Sampul Novel Monster Yang Bersamaku

Monster Yang Bersamaku

7.9 / 10.0
Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?

Monster Yang Bersamaku Bab 1

Rein menatap jendela kamarnya yang berembun. Hujan di luar cukup deras mata bulatnya menatap lurus pada dahan pinus yang diguyur air dari langit. Cangkir teh di genggamannya sudah mulai berkurang kehangatannya. Ia mendesah pelan. Bibir tipisnya mengulas senyum pahit meski terasa sedikit nyeri di sudut bibirnya.

Memar di sudut bibirnya pelipis dan beberapa di bagian lengan masih tampak. Matanya semakin nanar memandang jauh ke arah danau kecil di belakang rumahnya. Masih teringat jelas pergulatan keras antara ia dan Hary suaminya yang seorang baji**an.

Selama ini Rein kalah oleh Hary baik fisik dan psikis terjajah dengan semaunya laki-laki durjana yang hanya menginginkan tubuh Rein dan harta warisan orang tua perempuan malang itu. Entah setan apa yang berpihak pada Rein, saat malam lalu Hary yang pulang dalam keadaan mabuk memaksa Rein untuk melayaninya. Rein menolak hingga membuat Hary naik pitam jemari Hary dengan kokohnya menjambak rambut Rein dan menyeretnya tanpa ampun. Ia merobek pakaian Rein hingga nyaris tak tersisa seolah mendapat kekuatan mendadak Rein melawan dengan segenap tenaga.

Rein kuat sangat kuat hingga mampu membuat Hary tak sadarkan diri. Masih dengan kekuatan yang sama Rein menyeret tubuh Hary ke danau kecil di belakang rumah mereka di tengah malam buta dan hujan yang deras. Tak lupa perempuan yang hilang akal jernihnya itu memberikan pemberat pada tubuh Hary agar tetap tenggelam di dalam kepekatan danau. Tanpa emosi tanpa air mata dan tanpa raungan Hary habis malam itu.

Sudah hari kedua hujan masih turun Rein tak bisa menyaksikan senja dengan cahaya oranye yang temaram. Senja kali ini basah dan sunyi ia kini merdeka dari Hary. Namun, ada sesak yang tersisa ia akan tetap sendiri meski kelak jodohnya kan terganti bila ada. Rahimnya sudah tidak ada hancur bersama janinnya akibat tendangan kaki Hary dua tahun lalu. Mata Rein basah ia menyesap tegukan terakhir tehnya. Lalu meletakkan cangkir dan meraih ponselnya. Ia menatap nama kontak seorang kawan lamanya. Letnan Adrian. Ia pun menelpon pria itu dan tersambung.

“Halo Rein apa kabar? Tumben kamu nelpon?” suara ramah Adrian terdengar senang dengan telpon Rein.

“Adrian... aku sudah membunuh Hary.” Suara Rein lembut dan tenang.

Adrian sangat terkejut dan terdiam cukup lama. Ingatannya terbang jauh pada sosok Rein yang lembut dan ceria. Mereka bersahabat sejak SMP hingga SMU dan terpisah ketika keluarga Rein pindah ke kota lain sementara Adrian memutuskan untuk menjadi seorang polisi. Mereka bertemu kembali saat reuni akbar SMU mereka.

Adrian berpikir jika ia masih punya peluang terhadap Rein untuk menjadi kekasihnya tapi salah saat itu Rein yang semakin cantik justru datang dengan tunangannya Hary. Adrian gelisah instingnya mengatakan jika ada yang disembunyikan Hary dengan perlakuannya bak ratu kepada Rein. Semua temannya mengatakan jika mereka serasi dan tampak berbahagia tapi tidak dengan Adrian hati kecilnya mengatakan jika…

"Adrian… kau masih disana?" Suara serak Rein mengaburkan ingatan Adrian. Pria tegap itu resah jika benar Rein sudah menghilangkan nyawa Adrian.

"Iya Rein share lokasi kamu yaa aku kesana sekarang."

Adrian terduduk di kursinya, ia seperti tak percaya dan mungkin tak akan pernah bisa percaya jika Rein melakukan suatu pembunuhan. Bahkan seekor semut pun Rein tak akan menginjaknya dengan sengaja terlebih ini nyawa manusia, suaminya sendiri. Di sudut hati Adrian yang lain malah bersemu karena rindu yang lama ia kunci justru tiba-tiba hadir menyeruak di segenap rongga dadanya. Ia rindu pada sosok manja yang sering bergelayut di lengannya.

Tawa yang renyah dan celotehnya yang nyaris tak pernah kehabisan kata. Lalu mengapa Rein tak pernah bisa melihat cinta di mata Adrian? Mengapa Rein tak pernah gugup saat ia bersandar pada bahu Adrian sementara butuh perjuangan bagi Adrian untuk menenangkan jantungnya? Adrian menyugar rambutnya dengan gusar, meski ingin sesekali menelpon Rein ia tak sanggup melakukan itu. Cemburu, kecewa dan patah hati masih bersatu mengunci jarak yang Adrian ciptakan.

Lalu sekarang... Rein membunuh Hary? Apa Rein sudah gila atau memang Hary pantas untuk itu? Ia pun berdiri mencari kunci mobil dan memutuskan untuk melihat Rein namun tidak sebagai polisi tapi sebagai Adrian yang dulu sebagai pahlawan Rein.

Mesin mobil terdengar dimatikan dan langkah-langkah berat menyusul hingga ke dalam rumah. Pintu terbuka lebar dan sesekali Adrian memanggil nama Rein. Sunyi. Adrian tampak semakin gusar ketika tiba di ruang tengah semua tampak kacau, pecahan kaca, meja yang terbalik barang-barang yang berserak dan ceceran darah….

"Rein… kamu dimana?" Mata Adrian mengawasi setiap sudut rumah dan pelan-pelan melangkah menyusuri tiap bagian rumah dan berharap menemukan Rein tanpa luka. Kaki Adrian sudah tiba di beranda halaman belakang, pemandangannya begitu indah dengan danau kecil tak jauh dari rumah Rein.

"Adrian…," suara Rein tanpa semangat memanggil nama sahabatnya itu. Ia sedang bersandar pada tiang di sudut beranda. Adrian sedikit terkejut mendengar namanya dipanggil. Rein masih membelakanginya dengan perlahan tangan Adrian terjulur ke bahu Rein dan memutar bahu Rein hingga berbalik menghadap Adrian. Mata Rein basah juga pipinya karena air mata yang tiba-tiba deras meluncur dari mata coklat Rein.

Adrian menghela nafas berat melihat memar-memar di wajah Rein dan seketika itu juga memeluk Rein dengan hangat. Kesedihan dan kerinduan mengaduk dada Adrian ia mengelus kepala Rein dengan lembut. Tangis Rein pecah ia sudah tak ingat lagi kapan terakhir Hary memeluknya penuh kasih seperti yang dilakukan Adrian saat ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Monster Yang Bersamaku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan mobil, punggungku hancur oleh luka bakar. Selama empat tahun masa komanya, aku setia merawatnya. Namun setelah sadar, ia justru menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat aku diserang preman. Baginya, aku hanyalah beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi dan meninggalkan segalanya menuju bandara.
Sampul Novel Godaan Liar Sang Ustazah
8.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca 21 tahun ke atas ini mengeksplorasi sisi tersembunyi kehidupan yang jarang terungkap. Di balik topeng kesucian, tersimpan luka, dilema, dan kerinduan yang kompleks. Melalui narasi yang realistis dan eksplisit, pembaca diajak merefleksikan jati diri di tengah kegelapan demi menemukan titik cahaya. Sebuah hiburan penuh makna tentang pencarian makna hidup dan cinta yang tidak selamanya berjalan lurus, memberikan perspektif baru bagi pembacanya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Penyesalan mendalam menghantui setelah perpisahan yang tak terelakkan terjadi. Kesadaran yang datang terlambat hanya menyisakan duka, karena tangisan tak mampu mengubah kenyataan. Kehadiran sosokmu sebelumnya telah memberi warna dan mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski mengenalmu membawa rasa sakit dan kesedihan, di sana pula kutemukan kebahagiaan sejati. Kini, andai waktu bisa diputar kembali, aku hanya ingin mengulang setiap detik bersamamu.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel Satu Malam Bersama Calon Besan
8.5
Pasca lama menjanda, Mira melakukan kekeliruan fatal akibat pengaruh alkohol saat merayakan ulang tahun. Ia menghabiskan malam yang penuh gairah dengan Rendi, lalu pergi begitu saja tanpa melihat wajah pria tersebut. Mira berupaya melupakan momen intim itu, namun segalanya berubah saat ia bertemu calon besannya. Ternyata, ayah dari calon menantunya adalah Rendi. Kini mereka terjebak antara menghapus memori tersebut atau justru lanjut berselingkuh di belakang anak mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan