Sampul Novel Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan

Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan

8.4 / 10.0
Di hari ulang tahun pernikahan, Alisha dijebak oleh selingkuhan Jordan hingga terbangun di pelukan pria asing. Saat Alisha menuntut cerai karena dikhianati, Jordan justru meremehkan lukanya. Kini, Alisha telah bangkit menjadi bintang ternama yang memikat dunia. Jordan yang dihantui penyesalan mencoba mengejarnya kembali, namun ia terkejut saat mendapati Alisha telah bersama seorang taipan berkuasa yang ternyata adalah kakaknya sendiri.

Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan Bab 1

Di teater pribadi yang remang-remang dan mewah, lelang perhiasan paling eksklusif sedang disiarkan secara langsung.

Suara juru lelang bergema di seluruh ruangan. "Dua miliar, satu kali, dua kali ...."

Alisha Badia hampir tidak mendengar apa yang dikatakan, pikirannya sepenuhnya terpusat pada pria yang berada di bawah tubuhnya.

Tidak tahan dengan betapa intensnya gairah mereka, dia menggigit bahu pria tersebut untuk menahan diri.

Pria itu hanya menggerutu sebagai tanggapan, tidak berhenti atau melambat.

"Kendurkan sedikit, oke?" ucapnya dengan suara serak dan dia mencengkeram pinggang Alisha lebih erat, mencoba membuat tubuhnya untuk tunduk sesuai keinginannya.

Alisha, yang masih menggigit bahu pria itu, berhenti sejenak.

Perlahan, dia mengendurkan rahang dan melepaskan gigitannya.

Ketika dia hendak meminta maaf, dia mendengar tawa tertahan dari pria itu. "Bukan itu bagian yang aku ingin kamu kendurkan."

Alisha tertegun, merasakan pipinya memanas.

Permintaan maaf itu tertahan di tenggorokannya dan dia merasa sangat malu sampai wajahnya memerah.

Namun, intensitas di antara mereka semakin bertambah seiring berjalannya waktu, tubuh mereka terjerat dalam pertarungan nafsu dan kendali.

Juru lelang mengetukkan palu. "Terjual seharga dua puluh miliar! Mari kita beri tepuk tangan untuk Pak Jordan Yudistira!"

Mendengar nama itu bagaikan sambaran petir bagi Alisha.

Tubuhnya langsung menegang dan pria itu pun menyadarinya. Gerakannya terhenti dan matanya yang setengah terpejam karena puas, perlahan beralih ke arah layar.

Kamera menyorot wajah Jordan Yudistira, setiap rincian fitur wajahnya yang tak asing ditampilkan dengan sangat jelas.

"Jordan Yudistira, putra kedua dari Keluarga Yudistira ... seorang kenalan mungkin?" ucapnya dengan nada malas, senyum licik mengembang di wajahnya dan dia menggigit cuping telinga Alisha dengan main-main.

Alisha mengerutkan kening. Dia benar-benar tidak ingin membicarakan hal ini.

"Apa gosip juga bagian dari layananmu?" balasnya dengan dingin, terdengar jengkel.

Pria tersebut tertawa pelan mendengar jawabannya.

Layanan?

Dia tidak menyangkalnya. Sebaliknya, cengkeramannya di pinggang Alisha semakin erat, gerakannya semakin tak terkendali, seolah-olah sedang menantangnya.

Ruangan itu seakan berdenyut oleh gairah mereka yang membara, udara dipenuhi hasrat, napas mereka yang terengah-engah menyatu menjadi satu. Bersama-sama, mereka mencapai puncak.

Setelah selesai, Alisha memanfaatkan waktu ketika pria itu sedang mandi untuk diam-diam pergi.

Dia mengeluarkan setumpuk uang tunai dari dompet dan meninggalkannya di kursi. Lalu dia melangkah perlahan menuju pintu, merasakan nyeri di tubuh bagian bawahnya.

Ketika Karlos Widian akhirnya keluar dari kamar mandi, dia langsung melihat tumpukan uang yang rapi di kursi. Dia tampak terhibur dan senyum mengembang di sudut bibirnya.

Dengan santai, dia menyalakan sebatang rokok dan duduk di kursi, mengambil uang tersebut dan memainkannya di tangannya.

Beberapa saat kemudian, asistennya, Haikal Firmanda, bergegas masuk ke ruangan, tampak sangat gugup.

Aroma seks yang samar dan tak salah lagi masih tercium pekat di udara, membuat kulit kepala Haikal terasa kesemutan karena tidak nyaman. "Maaf, Pak Karlos. Saya lalai sejenak. Beri saya waktu dan saya akan segera membawanya kembali."

Mereka baru saja kembali ke tanah air dan melakukan segala tindakan pencegahan. Namun, seorang wanita melewati celah keamanan mereka.

Karlos mengembuskan asap rokoknya perlahan, raut wajahnya tenang, nyaris acuh tak acuh.

"Tidak perlu. Aku sendiri ... yang bersedia."

Mata Haikal terbelalak karena terkejut.

Baru pada saat ini dia melihat tanda merah samar menghiasi dada Karlos.

Pikiran Haikal mulai berpacu. Selama dia mengenal Karlos, pria ini belum pernah tidur dengan wanita mana pun, bahkan untuk hubungan singkat satu malam.

Bahkan ada rumor yang mengatakan bahwa Karlos mungkin menderita suatu penyakit rahasia, itu sebabnya dia tidak pernah bersama seorang wanita.

Namun sekarang, rumor itu sepertinya terbukti tidak benar dengan adanya kejadian yang tidak terduga ini.

Sebelum Haikal bisa memahami apa yang terjadi, suara dalam Karlos menariknya kembali ke kenyataan. "Aku ingin kamu menyelidiki kehidupan pribadi Jordan. Bawakan laporannya ke mejaku dalam waktu setengah jam."

Malam tadi, Alisha masuk ke kamar Karlos, seluruh tubuhnya terasa panas.

Jelas bahwa dia telah dibius.

Dalam sekejap, semua tahun yang Karlos lalui untuk menahan diri dan berpantang hilang begitu dia memeluk wanita tersebut.

Kemudian, terungkap bahwa Alisha masih perawan.

Dua tahun menikah dengan Jordan ....

Namun wanita itu masih belum tersentuh?

Mengingat kembali malam penuh gairah mereka menggugah sesuatu dalam diri Karlos dan dia tersenyum puas.

Dia sangat menyukai kejutan itu.

Namun ketika dia memikirkannya, satu hal menjadi sangat jelas, Alisha tidak tahu dengan siapa dia berhubungan seks karena efek obat bius.

....

Saat Alisha kembali ke rumah, cahaya pertama fajar menyingsing melalui jendela.

Baru pada saat ini dia menyadari sudah berapa lama dia pingsan. Dia berhenti di pintu, menggertakkan gigi dengan marah.

Bahkan setelah dia berusaha sekuat tenaga dan merasa seperti akan pingsan, pria itu menolak untuk melepaskannya, seolah-olah staminanya tidak ada habisnya.

Siapa yang seharusnya menjadi klien di sini?

Sebelum dia bisa memikirkannya lebih jauh, ponselnya berdering. Sahabatnya, Melia Fadila, menelepon.

"Alisha!" seru Melia dari ujung telepon, suaranya terdengar sangat khawatir. "Bagaimana keadaanmu sekarang?"

Alisha menghela napas panjang, melepaskan sepatunya dengan sembarangan. "Aku sudah merasa lebih baik," gumamnya.

Amarah Melia meluap, kata-katanya tajam dan kasar. "Jordan benar-benar bajingan! Dia sungguh menjijikkan! Jika dia memang tidak ingin menjalani kehidupan pernikahan, seharusnya dia memberanikan diri dan menceraikanmu sekarang juga! Merencanakan sesuatu yang buruk terhadap istrinya sendiri, apakah dia masih seorang pria?"

Rasa sakit yang tajam karena pengkhianatan menusuk dada Alisha.

Kemarin adalah peringatan dua tahun pernikahan mereka. Jordan mengiriminya pesan teks, menyarankan mereka untuk merayakannya. Berharap suaminya telah berubah, Alisha berdandan semaksimal mungkin, hanya untuk mendapati dirinya merasa kecewa dan diberi minuman yang dicampur obat bius, yang akhirnya membuatnya terjerumus dalam malam yang penuh kebingungan dan kekacauan.

Apa Jordan benar-benar dalang di balik ini?

Menelan kepahitan dalam hatinya, Alisha naik ke lantai atas dengan perlahan, merasa lelah. "Tidak apa-apa, Melia. Aku akan menanganinya."

Melia yang selalu protektif, tidak yakin. "'Menanganinya'? Apa maksudmu kamu akan menanganinya? Katakan saja dan aku akan datang sekarang juga. Aku bahkan akan mengenakan sepatu hak tinggiku yang paling tajam untuk menendang telurnya!"

Alisha pun tersenyum kecil dengan lelah, meskipun hatinya masih terasa sedih.

Nada bicara Melia tiba-tiba berubah, rasa penasaran terdengar dalam suaranya. "Tapi, sungguh, siapa pria yang bersamamu tadi malam?"

Alisha tiba-tiba berhenti melangkah, merasakan hawa dingin menjalar di punggungnya. "Bukankah kamu yang memanggil pendamping pria itu untukku?" tanyanya dengan gelisah.

"Aku memang memanggil seorang pria," ucap Melia, suaranya tiba-tiba serius. "Tapi kamu tidak pernah muncul. Dia mengirimiku pesan teks pagi ini, mengatakan dia menunggu sepanjang malam dan tidak melihatmu. Jadi … kamu bersama siapa?"

Terkesiap, Alisha pun menyadari sesuatu.

Sebelum dia bisa menjawab, pintu kamar tidurnya tiba-tiba terbuka.

Dia mengangkat pandangannya dan seketika itu juga perutnya terasa mual. Jordan, yang baru saja mandi, berdiri di sana hanya dengan mengenakan handuk di pinggangnya. Rambutnya yang basah menempel di dahinya dan dia menatap Alisha, suaranya rendah dan mengancam.

"Pendamping pria apa?"

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kembalinya Istri yang Tak Diinginkan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota adalah pemuda dua puluh tahun yang sangat malas dan pengangguran. Meski cerdas dalam kelicikan, ia hanya menghabiskan waktu dengan gawainya. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam bagi ibunya, Artisa. Sebagai wanita pekerja keras yang juga memiliki sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat buruk putranya secara total. Ia menempuh metode ekstrem dengan mentransformasi fisik Sota. Berhasilkah rencana Artisa mengubah jati diri Sota melalui perubahan tubuh tersebut?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Sampul Novel Menyusui Bayi Mafia
9.7
El Zibrano Elemanus memberikan tawaran gila kepada Lea untuk menyusui putranya dengan imbalan kekayaan yang tak terbatas. Lea yang masih berstatus pelajar menolak keras karena merasa permintaan itu tidak masuk akal bagi gadis seusianya. Namun, El tidak menerima penolakan dan bersikeras bahwa ia bisa mewujudkannya melalui caranya sendiri. Di bawah tekanan sang bos mafia, Lea terjebak dalam situasi intim yang mengancam masa depan dan harga dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan