
Sampul Novel Jerat CEO Tunangan Paksa
8.3
Pasca membalas pengkhianatan mantan kekasih, Melinda Arum tak sengaja bertemu Reyhan Azrael karena insiden salah masuk toilet. Reyhan, CEO ternama di Jakarta, menolong Melinda keluar dari masalah besar yang mengancamnya. Namun, bantuan tersebut menuntut imbalan berat: Melinda harus bersedia menjadi tunangannya. Terjepit antara rasa bimbang dan amarah, Melinda terpaksa masuk ke dalam hubungan penuh ketegangan, kebohongan, serta luka emosional yang mendalam.
Sampul Novel Menghidupkan Kembali Cinta yang Hilang
8.8
Hati Regina hanya milik Malvin. Memasuki tahun kedua pernikahan, ia hamil. Namun, sebelum kabar bahagia itu terucap, Malvin justru meminta cerai demi cinta pertamanya. Kecelakaan tragis membuat Regina bersimbah darah, tapi Malvin mengabaikannya demi wanita lain. Bangkit dari maut, Regina menata hidup hingga sukses besar. Melihat Regina bahagia dengan pria lain, Malvin didera cemburu. Ia mengacaukan pernikahan Regina dan memohonnya kembali bersimpuh di altar.
Sampul Novel Perjuangan Cinta Terlarang Majikan
8.8
Keira Aveline terpaksa merantau ke kota demi biaya pengobatan jantung ibunya. Ia bekerja sebagai pembantu bagi Reinhard Valegro, CEO sukses yang tampak sempurna dengan pernikahannya. Meski awalnya Reinhard bersikap dingin, pesona Keira perlahan meruntuhkan benteng moral pria itu. Terjebak dalam rahasia kelam dan permainan kekuasaan, Keira sulit menghindar dari ketertarikan sang majikan. Akankah cinta terlarang ini memicu bencana bagi hidup mereka berdua?
Sampul Novel Permainan Cinta Hartawan Misterius
9.1
Dibuang sejak kecil, Celia Kane dipaksa keluarga ayahnya menjadi pengantin pengganti bagi Tyson Shaw. Demi menolak nasib, Celia melarikan diri dan terlibat cinta satu malam dengan pria asing sebelum akhirnya tetap tertangkap dan dipaksa menikah. Namun, di luar dugaan, Tyson memperlakukannya dengan sangat baik. Di balik kemesraan mereka, tersimpan rahasia besar tentang identitas asli Tyson sebagai hartawan misterius dan pria yang menemui Celia di malam pelariannya.