Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Muda Untuk Suamiku

Istri Muda Untuk Suamiku

Delapan tahun membina rumah tangga, Nayla Rahmawati belum juga dikaruniai buah hati. Demi mendapatkan keturunan, ia mengambil keputusan berat untuk menikahkan suaminya, Burhan, dengan gadis saleha bernama Bella. Akankah Nayla sanggup berbagi cinta dengan madunya? Di balik air mata dan perjuangan, tersimpan rahasia besar mengenai kondisi Nayla. Simak kisah poligami unik yang penuh kekompakan dan haru dalam menjalani biduk rumah tangga yang tak biasa.
Bab
Bagikan

Bab 1

“Saya terima nikah dan kawinnya Bella Ariyanti binti alm. Muhammad Nuh dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.” Dalam satu tarikan nafas Burhan berhasil menghalalkan gadis muda disampingnya.

Gadis belia yang mengenakan gamis dan khimar putih, wajahnya ditutupi niqab menunjukkan betapa dirinya gadis sholehah. Sedang Burhan mengenakan setelan kemeja senada menambah kesan serasi.

Semua didominasi warna putih yang melambangkan kesucian. Menunjukkan acara ini sangat sakral serta lambang sebuah ketulusan dan kemurnian.

“Bagaimana saksi, sah.” Penghulu bertanya pada wanita yang duduk tepat belakang mempelai pria. Wanita itu pun mengangguk dan disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.

“Sah.”

“Sah.”

“Sah.”

Kata itu menggema di seluruh penjuru ruangan. Semua yang hadir turut merasa bahagia atas momen paling berharga ini. Namun, tidak bagi wanita yang menjadi saksi.

Semburat kesedihan terpancar jelas di wajah tirusnya. Ia tetap memaksakan untuk tersenyum pada siapa saja yang menatapnya. Menyembunyikan kesedihan yang membuncah karena ini semua terjadi atas kehendaknya.

Berdiam diri mematung menatap punggung pengantin pria, yang tengah sibuk menandatangani berkas. Pertanda bahwa pernikahan itu sah dimata hukum dan agama.

Ia terus meremas ujung kebaya jingga yang melekat pada tubuh langsingnya, dipadukan dengan rok batik khas Jambi. Rambut lurus sebahu dibiarkan tergerai hanya dijepit bagian samping membuatnya semakin mempesona.

Wanita itu bernama Nayla Rahmawati, merupakan istri pertama pria yang baru saja mengikrarkan janji suci pada wanita bercadar di sampingnya.

Remasan di ujung kebayanya kian erat lalu mendadak berdiri hingga kursi plastik yang didudukinya terjatuh kebelakang. Setengah berlari keluar dari gedung untuk pergi sejauh-jauhnya.

Ia sudah tidak sanggup lagi menyaksikan rentetan acara yang akan merubah dunianya setelah ini. Entah berapa kali menabrak tamu undangan hingga tersungkur. Terdengar cacian dan makian untuknya.

Ia kembali berlari dan terus berlari keluar dari tempat itu dan pergi menjauh. Keadaanya benar-benar kacau saat ini. Entah berapa kali dia jatuh bangun tetapi, tetap tidak menyerah untuk menjauh dari sana.

Hatinya hancur tak beraturan, luluh lantak dan takkan pernah bisa pulih sekalipun ia yang menginginkannya. Apalagi saat menyaksikan suami yang teramat dicintai mengecup dahi wanita yang beberapa menit lalu resmi menjadi madunya.

Selama ini ialah yang selalu berada di posisi wanita itu. Mendapatkan ribuan kecupan dari si pria setiap harinya kala mereka bersama. Dan kini? Ah, membayangkannya saja tak sanggup. Sungguh tak mampu membayangkan harus berbagi kasih sayang dan juga ranjang dengan wanita lain.

Berlari dan terus berlari tanpa tujuan. Air matanya tak henti mengalir deras. Jika itu sungai mungkin akan terjadi banjir bandang. Memang pernikahan ini ia yang menginginkannya, tetapi tidak terbayang akan sesakit ini.

Ternyata kenyataan jauh lebih menyakitkan dari yang dikhayalkan. Hidup berdampingan bersama adik madu tanpa cemburu. Bersama mengarungi lautan dengan satu kapal dan nahkoda yang sama.

Dari jauh hari ia telah menyiapkan mental untuk hari ini sayangnya tetap tergores perih dan berdarah. Teringat seminggu yang lalu Burhan memohon untuk membatalkan pernikahan yang sama sekali tidak harus terjadi.

“Tidak bisakah dibatalkan saja, dik. Abang tidak bisa, abang tidak bisa melihatmu sakit hati,” ujar Burhan memelas berharap Nana merubah keinginan gilanya.

Mereka duduk di balkon menunggu waktu magrib. Ditemani secangkir teh hangat dan nastar buatan Nana sebagai cemilan.

“Tidak Bang, Abang harus menikahi Bella,” balas Nana penuh penekanan diikuti tatapan tajam yang kerap membuat Burhan tak mampu membantah lagi

.

“Lupakan Abang yang tidak menyukai Bella. Abang takut kau terluka, Dik,” bujuk Burhan mengusap pucuk kepala wanita yang telah mendampinginya hampir sewindu. Jantungnya berdegup sangat kencang.

“Tidak,” bentak Nana menepis tangan Burhan yang terus mengusap rambut hitam tebalnya.

“Sayang … Kamu berani meninggikan suara pada suamimu ini, Dik. Atas ambisi gilamu itu.” Burhan sedikit menaikan nada suaranya.

“Aku ingin anak, Bang." Nana menundukan wajahnya netranya menatap lantai. Matanya mulai berembun, tidak pernah mendengar nada suara Burhan meninggi membuat hatinya iba.

“Tapi tidak seperti ini caranya, Dik," ujar Burhan pelan tahu istrinya tengah ketakutan karna bentakannya.

“Tidak ada jalan lain. Aku tidak bisa hamil, Bang. Aku tak memiliki rahim dan sampai kapan pun tak akan pernah ada janin yang tumbuh dalam diri ini.” Nana mulai terisak.

“Tapi Abang tidak butuh anak. Kita bisa terus bersama itu sudah cukup, Dik." kedua tangannya mengusap bahu sang istri.

“Aku selalu memimpikan tangis bayi di rumah ini, Bang. Rumah ini terlalu sunyi" Nana berhambur dalam dekapan Burhan tangisnya semakin terdengar.

“Kita adopsi anak saja." Burhan mengusap punggung nana. Ia juga bersedih tetapi, tidak bisa untuk meneteskan air mata.

“Aku mau anak itu dari benihmu. Dia akan jadi anak yang paling beruntung karena memiliki dua orang ibu." Nana mendongakan wajahnya menatap tajam mata elang milik sang suami.

“Kamu wanita, ini sangat tidak mudah. Abang takut menjadi bumerang untuk rumah tangga kita." Burhan mengalihkan pandangan sungguh dia tidak sanggup terlalu lama beradu pandang dengan wanita yang rela menerimanya yang miskin.

Wanita yang mengangkatnya dari kubangan lumpur lalu menjadikannya permata. Burhan tidak lupa siapa dirinya dulu, walau kini bergelimangan harga. Ia tetaplah Burhan yang hanya buruh panen di kebun milik mendiang orang tua Nana.

“Kita sudah membahas hal ini jauh hari. Dan, Abang setuju. Lalu sekarang mengapa berubah pikiran. Lakukan demi cintamu padaku, Bang,” tukas Nana berlalu masuk ke kamar melemparkan tubuh langsingnya keranjang.

“Aku laki-laki, Dik. Cepat atau lambat meski tanpa cinta pasti akan terbiasa dengan hadirnya wanita lain diantara kita. Tapi Aku tidak yakin dengan hatimu. Selama ini saja kau selalu cemburu melihat aku dekat dengan wanita lain. Padahal hanya sebatas teman,” batin Burhan menggelengkan kepala.

Bagi Burhan permintaan Nana sangat konyol. Saat wanita diluar sana membenci poligami, Nana justru menginginkan.

Setahun terakhir Nana terus menodong untuk menikah lagi, tetapi selalu ditolaknya dengan berbagai alasan, mengulur waktu dan secara halus menghindar. Rasa cinta yang begitu besar sama sekali tidak mempermasalahkan kondisi Nana yang tak memiliki rahim.

Sengaja mendirikan panti asuhan sebagai pelarian saat Nana kesepian. Berharap dengan berada diantara anak panti akan melupakan keinginan memiliki anak. Sayangnya Nana tetaplah Nana, yang keras kepala, setiap kehendaknya harus terwujud.

Berbagai upaya Burhan menggagalkan ambisi Nana sia-sia belaka dan hari ini puncaknya. Keinginan Nana menjadi kenyataan.

Ck, Nana berdecak lalu mengusap kasar wajahnya. Duduk di halte menjadi pilihan karena lelah berlari. Ia tidak dapat lagi menangis meski masih ingin menangis untuk mengurangi beban yang menghimpit.

Jemari lentiknya meraih gawai dalam tas selempang kesayangan. yang dibeli seharga seratus lima puluh ribu. Meski kaya raya ia bukanlah pecinta barang-barang branded.

Baginya sangat tidak bermanfaat, lebih baik uangnya disedekahkan kepada orang yang membutuhkan. Menjadi bermanfaat untuk orang lain adalah kebiasaannya.

Diusapnya layar lima koma lima inci itu yang bagian belakangnya terpampang tulisan yang seperti orang Jawa bertanya. Jam menunjukan pukul setengah dua artinya sudah dua jam meninggalkan tempat itu.

Hatinya bertanya-tanya apakah suaminya menyadari keberadaannya atau justru sibuk dengan Bella sang istri muda. Nana memukul kepala yang berpikir bodoh. Sudah pasti suaminya sangat mengkhawatir terbukti ada puluhan chat dan panggilan dari nomor sang suami.

Dengan menekan tombol off, sementara gawainya dipensiunkan. Masih belum siap untuk berbicara dengan siapapun.

“Aku hanya butuh waktu untuk mengobati luka hati ini dan saat luka ini sembuh dan mengering maka aku akan kembali ke tengah-tengah kalian.” Monolognya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang tampak sempurna, menyimpan luka batin akibat pengkhianatan Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru menikahi kakak tirinya sendiri, menghancurkan kepercayaan Aluna pada cinta. Kini ia hanya menginginkan seorang anak tanpa keterikatan emosional dengan pria. Mengandalkan kekayaan melimpah, Aluna menggelar sayembara mencari donor bibit unggul demi melahirkan pewaris. Ia pun berhasil menjadi ibu dari tiga anak tanpa harus jatuh cinta lagi.
Sampul Novel Dinikahi Suami Majikan
9.6
Kehidupan Laili berubah drastis saat ia terpaksa melepas masa mudanya demi sebuah ikatan pernikahan yang tak terduga. Sosok pria berambut putih yang selama ini ia hormati sebagai majikan dan dipanggil 'Tuan', kini telah sah menjadi suaminya melalui akad secara agama. Tanpa pernah membayangkan nasib ini sebelumnya, Laili kini harus menjalani realita baru sebagai istri dari pria yang dulu ia layani, membawa konflik batin di tengah status sosial mereka.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel Kebohongan Manis Sang Tunangan Setia
9.7
Menjelang pernikahan, Habib meminta Lea merelakannya menghamili Hanan, adik angkatnya yang sakit, demi balas budi. Namun, Lea menemukan bukti bahwa Hanan sudah hamil dua bulan. Saat dikonfrontasi, Hanan memfitnah Lea hingga Habib memaki Lea dengan kasar. Kecewa karena cintanya dikhianati demi menutupi skandal, Lea membatalkan pernikahan mereka. Ia memilih pergi ke Singapura untuk memulai hidup baru dan meninggalkan tunangannya yang penuh dusta.
Sampul Novel Mr. Quick
8.4
Bunga Humaira melarikan diri ke luar negeri demi menyembuhkan luka hati setelah kegagalan pernikahannya. Namun, harapan untuk memulai hidup baru yang tenang justru terusik oleh kehadiran Afrain Derson. Pria kaya dan mapan itu muncul dengan kepribadian serba cepat yang sangat memaksa. Meski Bunga merasa tertekan oleh sikap impulsif Afrain, sang miliarder tetap berkeras bahwa dirinya adalah pasangan sempurna yang tidak pantas untuk ditolak oleh Bunga.
Sampul Novel PASSIONATE CEO WITH TROUBLEMAKER SECRETARY
8.4
Briyan adalah seorang CEO berusia 35 tahun dengan sisi mesum yang menyimpan perasaan mendalam pada sekretarisnya sendiri, Sessyl. Namun, ambisinya terhalang oleh kenyataan pahit bahwa Sessyl telah memiliki kekasih. Di tengah dinamika kerja yang intens, sang miliarder berusaha keras memenangkan hati sang sekretaris. Akankah Briyan berhasil merebut Sessyl dari pelukan pasangannya dan menjadikannya miliknya sepenuhnya dalam balutan romansa kantor yang rumit ini?