Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Serakah

Istri Serakah

Wanita yang menjadi pendamping hidupku ternyata menyimpan ambisi gelap. Ia tidak sekadar haus akan kemewahan harta yang kumiliki, namun juga berambisi mengendalikan seluruh eksistensiku. Sayangnya, kabut cinta membutakan mataku hingga segalanya terlambat. Aku baru menyadari sifat serakahnya setelah seluruh kekayaanku habis tak bersisa dan hidupku hancur lebur. Penyesalan mendalam datang saat aku telah kehilangan semua yang pernah aku perjuangkan selama ini.
Bab
Bagikan

Bab 3

Pov Frida

Usai menunaikan sholat zuhur, aku segera bergegas ke luar, menemui Bang Farhan, tapi sayang, rupanya mantan suamiku itu sudah pergi.

Aku terbiasa sholat awal waktu, begitu azan berkumandang, segera ku tunaikan kewajibanku itu. Aku tidak mau menunda-nunda sholat, bikin hati was-was, takutnya ada pembeli datang, sholat pun bablas.

Tadi memang aku sempat mendengar suara panggilan, dari Bang Farhan, tapi aku sedang sholat, panggilan itu pun aku abaikan, dan dia pergi begitu saja tanpa pamit.

Farhan Habibi, nama lelaki yang menikahi aku empat belas tahun yang lalu itu. Kami tetangga sekampung, berlatar belakang dari keluarga pas-pasan, tak tapi menyurutkan langkahnya untuk meminangku, si kembang desa.

Dia tidak tampan, tidak pula mapan, entah mengapa aku bisa jatuh cinta padanya, mungkin karena tutur katanya yang santun, dan sikapnya yang selalu sopan pada siapapun.

Kalau mengingat semua itu, seperti membuka luka lama yang sudah mulai mengering, dan kini harus berdarah lagi. Sakit hatiku pada laki-laki itu.

Dulu kami hidup miskin, gajinya sebagai buruh pabrik, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tempat tinggal pun hanya mampu ngontrak rumah petak, bagiku tak apa, yang penting ada tempat berteduh.

Kemiskinan tak membuat cintaku luntur, aku terus menyemangatinya agar lebih giat bekerja. Hingga suatu hari bapakku mengunjungi kami, beliau merasa iba, melihat keadaan kami yang memprihatinkan.

"Kalau tahu hidupmu seperti ini, tak ku ijinkan kau, ikut merantau suamimu, Da. Lebih baik di kampung, tinggal sama Bapak, nggak kekurangan," tutur Bapak dengan suara sedih.

"Ya namanya juga istri, Pak. Harus ikut kemana pun suami pergi," sanggahku kala itu.

"Kalau hanya bikin susah, buat apa dia ajak-ajak kamu," balas Bapak tidak suka, orang tua mana yang tega melihat anaknya menderita.

"Sawah bagianmu Bapak jual, ya? Masmu mau membelinya, harganya memang sedikit lebih murah dari harga pasar. Tapi itu lebih baik, dari pada dibeli orang lain. Kan uangnya bisa kamu pakai, beli rumah yang layak, dan buat modal usaha."

Dan aku pun menuruti usulan bapakku, meski pada awalnya kami harus terseok-seok, gonta-ganti usaha, hingga akhirnya sukses membuka warung soto.

Tapi dasar laki-laki tidak tahu diuntung! Dia malah menjalin cinta dengan mantan pacarnya, Freya Matilda.

Bukan pacar sih, tepatnya penggemar setia. Freya adalah idola di sekolahnya dulu, cantik seksi dan popoler di kalangan murid laki-laki, termasuk Bang Farhan.

Tetapi Freya yang cantik itu punya selera tinggi, hingga cinta Mas Farhan bertepuk sebelah tangan. Mana mau Freya pacaran dengan anak buruh tani, seperti Bang Farhan itu.

Tapi itu dulu, setelah Bang Farhan sukses, siapa yang tak tergoda? Freya yang dulu menikah dengan pengusaha kaya, diceraikan suaminya karena ketahuan selingkuh. Itu cerita yang kudegar dari temanku.

Freya bertemu dengan Bang Farhan tanpa sengaja, saat makan soto di warung kami. Freya yang tahu Mas Farhan sudah sudah sukses dan kaya, pun merayu Mas Farhan, dan terjalinlah hubungan terlarang itu.

"Maafkan Abang, Da. Abang khilaf," lirihnya saat kutunjukkan, video dan foto-foto seronoknya dengan Freya.

"Abang tega ya? Waktu Abang miskin, siapa yang setia menemani? Siap yang suport Abang sampai sukses? Freya?!" raungku, dan Bang Farhan hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Aku Bang! Aku! Istrimu!" jerit ku pilu.

"Aku minta maaf, Da. Tapi aku benar-benar mencintainya," ucap Mas Farhan pelan, tapi terdengar bagai sambaran petir di telingaku.

Istri mana yang sanggup mendengar pengakuan, bahwa suaminya mencintai wanita lain?

"Apa kamu bilang, Bang? Kamu mencintai Freya? Lalu kau anggap aku ini apa hah?" ucapku dengan nada tinggi.

"Aku juga mencintaimu, Da. Aku mencintai kalian berdua. Aku tidak akan menceraikanmu, meskipun aku menikahi Freya nantinya," ucap Bang Farhan tanpa merasa berdosa.

"Plak!" tamparan ku mendarat di wajah Bang Farhan yang tidak mulus itu.

"Kurang ajar kamu, Bang! Laki-laki serakah, kau pikir aku apa? Benda untuk dikoleksi?!" murkaku, seraya menjambak rambut ikal Mas Farhan.

"Sakit Da, lepaskan," rintih Mas Farhan, sambil memegangi tanganku, yang berada di atas kepalanya.Tapi aku yang sudah kadung emosi, justru memperkuat cengkeramanku.

"Kau pikirkanlah nasib anak-anak, Da. Jangan egois," ratapnya, masih dengan merintih.

"Kamu bilang aku egois? Pintar sekali kau memutar balikkan fakta, Bang. Kau yang selingkuh, kau bilang aku yang egois? Apa waktu kau meniduri Freya ingat anak-anaknu, hah?!" geram ku seraya menghujaninya, dengan pukulan.

"Ampun Da, ampun ..." rintihnya.

"Pergi kamu, pergi!" jerit ku seperti orang kesetanan.

Sejak itu hubungan kami semakin memburuk, kami tak lagi bertegur sapa, meski tinggal satu rumah. Aku pun tak perduli lagi, dengan apa pun yang dilakukannya.

Hatiku terlanjur sakit, cinta dan pengorbanan tulus ku, dibalas penghianatan. Aku tak bisa lagi berfikir jernih untuk mengambil langkah selanjutnya. Meratap kini jadi hobi baruku.

Hingga hal yang tak kuinginkan pun terjadi.

"Da, aku minta maaf atas semua kesalahanku selama menjadi suamimu," lirih Bang Farhan.

Kupikir waktu itu, dia sudah menyadari segala kesalahannya, dan bermaksud memperbaiki hubungan kami. Selama ini aku diam, berharap dia berubah, tapi nyatanya?.

"Terimalah ini, Da." Mas Farhan menyerahkan, sebuah amplop coklat berlogo pengadilan agama.

Air mataku luruh seketika, demi mengetahui isinya, surat merah.

"Sejak hari ini kau bukan istriku lagi, kita sudah resmi bercerai," ucap Bang Farhan, datar.

"Sekali lagi aku minta maaf," ucapnya sebelum pergi dengan membawa koper besar.

Jadi selama ini dia diam-diam menggugat cerai aku? Dan dia sengaja mengalamatkan panggilan sidangnya ke warung, terang saja aku tidak tahu. "Dasar licik!" Makiku dalam hati.

Benar-benar tidak punya hati, aku yang berjuang, aku yang ditedang. Dalam tangisku aku berdoa, semoga mereka mendapat karma.

.

Aku menjalani hari-hari setelah bercerai tanpa semangat, untung ada Firni dan ferina,. merekalah yang menjadi penguatku, penghibur gundahku.

.

"Sudahlah Bu, Bapak kan sudah kawin lagi, nggak usah dipikirin," ucap Firni, anak gadisku yang belum genap tiga belas tahun.

Kalau orang lain menutupi kebusukan ayah anaknya, berbeda dengan aku. Aku biarkan anak-anak tahu kelakuan bapaknya, agar bisa jadi pelajaran untuk mereka kelak.

Dan sekarang kami sedang berusaha untuk bangkit dari keterpurukan, tiba-tiba dia datang mengibarkan bendera perang, meminta rumah ini untuk dijual.

Pasangan serakah itu tidak akan kubiarkan, menari di atas penderitaan kami. Freya harus merasakan, bagaimana rasanya hidup serba kekurangan. Bukan hanya enak-enakan menikmati kesuksesan suami orang.

Bersambung ....

.

.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MZN" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MZN
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akibat Salah Pergaulan
9.4
Kehidupan sempurna bak putri milik Arabella Raveen hancur seketika akibat ulah keji Oscar. Setelah melewati masa-masa kelam yang menyakitkan, kehadiran Louise Saveero perlahan membawa kembali tawa dan kebahagiaan bagi Arabella. Namun, ketenangan itu terancam saat Oscar muncul kembali di hadapannya. Akankah Arabella mampu mempertahankan cintanya pada Louise, atau justru kembali terpuruk? Simak perjuangan mereka dalam mempertahankan kebahagiaan.
Sampul Novel Asmara Cinta Dan Benci
9.3
Hubungan Adelia dan Edwin terancam runtuh akibat campur tangan sang ayah yang ingin memisahkan mereka. Di tengah perjuangan tersebut, pengkhianatan dan salah paham besar mengubah kasih sayang menjadi kebencian mendalam. Edwin yang sempat dikira tewas tiba-tiba muncul kembali sebagai pria asing yang hanya didorong oleh dendam. Kini, Adelia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok yang ia cintai berbalik menjadi musuh yang ingin menghancurkannya.
Sampul Novel Derita Istri Penurut
9.7
Arini adalah sosok istri yang sangat patuh meski harus menghadapi perilaku kasar suaminya, Bagas. Selama ini, ia memilih bungkam dan menutupi penderitaan rumah tangganya dari orang tua. Namun, kesabaran Arini akhirnya mencapai batas hingga ia memutuskan untuk menggugat cerai ke pengadilan agama. Di tengah amarah yang memuncak, mampukah Bagas membujuknya kembali, ataukah tekad Arini untuk berpisah sudah bulat akibat luka batin yang terpendam lama?
Sampul Novel Dilahirkan Sebagai Ancaman
9.3
Zaira Callista Ramadhani tumbuh dalam kebencian ibunya sendiri. Meski sang kakek memberi nama 'Kliwon' sebagai pelindung, Zee tetap menjadi sasaran amarah dan hukuman tanpa alasan di rumahnya. Kontras dengan kakaknya, Ayla, yang dimanja, Zee justru dianggap aib masa lalu. Kelelahan batin mengubah Zee menjadi gadis dingin yang mulai memberontak. Saat sebuah rahasia besar tentang kelahirannya terungkap, ia akhirnya berani melawan takdir yang selama ini menindasnya.
Sampul Novel Kasih Tak Sampai
8.2
Selama sepuluh tahun, Zed menginginkan kematian seluruh keluarga mantan kekasihnya. Dendam ini membara karena kakak sang protagonis terbukti menyiksa dan membunuh saudara perempuan Zed. Akibat masa lalu kelam itu, sang kakak kini kehilangan akal sehat di rumah sakit jiwa, sementara sang protagonis terjebak menderita di sisi Zed hingga mengalami keguguran, depresi, dan tumor. Ketika sumpah kematian itu akhirnya terwujud, sebuah gundukan makam baru yang misterius justru muncul tepat di sebelah batu nisannya.