Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

Sepuluh tahun pernikahan dengan Dennis hanya menyisakan luka. Sebagai istri, aku selalu dijadikan alasan bagi Dennis untuk memutuskan hubungan dengan kekasih-kekasih barunya saat dia mulai bosan. Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku justru harus menenangkan mahasiswi yang baru dicampakkannya, sementara dia asyik berkencan dengan wanita lain. Menyadari diriku terjebak dalam siklus toxic ini, aku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Meski Dennis memohon agar aku menunggu perubahannya, keputusanku sudah bulat. Aku memilih pergi jauh ke negeri seberang dan meninggalkan dirinya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di hadapanku, piring makan sudah menumpuk seperti gunung kecil, tapi aku malah terpaku menatap pergelangan tangannya yang terlihat dari balik lengan baju.

Itu ikat rambut siapa?

Tiba-tiba, rasa mual menggerogoti perutku membuat selera makanku hilang.

Seorang pria yang rela mengupas udang untukmu belum tentu mencintaimu.

Seorang pria yang selalu ingat hari peringatan pernikahan selama sepuluh tahun pun belum tentu mencintaimu.

Seorang pria yang tidak pernah melepas cincin nikahnya bahkan saat mandi pun belum tentu mencintaimu.

Aku harus berterima kasih pada Dennis. Semua ini adalah pelajaran darinya.

Dua sahabat masa kecil yang tumbuh bersama, bahkan sepadan secara status.

Namun, semua itu menggambarkan Dennis dan Risma, kakakku.

Bahkan saat aku masih belum mengerti apa-apa soal perasaan, aku sudah tahu kalau keluargaku dan keluarga Dennis berencana menjodohkan mereka.

Aku pernah melihat wajah kakakku merona malu saat berkencan dengannya.

Aku juga pernah melihat Dennis yang terkenal arogan, menjadi begitu kalem di depan kakakku.

Jika tidak, bagaimana mungkin aku yang masih lugu, diam-diam menyimpan koleksi piringan hitam yang sengaja kukumpulkan untuk Dennis?

Dalam hubungan segitiga ini, aku hanyalah bayangan kakakku.

Cinta mereka sudah mekar, mana mungkin ada lagi ruang untukku.

Tragedi terjadi saat kakak berusia dua puluh tahun.

Kakakku yang selalu anggun dan pendiam, kabur dari acara pertunangan dan meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Bersamaan dengan itu, isi buku hariannya terungkap.

Krisis dan aib keluargaku yang selama ini tertutup rapat kini tak lagi bisa disembunyikan.

Ternyata, sikap malu-malunya juga bisa dipalsukan. Kakakku terpaksa menjadi alat tawar-menawar yang dipertaruhkan orang tuaku.

Di balik perjodohan itu bukan berdasarkan cinta yang sempurna, melainkan ambisi dan kepentingan orang tuaku.

Satu-satunya kesempatan kakak memilih untuk dirinya sendiri, malah berakhir kehilangan nyawa.

Aku pun menjadi tumpuan harapan terakhir keluargaku untuk buru-buru bertunangan dan menikah.

Tujuannya adalah untuk menyelamatkan reputasi keluarga dan mencegah kebangkrutan keluargaku.

Sepanjang proses itu, aku bahkan tidak sempat membedakan apakah yang kurasakan lebih banyak sedih atau bahagia.

Meskipun hanya sebagai pengganti, aku tetap menikah dengan pria yang kucintai sejak masa remajaku.

Namun, saat kami bertukar cincin, hanya aku yang merasakan jantung berdebar.

Bahkan saat momen mencium pengantin wanita, Dennis hanya menyentuh bibirku sekilas dan meninggalkan satu kalimat yang masih membekas sampai sekarang.

“Kalau nggak mau, kenapa harus memaksakan diri?”

Saat itu, kami sepakat untuk menjalani pernikahan ini demi kepentingan masing-masing.

Namun, dalam sepuluh tahun pernikahan, rupanya aku yang salah.

Dia memang melakukan semuanya untukku, tapi tetap saja tidak pernah mencintaiku.

Saat pesta berakhir, hari sudah tengah malam.

Entah karena mabuk atau memang pusing, aku pun tertidur pulas di mobil.

Samar-samar, aku mendengar Dennis menelepon dengan pengeras suara dan menggoda pacarnya yang baru.

Rayuannya terus berulang-ulang.

Dia tak bosan mengucapkannya, tapi aku sudah muak mendengarnya.

Di sela obrolannya, aku merasa dia sempat menyentuh keningku.

Tiba-tiba, dia mengerem mobil mendadak dan mengumpat,

“Sial, kenapa nggak bilang kalau kamu demam?”

Teleponnya langsung dimatikan. Dia tampak panik, mengambil jaket untuk menyelimutiku.

Samar-samar, aku mendengar dia memanggil nama panggilanku, “Nana.”

Mungkin berhalusinasi karena demam tinggi, aku pun mengangkat sudut bibirku dan tersenyum getir.

Dennis selalu memanggilku dengan nama lengkap, seolah takut kalau kurang satu kata saja, aku bakal merasa kalau dirikulah yang ingin dia nikahi awalnya.

Orang yang sedang sakit mungkin lebih lemah, tapi juga lebih sadar.

Tiba-tiba, aku merasa sangat capek, capek menghadapinya, capek dengan perasaan yang tak pernah dibalas.

Mobil kembali melaju, kecepatannya membuatku sulit membedakan antara kencang dan lambat.

Dia seolah tak berhenti-henti menerima telepon, “Sebentar lagi, dok. Akan baik-baik saja.”

Atau mungkin aku hanya berhalusinasi.

Sampai akhirnya mobil berhenti lagi.

Aku susah payah mengangkat kepala, melihat dia buru-buru melepas sabun pengaman dan melompat turun.

Lalu berlari ke arah sosok kurus di depan pintu rumah sakit.

Rani dipeluk erat-erat olehnya.

Kata-kata yang sebelumnya terdengar tidak jelas itu akhirnya punya arti yang utuh.

“Tunggu aku, jangan gegabah, aku sampai sebentar lagi. Semuanya akan baik-baik saja, sayang.”

Setiap kata itu diucapkan untuknya.

Dari jarak yang tidak terlalu jauh, aku mendengar Rani menangis sedih.

Aku juga mendengar Dennis menghiburnya dengan lembut.

“Mana mungkin aku membiarkan kamu menyakiti diri sendiri?”

“Sudah sudah, kita nggak putus. Soal anak, kita bicarakan lagi baik-baik.”

Pikiran yang penuh rasa sakit menyeret keluar kenangan yang selama ini kusimpan di lubuk hati terdalam.

Setengah tahun setelah menikah, sebenarnya kami juga pernah punya anak.

Waktu itu, di satu sisi aku hidup penuh kehati-hatian di keluarga Dennis dan di sisi lain juga sibuk bolak-balik mengurusi keluargaku.

Sayangnya, belum sempat aku menyadarinya, janin itu sudah tidak berkembang lagi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hidup Nada hancur seketika saat hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi petaka. Kehadiran sosok wanita yang mengaku sebagai istri sah calon suaminya membongkar rahasia kelam di hadapan semua tamu, meninggalkan rasa malu mendalam bagi keluarganya. Kini, Nada terjebak dalam dilema batin yang menyakitkan. Di tengah rasa kecewa dan pengkhianatan itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih dari pria tersebut.
Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
9.6
Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Saat dijodohkan, Wira menolak keras sementara Raisa justru menerima tantangan itu. Di hari pernikahan, Wira melepas puluhan ayam untuk mempermalukan pengantinnya, tetapi Raisa dengan tenang menganggap ayam tersebut sebagai suaminya. Sikap dingin Raisa membuat Wira mencibir dan memperingatkan bahwa dia akan menyesal. Tiga tahun berlalu, setelah memergoki Wira berselingkuh untuk ke-99 kalinya, Raisa akhirnya memahami arti penyesalan itu.
Sampul Novel Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
8.7
Setelah tiga tahun menjalani biduk rumah tangga, hubungan suami istri ini berakhir di ambang kehancuran. Sang istri yang kini telah mencapai puncak kesuksesan memilih untuk melayangkan gugatan cerai. Dia memandang rendah suaminya, menuduhnya sebagai pria pemalas yang tidak memiliki masa depan dan tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, wanita itu sama sekali tidak menyadari sebuah kenyataan besar: seluruh pencapaian, kekayaan, dan kesuksesan yang ia banggakan saat ini sebenarnya adalah pemberian rahasia dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang
8.3
Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri menderita karena diabaikan suaminya. Begitu sang istri meninggal, sang suami justru segera menemui cinta pertamanya. Ketika istrinya menghilang, dia hanya mencemooh dan menganggapnya sebagai taktik mencari perhatian. Demi membuktikan kebohongan tersebut, ia berniat memastikan kabar kematian istrinya secara langsung. Namun, dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang diabaikannya itu memang telah tiada sejak beberapa hari yang lalu.
Sampul Novel KETIKA CINTA BERTASBIH
9.3
Meski ikhtiar telah maksimal, takdir tetap menjadi penentu akhir sebuah hubungan. Kisah ini menyoroti dilema cinta beda keyakinan antara dua insan yang mustahil bersatu dalam ibadah. Sebagai hamba Allah, ia tak mungkin menjadikan seseorang yang berbeda iman sebagai imamnya. Namun, rasa cinta yang telanjur mengakar kuat membuatnya sulit untuk melepaskan. Akankah perasaan ini berujung di pelaminan, atau ia harus mengikhlaskan perpisahan demi prinsipnya?