Sampul Novel Istri Kakakku Selalu Menangis

Istri Kakakku Selalu Menangis

8.2 / 10.0
Dalam mystery story Istri Kakakku Selalu Menangis, terbongkar rahasia kelam di balik tangisan Mbak Rena. Temuan test pack dan kecelakaan misterius menjadi kunci penyelidikan dalam modern novel ini. Ikuti pengungkapan fakta mengejutkan saat membaca fiction books penuh teka-teki ini.
Ringkasan Istri Kakakku Selalu Menangis
Kejanggalan menyelimuti pernikahan Kak Heru dan Mbak Rena, memicu kecurigaan mendalam dalam benakku. Mengapa Mbak Rena terus-menerus meneteskan air mata? Berbagai petunjuk aneh mulai bermunculan, mulai dari insiden kecelakaan misterius di depan toko beras hingga penemuan kantong plastik berisi tumpukan test pack. Aku bertekad menelusuri setiap kepingan rahasia ini demi mengungkap kebenaran kelam yang sebenarnya terjadi di balik pintu rumah mereka.
Baca Selengkapnya

Istri Kakakku Selalu Menangis Bab 1

Istri Kakakku Selalu Menangis

Suara dentuman dari besi-besi jalanan memekakkan telinga secara mendadak. Hampir membuat jantung terlonjak keluar dari tempatnya. Semua orang kaget luar biasa.

“Punguti usus dan organ tubuh lainnya! Cepat! Sebelum ada kendaraan yang menggilas,” ucap salah satu warga.

“Ambil daun pisang atau kain bekas untuk menutupi tubuhnya!”

“Sementara, hentikan dulu kendaraan yang hendak melintas!”

Terjadi kecelakaan tepat di depan toko beras milik Kak Heru. Tempat ini berlokasi di tikungan layaknya huruf S, wajar saja sering terjadi kecelakaan. Lokasi yang tak pantas digunakan untuk membawa kendaraan ngebut. Aku bergidik ngeri.

Kecelakaan tunggal itu telah membuat seorang wanita pengendara sepeda motor tewas di tempat. Ia menabrak pagar besi pembatas depan toko beras. Kondisinya mengenaskan. Cepat-cepat orang menyiram darah yang mengalir di jalanan dengan pasir. Pasir-pasir itu diangkut dengan ember dan kaleng cat.

Aku baru tadi malam tinggal di sini, setelah tamat SMA orang tuaku meminta agar Kak Heru membawa ke kota. Hal itu tentu disetujui olehnya, bahkan aku sempat ditawarkan untuk kuliah di sini. namun, kutolak karena merasa belum siap. Jadi, aku akan ikut menjaga toko beras ini.

“Kak, ada kecelakaan. Itu di sana,” ucapku pada Kak Heru yang baru keluar dari gudang beras paling belakang.

“Dah biasa terjadi di sini, Siti. Kakak sudah tak takut lagi.” Kak Heru menjawab cuek.

“Memang sering, ya?”

“Sering sekali. Sudahlahh, jangan dilihat terus. Nanti kamu takut, dah sore. Sana mandi.”

Aku hanya mengangguk. Memang benar, kalau terus melihatnya aku akan merasa takut. Apalagi meninggalnya tragis atau istilah orang kampung adalah mati basah.

“Siti,” panggilnya saat aku baru hendak membalik badan.

“Iya?”

“Kamu jangan masuk kamar sebelah gudang beras dan jangan perduli kalau Mbak Rena sering menangis. Abaikan saja,” ucapnya enteng sembari menatapku tajam.

“Kenapa?”

“Tidak usah banyak tanya, kamu masih terlalu belia untuk tahu urusan rumah tangga. Jangan membantah.”

“Hm, baiklah.” Aku menjawab sekenanya.

Saat melewati kamar Mbak Rena, tak sengaja melihat ia sedang menangis tersedu-sedu. Pintu kamar yang tak terkunci pun membebaskan pandangan mataku melihat semua secara jelas. Mengapa Mbak Rena menangis? Aku hendak masuk dan bertanya, tapi kaki ini terasa berat melangkah.

Rupanya, Mbak Rena pun melihatku yang berdiri di depan pintu. Pantulan wajahku terlihat setengah dari cermin kamarnya. Ia menoleh sembari menghapus sisa-sisa bulir bening yang keluar dari pelupuk matanya.

“Mbak kenapa menangis?” tanyaku yang sudah tertangkap basah mengintip.

“Mbak memang selalu menangis sejak menikah dengan kakakmu,” jawabnya sedih.

Mendapati jawaban demikian, aku bertambah bingung harus berkata apalagi. Kak Heru sudah memperingati agar aku tak terlalu perduli dengan Mbak Rena. Memangnya ada apa dengan pernikahan mereka? Setahuku semua tampak baik-baik saja kalau mereka pulang kampung. Sepertinya ada hal yang disembunyikan oleh mereka.

“Memangnya kenapa, Mbak?”

Lama menunggu pertanyaan itu dijawab, tapi hening. Tak sepatah kata pun keluar dari bibir Mbak Rena. Hanya terlihat dari bola matanya kalau ia sangat terluka, entah mengapa aku bisa merasakannya. Namun, aku tetap bingung hal apa yang membuat wanita cantik ini menangis. Apa dia tak bahagia?

“Ada kecelakaan di depan toko, ya?” Ia mengalihkan pembicaraan.

“Iya, Mbak. kecelakaan sampai orangnya meninggal.”

“Sudah biasa, tikungan depan sini memang tikungan maut.”

“Mbak, Siti mau nanya boleh?” Aku menatap wajahnya lekat. Mbak Rena pun mengangkat wajahnya.

Mumpung Kak Heru lagi sibuk di depan, ini kesempatan baik untuk menanyakan kamar sebelah gudang beras itu. Aku sungguh penasaran mengapa dilarang masuk sana, padahal aku sudah tahu detail tempat ini. Ya, kecuali tempat itu.

“Tadi, Kak Heru bilang kalau Siti dilarang masuk kamar sebelah gudang beras. Memangnya kenapa?”

“Oh, tak apa. Itu hanya kamar kosong, kamu jangan ke sana.”

Saat aku hendak membuka mulut untuk kembali bertanya, Mbak Rena segera berdiri dan masuk kamar mandi kamarnya. Kakinya terlihat lunglai tak bertenaga. Aku pun merasa kalau ia sengaja menghindar.

Kupasang telinga tepat di pintu kamar mandinya. Terdengar jelas kalau ia kembali menangis, kali ini isakannya terdengar lebih memilukan. Setelah itu, aku tak dapat mendengar apa-apa lagi karena ia menghidupkan air untuk menyamarkan suara tangisnya. Aneh, bukan?

***

Toko ini sekaligus dijadikan tempat tinggal. Bagian depan adalah tempat berdagang. Bagian tengah adalah rumah bagi kami dan bagian belakang adalah gudang beras. Malam ini, aku sedang tidur-tiduran di kamar karena merasa lelah. Peristiwa kecelakaan tadi sore pun masih jelas membayang, membuat energiku terasa habis. Ya, aku takut melihat darah.

“Siti, turun dulu. Saatnya kita makan malam,” kata Kak Heru sambil mengetuk pintu kamar.

“Siti belum lapar.”

“Cepat turun, kami tunggu.”

Aku beringsut pelan dari ranjang dan menuju dapur. Di sana sudah duduk berseberangan Kak Heru dan Mbak Rena. Dari tatapannya, aku dapat membaca kalau Kak Heru terlihat sedang kesal. Memangnya ada apa?

“Sini makan dulu, Siti.” Mbak Rena berusaha ceria walaupun matanya bengkak.

Kami pun makan bersama, tak banyak obrolan yang terjadi. Semuanya tampak canggung. Bahkan, seolah Kak Heru dan Mbak Rena bagai orang asing yang pertama kali bertemu. Kak Heru makan lahap sedangkan istrinya hanya makan sedikit. Ia nampak tak berselera.

“Mbak makannya dikit banget, tambah lagi, dong.” Aku berusaha memecahkan suasana kaku ini.

Mbak Rena hanya tersenyum simpul dan tak menjawab apa-apa.

“Dia memang porsi makannya segitu. Memang dikit,” jawab Kak Heru cuek.

“Mas, seharusnya kamu tahu mengapa aku jadi begini. Pura-pura tidak tahu tak akan membuatmu biasa-biasa saja!” Suara Mbak Rena meninggi seakan kecewa berat.

“Terima saja takdirmu, Rena. Bukannya sudah terbiasa?” Kak Heru menaikkan satu alisnya.

“Suami tak tahu diri! Apa kurangnya aku? Semuanya sudah kuturuti, bahkan—“ Ucapan Mbak Rena terhenti karena Kak Heru melemparkan gelasnya hingga pecah berkeping-keping.

Aku berada di antara mereka merasakan ketegangan luar biasa. Mataku naik turun dengan jantung berdegup kencang. Bingung harus berbuat apa karena sama sekali tak tahu asal muasal pertengkaran ini. Diam bak patung hidup, itulah yang kulakukan.

Mbak Rena pun kembali menangis. Air mata itu kembali berjatuhan di pipi tirusnya. Aku tak tega dan langsung memberinya tisu. Timbul niat kuat dalam hati kalau aku harus mencari tahu mengapa istri kakakku sering menangis. Pasti ada hal yang tak beres antara mereka.

Melihat Mbak Rena menangis, Kak Heru tampak tersulut emosi dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi seperti gerakan hendak menampar.

“Aww! Sakit.”

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Istri Kakakku Selalu Menangis

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta Tak Dapat, Persahabatan Pun Retak
9.5
Di New York, dua pemuda kaya raya—seorang pembalap F1 dan seorang genius finansial—telah bersahabat sejak kecil dan setia mengenakan lencana tembaga buatan Mia selama sepuluh tahun. Namun, persahabatan erat itu goyah saat Ella hadir dan merebut perhatian mereka, membuat keduanya membuang lencana Mia. Menyadari posisinya telah tergantikan, Mia memilih mundur tanpa suara. Dia menghubungi ayahnya di Sisilia untuk menerima pernikahan politik yang selama ini dihindarinya.
Sampul Novel Cinta Tak Terbalas
7.9
Demi biaya pengobatan adiknya, Raisa Putri terpaksa menikahi Rangga, pria yang tengah koma. Selama dua tahun, ia merawat Rangga dengan tulus hingga benih cinta tumbuh di hatinya. Namun, saat Rangga terbangun, kenyataan pahit menghantam. Rangga tetap terpaku pada mantan kekasihnya, Aulia, dan hanya menganggap Raisa sebagai pelayan belaka. Merasa cintanya bertepuk sebelah tangan, Raisa memilih untuk meminta cerai. Akankah Rangga menyadari kehilangan tersebut?
Sampul Novel Kasih Sayang Terselubung: Istri Sang CEO Adalah Aku
8.9
Dua tahun menjadi asisten, Evelyn terjebak kesepakatan intim dengan Brian demi biaya medis ibunya. Brian mengira Evelyn takkan pergi, namun cinta justru tumbuh di tengah pengkhianatan. Saat Evelyn menuntut cerai, rahasia besar terungkap: dia adalah istri sah Brian dari masa lalu. Kini Brian bertekad menebus dosanya dengan menyerahkan harta dan dukungan penuh. Meski Evelyn telah sukses menjadi CEO, Brian harus berjuang memenangkan hati wanita yang dulu ia remehkan.
Sampul Novel Manusia Kelabang
8.3
Legenda mengerikan tentang makhluk mistis diungkap dalam novel horor Manusia Kelabang. Prosedur penciptaan entitas ini sangat kejam: sepuluh ribu kelabang dewasa yang aktif dan tiga belas gadis suci harus dikurung bersama di dalam ruangan batu yang kedap selama bulan Agustus. Tanpa asupan makanan maupun air, mereka dibiarkan bertahan hidup selama tiga puluh hari penuh. Ketika waktu habis, seluruh serangga dan manusia di dalamnya akan melebur dan bermutasi menjadi sesosok monster yang mengerikan.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Kehidupan Ellena berubah menjadi mimpi buruk saat ayah kandungnya sendiri menjualnya demi ambisi bisnis gelap. Kini, ia terperangkap di sebuah mansion mewah milik Hogue, pria kejam dengan hasrat seksual menyimpang yang tidak segan menyiksa fisiknya. Di tengah kekejaman sang vampir yang menganggapnya tak lebih dari sekadar budak, Ellena harus menghadapi penderitaan tanpa henti. Sanggupkah ia bertahan hidup di bawah kendali pria sadis tersebut?
Sampul Novel Tahun Ketiga Setelah Kematianku
9.3
Tiga tahun lalu, seorang anggota tim ekspedisi ilmiah berbakat tewas tragis di Asantri. Dibunuh oleh kekasih gelap tunangannya, Kevin Pradana, ia kehilangan nyawa bersama janin di kandungannya setelah wajahnya dirusak dan tubuhnya dibuang ke laut. Tragisnya, Kevin justru memfitnahnya mencuri perbekalan dan menghapus namanya dari tim hingga ia dibenci semua orang. Kini, setelah tiga tahun berlalu, misteri ini mulai terkuak saat tubuhnya yang membeku akhirnya ditemukan.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan