
Istri Pengganti
Bab 2
Pagi-pagi sekali Lucia telah terbangun dari tidurnya, ketika mendengar hapenya tidak berhenti bergetar di bawa bantal yang ia gunakan, ia meraih hapenya lalu melihat nama yang tertera di layar hapenya.
Lucia tersenyum ketika ia melihat nama yang tertera pada layar hapenya pagi ini, ia bangun dan lansung beranjak dari tempat tidur dalam keadaan polos, berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera membersikan diri.
Di dalam kamar mandi dengan segera Lucia mengankat telpon dari orang yang menelponnya.
"Aku menunggumu di depan hotel," ucap seseorang dari balik telpon.
“Baik aku akan segera turun,” jawab Lucia segera.
Setelah membersikan diri Lucia menggunakan baju yang telah ia siapkan di dalam kamar mandi, lalu keluar, melihat sejenak ke arah Rayhan yang masih berdamai dengan mimpinya.
Lucia tersenyum ketika melihat apa yang telah Rayhan siapkan untuknya semalam, lalu memasukkan semua ke dalam tasnya.
“Terimakasih Ray, atas semua uang yang kamu berikan kepadaku, terimakasih juga karna selalu membuatku merasa puas dengan semua pelayananmu selama beberapa bulan ini, kamu adalah pemuda yang terhebat yang pernah aku temui, namun maaf aku tidak bisa menikah denganmu karna aku tidak pernah mencintaimu, yang aku inginkan hanya uangmu, dan kepuasan darimu.” ucap Lucia pelan.
Lucia merasa sangat senang karna ia telah mendapatkan semua yang ia inginkan, Rayhan telah memanjakannya dengan memberinya banyak uang hingga membuat tabungannya membengkak.
Awalnya Lucia hanya iseng ingin mengenal pemuda yang bernama Rayhan, karna banyak yang mengatakan kalau ia adalah tipe pemuda yang suka meniduri wanita cantik yang ia temui, namun karna ia suka dengan tipe pemuda yang seperti itu, hingga akhirnya ia mulai mendekati Rayhan.
Lucia yang terbilang gadis yang menyukai pemuda yang bisa membuatnya merasa puas dengan permainannya, ingin mencoba mendekati pemuda yang bernama Rayhan Wilson.
Hingga akhirnya ia dengan sengaja menabrak tubuh kekar Rayhan ketika ia baru saja keluar dari dalam restoran karna baru saja melakukan mitin dengan klienya.
“Aucc, sorry,” ujar Lucia ketika ia menabrak tubuh kekar Rayhan yang masih terbungkus dengan jas lengkap.
Lucia bisa merasakan otot kekar Rayhan ketika ia memegan bahunya, ketika ia hampir saja terjatuh, sementara Rayhan dengan segera memegang erat pinggang ramping Lucia.
Hingga membuat kedua mata mereka saling bertatap, cukup lama mereka berdua saling bertatapan, hingga akhirnya Lucia pura-pura tersadar.
“Maaf." Lucia kembali mengulang kata-katanya.
“Tidak masalah. Nama anda siapa nona?” tanya Rayhan langsung tanpa basa-basi.
Sebagai pemuda yang terbiasa meniduri wanita cantik yang ia temui, Rayhan lansung menanyakan nama gadis itu, bahkan ia mengajaknya untuk minum kopi bersama di dalam restoran.
“Lucia tuan,” jawabnya dengan senyuman menggoda yang ia perlihatkan kepada Rayhan.
Menang benar Lucia sangat terkenal dengan senyuman nya yang terlihat cantik dan menawan, siapa pun yang melihatnya pasti akan merasa tergoda.
Lucia yang sengaja ingin mendekati Rayhan dengan segera menerima ajakan pemuda yang baru saja ia temui, untuk minum kopi di dalam restoran, karna itu memang tujuan utamanya.
"Silahkan duduk, nona cantik." gombal Rayhan, menarik kursi untuk Lucia.
"Terimakasih."
Rayhan dan Lucia mulai menikmati kopi yang telah di pesan, mereka berdua tidak berhenti saling tertawa ketika Rayhan mengeluarkan gombalan mautnya untuk meluluhkan hati gadis yang ada di hadapannya, hingga ungkapan kata cinta langsung, dan sekali lagi Lucia lansung menjawab dan menerima Rayhan sebagai kekasihnya.
Dan sejak saat itu Rayhan dan Lucia mulai menjalin hubungan. Lucia yang tidak pernah merasa puas dengan hubungan dengan satu peria, kini terpuaskan setelah mengenal Rayhan.
Tidak terasa hubungan keduanya telah terjalin selama 7 bulan, Rayhan selalu mengajak Lucia melakukan perjalanan bisnis, seperti saat ini ia mengajak Lucia ke Swess selama beberapa hari.
Lucia nampak sangat senang berjalan-jalan gratis di tempat-tempat yang ingin iakunjungi di tambah Rayhan selalu memanjakannya dengan memberikan uang yang sangat banyak kepadanya di akhir bulan.
Gadis mana yang bisa menolak semua itu, uang banyak, jalan-jalan gratis, berbelanja barang mewah dan serba brand pasien, tampa harus mengeluarkan uang sepeserpun ia bisa memiliki semua itu.
Dengan rasa lelah Lucia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur di dalam hotel, ia merasa sangat kelelahan setelah seharian berkeliling di negara swess tanpa di temani oleh kekasihnya karna sibuk mengurus bisnisnya.
Lucia yang merasa bosan tinggal di dalam kamar hotel, memilih untuk menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan di negara yang terkenal dengan hawa dingin.
Rayhan yang baru saja pulang, setelah menyelesaikan semua pekerjaannya tersenyum, melihat kekasih yang sangat di cintainya tengah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Rayhan membuka jas, dasi yang ia gunakan, lalu meletakkan di atas sandaran kursi, lalu berjalan ke arah tempat tidur dimana saat ini kekasihnya telah merebahkan tubuhnya.
Rayhan duduk di pinggir tempat tidur, lalu menatap wajah kekasihnya yang kini tengah tertidur dengan sangat pulas.
Rayhan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya, lalu mengelus lembut wajah cantik Lucia hingga mebuatnya terbangun dari tidurnya.
“Hemm, Ray, kamu sudah pulang?” tanya Lucia lembut meraih tangan Rayhan lalu memeluknya.
“Iya, beb, aku baru saja pulang, apa kamu merasa kelelahan?”
“Hemm, aku merasa sangat kelelahan." Lucia memijat leher ketika mengatakan hal itu.
“Baiklah istirahatlah, jika kamu merasa sangat kelelahan."
Rayhan ingin berangjak dari tepi tempat tidur, namun Lucia tidak melepas tangan Rayhan.
Ia sengaja melakukan itu karna ia merasa ingin melakukan hal itu, sudah hampir sebulan Lucia tidak melakukan hal itu dengan kekasihnya, rasa haus yang ia rasakan dalam dirinya membuatnya benar-benar ingin melakukan hal indah itu dengan Rayhan.
Meskipun nantinya Rayhan akan mempertanyakan tentang keperawanannya, namun bukan Lucia jika tidak bisa mengatasi semua itu.
“Beb, apa yang kamu lakukan? Apa kamu sengaja menggodaku dengan caramu ini?” tanya Rayhan tersenyum melihat ke arah Lucia yang masih setia memeluk tangannya.
Lucia melepas tangan kekasihnya lalu bangun, duduk di hadapan Rayhan dan memulai sandiwaranya, sandiwara yang berhasil membuat hati Rayhan luluh dengan semua yang ia katakan.
Dan sejak malam itu mereka berdua selalu melakukan permainan panas itu tampa merasa canggun, Rayhan tipe pemuda yang suka meniduri wanita sementara Lucia tipe gadis yang selalu merasa haus akan belaian pemuda yang selau dekat dengannya.
*****
Rayhan bangun, melihat sekeliling sudut dalam kamar yang ia tempati, namun ia tidak menemukan keberadaan calon istrinya.
“Beb, beby, kamu dimana?” panggil Rayhan menyandarkan tubuh polosnya di sandaran tempat tidur.
Anda Mungkin Juga Suka





