Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Serakah

Istri Serakah

Wanita yang menjadi pendamping hidupku ternyata menyimpan ambisi gelap. Ia tidak sekadar haus akan kemewahan harta yang kumiliki, namun juga berambisi mengendalikan seluruh eksistensiku. Sayangnya, kabut cinta membutakan mataku hingga segalanya terlambat. Aku baru menyadari sifat serakahnya setelah seluruh kekayaanku habis tak bersisa dan hidupku hancur lebur. Penyesalan mendalam datang saat aku telah kehilangan semua yang pernah aku perjuangkan selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Tadinya aku tidak mau mengusik hidupmu, Bang. Tapi setelah kupikir-pikir, aku tidak mau menderita sendiri, Bang. Aku juga ingin Abang dan Freya, istri tersayang Abang itu, merasakan apa yang kami rasakan."

Frida menatapku tajam, seperti singa lapar, yang siap menerkam mangsanya. Dia menyorongkan sedikit kepalanya ke arahku, dan berkata "istrimu itu rupanya minta diberi pelajaran, Bang."

"Maksudmu apa, Da? Kamu mau mencelakai Freya? Jangan buat aku takut gitu, Da," ucapku sambil menelan ludah.

"Kau tidak usah ketakutan begitu Bang. Aku hanya memberi Freya pelajaran berhitung. Aku rasa dia waktu sekolah itu, nilai matematikanya jeblok," ejek Frida

"Maksudmu Da?"

"Hah! Kau pun ikut-ikutan bodo pula, Bang! Rumah ini pemberian bapakku kau minta, tapi Mobil, warung soto, dan uang tabungan sebagai harta bersama kita kau kuasai sendiri.

Aku nggak rela Bang! Aku mau semua aset yang ada padamu dijual, lalu hasilnya kita bagi tiga, aku, kamu dan anak-anak. Tapi setelah aku potong uang modal yang pernah Bapak berikan padamu dulu.

Karena itu tidak termasuk harta bersama, tapi harta pusaka, kau tak ada hak sama sekali," jelas Frida, yang membuatku langsung kehilangan kata

Mati aku! Frida mengungkit pemberian orang tuanya. Dulu, awal aku menikahi Frida, keadaan ekonomi kami sangat memprihatinkan. Aku yang bekerja sebagai buruh pabrik, hanya mampu menyewa rumah petak sempit, untuk tempat tinggal.

Bapak mertuaku yang tak tega melihat kami sengsara, akhirnya menjual sebagian tanahnya di kampung, diberikan kepada Frida, untuk membangun rumah dan modal usaha.

"Kau usaha jualan apalah, makanan atau apa. Kalau terus kerja di pabrik, mana cukup untuk membiayai hidup anak cucuku," begitu kata Bapak mertua waktu itu.

Aku menuruti usulan Bapak mertua, awalnya aku jualan Bakso keliling, hasilnya lumayan sih, meski tak banyak pembeli. Tapi aku merasa kelelahan kalau harus berjalan jauh menjajakan dagangan.

Lalu aku beralih profesi menjadi pedagang mie ayam, kali ini aku mengontrak dekat pasar, kupikir berjualan dekat keramaian akan membuat daganganku laris. Tapi nyatanya modal pun tak balik.

Ada yang bilang, usahaku diguna-guna pedagang lain, yang merasa tersaingi olehku. Tapi aku tidak percaya desas-desus itu, masalahnya yang jual mie ayam hanya aku.

Uang yang diberikan Bapak mertua habis sudah, kontrakan aku sewakan kembali pada orang lain, uangnya kugunakan untuk makan sehari-hari.

Frida yang memang pada dasarnya wanita rajin dan ulet, dia tidak membiarkan kami kelaparan, dia berusaha jualan kue basah yang dititip di warung-warung tetangga, tapi hasilnya hanya cukup untuk makan.

Akhirnya Frida punya ide untuk berjualan soto. Dengan uang tabungan Frida, kami menyewa ruko, yang lokasinya dekat dengan perkantoran dan sekolah. Alhamdulillah ... soto nya laris manis, pembelinya banyak.

Usahaku semakin berkembang, hingga aku membuka cabang di tempat lain. Frida yang biasa membantuku, akhirnya kusuruh di rumah saja, mengurus anak pertamaku, dan fokus pada kehamilan keduanya yang agak rewel.

"Bukankah kamu juga menikmati uang itu, Da?" lirihku.

"Memang Bang, tapi tak seberapa. Lebih banyak bagian yang kau bawa, yang kau pakai untuk menyenangkan selingkuhanmu. Aku nggak rela, Bang. Kalian hidup bahagia di atas penderitaan kami.

Sekarang kamu harus membayar semua, Bang. Sejak kau selingkuh, kau tak pernah memberi uang untuk kami, alasanmu jualan lagi sepi. Iya memang sepi, orang kamu nunggunya di hotel, bukan di warung. Di hotel mana ada orang beli soto, Bang?

Setelah bercerai, kau pun tak menafkahi anak-anak, padahal mereka masih menjadi tanggung jawabmu, tapi anak selingkuhanmu, kau belikan motor baru. Mana motor mahal lagi.

Semua itu akan ku tuntut di pengadilan, Bang. Termasuk perselingkuhanmu dengan Freya, akan ku tuntut kalian dengan tuduhan perzinahan, karena status kita waktu itu, masih suami istri.

Aku punya semua buktinya, Bang. Transaksi keuanganmu, notifikasinya masuk ke nomorku. Aku juga punya foto dan video perselingkuhan kalian. Apa kau lupa? Freya sendiri yang datang memberikan bukti itu padaku." Panjang lebar Frida menjelaskan semuanya, hingga membuatku pusing kepala.

Tak kusangka, di balik wajah polosnya, Frida ternyata licik juga, tapi semua adalah salahku, aku bodo soal perbankan, meminta Frida membuka rekening atas namanya, hingga semua transaksi dilaporkan melalui nomor Frida.

Salah Freya juga, kepada dia bisa sebodoh itu, memberikan foto dan video mesum kami, agar Frida cemburu dan menggugat cerai aku.

Padahal aku ingin menyembunyikan hubunganku dengan Freya, agar Frida tetap menjadi istriku. Tapi dasar Freya serakah, dia tidak ingin menjadi yang kedua, dia ingin istrimu menjadi satu-satunya.

"Ja--ja--jangan tuntut aku, Da. Aku janji tidak akan mengusik rumah ini lagi," ucapku gugup.

"Aku bukan orang yang suka menjilat ludah kembali, Bang." Aku mengelap keringat dingin, yang tiba-tiba membasahi keningku.

Membayangkan proses peradilan membuatku stres, apalagi nanti terpaksa menerima keputusan, harus membagi harta yang sudah terlanjur ku kuasai. Freya bisa ngamuk tujuh hari tujuh malam.

"Assalamu'alaikum...." Terdengar suara salam dari luar, rupanya kedua putriku sudah pulang sekolah.

"Waalaikum salam...," sahut Frida riang.

"Kok kalian sudah pulang? Jam berapa ini?" tanya Frida kemudian.

"Gurunya rapat, Bu. Kami dipulangkan," jelas Firni anak sulungku.

"Eh, ada Ayah," ucap sibungsu Ferina, kemudian mencium punggung tanganku dengan takzim, disusul kakaknya.

Kemudian mereka kembali pada ibunya, tanpa mengajakku bicara, seolah menganggapku tidak ada.

"Bu, masak apa? Kami lapar," ucap Ferina

"Sup ayam, ambil saja di meja makan!" jawab Frida, kedua bocah itu berlalu begitu saja, masuk ke dalam rumah, tanpa mengajakku makan bersama mereka.

Padahal dari tadi perutku lapar, aku juga kangen masakan Frida yang lezat dan sedap.

"Dert ... dert ...." Tiba-tiba gawaiku bergetar, tertera nama "Istriku" di depan layar.

"Papa! Jangan lama-lama di rumah janda kampung itu! Nanti kamu bisa di pelet sama dia! Pulang sekarang!" Freya langsung merepet nggak karuan, sesaat setelah panggilannya kuterima.

Selalu begitu, dia terus cemburu pada Frida, padahal aku ke sini atas keinginannya.

"Iya Ma, Papa pulang sekarang."

Akhirnya aku pulang tanpa berpamitan pada Frida dan anak-anak, karena mereka masih di dalam, dan tak menyahut saat kupanggil dari luar.

Sudahlah, mungkin mereka lupa, kalau ada aku.

Bersambung ....

Mohon tingalkan jejak, buat nambah semangat Mamake menulis, terima kasih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO yang Terlalu Mempesona
8.2
Demi membalas budi sahabat yang membiayai pengobatan anaknya, Wilona Anastasia bertahan menjadi asisten Marten Dewangga Yanuardi. Meski Marten adalah CEO muda yang arogan dan keras kepala, pesona Wilona perlahan melunakkan sifat kekanakannya hingga ia terobsesi pada asistennya itu. Namun, sebuah rahasia besar membayangi hubungan mereka yang kian intens. Akankah cinta Marten tetap bertahan saat mengetahui bahwa Wilona sebenarnya adalah seorang janda beranak satu?
Sampul Novel Dendam Anak Tiri
9.1
Masa kecil yang penuh kemiskinan dan hinaan mengubah Alena dari gadis lembut menjadi sosok ambisius yang haus balas dendam. Ia bertekad menghancurkan keluarga ayah kandungnya yang kaya raya karena telah menelantarkannya. Di sisi lain, adik tirinya yang manja, Alyssa, tidak menyadari bahwa kehidupan mewahnya akan segera terusik. Pertemuan mereka memicu konflik besar saat rahasia persaudaraan terungkap. Akankah misi Alena berhasil atau justru berakhir duka bagi keduanya?
Sampul Novel Gairah Liar Ayah Mertua
9.7
Kejadian tak terduga muncul saat aku menyadari reaksi fisik ayah mertuaku di balik sarungnya. Meski merasa gugup, aku justru diam saat ia menarik tanganku untuk menyentuh bagian pribadinya. Tak ada penolakan dariku meski tindakannya sangat berani. Aku terkejut merasakan ukurannya yang jauh lebih besar dibanding milik suamiku. Situasi kian memanas ketika ia memintaku masuk ke dalam sarungnya, membiarkanku menyentuh langsung fantasi yang selama ini terpendam.
Sampul Novel Hurt Wife
9.4
Farida harus menelan kenyataan pahit saat suaminya mengkhianati pernikahan mereka demi adik kandungnya sendiri. Luka batin yang begitu dalam akibat perselingkuhan itu membawa Farida ke dalam situasi tak terduga. Terjebak dalam pusaran emosi yang kalut, ia justru terhanyut dalam godaan nafsu dan hasrat yang membara. Sebuah kisah fiksi dewasa tentang rasa sakit dan pelarian emosional yang mengubah hidupnya secara drastis dalam sekejap mata.
Sampul Novel IDOL
8.6
IDOL
Raelyn Agatha menjalani hidup pahit, berpindah dari satu rumah kerabat ke rumah lainnya demi bertahan hidup. Di tengah keputusasaan untuk melarikan diri dari nasibnya, ia bertemu Min Ho, idol populer yang membawa keceriaan baru. Namun, kebahagiaan mereka terancam oleh kebencian publik dan penolakan keras dari orang-orang di sekitar sang bintang. Mampukah Raelyn mempertahankan cinta dan perasaannya meski seluruh dunia menentang hubungan mereka?
Sampul Novel Janji yang Hancur, Cinta yang Tak Terucap
9.5
Bara mengabdi enam tahun demi Isabella, bahkan merawat ibu mertuanya saat sang istri membangun karier. Namun, Isabella justru mengkhianatinya dengan menyebut pernikahan mereka hanya utang budi. Saat ibu Isabella wafat, wanita itu malah bersama mantannya dan mengandung. Tragedi berlanjut hingga keguguran dan perceraian terjadi. Saat Bara nyaris ditabrak, Isabella mengorbankan nyawa demi melindunginya. Di detik terakhir, terungkap rahasia bahwa janin itu adalah darah daging Bara.