Sampul Novel Derita Istri Penurut

Derita Istri Penurut

9.7 / 10.0
Arini adalah sosok istri yang sangat patuh meski harus menghadapi perilaku kasar suaminya, Bagas. Selama ini, ia memilih bungkam dan menutupi penderitaan rumah tangganya dari orang tua. Namun, kesabaran Arini akhirnya mencapai batas hingga ia memutuskan untuk menggugat cerai ke pengadilan agama. Di tengah amarah yang memuncak, mampukah Bagas membujuknya kembali, ataukah tekad Arini untuk berpisah sudah bulat akibat luka batin yang terpendam lama?

Derita Istri Penurut Bab 1

BRUKK...!

Badan Arini ambruk terjatuh terasa lemah lunglai, tatkala melihat isi pesan chat sang suami dengan seorang perempuan yang bernama Mira.

Arini duduk lemah seakan tidak berdaya di bawah meja rias di dalam kamarnya.

Hati wanita mana yang tidak kesal, kecewa, sedih. Tatkala membaca isi pesan yang begitu romantis dan seakan wanita yang berada di pesan tersebut seolah-olah wanita simpanan sang suami.

Arini menatap lekat ke arah foto profil dari sang wanita tersebut. Dia terlihat cantik dan bajunya begitu seksi seakan sedap di pandang kaum adam.

Arini hanya menghela napas secara perlahan dan nampak dia meneteskan air mata. Mungkin hanya itu yang dia bisa lakukan saat ini. Dia tidak mau rumah tangganya yang sudah dia bina dengan sang suami selama 4 tahun hancur gara-gara adanya seorang wanita yang datang menghampiri kedalam kehidupannya.

Arini berprinsip demi anak dan dia harus mempertahankan mahligai rumah tangga tersebut bersama sang suami dan putrinya yang bernama Aura yang kini baru menginjak 3 tahun.

____

Terdengar suara kaki Bagas yang sedang berjalan, ketika memasuki kamar. Arini pun seakan menyadari kalau sang suami akan masuk ke dalam kamarnya tersebut. Tanpa pikir panjang Arini langsung menyimpan kembali ponsel sang suami yang tadi dia ambil di atas nakas.

Arini mencoba tidak bersifat ceroboh dan akan bersikap seperti biasa seakan dia tidak mengetahui dengan apa yang sedang terjadi.

"Eheem!"

Suara deheman terdengar dari sang suami ketika membuka pintu kamar dan Bagas pun nampak tidak menampakkan gelagat yang aneh ketika menghampiri sang istri yang sedang duduk di tepi ranjang.

"Ma, besok aku ada tugas keluar kota untuk beberapa hari dan tolong siapkan baju untuk di bereskan ke dalam koper," ucap Bagas.

____

Kemudian Bagas pun berdiri dan mengambil ponselnya yang tengah berada di atas nakas. Dia pun beralih tempat duduknya ke kursi kaca rias. Arini pun nampak mendelik karena dia pikir mungkin sang suami akan memberikan sebuah pesan kepada wanita yang baru saja dia baca isi pesan chat nya, di layar ponsel suami.

Tersenyum lebar Bagas ketika menatap layar ponsel. Seakan ada kabar bahagia dengan isi pesan yang berada di pesan tersebut yang tiba-tiba muncul setelah Bagas pertama yang memberikan sebuah kabar.

Hati Arini merasa di remas dan terbakar api cemburu. Dia pun mencoba menetralkan deru napasnya yang kian tidak beraturan. Dalam benaknya berpikir, apakah dia bisa menyindir sang suami dengan isi pesan yang sempat dia baca di ponsel milik sang suami.

"Mas, Mira itu siapa!?" batin Arini menjerit.

Begitu lama Arini menatap sang suami yang tengah asik memainkan ponselnya. Apakah Bagas menyadari atau dia sedang berpura-pura tidak melihat sang istri yang tengah menatapnya.

Mungkin Bagas tidak memperdulikan itu semua yang ada di pikirannya adalah, Arini sosok yang pendiam dan selalu mengalah. Jadi dia bebas melakukan apapun karena istrinya wanita lemah dan penurut terhadap sang suami.

____

Dengan darah yang mendesir dan mata yang berkaca-kaca Arini pun berlalu dari hadapan sang suami untuk mengambil beberapa baju yang akan dia masukkan ke dalam koper. Karena permintaan Bagas dia pagi akan pergi keluar kota untuk urusan kerja.

Sedikitpun tidak ada rasa curiga dengan kepergian Bagas keluar kota. Arini berpikir positif kalau Bagas sang suami keluar kota untuk kepentingan kerja dan tidak lebih dari itu.

"Buatkan kopi dong!" titah Bagas dengan pandangan masih tetap fokus ke layar ponsel.

____

Arini yang baru saja menyimpan beberapa baju ke dalam koper kemudian dia berlalu ke dapur.

Namun sebelum dia sampai di dapur bunyi ponselnya berdering beberapa kali yang dia simpan tadi di atas kursi sofa.

Arini pun bergegas mengambil ponsel tersebut dan setelah ponsel tersebut tengah berada di genggaman tangannya. Terlihat sang sahabat Novi menelepon.

"Tumben Novi telpon ada apa." gumam Arini.

Sepertinya Arini mengabaikan bunyi suara telepon tersebut karena dia mau membuatkan kopi untuk Bagas. Arini pun menyimpan kembali ponselnya dibatas kursi sofa.

Namun baru saja dia melangkahkan kakinya untuk berlalu dari sana, terdengar bunyi pesan muncul. Arini pun sontak membalikkan lagi badannya dan mengambil kembali ponselnya tersebut.

Terlihat Novi memberikan sebuah pesan.

{"Aku tadi melihat suami kamu di sebuah kafe dan dia terlihat mesra dengan seorang wanita,"}

Deg!

Jantung Arini berasa mau copot tatkala membaca pesan tersebut. Dadanya bergemuruh hebat dan peluh pun terlihat seketika bercucuran. Tangan Arini bergetar ketika memegang ponsel tersebut.

"Apakah yang di ucapkan oleh Novi itu benar adanya, atau hanya isapan jempol semata?" batin Arini berkecamuk hebat.

Arini pun mencoba membalaskan pesan kepada sahabatnya itu untuk memastikan kebenarannya

"Ma, cepat! Kopinya, lama banget." teriakan sang suami mampu membuat hati Arini terkejut.

Arini pun kembali menyimpan ponsel tersebut di atas kursi sofa dan dengan cepat dia menyeret langkah kakinya ke dapur untuk membuat kopi.

____

"Lelet banget, ngapain sih!" bentak sang suami. Tatkala melihat Arini baru saja memasuki kamar dan membawa secangkir kopi.

Arini terlihat gugup ketika Bagas bertanya kepada dirinya. Karena Arini tengah memikirkan kabar dari sahabatnya, bahwa sang suami tadi tengah bermesraan dengan seorang wanita di sebuah kafe.

Terlihat Arini dihinggapi rasa serba salah yang teramat. Apakah dia harus bertanya kepada suaminya tentang sosok wanita yang tadi pergi bersama suaminya ke sebuah kafe, biar semuanya jelas. atau Arini cukup memendam semuanya dan pada akhirnya semua akan terungkap seiring waktu berjalan.

Arini hanya menghela napas lelah dan dia pun merebahkan badannya di atas ranjang sambil memeluk sang anak dari arah belakang. Arini terlihat mengusap-usap kepala rambut sang anak dan menciumnya dengan lembut.

Tak terasa bulir putih pun lolos seketika di ujung matanya. Arini pun memejamkan kedua matanya dengan terpaksa karena dia ingin menyimpan rasa lukanya.

______

Terdengar suara tawa renyah dari Bagas ketika dia membalaskan pesan lewat sambungan selularnya. Sepertinya Bagas sedang di mabuk asmara.

{"Pokoknya aku minta oleh-oleh dari kamu Mas, setelah pulang dari luar kota nant,"} tulis pesan Mira wanita selingkuhan Bagas.

{"Oke, untuk kamu pasti apapun Mas, belikan,"} balas pesan Bagas.

Bagas kemudian menyimpan kembali ponselnya di atas nakas. Terdengar dia menggeser kursi, kemudian dia berlalu dari kamar. Arini tahu pasti Bagas pindah duduk di teras rumah sambil menikmati sepoi angin malam.

_____

TING!

TING!

Beberapa bunyi pesan muncul dan terdengar datangnya dari ponsel milik Bagas. Arini yang sedari tadi hanya berpura-pura tertidur. Dia pun sepertinya dihantui rasa penasaran yang teramat besar dengan beberapa pesan yang masuk ke layar ponsel sang suami.

Dalam batin arini berkata mengapa Bagas tidak membawa ponselnya dan dia hanya membawa secangkir kopi ketika keluar kamar dan pindah duduk di teras rumah.

Arini kemudian bangkit dari ranjangnya dan mengintip dari arah jendela kamar. Terlihat Bagas sedang menikmati kopi dan pandangan matanya tertuju ke jalan rumah.

Arini pun dengan ragu lalu membaca notifikasi yang muncul di ponsel Bagas. Mata Arini membulat, guratan kesedihan terpancar dari matanya.

Betapa terkejut hati Arini karena pesan kembali muncul dari Mira yang mengatakan rasa terima kasih dia terhadap Bagas karena siang tadi Bagas sudah mentraktir makan di sebuah kafe.

"Berarti benar apa yang di ucapkan oleh Novi," gemuruh hebat terasa menerpa di dada dan saat ini hati Arini terasa di remas.

Bersambung...

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Derita Istri Penurut

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Kisah mafia dan romansa ini berawal saat seorang ayah tega menjual putri kandungnya sendiri. Seiring berjalannya waktu, gadis itu tumbuh dewasa hanya untuk menghadapi kenyataan pahit tentang garis hidupnya. Dia tidak memiliki pilihan selain menerima takdir kelam yang telah ditetapkan, yakni menjadi istri dari seorang pengedar narkoba yang berbahaya. Perjalanan hidupnya kini terjebak dalam dunia kriminalitas yang penuh dengan intrik dan bahaya besar.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel LEMBAYUNG CINTA
9.2
Rangga terjebak dalam obsesi mendalam terhadap Davina. Pria itu rela melakukan segala cara demi mencuri perhatian sang wanita impian. Setiap tindakan yang Rangga ambil dirancang khusus untuk memikat hati Davina agar mau membalas perasaannya. Di tengah ambisi tersebut, ia terus berjuang memancing simpati Davina demi mendapatkan cinta yang ia dambakan. Inilah kisah perjuangan seorang pria yang tak kenal lelah mengejar wanita pilihannya dalam balutan romansa modern.
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando menyimpan obsesi gelap terhadap Laily, adik tirinya yang tampak anggun dan bersahaja. Puncak kegilaan Nando terjadi saat ia nekat mencoba menodai Laily di tengah malam ketika sang adik hendak beribadah. Beruntung, seorang pemabuk bernama Abdi datang menyelamatkan Laily. Namun, situasi berbalik tragis saat Abdi justru difitnah melakukan tindakan asusila. Akibat kesalahpahaman itu, Abdi terpaksa menikahi Laily demi menanggung beban fitnah yang menimpanya.
Sampul Novel Rahasia Kelam Seorang Istri
9.4
Alina hidup dalam bayang-bayang masa lalu kelam yang mengancam rumah tangganya dengan Arya, seorang duda yang sangat menghargai kejujuran. Meski mencintai suaminya, Alina terjepit antara mengungkap aib lama atau tetap bungkam demi menjaga pernikahan mereka. Konflik memuncak saat Arya mulai meragukan kesucian dan masa lalu Alina. Akankah kejujuran Alina menghancurkan segalanya, atau mampukah Arya menerima kenyataan pahit yang dianggapnya sebagai pengkhianatan?
Sampul Novel Secret Wife
9.1
Satu dekade membina rumah tangga, Bram dan Sinta belum juga dikaruniai keturunan. Tanpa pemeriksaan medis, Bram dan ibunya terus menghakimi Sinta sebagai pihak yang mandul. Akibat desakan sang ibu yang ingin segera menimang cucu, Bram akhirnya memutuskan untuk berpoligami secara diam-diam. Namun, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: bagaimana jika sebenarnya Bram lah yang tidak bisa memiliki anak? Akankah Sinta tetap diam saat pengkhianatan ini terungkap?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan