Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Liar

Hasrat Liar

Meski statusnya hanya anak angkat, Rey mendapatkan dukungan penuh dari orang tua serta saudara-saudaranya untuk bertransformasi menjadi sosok pria perkasa. Mereka mendorongnya untuk mengasah daya pikat yang tak tertandingi demi menaklukkan hati setiap wanita yang ia temui. Ikuti perjalanan hidup Rey dalam mengeksplorasi sisi maskulin dan pesonanya yang liar. Akankah ia berhasil memenuhi harapan keluarga dan menjadi sang penakluk ulung di dunia asmara?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Des, apa yang akan kita lakukan di sini?" Rey bertanya kepadanya karena ia terkejut melihat Desy telah mengunci pintu kamar. Kini hanya tinggal mereka berdua yang berada di dalam kamar.

"Jangan khawatir Rey," kata Desy lembut kepada Rey dengan senyum yang menenangkan.

Rey duduk di tepi tempat tidur berukuran sedang dan Desy duduk di sebelahnya. Ia menatap Rey yang duduk di sana dengan kemeja lengan pendek putih dan celana jeans hitam panjang.

Desy mencoba berkonsentrasi pada tubuh berotot Rey dan menatapnya seperti seorang pria jantan, tetapi itu tidak berhasil baginya dan tidak seperti minggu-minggu sebelumnya. Rasa ragu muncul dalam dirinya.

"Desy?" kata Rey sambil masih menatapnya dengan heran.

"Ya, maaf, Sayang," kata Desy sambil menggelengkan kepalanya sebentar. "Kamu pasti bertanya-tanya mengapa aku ada di sini ya?" Ucap Desy. "Fahri dan aku udah membicarakan keadaanmu dan adik kembarmu. Kalian bertiga memang sangat cerdas dan begitu berbakat, aku yakin kalian akan baik-baik aja jika tinggal di kota besar." Desy memastikan untuk menyatakannya, "Tapi ada sesuatu yang Fahri dan aku rasa perlu haru di bicarakan langsung denganmu malam ini juga."

"Apa itu ? Ada apa, Des?" tanya Rey sambil memperhatikannya sedang menarik napas dalam-dalam dan sebentar memejamkan mata sebelum melanjutkan bicaranya.

"Seks." Desy berkata pada Rey dengan singkat. "Aku ingin mengajarimu cara berhubungan seks, sebelum kamu pergi ke kota besar." Desy berkata pada Rey dan merasakan jantungnya berdebar kencang dan wajahnya memerah saat mengatakan hal itu.

"Apa maksudmu dengan mengajariku seks, bagaimana caranya? Aku belum pernah melakukan hal itu." Rey bertanya padanya dan merasakan jantungnya mulai berdebar kencang saat dia melihat ekspresi di wajah Desy begitu menggoda. "Maksudmu, kamu dan aku?" Rey merasakan tenggorokannya kering. Dia yakin jika Desy salah paham akan kata-katanya itu.

"Betul sekali Rey, aku ingin kamu dan aku berhubungan seks malam ini, di kamar ini." Kata Desy membuat Rey tidak percaya. "Hanya dengan begitu aku bisa memastikan kamu akan siap untuk menjadi pejantan tangguh dan menaklukan setiap wanita yang kamu sukai dan cintai."

"Kamu yakin Des? Kamu sendiri yang akan mengajariku melakukan seks?" Rey bertanya setelah dirinya terdiam begitu lama dan wajahnya mulai memerah.

Rey masih belum yakin dan memahami kata-kata dari Desy, namun dia bisa merasakan darahnya mulai mengalir deras ke palkonnya dan membuat palkon itu mengeras di balik celana.

"Ya." Desy berkata pada Rey, "Bagaimana denganmu, apakah kamu setuju dengan rencanaku malam ini?" tanya Desy.

"Jika menurutmu itu akan bisa membantuku, maka, aku akan setuju dengan rencanamu." jawab Rey malu-malu, tanpa menatap mata Desy.

Mereka berdua duduk di sana dalam diam sejenak sebelum Desy berdiri. Ia segera melepas sepatunya, melangkah di depan Rey dan mulai membuka pakaian. Ia mulai melepaskan sweternya dan dirinya tidak mengenakan kemeja di baliknya dan setelah melepaskannya, ia melemparkannya ke tempat tidur.

Desy hanya tersenyum kecil kepada Rey, lalu membuka resleting sebelum menurunkan celana panjang. Kakinya yang jenjang membuat Rey berdegup kencang.

Rey terus menatap tubuh Desy dengan kagum dan tak berkedip, Desy hanya mengenakan bra renda merah dan celana dalam merah yang sama. Ia tersenyum lagi kepada Rey dan kedua matanya melihat tonjolan yang semakin besar di balik celana Rey, di saat Rey sedang mengamati belahan bukit kembar milik Desy yang besar, perut yang rata, dan kaki yang mulus.

"Apakah kamu ingin aku terus melepas semuanya Rey?" Desy bertanya kepada Rey setelah memberinya waktu untuk mencerna ucapan darinya. Ia merasa tidak nyaman berdiri di sana dengan bra dan celana dalam di hadapan Rey.

"Lepas semua, aku ingin melihat tubuh indahmu," kata Rey sambil mengangguk dan terus menatap Desy yang terus membuka pakaiannya.

Desy menarik napas dalam-dalam dan mengabaikan ketidaknyamanan yang dirasakannya saat membuka bra dan perlahan melepaskannya, kini ia telah memperlihatkan bukit kembar yang besar kepada Rey.

Mata Rey langsung terbelalak saat melihat dada telanjang Desy. Desy memiliki bukit kembar besar dan bulat dengan puting yang berwarna merah muda kecil dan puting kecil itu mulai keras. Itu adalah bukit kembar pertama yang pernah di lihat Rey secara langsung, dan menurutnya bukit kembar itu lebih indah daripada bukit kembar mana pun yang di lihatnya secara langsung.

Rey terus memandangi bukit kembar Desy dengan penuh rasa kagum, kedua mata terus memperhatikan bukit kembar itu sedikit bergoyang saat Desy melipat bra dan meletakkannya dengan rapi di meja sebelum ia berdiri kembali di hadapan Rey.

Desy sangat menyadari Rey sedang mengamati lekuk tubuhnya. Rey tampak terpesona pada bukit kembar dan tonjolan di celana Rey semakin besar, Desy dapat melihat bahwa Rey sedang tegang berat. Ia mencoba berkonsentrasi, mengalihkan pandangannya dari celana Rey. Kemudian, ia meletakkan kedua tangan di pinggangnya dan menarik celana dalamnya ke bawah, hingga terlihat jelas kememnya yang putih mulus tanpa bulu.

Pandangan Rey langsung beralih saat Desy menarik celana dalamnya. Ia menunduk dan di sambut oleh kemem Desy yang sudah dicukur habis hingga licin. Rey harus bisa menahan diri untuk tidak menarik palkonnya keluar dari celana.

"Bagaimana menurutmu Rey? Kamu tertarik?" Desy bertanya kepada Rey saat ia menelanjangi dirinya di hadapan Rey. Ia telah mencukur bulu kememnya khusus untuk Rey, dan saat ia melihatnya, Rey memasang ekspresi hasrat liar yang tinggi di wajahnya yang membuatnya senang sekaligus takut.

"Wah, kamu cantik sekali, kapan kita akan memulainya," kata Rey sambil memandangi tubuh telanjang Desy.

Desy langsung tersipu malu mendengar kata-kata dari Rey, lalu berbalik perlahan, memastikan Rey melihat setiap lekuk tubuh telanjangnya sebelum duduk di sebelah Rey.

"Giliranmu," kata Desy dengan santai dan menatap Rey.

"Aku malu Des,"

"Gak usah malu, ayo sekarang lepas semuanya." Pinta Desy.

Rey bangkit berdiri dengan canggung di depan Desy. Wajahnya terlihat memerah dan masih menatap tubuh telanjang Desy sebelum mulai membuka pakaiannya.

Rey mulai dengan melepas bajunya dan melemparkannya ke tempat tidur, memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang bugar kepada Desy, lalu dengan cepat melepaskan celananya dan terlihat palkon itu sudah berdiri di sana hanya dengan celana dalam hitamnya, palkonnya terlihat jelas menekan kain ketat celana dalam tersebut.

Desy bisa merasakan dirinya sudah basah saat melihat Rey membuka pakaian. Dia memeriksa dada dan perut Rey yang berotot, di saat Rey melepas bajunya, terlihat kakinya yang kuat saat Rey sedang menurunkan celananya dan melihat palkon Rey saat mendorong celana dalamnya ke bawah sebelum Rey membalikan tubuhnya.

Desy sedikit terkejut, karena Rey langsung berbalik setelah melepas celana dalamnya, tetapi Rey tidak mengatakan apa-apa padanya. Ia tersenyum sendiri melihat rasa malu Rey. Hal itu membuatnya semakin yakin dengan keputusannya untuk melakukan ini dengan Rey.

Rey menatap bokong Desy yang kencang saat dia selesai melepaskan celana dalamnya dan melemparkannya ke lantai. Ia berdiri di sana dengan punggung menghadap Desy. Dia sedang mengumpulkan keberanian untuk berbalik ke arah Desy sebelum akhirnya melakukannya dan menatap Desy dengan kagum.

Palkonnya sudah berdiri tegak dan keras, dia melihat reaksi Desy saat mengamati kejantanannya.

"Bagaimana menurutmu Des?" Rey bertanya kepada Desy dengan gugup saat dia terus mengamati tubuh telanjang milik Desy.

"Kamu terlihat sangat tampan Rey," kata Desy kepadanya, ia merasakan kehadiran Rey telah merasukinya.

"Bagaimana dengan cara melakukannya?" Rey mulai bergumam dan wajahnya memerah.

"Palkonmu sangat bagus, besar dan panjang, aku pasti puas jika bermain sana kamu," kata Desy kepada Rey dengan jujur dan ia tersipu malu saat mengatakannya.

Palkon Rey begitu besar dan panjang, hingga besarnya mengalahkan milik Fahri. Desy terus menatap palkon Rey sebelum ia mengajaknya ke tempat tidur, ia memberi isyarat kepada Rey untuk segera melakukannya.

"Bagaimana kalau kita mulai sekarang Rey," kata Desy setelah dia duduk dan bergerak mendekati Rey. Ia sudah tak sabar ingin merasakan palkon milik Rey.

Desy mendekatkan jarak di antara mereka, hingga kulit paha mereka berdua yang telanjang saling bersentuhan. Ia kemudian melingkarkan tangan di leher Rey dan memberinya ciuman di bibir Rey dengan lembut.

Rey terkejut dengan ciuman dari Desy, tetapi dia dengan cepat menyesuaikan diri dan membalas menciumnya. Bibir Desy yang lembut dan hangat, terasa luar biasa olehnya, dan dia terus membalas menciumnya dengan penuh hasrat liar.

Mereka berdua terus berciuman, seketika Rey merasakan lidah Desy masuk ke dalam mulutnya dan bergerak-gerak dengan liar dan nakal, hingga Rey mengerang dalam kenikmatan merasakan sensasi bermain lidah.

Mereka berdua terus berciuman, lidah dan bibir mereka saling pagut dengan kuat, hingga Desy melepaskannya. Mereka berdua kini terengah-engah dan saling menatap.

"Apakah kamu menyukai permainan ini?" Desy bertanya kepadanya setelah ia memergoki Rey sedang memandangi bukit kembar untuk kesekian kalinya.

"Apa?" tanya Rey sambil cepat-cepat mengalihkan pandangan dari bukit kembar Desy dan tersipu malu.

"Payudaraku, kamu mau ini kan," kata Desy sambil tersenyum sendiri, "Apakah kamu menyukainya?" tanya Desy sekali lagi kepada Rey dan tangannya mulai memainkan bukit kembar dengan hasrat liarnya.

Desy langsung mengusap-usap bukit kembar yang besar dengan sangat bergairah, lalu mulai mencubit putingnya dengan lembut, sementara Rey hanya menyaksikannya dengan takjub.

"Ya," kata Rey dengan suara yang lemah dan tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh palkonnya yang sudah keras.

"Kamu bisa menyentuhnya Rey," kata Desy kepadanya.

Desy memberikan dadanya agar Rey memegangnya, tetapi saat ia melihat keengganan di wajah Rey, ia meraih tangan kanan Rey dan meletakkannya di bukit kembar sebelah kirinya. Ia meletakkan tangannya di atas tangan Rey dan mulai menggerakkannya.

"Lakukanlah Rey..."

Rey dengan perlahan mendekatkan tangannya yang lain ke bukit kembar Desy dan ia mulai meremas bukit kembar yang indah itu. Ia tidak percaya bahwa ia sedang menyentuh bukit kembar Desy yang bulat dan kenyal.

Rey sering membayangkan tentang tubuh Desy setiap malam sambil mengocok palkonnya, tetapi ia tidak pernah berpikir bahwa ia akan benar-benar melihat tubuh Desy telanjang, apalagi untuk menyentuhnya. 

Sensasi bukit kembar Desy sungguh menakjubkan, dan ia memainkannya, meremas dan membelainya sampai ia tidak dapat menahan diri. Mulut Rey berada di sekitar puting kiri Desy, dan ia mulai mengisapnya seperti bayi kecil yang rakus dan sesekali menggigit putingnya pelan.

Desy terus mengerang saat Rey menempelkan mulutnya ke putingnya dan mulai mengisapnya dengan rakus. Dia menatap Rey dengan penuh gairah, saat Rey terus melakukannya dan berputar di antara kedua bukit kembar, Rey memegang bukit kembar itu sambil menggunakan tangan untuk mengusap dan memainkan bukit kembar yang tidak di hisap olehnya. Ia benar-benar telah tenggelam dalam bukit kembar Desy dan akan terus melakukannya selama satu jam ke depan jika saja Desy tidak memberi isyarat kepada Rey untuk berhenti.

Desy dengan lembut menarik mulut Rey dari bukit kembarnya untuk menjauh dan menyudahinya

Palkon Rey masih keras seperti batu, setelah menjauh dari bukit kembar Desy. Desy melingkarkan tangan di sekitar palkonnya dan mulai menggenggamnya dengan kuat.

"Oh, Des," kata Rey sambil terkesiap saat Desy meraih palkonnya.

Desy kemudian berlutut di depan Rey dan ia mulai membelai palkon keras itu dengan perlahan. Rey terus menatap Desy yang telanjang dan mulut Rey mengerang lembut saat dia menggerakkan tangannya yang hangat di sepanjang batangnya. Ia terus membelainya, membuat Rey terus-terusan mengerang dalam kenikmatan sebelum menundukkan kepalanya dan ia mulai memasukkan palkon Rey ke dalam mulutnya.

"Oh, sialan Des," seru Rey saat Desy memasukan kejantanan Rey ke dalam mulutnya, "Rasanya sangat nikmat. Terus des... ooouh..." kata Rey sambil mengerang dan menatap Desy dengan takjub saat mengisap palkonnya dengan penuh semangat.

Desy mulai bermain dengan ujung palkonnya, lalu menjilati dan mengisapnya hingga Rey mengerang, lalu terus memasukkan lebih dalam ke dalam mulutnya. Dia menggoyangkan kepalanya ke atas dan ke bawah sambil mengeluarkan suara hisapan yang keras dan nikmat saat dia memberikan sepongan pertama untuk Rey.

Desy begitu terkejut melihat Rey begitu menikmati, saat dirinya sedang mengisap palkon milik Rey. Rey sangat menyukai rasa hisapan dari Desy yang begitu lembut dan halus.

Palkon Rey di lumat dan kedua bibir Desy segera membungkus palkonnya dan menggerakkan lidah ke seluruh palkon itu. Desy sangat menyukai betapa panjang dan besar palkon milik Rey dibandingkan dengan palkon suaminya yang sangat kecil. Namun, yang paling dia sukai dari Rey adalah, betapa banyak kenikmatan yang dia berikan kepada Rey saat dia terus mengisapnya.

Tidak butuh waktu lama bagi Rey untuk menyelesaikannya. Desy terus mengisapnya, membelai pangkal palkonnya dan menggerakkan mulutnya di sepanjang batang besar palkon Rey, ketika dia mendengar erangan Rey semakin keras dan napasnya semakin tajam.

"Ya terus, oh sial, Desy. Enaakkk!" seru Rey dan mulai menyemprotkan cairannya ke mulut Desy begitu banyak hingga blepotan kemana-mana.

Rey merasakan gelombang kenikmatan sedang menguasai tubuhnya dan sedikit menggigil dan mengejang saat cairan yang hangat keluar dari palkonnya masih berada di dalam mulut Desy.

Desy menutup mulutnya di sekitar palkon Rey dan ia terus mengisapnya saat mulutnya terisi cairan lengket yang hangat. Awalnya dia sedikit terkejut melihat seberapa cepat Rey berejakulasi dan sedikit kesal karena Rey tidak memperingatkannya sebelumnya. Dia tidak bermaksud membiarkan Rey ejakulasi di mulutnya, tetapi begitu dia mulai, dia tidak ingin merusaknya.

Desy menunggu Rey selesai mengeluarkan cairan hangat, lalu ia membuka mulutnya dan membiarkan cairan itu mengalir ke palkon. Dia menelan sisa cairan yang masih ada di mulutnya, lalu berdiri.

"Itu luar biasa, Des, aku menyukainya," kata Rey kepada Desy dengan napas yang sudah terengah-engah.

"Aku senang kalau kamu suka Rey," kata Desy sambil tersenyum kecil padanya. Ia mengambil handuk kecil dari lemari dan menyeka wajahnya, lalu ia melemparkannya ke arah Rey.

"Rey, Sayang," kata Desy dengan nada keibuan, "Ketika seorang gadis memberimu sepongan seperti tadi, kamu harus memberitaunya sebelum kamu mengeluarkan cairan itu. Kebanyakan gadis, atau setidaknya beberapa gadis, gak suka saat kamu ejakulasi di mulut mereka. Kamu harus ingat itu." Desy memberikan pelajaran pertama  yang paling berharga tentang seks.

"Oh begitu ya, maaf Des," kata Rey sedikit malu.

"Gak apa-apa, Sayang, itu sebabnya aku melakukan ini, jadi kamu akan belajar banyak." Kata Desy kepada Rey dan ia memperhatikannya saat ia menyeka palkon Rey yang mulai mengecil.

Bayangan palkon Rey yang masih berlumuran cairan benar-benar membuat Desy memiliki hasrat liar dan ia memperhatikannya dengan saksama hingga ia selesai.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKAN KUBUAT KAU MENYESAL, MAS!
7.8
Selama ini aku rela menyokong finansial Mas Arya, bahkan menghidupi ibu dan adiknya saat gajinya tak mencukupi. Namun, pengkhianatannya dengan menikah lagi menjadi titik balik bagiku untuk berhenti peduli. Kini, biarlah ia memikul beban keluarga itu sendirian agar menyadari peranku yang selama ini ia remehkan. Aku enggan terus terjebak dalam pernikahan beracun ini. Masa depanku masih panjang, dan aku berhak mencari kebahagiaan tanpa dirinya lagi.
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati
8.1
Pernikahan Aulia dan Arman kini hampa, menyisakan luka akibat sikap Arman yang dingin dan sering mabuk. Keadaan semakin memburuk saat Rika mengungkap perselingkuhan Arman dengan Maya. Hancur oleh kebenaran ini, Aulia memutuskan untuk mengakhiri sandiwara mereka. Ia langsung mengonfrontasi Arman dan menuntut kejujuran. Meski Arman terpojok, luka Aulia sudah terlalu dalam. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau pergi demi harga dirinya.
Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya setelah sebuah insiden fatal merenggut kesucian gadis itu. Tiga tahun berlalu tanpa cinta, Rio justru memilih menikahi mantan kekasihnya, Clara. Ia membenci Sintia yang dianggapnya licik karena memanfaatkan hartanya demi biaya medis sang ibu. Rio bahkan menolak mengakui Dika sebagai putra kandungnya. Namun, dinamika rumah tangga mereka mulai bergejolak saat istri keduanya datang membawa sebuah perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Devil Beside Me (21+)
9.2
Renata hancur setelah dicampakkan Dinar karena menolak berhubungan intim. Rasa frustasi membawanya mabuk di bar hingga tak sadarkan diri. Ayah Rena kemudian mengutus Ervin, teman masa kecil sekaligus musuh bebuyutannya, untuk menjadi bodyguard pribadi. Meski awalnya Rena membenci pengawasan ketat Ervin dan berusaha mengusirnya, sebuah ciuman tak terduga mengubah segalanya. Hubungan benci mereka pun bergeser menjadi gairah panas yang tak terkendali.
Sampul Novel Harga Sebuah Keperawanan
9.6
Terdesak kemiskinan, Dinda nekat menjual kehormatannya seharga lima ratus ribu rupiah kepada preman. Namun, razia kepolisian menggagalkan rencananya hingga ia bertemu Sergio, polisi tampan yang menolongnya. Meski Sergio sudah berkeluarga, Dinda tetap mengejar cintanya hingga mereka memulai hubungan terlarang secara sembunyi-sembunyi. Akankah rahasia gelap ini terungkap? Bagaimana reaksi istri Sergio saat mengetahui pengkhianatan suaminya tersebut?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.