Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel IntroGirl & EkstroBoy

IntroGirl & EkstroBoy

Kehidupan tenang Meira di SMA mendadak terusik oleh kehadiran Deon, cowok tengil yang kerap mengganggunya. Meski awalnya sering berselisih, Meira mulai melihat sisi lain Deon yang perlahan mewarnai harinya dan menjadi penyemangat utama. Begitu pun sebaliknya, Meira berhasil meluluhkan hati Deon Arkayuda. Namun, saat perasaan makin dalam, semesta menghadirkan skenario tak terduga. Walau raga tak lagi bersama, cinta abadi mereka membuktikan bahwa perbedaan justru saling melengkapi.
Bab
Bagikan

Bab 2

Proses belajar mengajar tahun ajaran baru dimulai, dimana banyak wajah-wajah baru di SMA Paffela. Siswa siswi junior saling berkenalan satu sama lain.

Tapi tidak dengan gadis dingin tak tersentuh itu. Namanya Meira Arkayyana, cewek introvert yang tak pandai bergaul. Sejak pertama masuk sekolah ia tak mempunyai teman satu pun. Hingga pertama kali masuk kelas ia memilih duduk sendiri di bangku pojok belakang. Keadaan seperti ini tidak membuat Meira kesepian. Dengan begini, ia merasa tenang. Tak ada pengganggu, pikirnya.

Beberapa menit kemudian bel masuk berbunyi. Semua siswa siswi masuk ke kelas dan duduk di bangku masing-masing.

Dubrakkk

Dorongan pintu yg keras menyita perhatian seisi kelas. Mata mereka berpusat pada cowok di depan pintu yang memasang wajah tanpa dosanya. Namanya Deon Arkayuda, cowok ekstrovert yg tidak bisa diam, usil, dan petakilan. Deon sengaja mencuri perhatian dengan membanting pintu kelas.

"Apa lo semua liat-liat?Terpesona heh!" Deon berucap dengan songongnya. Semua memandang sinis ke arahnya.

"Songong banget sih, untung ganteng. Kalo gak udah gue ulek lu," ucap Kate

Dengan pdnya Deon menjawab ,"emang ganteng," semua yang ada disana menyorakinya. Deon ini percaya dirinya sudah overload ternyata.

Pemuda itu mengangkat bahunya acuh, resiko jadi orang ganteng tuh dimana-mana pasti jadi pusat perhatian. Matanya menyusuri kelas mencari tempat yang kosong.

Deon mendengus, semua bangku penuh, hanya tersisa satu bangku di bagian pojok belakang, yang disebelahnya diduduki seorang cewek yang sedang fokus membaca novel. Tak peduli dengan kegaduhan yang diciptakan olehnya tadi.

Matanya melihat semua meja. Rata-rata perempuan duduk dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki.

"Masa cuma gue doang yang duduk sama cewek? Ogah ah," batinnya. Tak sengaja ia melihat satu meja yang diduduki oleh sepasang berbeda gender itu.

"Woi lo pindah disana . Gue duduk sama dia. Cuma lo doang cewek yang duduk sama cowok. Ke belakang sana duduk sesama cewek!" Suruhnya.

"Apa-apaan lo nyuruh-nyuruh. Dia cewek gue, jadi biarin dia disini. Lagian gue ogah ngegay duduk sama lo," bukan ceweknya yang menyahut, tapi cowoknya yang bernama Levin.

Sheina, cewek Levin tersenyum mengejek ke arah Deon.

Deon memandang sinis ke arah mereka. "Dih, bucin lo," sahutnya

"Sirik lo jones!" Balas Levin dan Sheina kompak

"Bacot lo both." Deon berjalan kesal ke arah bangku pojok belakang. Tak ada pilihan lain, hanya tempat di samping cewek itu yang kosong.

Deon membanting tasnya kesal ke meja membuat Meira yang sedang membaca tersentak. Meira mendongak dan menatap Deon tajam. Deon menatap balik Meira.

"Heh lo cewek yang buat gue tadi dihukum kan?" Ucapnya teriak. Meira memasang wajah bingung. Lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian.

"Aduh gak usah pura-pura gak tau. Karena lo udah buat gue dihukum, lo juga harus dihukum!"

"Apaan sih" jawab Meira ketus.

"Apaan apaan! Lo harus dihukum pokoknya. Hukumannya gue mau lo jadi teman gue dan duduk sama gue terus. Gampang kan?"

"Gue gak mau," Deon terlihat kesal. "Gak bisa gitu dong, lo harus tanggung jawab atas perbuatan lo. Nama lo siapa? Gue maksa ini!" Meira tetap tak peduli. Tak sengaja Deon melihat name tag Meira.

"Meira Arkayyana, oh nama lo Meira? Gue udah tau wlek," ucapnya girang. Meira menatap Deon aneh. "Cowok freak," batinnya. Kemudian dia kembali membaca novelnya.

"Jangan cuek cuek napa jadi cewek. Cuma lo nih cewek yang nolak pesona gue, di luar sana yang mau sama gue antri kek mau dapat sembako," cerocosnya namun tak dipedulikan Meira.

"Woii temenin gue ngobrol dong. Masa novel lebih menarik," ucapnya mengganggu Meira.

"Guys gantengan mana gue atau novel?" Tanyanya ke seisi kelas.

"Gantengan cowok fiksi di dalam novel sih," sahut mereka. Deon mendengus sebal.

"Dengar ya, kalian semua stress. Masa muji-muji cowok fiksi yang jelas-jelas gak nyata itu, mana halu pengen jadi istrinya lagi. Kenapa gak realistis aja gitu. Misalnya suka sama gue yang berdiri nyata di depan kalian ini. Udah ganteng, baik, sholeh, kaya raya dan tidak sombong pula," ujar Deon sombong sembari merapihkan kerah bajunya yang sama sekali tidak rapih itu.

"Bentar bro, lo udah gak tertolong. Saking pd-nya gue sampai mau gumoh,"

"Ya gitu, ciri-ciri orang yang menolak kenyataan gini nih," sindir Deon. Yang disindir hanya berdecih sinis.

"Udah woy, gak usah debat. Orang ganteng, soleh, tajir tuh diakui, bukan mengakui. Diem ya Deon, gak usah pancing keributan lagi," final Levin frustasi. Deon menatap Levin sinis, agaknya pemuda itu hendak mengibarkan bendera perang.

"Ekhem." kelas yang tadinya ribut menjadi hening saat ada guru yang masuk. Sesaat guru sedang menjelaskan mengenai sekolah, karena hari pertama masuk sekolah belum dikasih materi. Masih pengenalan lingkungan sekolah. Deon tak hentinya mengganggu Meira. Mengajaknya ngobrol terus menerus meskipun tidak direspon.

Lama-lama Meira merasa risih, hingga menginjak keras kaki Deon. "Arghh" Deon berteriak. Bu Lina yang sedang menjelaskan menatap ke arah bangku Deon dan Meira.

"Deon Arkayuda, ada apa?"

"Ehmm nggak Bu, tadi digigit semut," jawabnya sambil nyengir.

"Digigit semut aja sampe teriak, lemah. Cowok bukan sih? Udah tenang! Saya mau menjelaskan lagi."

"Buset gak guru, gak murid-murid disini mulutnya pada pedas ya. Sabarkanlah Deon ya Tuhan semoga tetap waras sampai lulus, aamiin," gerutu serta harapannya dalam hati.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anna : Liontin Karma
8.0
Anna, model cantik berdarah Perancis, nekat menikahi pria pilihannya meski terhalang perbedaan iman. Demi cinta, ia rela mengorbankan segalanya, termasuk berpindah keyakinan menjadi mualaf. Namun, pengorbanan itu justru membawanya pada penderitaan mental dan hidup yang hancur. Di tengah kepedihan, Anna mulai meragukan keputusan besarnya memeluk Islam. Mampukah ia bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali jati dirinya yang sempat hilang tertelan duka?
Sampul Novel Bukan Pelayan Biasa
8.8
Dunia Amanda Felicia runtuh saat kedua orang tuanya tewas dalam kecelakaan di hari kelulusannya. Kesedihannya kian mendalam ketika Fanny, sahabat setianya, harus pergi ke luar negeri. Di tengah keterpurukan, Amanda mencoba bangkit dengan bekerja sebagai pelayan di kediaman Alexander Mattew. Namun, pria kaya itu justru kerap menyulitkan hidupnya dan sengaja membuat Amanda tidak betah. Mampukah Amanda bertahan menghadapi sikap dingin Alex demi menyambung hidupnya?
Sampul Novel Captain's Ravenge
9.4
Arya Bimantara terpaksa meninggalkan posisinya di perbatasan Kalimantan setelah menerima berita duka yang mendadak. Aryo, saudara kembarnya, ditemukan tewas bersama istrinya tak lama setelah mereka saling berkirim pesan. Saat pulang untuk menghadiri pemakaman, Arya mencium adanya kejanggalan. Penyelidikan mandiri mengungkap bahwa pasangan itu sebenarnya dibunuh secara terencana. Kini, sang kapten harus melacak pelaku di balik tragedi berdarah ini demi membalaskan dendam keluarganya.
Sampul Novel Cinta Kusut yang Ditakdirkan
8.1
William terpaksa menikahi Fransiska tiga tahun lalu akibat tekanan keluarga, meski hatinya milik wanita lain. Kebencian mewarnai pernikahan mereka hingga Fransiska pergi studi ke luar negeri. Saat kembali, William justru menuntut cerai demi kekasihnya yang sekarat. Fransiska yang terluka setuju untuk pergi, namun sikap William mendadak berubah dan sengaja menunda perpisahan mereka. Di tengah keraguan sang suami, mampukah Fransiska lepas dari ikatan rumit ini?
Sampul Novel GADIS PENARI TUAN MUDA
8.2
Benni Handoko, pria dari keluarga terpandang, rela menyamar jadi pelayan toko demi mencari cinta sejati. Hidupnya berubah saat ia menemukan seorang gadis penari di ranjangnya usai jamuan keluarga. Tak disangka, gadis bernama Mulan itu adalah cucu sahabat neneknya yang hilang. Meski ditakdirkan menjadi istri Benni, perjalanan asmara mereka penuh rintangan berat. Mampukah Mulan dan Benni mempertahankan perasaan mereka di tengah segala konflik yang menghadang?
Sampul Novel ISTRI KESAYANGAN PRESDIR
8.3
Pasca dikhianati suaminya, Jessica melarikan diri ke klub malam demi mencari pelampiasan. Namun, ia justru nyaris dilecehkan hingga harus meminta pertolongan pada seorang pria asing untuk membawanya pergi. Tanpa diduga, malam itu berakhir dengan keduanya berbagi ranjang yang sama. Akankah Jessica menyesali keputusan impulsifnya, atau justru ia akan terus terjerat dalam hubungan tak terduga dengan penyelamatnya? Simak kelanjutan kisah rumit mereka.