Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pengganti Yang Tak Dicintai

Istri Pengganti Yang Tak Dicintai

Keira terpaksa menikahi Ezra Leighton, tunangan mendiang saudarinya, demi menyelamatkan reputasi yang hancur akibat tuduhan pencurian palsu. Ezra yang dipenuhi duka dan amarah hanya menganggap Keira sebagai bayangan masa lalu yang kelam. Di tengah penderitaan pernikahan tanpa cinta ini, Keira berusaha bertahan hidup. Namun, perlahan rahasia gelap di balik kecelakaan misterius saudarinya mulai terungkap, menjanjikan perubahan besar bagi takdir mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keira menatap Ezra dengan kebingungan sekaligus kehati-hatian. "Apa maksudmu?" tanyanya, suaranya terdengar nyaris berbisik.

Ezra meletakkan cangkir kopinya dengan perlahan, matanya masih mengunci tatapan Keira. "Aku ingin tahu. Semua yang kau ingat tentang malam itu. Tidak ada yang kau tutupi, tidak ada kebohongan. Aku sudah muak dengan teka-teki ini."

Keira menggigit bibir bawahnya, merasakan hatinya mulai berdebar-debar. Ezra tidak pernah meminta penjelasan sebelumnya. Selama ini, dia hanya melemparkan tuduhan, menyalahkan, tanpa memberinya kesempatan untuk membela diri. Tapi kali ini, ada sesuatu yang berbeda dalam nada suaranya-bukan hanya kebencian, melainkan rasa penasaran.

"Aku sudah menceritakannya berkali-kali," kata Keira, dengan suara yang mulai bergetar. "Kau tidak pernah mau mendengarkan."

Ezra menyandarkan tubuhnya ke kursi, menghela napas panjang. "Coba ceritakan lagi. Dari awal."

Keira menelan ludah. Ia tahu mengulang cerita itu berarti kembali membuka luka yang selama ini ia coba tutup rapat-rapat. Tapi tatapan Ezra yang menuntut tidak memberinya banyak pilihan. Ia duduk di kursi di seberangnya, menggenggam erat jemarinya sendiri untuk menenangkan diri.

"Baiklah," kata Keira akhirnya. "Aku akan memberitahumu apa yang aku ingat."

Malam kecelakaan itu

Keira masih bisa mendengar suara tawa Rachel saat mereka berdua keluar dari restoran malam itu. Rachel terlihat bahagia, lebih bahagia daripada yang pernah Keira lihat sebelumnya. Mereka sedang membicarakan pernikahan Rachel yang semakin dekat, dan Rachel tidak berhenti tersenyum sambil menceritakan rencananya.

"Ezra benar-benar pria yang luar biasa, Keira," kata Rachel, sambil memegang tangan adiknya. "Aku tidak percaya aku akan menikah dengannya. Semua ini seperti mimpi."

Keira tersenyum kecil, meski hatinya terasa sedikit perih. Ia mencintai Rachel, tapi kadang-kadang ia merasa seperti bayangan di balik sinar terang saudara perempuannya itu. Rachel selalu menjadi pusat perhatian, sementara Keira adalah gadis pendiam yang lebih suka mengamati dari kejauhan.

"Kau pantas mendapatkannya," kata Keira, berusaha tulus.

Rachel memeluk Keira erat-erat. "Aku tahu kau tidak banyak bicara, tapi aku tahu kau selalu mendukungku. Terima kasih, Keira. Aku sangat menyayangimu."

Keira tidak tahu bahwa itu akan menjadi kata-kata terakhir Rachel padanya.

Setelah keluar dari restoran, Rachel tiba-tiba menerima telepon. Wajahnya berubah serius saat ia membaca nama yang tertera di layar. "Aku harus pergi sebentar," katanya pada Keira. "Tunggu di sini, oke? Aku akan segera kembali."

"Siapa yang menelepon?" tanya Keira, bingung.

Rachel menggeleng, senyum kecil muncul di wajahnya, tapi matanya terlihat gelisah. "Hanya teman lama. Tidak perlu khawatir."

Sebelum Keira sempat bertanya lebih jauh, Rachel sudah berjalan menuju mobilnya. Keira mencoba memanggilnya, tapi Rachel sudah melesat pergi, meninggalkannya sendirian di tempat parkir.

"Dia tidak pernah kembali," kata Keira, suaranya pecah saat ia mengakhiri cerita itu. "Aku mencoba meneleponnya berkali-kali, tapi dia tidak menjawab. Baru keesokan paginya aku mendengar bahwa dia mengalami kecelakaan."

Ezra menatap Keira dengan tatapan yang sulit ditebak. "Dan cincin itu? Bagaimana bisa cincin keluarga kami hilang?"

Keira menggeleng, air mata mengalir di pipinya. "Aku tidak tahu. Aku bahkan tidak tahu cincin itu ada di mana. Aku bersumpah, Ezra, aku tidak mencurinya. Aku tidak akan pernah melakukan itu pada Rachel."

Ezra mengusap wajahnya dengan kasar, seolah mencoba mencerna setiap kata yang baru saja didengarnya.

"Dia bilang dia mendapat telepon," gumam Ezra, lebih pada dirinya sendiri. "Tapi siapa yang meneleponnya? Dan kenapa dia begitu gelisah?"

Keira mengangkat bahu, meski hatinya terasa berat. "Aku tidak tahu. Dia tidak pernah memberitahuku."

Ezra bangkit dari kursinya, berjalan mondar-mandir di ruang makan seperti sedang mencoba menyusun potongan-potongan puzzle yang berantakan. "Itu tidak masuk akal. Rachel tidak pernah menyembunyikan apa pun dariku. Kalau dia gelisah, kenapa dia tidak memberitahuku?"

Keira memperhatikan Ezra dengan hati-hati. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang berbeda dalam ekspresi pria itu-bukan hanya kemarahan, tetapi juga rasa bersalah yang dalam.

"Mungkin..." Keira ragu-ragu sebelum melanjutkan. "Mungkin ada sesuatu yang dia tidak ingin kau tahu."

Ezra berhenti di tengah langkahnya, menatap Keira dengan tajam. "Apa maksudmu?"

"Aku tidak tahu pasti," jawab Keira, mencoba memilih kata-katanya dengan hati-hati. "Tapi Rachel terlihat... gelisah malam itu. Seolah-olah dia menyembunyikan sesuatu. Kau bilang dia tidak pernah menyembunyikan apa pun darimu, tapi kau yakin kau tahu segalanya tentangnya?"

Ezra terdiam. Kata-kata Keira menggema di kepalanya, memaksanya menghadapi kemungkinan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya. Apakah Rachel menyembunyikan sesuatu darinya? Dan jika ya, apa itu?

Di malam yang sama

Setelah makan malam berakhir dengan keheningan yang canggung, Keira kembali ke kamarnya. Tapi pikirannya tidak bisa berhenti memutar ulang pembicaraannya dengan Ezra. Ada sesuatu yang mengganggunya, sesuatu yang terasa salah.

Ia membuka laci meja di kamarnya dan mengeluarkan sebuah buku catatan kecil. Itu adalah buku harian Rachel, yang ia temukan di kamar Rachel beberapa minggu setelah kecelakaan. Ia tidak pernah punya keberanian untuk membacanya sebelumnya, merasa seperti ia melanggar privasi saudara perempuannya.

Tapi malam ini, ia merasa seperti tidak punya pilihan lain. Dengan tangan gemetar, ia membuka halaman pertama buku itu.

Di ruang kerjanya, Ezra menatap foto Rachel yang masih ia pegang. "Apa yang kau sembunyikan dariku, Rachel?" gumamnya pelan. Untuk pertama kalinya, ia merasakan rasa kehilangan itu dengan cara yang berbeda-tidak hanya sebagai luka, tetapi sebagai misteri yang menuntut jawaban.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KVC" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KVC
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA ATAU BENCI
8.5
Akibat fitnah keji, Ella harus merasakan kekejaman Evan, pria yang sangat ia cintai. Ketidakpercayaan Evan dan penolakan keras dari keluarganya membuat hidup Ella hancur hingga berujung di penjara. Setelah bebas, takdir justru menyeretnya kembali ke pelukan Evan. Meski diselimuti ketakutan luar biasa, Ella seolah tak bisa menjauh dari pria itu. Di tengah siksaan yang terus berlanjut, Ella tidak menyadari bahwa Evan sebenarnya juga menyimpan rasa cinta.
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU
9.5
Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Sampul Novel Hati yang Kau Sakiti
9.5
Kebahagiaan Kiran saat mengetahui kehamilannya seketika sirna oleh kenyataan pahit. Arka, suami yang ia percayai, ternyata telah lama mengkhianatinya bahkan memiliki anak dengan wanita lain. Hati Kiran hancur berkeping-keping di tengah runtuhnya rumah tangga yang selama ini ia jaga. Kini, ia harus berjuang menghadapi perihnya pengkhianatan tersebut. Mampukah Kiran bangkit dari keterpurukan ini ataukah rasa cintanya pada Arka telah benar-benar mati selamanya?
Sampul Novel Hot Desire Mr. Thompson
9.4
James tidak menyangka jatuh hati pada pandangan pertama saat menikahi Elvira melalui perjodohan. Kecantikan Elvira dan momen malam pertama mereka di dalam limosin membuat James terobsesi. Namun, Elvira bahkan tidak menyadari kekayaan suaminya yang luar biasa. Bahtera rumah tangga mereka segera diuji oleh berbagai rintangan besar, terutama saat mantan kekasih James muncul kembali. Mampukah cinta tulus mereka bertahan menghadapi gangguan orang ketiga?
Sampul Novel Keluar dari Kepompong
8.7
Emma Fowler kembali ke tanah air setelah tiga tahun, namun ia justru berakhir di ranjang Nathan Tate sebagai pendamping. Nathan terpesona tanpa menyadari identitas asli Emma. Saat Emma menagih janji pernikahan lama mereka, Nathan menolak dingin dan menganggapnya hanya saudara. Kecewa, Emma memutuskan hubungan sepuluh tahun itu. Namun, saat ia hendak pergi selamanya, Nathan justru berlutut memohon agar Emma tidak meninggalkannya dan menepati janji lama mereka.
Sampul Novel Sepupu Tapi Nafsu
8.8
Dalam sebuah jalinan takdir yang penuh kejutan, kisah ini menelusuri berbagai pilihan hidup yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Di tengah dinamika romansa modern, setiap keputusan membawa konsekuensi mendalam bagi mereka yang terlibat. Pembaca akan dibawa menyelami lika-liku hubungan yang menantang batas dan norma, di mana setiap langkah yang diambil mengungkap sisi lain dari keinginan manusia yang tersembunyi di balik sebuah hubungan kekeluargaan.