Sampul Novel Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Kali Ini, Aku Pilih Pergi

8.6 / 10.0
Novel modern Kali Ini, Aku Pilih Pergi mengisahkan Sofia Jayadi yang mendapati suaminya merayakan ulang tahun wanita lain bersama anak mereka di hari pernikahan mereka. Menolak bertahan dalam pengkhianatan, Sofia memilih pergi meninggalkan keluarganya. Baca novel online gratis ini sekarang.
Ringkasan Kali Ini, Aku Pilih Pergi
Unggahan viral mengungkap pengkhianatan yang menghancurkan hati Sofia Jayadi di hari jadi pernikahannya. Sang suami, Bondan, justru membawa putra mereka merayakan ulang tahun wanita lain yang disebut cinta sejatinya. Di tengah dekorasi pesta yang terbengkalai, Sofia menerima telepon penjelasan dari suaminya, sementara sang anak terdengar bahagia bersama wanita itu. Menolak terus terluka, Sofia memutuskan dengan tenang untuk tidak lagi menginginkan suami dan anaknya, lalu memilih pergi.
Baca Selengkapnya

Kali Ini, Aku Pilih Pergi Bab 1

Pada hari libur semester, unggahan di status WhatsApp yang paling viral adalah tentang diriku.

Judulnya adalah, "Pak Bondan membawa putranya untuk merayakan ulang tahun cinta sejatinya. Apakah dia akhirnya berencana bercerai dengan Sofia Jayadi?"

Aku diam-diam menyukai postingan itu.

Saat ponselku berdering, aku sedang membongkar balon-balon yang telah disiapkan untuk hari jadi pernikahan.

"Sayang," ujar suamiku dengan terburu-buru, ingin memberikan penjelasan. "Anak kita tiba-tiba merengek ingin pergi ke taman bermain, jadi aku ...."

Di latar belakang, terdengar suara tawa anak kami. "Ayah, Bibi bilang kalau malam ini aku bisa tidur dengannya!"

Aku menatap rumah yang berantakan ini.

Balon-balon tampak terkulai lemas, sementara krim di atas kue sudah mengeras.

"Kamu nggak perlu menjelaskan." Aku mendengar diriku berkata, "Aku memahami semuanya."

Hanya saja, kali ini semuanya akan berbeda.

Aku tidak menginginkan ayah dan anak ini lagi.

Saat Bondan membawa anak kami pulang, aku sedang meringkuk di sofa sambil menonton TV.

Dulu aku selalu langsung bergegas untuk mengambilkan sandal Bondan, lalu mencium pipi kecil anak kami.

Hari ini, aku tidak bergeming.

"Ibu, kenapa hari ini kamu nggak menciumku?" tanya Toby.

"Sofia, kenapa kamu juga tidak mengambilkan sandal untukku?" tanya Bondan.

Aku mengeraskan volume TV sambil menjawab, "Aku nggak ada waktu."

Bondan mengganti sepatunya dengan santai, lalu membawa anak kami masuk ke dalam rumah.

Pria itu berkata, "Sofia, jangan bilang kalau kamu masih marah karena hal sepele itu?"

"Hari ini adalah hari libur semester. Anak kita tiba-tiba ingin pergi ke taman bermain, apa aku nggak boleh mengabulkan keinginannya? Tapi aku nggak bisa sendirian mengurus anak ini, jadi aku meminta Olivia untuk menemani. Berapa kali lagi aku harus menjelaskannya?"

Anak kami yang berada di samping juga berujar dengan nada kesal, "Ibu, kamu marah lagi! Bibi Olivia nggak pernah seperti ini. Dia nggak pernah cemberut!"

Bondan mengelus kepala putranya, lalu menatapku sambil berujar.

"Apa kamu mendengarnya? Bahkan anak kita pun nggak tahan melihatnya."

"Sofia, kenapa kamu jadi nggak pengertian? Aku membujukmu itu sama saja dengan menghormatimu. Kalau kamu ingin marah sekali pun, bisakah kamu membatasi diri?"

Suaraku terdengar tenang, "Aku nggak marah. Aku memahami semuanya."

Benar-benar memahami semuanya.

Aku sangat amat memahaminya.

Ini sama seperti tahun lalu saat aku mengalami kecelakaan hingga kehilangan banyak darah.

Bondan berkata dengan tidak sabaran di telepon, "Aku ada urusan mendesak. Aku akan ke sana nanti. Kamu bisa memanggil ambulans sendiri dulu!"

Sementara anak mereka berteriak di sebelahnya, "Ayah, cepat kemarilah. Kucing kecil Bibi Olivia sudah ketemu. Cepat kemari untuk menghibur Bibi supaya dia nggak menangis lagi."

Aku terbaring dalam genangan darah, lalu menelepon ambulans sendiri.

Di surat persetujuan operasi ada kolom tanda tangan keluarga.

Aku menulis "tidak memiliki keluarga" dengan tangan gemetaran.

Pandangan Bondan menyapu wajahku sebentar, lalu akhirnya dia menghela napas lelah.

"Sofia, apa kamu benar-benar harus melakukan ini?"

Aku menatap matanya dengan tenang. "Ada apa denganku?"

Keheningan menyelimuti di udara.

Tiba-tiba, Bondan mengeluarkan kotak beludru dari tas kerjanya, lalu melemparnya ke atas meja kopi dengan asal.

"Ini untukmu. Selamat hari jadi pernikahan," ujar pria itu.

Aku melirik kalung yang tergeletak dalam kotak. Ada dua huruf yang tercetak di liontinnya, OW. Ini adalah singkatan nama Olivia Wijaya.

Aku tidak bisa menahan senyuman getirku.

Bahkan hadiah saat hari jadi pernikahan pun aku dapatkan dari sisa-sisa orang lain.

Padahal di hari ulang tahun Olivia, Bondan membawa anak kami ke toko roti, lalu membuat kue seharian penuh dengan tangannya sendiri.

"Terima kasih." Suaraku terdengar sangat tenang.

Bondan tiba-tiba bangkit berdiri, lalu berkata, "Aku dan anak kita sudah memilihkan hadiah ini dengan cermat, tapi kamu bahkan nggak tersenyum. Apa kamu nggak suka?"

"Aku suka. Terima kasih." Aku mengusap kalung dengan ukiran OW yang menyakitkan mata itu.

Ekspresi Bondan seperti baru saja disambar petir.

Lagi pula, tidak peduli hadiah apa pun yang pria itu berikan padaku sebelumnya, meskipun itu adalah suvenir dari acara kantor ….

Aku akan selalu menyimpannya seperti harta karun, lalu berkata dengan manis, "Sayang, cium aku."

Selama bertahun-tahun ini, tidak pernah terlewat sekali pun.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kali Ini, Aku Pilih Pergi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Aku Bukan Sampah
8.1
Trauma kekerasan seksual mengubah Berlian menjadi sosok tomboi yang nakal. Merasa dirinya kotor dan tak berharga, ia menutup hati serta menghindari hubungan dengan pria mana pun. Berlian yakin tidak akan ada lelaki yang tulus menerimanya. Namun, takdir membawanya bertemu seorang pria kaya raya yang mengubah segalanya. Akankah kehadiran sosok miliarder ini menyembuhkan luka masa lalunya yang kelam, atau justru memberikan penderitaan baru yang lebih menyakitkan?
Sampul Novel Call Girl [21+]
8.0
Yumira terperangkap dalam realita kelam sebagai wanita panggilan akibat nasib buruk. Di tengah keputusasaan mencari cinta sejati di antara pria yang hanya memanfaatkannya, hadir sosok Kai Dipraja. Kai menawarkan kasih sayang tulus yang selama ini Yumira impikan. Meski dunia menentang hubungan mereka, Yumira bertekad mempertahankan perasaannya. Mampukah mereka bersatu selamanya? Akankah Kai tetap menerima masa lalu dan identitas Yumira apa adanya?
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan
9.1
Dalam suasana yang sunyi, aku memberanikan diri untuk merengkuh tubuh Wiwik dengan penuh kelembutan. Meski sempat menanyakan keberadaanku, ia akhirnya luluh dan mulai menikmati kehangatan dekapan yang kuberikan. Suasana semakin intens saat Wiwik membalas pelukanku dengan erat. Tak berhenti di situ, kecupan di pipi hingga bibir pun disambutnya dengan penuh gairah. Desahan pelan darinya menjadi tanda bahwa ia telah hanyut dalam kemesraan ini.
Sampul Novel Jodoh Palsu Sang Alfa, Perang Diam Sang Omega
9.2
Sebagai Omega, aku percaya saat Dewi Bulan menakdirkanku bagi Alpha Baskara. Namun, janin yang kukandung ternyata dianggap aib. Baskara telah mandul demi wanita lain dan menjadikanku bahan taruhan keji. Setelah disiksa oleh Kirana dan dikhianati prajuritnya, hatiku membeku. Di ambang kehancuran, aku menelan ramuan terlarang untuk mematikan benih di rahimku. Ini bukan sekadar rasa putus asa, melainkan awal perang dingin untuk membalas dendam.
Sampul Novel Kebangkitan Seorang Putri Angkat Yang Dikhianati
8.7
Banjir bandang mengungkap pengkhianatan pahit bagi Harlee Reed. Saat nyawa terancam, suami dan kakaknya justru memilih menyelamatkan Cathryn, putri kandung yang baru kembali. Meski kakinya patah akibat ulah Cathryn, Harlee malah difitnah mencoba membunuh gadis itu. Jared dan Kaiden yang termakan dusta kini berbalik kejam. Di atas tandu medis, mereka bersiap menghancurkan kaki Harlee dengan batu demi membela Cathryn. Di tengah ancaman fisik tersebut, Harlee sadar ia harus segera melarikan diri.
Sampul Novel Rahasia Wanita Bergaun Merah
9.0
Rayden Wijaya, pewaris Wijaya Group, terjebak tuntutan pernikahan bisnis ayahnya. Saat melarikan diri ke kehidupan malam Jakarta, ia bertemu Vella, wanita misterius yang memikatnya dalam satu malam penuh gairah. Namun, fajar menyingsing dan Vella menghilang tanpa jejak. Pertemuan singkat itu menyeret Rayden ke pusaran rahasia berbahaya. Siapakah Vella sebenarnya? Takdir akan mempertemukan mereka kembali dalam situasi yang jauh lebih rumit dan penuh teka-teki.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan