Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pengganti Yang Tak Dicintai

Istri Pengganti Yang Tak Dicintai

Keira terpaksa menikahi Ezra Leighton, tunangan mendiang saudarinya, demi menyelamatkan reputasi yang hancur akibat tuduhan pencurian palsu. Ezra yang dipenuhi duka dan amarah hanya menganggap Keira sebagai bayangan masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan pernikahan tanpa cinta ini, Keira berusaha bertahan hidup. Namun, perlahan rahasia gelap di balik kecelakaan misterius saudarinya mulai terungkap, menjanjikan perubahan besar bagi takdir mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Keira terbangun oleh suara keras yang berasal dari ruang tengah. Jantungnya berdegup cepat, seakan tubuhnya langsung waspada begitu mendengar kegaduhan di tengah malam. Dengan ragu, ia bangkit dari tempat tidur, mengenakan jubah tipis yang tergantung di belakang pintu, dan berjalan pelan menuju sumber suara.

Ketika ia tiba di ruang tengah, ia melihat Ezra duduk di sofa, botol anggur setengah kosong di tangannya. Sebuah gelas kristal pecah berserakan di lantai, dan wajah Ezra terlihat merah, mungkin karena amarah, atau mungkin karena efek alkohol.

"Ezra?" panggil Keira dengan hati-hati.

Ezra menoleh, matanya yang penuh kebencian menatap lurus ke arahnya. "Apa yang kau lakukan di sini? Kembali ke kamarmu."

Keira mengabaikan nada tajam itu dan mendekat. "Aku mendengar suara. Kau... kau tidak apa-apa?"

Ezra tertawa kecil, suara tawa yang terdengar pahit. Ia mengangkat botol anggur itu, seolah mengajak Keira untuk bersulang. "Tidak apa-apa? Kau pikir aku baik-baik saja, Keira? Hidupku hancur. Orang yang kucintai sudah mati. Dan sekarang, aku terjebak denganmu. Kau pikir aku baik-baik saja?"

Keira menggigit bibirnya, mencoba menahan emosi yang memuncak. "Aku tahu kau membenciku, Ezra. Tapi aku tidak pernah meminta untuk berada di sini. Aku tidak pernah meminta untuk menggantikan Rachel."

Ezra mendadak bangkit, langkahnya goyah karena mabuk. "Tapi kau di sini, kan? Kau berdiri di rumah ini, mengenakan nama keluargaku, tidur di kamar yang seharusnya untuk Rachel. Kau mengambil semuanya dariku!"

"Cukup!" Keira akhirnya kehilangan kendali. Ia tahu ia akan menyesalinya, tapi rasa sakit yang selama ini ia pendam meledak begitu saja. "Kau pikir hanya kau yang kehilangan, Ezra? Rachel adalah saudariku! Aku mencintainya! Dan aku tidak pernah ingin dia meninggal! Aku juga kehilangan dia, setiap hari aku dihantui oleh malam itu!"

Ezra terdiam. Kemarahan di matanya tidak sepenuhnya hilang, tapi untuk pertama kalinya, ia tampak sedikit goyah.

Keira melanjutkan, suaranya melemah karena air mata yang mulai menggenang di sudut matanya. "Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tentangku. Aku tidak tahu apa yang kau yakini terjadi malam itu. Tapi aku tidak membunuh Rachel. Aku tidak mengambil cincinnya. Dan aku tidak pernah meminta untuk menikah denganmu. Kau pikir aku bahagia di sini? Kau pikir aku ingin hidup dengan seseorang yang membenciku setiap hari?"

Ezra tidak menjawab. Ia hanya berdiri di sana, memandang Keira dengan tatapan kosong yang sulit ditebak.

Keira menarik napas dalam-dalam, mencoba mengendalikan emosinya. "Aku akan kembali ke kamarku," katanya akhirnya. "Tapi jika kau ingin terus menyalahkanku atas sesuatu yang bukan salahku, itu urusanmu. Aku tidak bisa mengubah cara berpikirmu. Tapi aku tidak akan terus menjadi sasaran amarahmu, Ezra. Aku juga manusia."

Ia berbalik dan berjalan menuju tangga, meninggalkan Ezra yang masih berdiri di ruang tengah. Langkah kakinya terdengar menggema di rumah besar itu, setiap langkah terasa lebih berat daripada sebelumnya.

Keira menutup pintu kamar dengan perlahan dan bersandar di belakangnya, membiarkan air mata yang tadi ia tahan akhirnya mengalir deras. Ia tidak pernah merasa sehancur ini. Pernikahan ini adalah mimpi buruk, dan Ezra adalah luka yang terus-menerus menganga di hatinya.

Namun, jauh di dalam dirinya, ia tahu bahwa Ezra tidak hanya dipenuhi oleh kebencian. Ada sesuatu di balik sikap dingin dan amarahnya-sesuatu yang lebih rapuh, lebih menyakitkan. Ezra tidak pernah benar-benar membicarakan Rachel, kecuali untuk menyalahkan Keira. Tapi Keira bisa melihat bahwa kehilangan Rachel meninggalkan luka yang dalam di hati pria itu.

Keira menghapus air matanya dan berjalan menuju jendela. Bulan purnama tampak bersinar samar di langit malam, sinarnya menyentuh lembut taman belakang rumah yang sepi. Ia memandang ke luar dengan tatapan kosong, bertanya-tanya apakah ia akan pernah menemukan cara untuk keluar dari situasi ini.

Di saat yang sama, di bawah sana, Ezra berdiri di tengah ruang tamu yang sepi. Botol anggur masih di tangannya, tapi ia tidak lagi meminumnya. Kata-kata Keira terus terngiang di pikirannya.

"Rachel adalah saudariku! Aku mencintainya!"

Ezra menggeram pelan, melempar botol itu ke dinding hingga pecah berkeping-keping. Suara keras itu menggema di ruangan kosong, tapi tidak ada yang memperhatikannya.

Ezra berjalan ke rak buku di sudut ruangan, mengeluarkan sebuah kotak kecil yang terkunci. Tangan gemetarnya membuka kotak itu, memperlihatkan foto-foto Rachel. Di salah satu foto, Rachel tersenyum cerah, mengenakan gaun merah muda yang terlihat pas di tubuhnya. Ezra mengusap foto itu dengan pelan, matanya basah oleh air mata yang enggan jatuh.

"Aku merindukanmu," bisiknya pelan.

Namun, bayangan Rachel berganti menjadi wajah Keira-wajah yang mirip, tapi penuh dengan rasa sakit yang berbeda. Ezra mengerutkan kening, mencoba mengusir pikiran itu. Ia membenci Keira. Ia harus membencinya. Tapi untuk pertama kalinya, ia merasa ada sesuatu yang salah.

Keesokan harinya

Keira bangun dengan mata yang bengkak. Ia nyaris tidak tidur semalam, pikirannya terus-menerus terganggu oleh pertengkarannya dengan Ezra. Ia melangkah keluar dari kamar, berharap bisa menghindari pria itu untuk sementara waktu. Tapi ketika ia tiba di ruang makan, Ezra sudah duduk di sana, menatap secangkir kopi di tangannya tanpa minat.

"Ada sesuatu yang ingin kubicarakan," kata Ezra tiba-tiba, suaranya terdengar lebih tenang daripada biasanya.

Keira menegang. "Apa?"

Ezra mengangkat pandangannya, menatap lurus ke arah Keira. "Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu."

Keira terdiam. Kata-kata Ezra terasa seperti harapan kecil, tapi juga ancaman. Apakah ini awal dari akhir kebencian mereka, atau justru awal dari sesuatu yang lebih menghancurkan?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Akibat fitnah keji, Ella harus merasakan kekejaman Evan, pria yang sangat ia cintai. Ketidakpercayaan Evan dan penolakan keras dari keluarganya membuat hidup Ella hancur hingga berujung di penjara. Setelah bebas, takdir justru menyeretnya kembali ke pelukan Evan. Meski diselimuti ketakutan luar biasa, Ella seolah tak bisa menjauh dari pria itu. Di tengah siksaan yang terus berlanjut, Ella tidak menyadari bahwa Evan sebenarnya juga menyimpan rasa cinta.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kebahagiaan Kiran saat mengetahui kehamilannya seketika sirna oleh kenyataan pahit. Arka, suami yang ia percayai, ternyata telah lama mengkhianatinya bahkan memiliki anak dengan wanita lain. Hati Kiran hancur berkeping-keping di tengah runtuhnya rumah tangga yang selama ini ia jaga. Kini, ia harus berjuang menghadapi perihnya pengkhianatan tersebut. Mampukah Kiran bangkit dari keterpurukan ini ataukah rasa cintanya pada Arka telah benar-benar mati selamanya?
Sampul Novel Hot Desire Mr. Thompson
9.4
James tidak menyangka jatuh hati pada pandangan pertama saat menikahi Elvira melalui perjodohan. Kecantikan Elvira dan momen malam pertama mereka di dalam limosin membuat James terobsesi. Namun, Elvira bahkan tidak menyadari kekayaan suaminya yang luar biasa. Bahtera rumah tangga mereka segera diuji oleh berbagai rintangan besar, terutama saat mantan kekasih James muncul kembali. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi gangguan orang ketiga?
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Sepupu Tapi Nafsu
8.8
Dalam sebuah jalinan takdir yang penuh kejutan, kisah ini menelusuri berbagai pilihan hidup yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah dinamika romansa modern, setiap keputusan membawa konsekuensi mendalam bagi mereka yang terlibat. Pembaca akan dibawa menyelami lika-liku hubungan yang menantang batas dan norma, di mana setiap langkah yang diambil mengungkap sisi lain dari keinginan manusia yang tersembunyi di balik sebuah hubungan kekeluargaan.