Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Introvert Japanesegirl

Introvert Japanesegirl

Yoshida Yui, gadis blasteran Jepang-Indonesia yang pendiam, menarik perhatian di sekolah elit Jakarta karena poni panjangnya yang menutupi mata. Penampilannya yang misterius membuat Andre, sang ketua kelas populer, merasa penasaran. Namun, ketertarikan Andre memicu kecemburuan Rara, sahabatnya yang judes. Konflik semakin rumit saat Takeru Ryota, teman masa kecil Yui dari luar negeri, datang ke Indonesia demi mengejar cintanya. Persaingan pun pecah di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hari ini gadis asal Jepang bernama Yoshida Yui, sebut saja Yui, akan pindah sekolah di SMA ternama dan elit di daerah Jakarta yaitu SMA Tarumajaya. Ya, SMA yang hanya orang-orang kaya yang bisa masuk kesana. Yui si gadis blasteran Jepang-Indo merupakan gadis dari orang kaya. Ayahnya, Yoshida Kenichi yang berasal dari Jepang bekerja di perusahaan game terkenal di Jepang, yang kantornya juga berpusat di Jakarta. Kebetulan ayahnya dipindah tugaskan ke Jakarta. Tentu saja membuat Yui kaget dan frustasi, karena dia pun baru saja mendapat teman akrab selama kurang lebih 2 tahun di sekolah lamanya. Sulit sekali bagi Yui untuk beradaptasi, karena ia adalah gadis yang sangat pendiam, pemalu, dan susah bersosialisasi.

Hari pertamanya sekolah, membuat Yui belum siap untuk menghadapi teman-teman barunya. Bagaimana tidak, Yui baru saja belajar bahasa Indonesia dengan ibunya, yang berasal dari Indonesia selama sebulan penuh. Tentu saja belum lancar sepenuhnya. Masih canggung, kaku, dan masih terbata-bata. Sering sekali Yui selalu keceplosan memakai bahasa Jepang. Ayahnya pun juga sering keceplosan untuk mengajak Yui mengobrol dengan bahasa Jepang. Tentu saja membuat Imelda, yang merupakan ibu Yui kesal.

“Pa, jangan ajak Yui ngobrol pakai bahasa Jepang!” teriak ibu Yui di dapur yang mendengar mereka mengobrol. Sontak mereka pun berhenti mengobrol, karena takut Imelda marah.

“Mama, aku berangkat ya!” ucap Yui menghampiri ibunya yang sedang mencuci piring di dapur dan mencium kedua pipi ibunya.

“Ma, aku berangkat juga!” ucap ayahnya menyusul sambil mencium kening ibunya.

“Hati-hati ya, kalian! Yui semoga kamu betah ya, di sekolah!” ucap ibunya sambil memperlihatkan sikap khawatir dengan putri satu-satunya itu.

“Doakan Yui, Ma!” balas Yui pun khawatir. Ibunya tersenyum dan mengangguk sambil mengusap kepala Yui.

Yui diantar oleh ayahnya untuk pergi ke sekolah pertama kalinya. Setelah sampai di sekolah, Yui membuka mobil pelan dan berpamitan dengan ayahnya. “Arigatou, Papa!” ucap Yui berterima kasih sambil melambaikan tangan ke ayahnya. Yui pun sampai di depan gerbang sekolah. Terasa asing bagi Yui, karena mereka memakai bahasa Indonesia yang Yui pun agak kurang mengerti bahasanya. Ya, bahasa gaul Jakarta yang Yui belum pernah mendengar dari ibunya langsung.

Berjalan pelan Yui memasuki gerbang sekolahnya. Yui memandangi sekolahnya yang begitu besar. Yui terpukau. Tapi saat Yui memandang ke atas gedung, pandangan Yui agak terhalangi oleh poninya yang begitu panjang hampir menutupi seluruh area matanya dengan rambutnya yang lurus tergerai panjang. Namun, Yui nyaman dengan hal itu,. Karena dengan begitu, orang-orang tidak akan menyoroti dia dan mengabaikannya, karena ia sangat pemalu.

~~

Yui sangat gugup dan tidak tahu harus berkata apa nanti saat berkenalan dengan teman-teman di kelasnya. Akhirnya waktu itu telah tiba. Wali kelas Yui, ibu Raisya akan memanggil Yui masuk ke dalam kelas untuk memperkenalkan diri. Yui gemetar untuk masuk ke kelas pertama kalinya, karena ia pasti akan disambut oleh teman-teman di kelasnya.

“Anak-anak, ibu punya pengumuman untuk kalian!” ucap ibu Raisya sambil memberi perhatian ke murid-muridnya dan berdiri di tengah kelas sambil memegang meja murid yang berada di tengah. Anak-anak pun mulai memperhatikannya.

“Kalian akan kedatangan murid baru dari Jepang,”

“Waw!” kata salah satu murid laki-laki yang duduk di pojok paling belakang, Dika namanya.

“Baik, Yui silahkan masuk!”

Yui pun masuk dengan agak gugup dan badan sedikit membungkuk. Dengan rambut yang panjang tergerai sebagian ke depan dan poni yang menutupi hampir seluruh area matanya. Membuat murid-murid pun memandanginya semakin aneh. “Eh, anjrit Sadako!” celetuk salah satu murid perempuan yang duduk di barisan paling depan, Bella namanya. “Ssst…,” tegur Irish sambil menendang kursi Bella yang saat itu duduk di belakang Bella. Yui pun sempat mendengarnya, tapi bagi Yui itu tidak jadi masalah, karena dia pun sempat menerima panggilan ejekan itu dari teman-teman sekolahnya dulu.

“Baik, silahkan perkenalkan diri kamu!”

Dengan gugup Yui pun memulai perkenalan. “Ha-halo namaku Yo-shida Yui, panggil saja a-ku Yui. Se-moga kalian b-bisa menerimaku dan kita me-menjadi t-teman baik, terima kasih!” ucap Yui sambil terbata-bata, tertunduk, dan menggenggam tangan dinginnya karena gemetar.

“Oke, semoga kamu betah ya, di sekolah ini!” ucap ibu Raisya sambil memegang pundak Yui. “Baik, kamu bisa duduk di sebelah situ!” ucap bu Raisya sambil menunjuk bangku yang kosong, tepat di sebelah pintu jendela nomor dua dari belakang. Yui pun segera menuju bangku itu.

Yui bersyukur karena dia sangat suka sekali duduk di bangku sebelah jendela, karena dia bisa melihat keluar dan merasakan hembusan angin yang sepoi-sepoi. Jendela memang tidak terbuka begitu lebar, tetapi angin di luar lumayan sejuk. Membuat poninya tersingkap dan sebagian rambutnya berterbangan.

Andre Nicholas merupakan ketua kelas, cowok tertampan, popular, supel, dan pintar di sekolah. Ia duduk di bangku depan nomor dua dekat dengan tembok. Ia tidak sengaja melihat Yui dengan poni tersingkapnya itu. Membuat Andre terpana dan kaget. Dengan angin yang sepoi-sepoi itu Andre bisa melihat seluruh wajah gadis Jepang itu. Manis…

~~

“Kringggggg…!” bel sekolah berbunyi tanda istirahat.

“Baik, anak-anak waktunya istirahat, ibu lanjutkan pelajaran biologi ini besok. Tugas yang belum selesai bisa dikerjakan di rumah, tetapi besok kalian harus wajib mengumpulkannya!” perintah ibu Raisya.

Anak-anak di kelas XII-IPA 1 itu segera keluar menuju ke kantin untuk makan siang yang sudah disediakan gratis dari sekolah. Rara, Irish, dan Bella yang merupakan satu geng cewek yang selalu bareng bertiga kemanapun mereka pergi, segera keluar seolah tidak mau kehabisan makan gratis di sekolahnya. Maklum, makanan gratis yang disediakan di sekolah SMA Tarumajaya selalu hampir habis jika telat. Walaupun gratis, menu-menu yang disediakan enak-enak.

Saat itu Andre melihat Yui masih diam duduk di bangku, ia pun mulai membuka pembicaraan. “Gak ke kantin? Setiap hari ada makan gratis, loh!” Andre tersenyum sambil menoleh ke arah Yui. Yui pun menoleh ke arah Andre sambil tertunduk malu. Tiba-tiba Dika yang duduk di belakang menghampiri meja Andre sambil menggandeng tangan Andre,”Yuk, Ndre, ke kantin, gue laper!” Andre pun segera bangkit dari bangkunya.

Kelas pun sepi, tinggal Yui sendiri. Yui pun segera bangkit dari bangku untuk menuju ke kantin sekolah. Yui bingung sambil mencari-cari kantin sekolah, karena tidak ada yang mengajaknya ke kantin. Bagaimana tidak, mengajaknya berkenalan pun tidak ada.

Setelah hampir 10 menit Yui memutari gedung sekolah, akhirnya ketemu juga. Yui segera mengambil nampan, piring, dan sendok. Yui bersyukur lauk pauk masih tersisa. Setelah mengambil lauk pauk, Yui pun segera duduk di bangku meja paling pojok dan sepi. Irish yang merupakan geng dari Rara dan Bella tidak sengaja melihatnya.

“Eh, lihat tuh anak Jepang, kasian banget nggak sih, duduk sendirian. Kita temenin, yuk!” Irish melihat Yui sambil menunjuk dengan matanya, sehingga membuat Rara dan Bella ikut menoleh.

Rara menghela nafas sambil menggelengkan kepala seakan tidak mau Yui ikut bergabung. Rara adalah murid terpintar setelah Andre, teman kecil Andre, dia cantik, tetapi merupakan tipikal orang yang cuek, judes, dan tidak suka basa-basi dengan orang-orang pendiam, menurutnya jadi seperti awkward.

Andre dan Dika yang dari tadi duduk di depan mereka juga melihat ke arah Yui yang makan dan duduk sendirian. Tetapi mau bagaimana lagi, Rara yang judes tidak mau mengajaknya bergabung, nanti malah jadi konflik dan nggak nafsu makan. Maklum si Rara emang moody-an orangnya. Kalau ada yang membuat dia merasa terganggu, dia jadi nggak mood. Akhirnya mau tidak mau mereka berempat menuruti Rara.

“Dik, besok kan hari minggu, nanti malam kita jalan-jalan yuk ke mal, ngopi-ngopi kita di Star Coffee kaya biasa, jadi pake mobil loe, deh!” ajak Bella bersemangat sambil merayu Dika sedikit.

“Sama loe doang?” kata Dika dengan mengkerutkan alisnya.

”Ih, apaan, sih! Ya, ngga lah kita berlima!”

“Oke, atur aja!” ucap Dika dengan santainya.

“Oke, gue ngikut juga!” ucap Andre dengan wajah setuju, diikuti Irish dan Rara.

“Jam 7 ya, harus pada ngumpul di rumah gue!” ucap Bella dengan senangnya.

~~

Hari sudah menunjukkan pukul 11.00 waktunya sekolah SMA Tarumajaya untuk pulang. Hari Sabtu memang mereka melakukan kegiatan sekolah hanya sebentar. Seperti biasa, Irish dan Bella nebeng ke mobil Dika, karena arah jalan mereka searah. Rara dijemput supirnya, sedangkan Andre lebih suka ke sekolah naik motor gedenya. Tetapi motor Andre hari itu sedang dipakai oleh adiknya, alasannya untuk pedekate dengan teman sekelasnya.

Berbeda dengan Yui, yang tadi pagi diantar oleh ayahnya dengan mobil, lebih memilih pulang jalan kaki, karena dari semenjak Yui sekolah di Jepang, Yui sudah terbiasa jalan kaki. Selain membuat sehat, Yui bisa melihat jalanan dan pemandangan sekitar dengan santai.

“Ndre, yuk, nebeng!” ucap Dika menawari dengan membuka kaca jendela mobilnya sambil klakson Andre yang menunggu busway di seberang sekolah, karena kebetulan geng mereka Andre, Dika, Rara, Irish, dan Bella memang searah, cuma si Andre dan Rara memang suka pulang masing-masing. Rara juga rumahnya satu komplek dengan Andre, dibilang kenapa nggak bareng sama Andre? Karena Rara nggak suka naik motor gede, ribet dan pegal katanya.

“Gak usah Dik, loe duluan aja! Gue naik busway,” kata Andre.

“Oke, kita duluan, ya!” ucap Dika pamitan dan mulai menutup kaca jendela mobilnya, diiringi Irish dan Bella yang melambai-lambai ke Andre.

Busway pun datang, Andre segera bergegas untuk naik. Andre duduk di bangku paling belakang dekat jendela kaca busway. Hari mulai rintik-rintik sepertinya akan hujan. Yui yang tadinya berjalan sambil menikmati dengan santai pun panik, karena dia lupa tidak membawa payung. Biasanya dia selalu sedia setiap mau berangkat ke sekolah pada waktu di Jepang. Tetapi, hari pertamanya sekolah di Jakarta, dia lupa membawanya. Andre yang sedang melihat-lihat jalanan tidak sengaja melihat Yui lari karena kehujanan. Andre reflek ingin memanggil Yui, tetapi posisi dia sedang di dalam busway, sehingga diurungkan niatnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu
8.2
Dengan tangan gemetar dan mata terpejam, Scarlett mencoba meraih celana yang dikenakan Ethan. Namun, suasana seketika pecah saat Scarlett berteriak kaget karena tak sengaja menyentuh sesuatu yang terasa sangat keras. Ethan pun tersentak mendengar jeritan nyaring yang memekakkan telinga tersebut. Dengan wajah yang merona merah karena malu sekaligus dilingkupi rasa takut, Scarlett menunjuk ke arah benda itu untuk menjelaskan penyebab kepanikannya yang tiba-tiba.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Uang belanja sebesar lima juta rupiah setiap bulan menjadi akar permasalahan yang terus memicu perselisihan antara aku dan suamiku. Pertengkaran demi pertengkaran tak terelakkan karena nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup kami. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suamiku yang tetap teguh memberikan jatah bulanan yang sangat terbatas itu tanpa mempertimbangkan realita yang ada dalam rumah tangga kami.
Sampul Novel FORBIDDEN INLAWS
9.1
Bagi Alexys, dicintai sepenuh hati adalah impian terbesar. Namun, ia tak menyangka bahwa sosok yang memendam perasaan mendalam padanya justru sang kakak ipar sendiri. Selama ini, Alexys mengira hidupnya akan berjalan normal setelah pernikahan kakaknya, tanpa menyadari ada sepasang mata yang terus mengawasinya. Saat rahasia terlarang ini mulai terkuak, akankah Alexys menyadarinya? Bagaimana nasib hubungan mereka jika Alexys ternyata memiliki rasa yang sama?
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Hana lelah menghadapi perselingkuhan Devan yang terus berulang meski telah berkali-kali dimaafkan. Setelah delapan tahun bersabar, ia akhirnya memilih bercerai. Di tengah luka, hadir Rama, pewaris Abimana Group yang saleh, sebagai oase ketenangan. Namun, cinta mereka terhalang status Hana sebagai janda dua anak dan hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah Rama diterima oleh anak-anak Hana, atau justru Devan kembali mengejar mantan istrinya yang dulu ia khianati?
Sampul Novel Mendarat di Hatimu yang Retak
8.4
Liora Anindya mencintai angkasa, namun bagi Arlo Dirgantara, langit hanyalah memori pahit pengkhianatan. Sepuluh tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Arlo yang dulu hangat kini berubah dingin akibat luka masa lalu dari mantan tunangannya, seorang pramugari. Kehadiran Liora sebagai pramugari memicu trauma mendalam bagi Arlo. Di antara kenangan manis masa kecil dan kebencian pada seragam Liora, mampukah cinta menyembuhkan hati Arlo yang telah retak?
Sampul Novel Merebut Jodoh
9.0
Vanya terjebak dalam pernikahan paksa dengan Purnomo, pria yang jauh lebih tua darinya, demi memuaskan ambisi egois orang tuanya. Hubungan tanpa cinta ini pun berada di ambang kehancuran sejak awal. Namun, harapan muncul melalui kehadiran Anthony. Pria ini telah lama memendam perasaan mendalam untuk Vanya. Dengan tekad yang membara, Anthony berjuang gigih demi merebut kembali wanita pujaannya dan menyelamatkannya dari belenggu takdir yang kelam.