Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Rahasia Tuan CEO Dingin

Istri Rahasia Tuan CEO Dingin

Hidup Deana hancur setelah orang tuanya wafat. Kini, ia terdesak ancaman preman yang menagih utang besar keluarganya. Demi keselamatan nyawa, Deana nekat menjual kesuciannya kepada pria asing bernama Marvin. Namun, Marvin justru memberikan tawaran tak terduga yang bisa menghapus seluruh beban finansialnya. Deana diminta melahirkan seorang anak untuknya. Meski menjadi solusi instan, kesepakatan dingin ini justru menjadi awal dari masalah baru yang lebih rumit.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam kian larut, mereka masih saling berbicara untuk sebuah kesepakatan.

"Ayo, duduklah!"

Mereka duduk, pria itu sedang menyiapkan sebuah surat. Entah untuk apa surat itu. Lalu datang beberapa orang dan duduk bergabung bersama mereka.

"Tu-tuan, kenapa jadi begini?"

Gadis yang bersamanya bingung, pria itu duduk dengan cukup tenang. Merasakan sesuatu yang sedang direncanakannya.

Pria itu mengerutkan keningnya, "Begini gimana? Duduklah!" sahutnya lagi.

Orang yang berdatangan itu saling beradu pandang dan berbisik. Gadis itu mulai gelisah dan dia protes. 

Dia protes karena tak sesuai dengan perjanjian sebelumnya, tidak ada orang lain melainkan hanya mereka berdua. 

"Ini ada apa, Tuan, kenapa banyak orang disini? Maaf tapi aku ..."

Gadis itu mencoba berdiri tapi sang pria menahan lengannya memberi kode agar tidak keluar dari tempat ini.

"Duduklah dengan tenang, aku akan katakan nanti kalau kamu sudah duduk,"

Ia masih berdiri, belum mau menuruti perintah pria yang membawanya kesini. "Tuan, bukankah hanya Tuan saja yang memesan, bukan bersama orang lain, aku tidak bisa seperti itu, Tuan," ucapnya lirih.

"Kamu ngomong apa, sih? Lihat dulu baik-baik aku mau ngapain, jangan banyak protes dulu!"

"Tidak! Ini tidak mungkin, aku lebih baik membatalkan rencana kita. Maaf Tuan, satu orang sudah cukup tapi ini ..."

Pria itu tersenyum, lalu menyuruh beberapa orang untuk duduk berkeliling dan bersiap melakukan sesuatu untuk nya.

"Tak usah membantah, duduk dulu dan jangan banyak bertanya!"

"Aku ... aku akan menuruti keinginanmu kalau aku tahu apa yang akan mereka lakukan,"

"Kamu mau tahu?"

Gadis itu mengangguk, lalu langsung duduk dan menunggu pria itu melanjutkan ucapannya, tapi pria itu masih diam sambil terus menatap bola matanya yang indah.

Ruangan yang cukup luas itu dipenuhi beberapa orang yang mungkin berjumlah sekitar sepuluh orang. Pria itu sedang berdiskusi dengan dua orang yang entah siapa mereka.

"Ikut aku ke kamar, akan aku beritahukan apa yang akan kita lakukan malam ini," 

Gadis yng bersamanya mendengarkan dengan penuh seksama. Ia fokus hingga tak menyadari jika tangannya berada di atas paha pria itu.

Pria itu tersenyum saat melihat tangannya bergelayut pada bagian tubuhnya.

"Aku akan melunasi hutangmu, berapapun besarnya, jika saat nanti aku tahu kamu masih perawan, aku berani kamu kasih lebih banyak lagi,"

Gadis itu terdiam. "Aku benar-benar masih perawan. Belum pernah menikah atau memiliki kekasih," ucapnya jujur.

"Buktikan saja nanti saat kita melakukannya,"

Gadis itu menunduk malu. Ia butuh uang dan butuh kebebasan hidup agar terhindar dari jeratan hutang yang membuat hidupnya tidak tenang.

"Aku beri kamu beberapa nominal uang jika sesuai dengan kesepakatan. Rumah dan kebutuhan lainnya juga akan aku penuhi,"

"Be-benar, Tuan?" tanya gadis itu.

Matanya membulat karena ucapan pria kaya itu. Ia akan terbebas dari kejaran debt kolektor yang menjerat dirinya. 

Mereka selalu datang menagih dan memintanya segera melunasi hutang kedua orang tuanya.

Bayangan kehidupan tenang tanpa dikejar hutang pun terbesit dalam benaknya. Ia berharap bisa tenang jika memang pria ini sungguh-sungguh akan membantunya.

"Apa kamu melihat aku berbohong?" tanyanya.

"Ehm, bukan seperti itu, tapi ..."

"Aku akan menikahimu terlebih dahulu,"

"Ki-kita menikah?" tanyanya tak percaya.

"Ya, menikah. Aku ingin kita menikah lebih dulu tapi dengan sebuah perjanjian, tanda tangani dulu surat ini!"

"Ta-tapi, untuk apa Tuan menikahi ku,"

"Jangan banyak tanya, aku ingin kita menikah itu saja," ucapnya cuek.

"Tapi ..."

Selembar surat yang cukup panjang tulisannya, disodorkan ke arahnya.

"Apa maksud dan tujuan Tuan menikahiku? Kita baru kenal, aku bukan gadis baik-baik,"

"Jadi ... kamu ingin tahu kenapa aku mau menikahimu?"

Gadis itu mengangguk, dress yang dikenakannya membuatnya tampak sangat ramping. Berkali-kali pria itu sampai menelan ludahnya karena memandang lekuk tubuhnya yang benar-benar membuatnya berhasrat.

"Agar aku bisa menggauli mu dengan halal, kamu ku nikahi dan aku ingin kamu melahirkan anakku nantinya,"

"Melahirkan? Tapi, a-aku masih muda,"

"Huh, masih muda? Kamu bilang 20 tahun, itu sudah sangat cukup umur, Gadis Bodoh!"

Gadis itu menunduk malu dan terdiam. "Mengaku masih muda, tapi mau menjual keperawanan mu, jangan munafik!" tukasnya.

"Tuan, dalam perjanjian sebelumnya, tidak ada pernikahan, atau semacamnya. Tuan memesan untuk malam ini saja, mendapatkan yang Tuan inginkan. Dan kenapa Tuan memiliki niatan berbeda setelah kita disini?"

"Aku mau kamu menjadi istriku, agar tak perlu lagi ada niatan buruk dari pikiran yang buntu untuk menjual diri, ingat kita akan menikah bukan berzina," ucapnya sekali lagi menekankan.

Gadis itu ragu tapi ia ingin bertanya sekali lagi. Ia minta ijin pada sang pria kalau ingin menanyakan sesuatu hal agar tidak membuatnya terus bertanya-tanya.

"Apa lagi?"

"Tuan, apa tidak salah pilih istri, ehm ... maksudku kita baru bertemu, dan aku juga belum begitu mengenalmu,"

Pria itu masih diam, ia masih merokok dan menghembuskan asapnya, jendela sengaja dibuka untuk sirkulasi udara saat merokok.

"Berdamai lah dengan dirimu, anggap ini takdirmu menikah denganku, aku yakin tak salah pilih," ucapnya.

"Tuan ... Anda harus berpikir tenang," kilahnya.

Ia masih sangat muda, terlalu dini untuk menikah. Ia mengakui umurnya 20 tahun supaya pria itu tak membatalkan transaksi mereka. Ia tak mau kehilangan uangnya. Hutangnya harus segera dibayarkan.

"Ayo kita keluar tapi ingat satu hal, kamu aku nikahi malam ini dan hanya kita yang tahu. Selebihnya tidak ada yang tahu siapa kamu," ucapnya.

Gadis itu tercengang dan terdiam tapi pria itu mengajaknya keluar dengan cepat, lalu menyuruh beberapa orang untuk memimpin acara pernikahan. Sehelai kertas disodorkan lagi padanya. 

"Baca dulu surat ini, baru kamu tanda tangani!"

Gadis itu menerimanya dengan perlahan. Rasa takut menyelimutinya. Menikah adalah sesuatu yang cukup sakral tapi pria itu dengan mudahnya mengajaknya menikah malam ini juga.

Dengan cepat dia membacanya, satu demi satu, ternyata surat itu berisi sebuah perjanjian yang harus diikutinya selama menikah.

Pria itu berkata lagi untuk segera menandatanganinya. "Tanda tangani cepat! Ini sudah cukup malam, aku tak mau kalau sampai kemalaman!"

"Tapi aku masih membacanya," jawabnya sambil memandang wajah pria yang akan membayarnya itu. Pria itu mendengus kesal dan menyuruhnya cepat membacanya kemudian menandatanganinya.

Isi dari surat itu ternyata cukup mencengangkan. Poin pertama ia dilarang keluar kecuali pria itu mengijinkannya, kedua dia dilarang mengatakan pada orang-orang kalau dia adalah istri dari pria itu.

Ketiga ia tidak boleh memperlihatkan kemesraan dan merasa cemburu jika ada wanita yang dekat dengan pria itu.

"Bagaimana, setuju kan?" desaknya.

Gadis itu merasa keberatan, tapi apa daya ia butuh secepatnya uang dari pria itu. Tangannya disentuh dengan cukup kasar.

"Aku butuh keputusan cepat, jadi jangan perlambat gerakanmu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menikah Dengan Seorang Miliarder Berkondisi Vegetatif?!
7.9
Valerie dijebak oleh kekasih dan adiknya hingga terjebak dalam skandal semalam dengan pria misterius. Fitnah perselingkuhan membuatnya dibuang, lalu dipaksa ayah kandungnya menikahi miliarder yang sedang koma demi kepentingan keluarga. Valerie bangkit melawan ketidakadilan dan memutus semua ikatan masa lalunya. Saat sang suami akhirnya sadar dan mengejarnya untuk meminta pertanggungjawaban, Valerie memilih untuk pergi demi memulai hidup yang baru tanpa beban.
Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga demi memisahkan Bastian dari kenangan mantan istrinya. Di sisi lain, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Kakakku Mencuri Tunanganku, Kini Aku Menggoda Bosnya
9.8
Dikhianati oleh Devan dan Siska, aku bertekad membalas dendam dengan mendekati Raditya, atasan Devan yang kaya. Menggunakan identitas Anya, aku menyamar jadi pengasuh putri kecilnya, Kirana. Rencanaku berjalan lancar hingga kehangatan keluarga ini mulai meluluhkan hatiku. Sosok Raditya yang penyayang dan keceriaan Kirana membuat niat jahatku goyah. Di tengah kemewahan rumah itu, kebencianku perlahan sirna dan berganti menjadi perasaan cinta yang tak terduga.
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Tanti dijual keluarga tirinya kepada Darian demi melunasi utang, hingga berujung pada kehamilan. Enam tahun berselang, mereka bertemu kembali saat putra Tanti, Ade, berjuang melawan penyakit sumsum tulang belakang. Darian terkejut saat tes DNA membuktikan Ade adalah anaknya. Ia pun berusaha menebus kesalahan masa lalu dengan menjadi donor bagi sang putra. Kini Tanti terjebak dilema antara benci pada Darian atau menerima bantuannya demi nyawa buah hatinya.
Sampul Novel Kau Milikku
9.4
Hanna sangat membenci Will Greyson, pria angkuh yang langsung meminta kontak fisik saat pertama kali mereka bertemu. Kegilaan Will berlanjut ketika ia tiba-tiba melamar Hanna demi menjadikannya sarana terapi pribadi. Meski ditolak mentah-mentah, miliarder sombong ini tak mau menyerah begitu saja. Hanna yang geram berniat memberi pelajaran keras pada pria asing itu, sementara Will bertekad menaklukkan hati gadis yang berani menentangnya tersebut.
Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan
8.4
Di hari ulang tahun pernikahan, Alisha dijebak oleh selingkuhan Jordan hingga terbangun di pelukan pria asing. Saat Alisha menuntut cerai karena dikhianati, Jordan justru meremehkan lukanya. Kini, Alisha telah bangkit menjadi bintang ternama yang memikat dunia. Jordan yang dihantui penyesalan mencoba mengejarnya kembali, namun ia terkejut saat mendapati Alisha telah bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakaknya sendiri.