Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

Sepuluh tahun pernikahan dengan Dennis hanya menyisakan luka. Sebagai istri, aku selalu dijadikan alasan bagi Dennis untuk memutuskan hubungan dengan kekasih-kekasih barunya saat dia mulai bosan. Di hari ulang tahun pernikahan kami, aku justru harus menenangkan mahasiswi yang baru dicampakkannya, sementara dia asyik berkencan dengan wanita lain. Menyadari diriku terjebak dalam siklus toxic ini, aku memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai. Meski Dennis memohon agar aku menunggu perubahannya, keputusanku sudah bulat. Aku memilih pergi jauh ke negeri seberang dan meninggalkan dirinya selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku sudah menikah dengan Dennis selama sepuluh tahun.

Aku bahkan pernah bertemu dengan mantan pacarnya setelah kami menikah.

Setiap kali dia bosan dan ingin ganti pasangan, aku selalu jadi alasan terbaik untuk putus dengan setiap pacarnya.

“Kamu akan jadi seperti dia kalau menikah denganku. Pada akhirnya, akan bosan karena terlalu akrab dan terbiasa, jadi nggak ada perasaan baru lagi.”

Di hari peringatan pernikahan kami, aku malah sibuk menghibur mahasiswi yang baru saja dia putuskan, sementara dia asik menonton bioskop bersama pacar barunya.

Saat tisu di tanganku habis, aku seakan melihat bayangan diriku di masa lalu.

Jadi, aku pun mengajukan cerai pada Dennis.

Dia jarang sekali tampak bingung begitu dan berkata, “Nggak mau tunggu sebentar lagi? Siapa tahu aku bakal sadar dan berubah.

Aku hanya tersenyum tipis tanpa menjawab, lalu memesan tiket menuju negeri seberang.

Jika aku tak bisa menunggu kepulanganmu, biarlah aku yang melangkah pergi lebih dulu.

Melihat tisu di tanganku semakin menipis, tiba-tiba terlintas kata-kata ini di kepalaku, menikah dengan buaya darat, memang butuh kesabaran luar biasa.

Gadis yang duduk didepanku bernama Rani, mahasiswi semester akhir.

Sejak masuk, dia sudah menangis selama dua jam penuh.

Padahal kalau dihitung, hubungan mesranya dengan Dennis baru sebulan.

Sebenarnya tidak seharusnya menangis hingga makeupnya luntur.

Aku baru hendak bicara menenangkannya, tapi tiba-tiba dia menatapku dengan matanya yang merah dan bengkak.

“Dia pernah bilang aku agak mirip denganmu. Dilihat-lihat memang mirip.”

Aku terdiam, karena mantan-mantan sebelumnya tidak pernah mengatakan hal itu.

Rani mengisap hidungnya, lalu menghapus air mata di sudut matanya.

Dengan nada sinis, dia berkata,

“Aku nggak butuh kamu menghiburku, justru kamu yang lebih menyedihkan daripada aku.”

Bukankah begitu?

Seluruh Kota Sekar tahu kalau Dennis menikahi istri yang sempurna.

Sangking sempurnanya, bisa diselingkuhi berulang kali, bahkan harus membujuk mantan-mantannya.

Setiap perempuan yang berhubungan dengannya setelah kami menikah, kusebut mereka mantan.

Harga diri sebagai istri sah sudah tidak ada lagi.

Ponselku bergetar, pesan dari Dennis.

Dennis, [Masih belum selesai? Filmnya sudah mau mulai.]

Aku meletakkan ponsel terbalik di atas meja, lalu menatap mata Rani yang kembali memerah.

“Kamu mau kompensasi apa? Bilang saja, aku bakal bantu kamu mendapatkannya.”

Kalimat ini sudah tak terhitung kali kuucapkan, seperti seorang HR yang sedang memecat karyawan.

Dia mendengus dingin, lalu tiba-tiba berdiri.

“Aku nggak mau apa-apa.”

Aku menghela napas, “Tetap ambillah sedikit.”

Uang, mobil atau rumah, setidaknya sesuatu yang bisa digenggam di tangan.

Tatapannya semakin dingin.

Lalu, dia mengangkat tangan dan perlahan menuangkan kopi dingin di atas kepalaku.

“Aku hamil.”

“Aku mau melahirkan anak ini.”

Aku terdiam, menatapnya dan lupa cara untuk membujuknya.

Aku hanya bisa memaksakan diri untuk tersenyum getir.

Dennis, dari semua janji yang pernah kamu ucapkan, tak ada satupun yang ditepati.

Aku duduk di kursi penumpang depan dengan basah kuyup, sementara Dennis sedang sibuk menelepon.

Tanpa berusaha ditutupi, aku bisa langsung tahu dia sedang berbicara dengan pacar barunya.

Tanganku tanpa sadar menggenggam erat sabuk pengaman, ujung jariku sampai terasa sakit.

Entah apa yang dikatakan orang dibalik telepon, membuat Dennis tertawa dan garis halus di sudut matanya terlihat jelas.

“Iya iya, aku bakal pergi menemanimu malam ini.”

Begitu menutup telepon dan menyalakan mobil, Dennis menoleh sedikit ke arahku.

Tangan yang menggenggam setir tiba-tiba mengencang, seketika wajahnya memuram.

“Dia yang siram?”

Aku sudah mengambil tisu dan mulai menyeka rambutku pelahan.

Mungkin karena aku tidak menjawab, dia pun mendekat dan meraih tisu dari tanganku.

“Jangan gerak.”

Aku spontan menghindar ke sisi kanan, tapi dia malah menarikku dengan dingin ke dalam pelukannya.

Dia menyekanya dengan penuh perhatian, tapi keningnya berkerut dan wajahnya terlihat kesal.

“Kamu hanya duduk diam, membiarkan dia menyirammu?”

“Rina, ke mana hilangnya sisi galakmu yang dulu selalu membentakku?”

Dulu…

Sejak menemui Rani, perasaan hampa yang menyelimuti hati perlahan menyebar.

Aku melepaskan diri dari pelukannya dengan wajah dingin dan berkata dengan datar,

“Aku nggak mungkin marah-marah dengan wanita hamil, ‘kan? Bagaimana menurutmu?”

Dia tampak sedikit canggung, tapi tetap saja bersikeras menyeka rambutku.

Sepanjang perjalanan, kami tak berbicara. Dia mengemudi, sementara aku menatap keluar jendela.

Dari sudut mata, aku masih bisa menangkap tatapannya yang sesekali melirik ke arahku.

Gelombang kecewa dalam hatiku berulang kali menyebar.

Rasa kecewa sudah mencapai di titik putus asa, hingga akhirnya yang tersisa hanya mati rasa.

Aku menonton bioskop dengan setengah hati, sementara Dennis terus-menerus menunduk sibuk membalas pesan.

Perayaan peringatan hari pernikahan ini pun sudah runtuh menjadi puing-puing seiring layar film ditutup.

Lucunya, selesai menonton, aku masih harus duduk di sampingnya, pura-pura menyaksikan dia berakting.

Dia mengundang kerabat dan teman terdekat. Undangan dari keluarga Dennis di Kota Sekar sudah dikirim setengah bulan sebelumnya.

Di tengah suasana penuh tawa, Dennis menyibukkan diri melayani tamu sambil mengupaskan udang untukku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Aku Bukan Pelakor.
9.3
Hidup Nada hancur seketika saat hari pernikahan yang seharusnya indah berubah menjadi petaka. Kehadiran sosok wanita yang mengaku sebagai istri sah calon suaminya membongkar rahasia kelam di hadapan semua tamu, meninggalkan rasa malu mendalam bagi keluarganya. Kini, Nada terjebak dalam dilema batin yang menyakitkan. Di tengah rasa kecewa dan pengkhianatan itu, ia harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya tengah mengandung benih dari pria tersebut.
Sampul Novel Cinta yang Dipaksakan Berakhir Tragis
9.6
Sejak kecil, Wira dan Raisa tidak pernah akur. Saat dijodohkan, Wira menolak keras sementara Raisa justru menerima tantangan itu. Di hari pernikahan, Wira melepas puluhan ayam untuk mempermalukan pengantinnya, tetapi Raisa dengan tenang menganggap ayam tersebut sebagai suaminya. Sikap dingin Raisa membuat Wira mencibir dan memperingatkan bahwa dia akan menyesal. Tiga tahun berlalu, setelah memergoki Wira berselingkuh untuk ke-99 kalinya, Raisa akhirnya memahami arti penyesalan itu.
Sampul Novel Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
8.7
Setelah tiga tahun menjalani biduk rumah tangga, hubungan suami istri ini berakhir di ambang kehancuran. Sang istri yang kini telah mencapai puncak kesuksesan memilih untuk melayangkan gugatan cerai. Dia memandang rendah suaminya, menuduhnya sebagai pria pemalas yang tidak memiliki masa depan dan tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, wanita itu sama sekali tidak menyadari sebuah kenyataan besar: seluruh pencapaian, kekayaan, dan kesuksesan yang ia banggakan saat ini sebenarnya adalah pemberian rahasia dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang
8.3
Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri menderita karena diabaikan suaminya. Begitu sang istri meninggal, sang suami justru segera menemui cinta pertamanya. Ketika istrinya menghilang, dia hanya mencemooh dan menganggapnya sebagai taktik mencari perhatian. Demi membuktikan kebohongan tersebut, ia berniat memastikan kabar kematian istrinya secara langsung. Namun, dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang diabaikannya itu memang telah tiada sejak beberapa hari yang lalu.
Sampul Novel KETIKA CINTA BERTASBIH
9.3
Meski ikhtiar telah maksimal, takdir tetap menjadi penentu akhir sebuah hubungan. Kisah ini menyoroti dilema cinta beda keyakinan antara dua insan yang mustahil bersatu dalam ibadah. Sebagai hamba Allah, ia tak mungkin menjadikan seseorang yang berbeda iman sebagai imamnya. Namun, rasa cinta yang telanjur mengakar kuat membuatnya sulit untuk melepaskan. Akankah perasaan ini berujung di pelaminan, atau ia harus mengikhlaskan perpisahan demi prinsipnya?