Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Istriku

Hasrat Istriku

Naya terjebak dalam dilema besar antara karier impian dan kehidupan rumah tangganya. Demi menjaga posisi di perusahaan, ia terpaksa merahasiakan status pernikahannya dari rekan kerja. Meski sangat mencintai Ghiyas, ambisi profesional Naya terus menguji kesetiaannya. Kini, di tengah usia pernikahan yang masih sangat muda, ia dipaksa keadaan untuk menentukan pilihan sulit. Akankah Naya mempertahankan pekerjaannya atau justru memilih keutuhan cintanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ghiyas masih memejamkan matanya pagi itu. Tangannya meraba-raba kasur kosong di sebelahnya. Ingin rasanya memeluk sosok istrinya pagi itu. Yang membuatnya mengangkat kepalanya kala tidak menemukan Naya di kasurnya. Dan begitu matanya terbuka sedikit, Ghiyas tak menemukan Naya.

Pria itu langsung menggeliat dan mendudukkan dirinya. Kamarnya kosong, yang membuatnya langsung mendekati kamar mandi. Ghiyas mengetuknya dengan sopan dan halus.

“Nay?” Ghiyas tak mendengar suara air sama sekali dari dalam sana.

Akhirnya, Ghiyas membuka pintu kamar mandinya yang tak dikunci. Dan benar saja, Naya tak ada di sana. Yang membuatnya mengernyitkan dahinya cukup dalam karena itu.

“Naya!” Ghiyas memanggilnya dengan lebih kencang barang kali Naya tak mendengarnya.

Namun, Naya tak ada di sana. Dia sudah meninggalkan hotel lebih dulu dan hal tersebut membuat Ghiyas kebingungan sekaligus kesal. Sebenarnya ada apa dengan Naya, apa dia berusaha untuk menghindarinya atau sedang terjadi sesuatu atas dirinya.

Ghiyas kemudian mengambil handphonenya untuk menghubungi istrinya yang telah kabur itu. Pria itu menemukan pesan yang dikirim Naya sekitar setengah jam yang lalu.

[Mas Agi, Naya duluan. Naya ada kerjaan mendadak. Maaf. Naya udah pesankan sarapan buat Mas Agi. Diantar sekitar setengah jam lagi.]

Benar saja, tak lama kemudian sarapan yang dipesankan Naya datang. Hal tersebut yang membuatnya langsung mendecak tak percaya atas apa yang dilakukan istrinya tersebut padanya.

Sungguh, Naya masih pengantin baru dan bisa-bisanya dia lebih mengedepankan pekerjaannya. Padahal seharusnya dirinya dalam cuti nikah. Namun sehari sebelum dan sehari setelah, Naya masih masuk kerja. Hal tersebut membuat Ghiyas kesal tentunya.

Ghiyas lantas menghubungi seseorang, guna meredakan rasa kesalnya pada istrinya itu.

“Saya datang hari ini. Jadwalkan saya untuk masuk ke kamar operasi.”

***

Ghiyas berjalan cepat di koridor. Seraya melepaskan jas yang digunakannya, Ghiyas memasuki suatu ruangan dan kemudian mengganti pakaiannya dengan setelan pakaian steril. Ghiyas adalah seorang dokter, dokter bedah. Dirinya harusnya libur setelah menikah, namun hari itu dia masuk kerja.

“Loh? Ghiyas? Lo ngapain? Lo bukannya harusnya sama Naya?” pekik rekan kerjanya kaget.

“Enggak ada pasien darurat buat lo. Lo tau, Kevin udah handle semuanya buat lo. Lo enggak usah khawatir ada pasien atau apalah. Lo mending fokus sama istri lo dulu!” ujar rekannya yang lain.

“Gue sempat berpikir gimana kalau gue ada pasien darurat di hari pernikahan gue, dan gue khawatir untuk ninggalin Naya kalau-kalau malam setelah pernikahan gue, gue dapet job juga. Tapi lo tau apa? Itu enggak kejadian, dan malah kejadian sama Naya. Gue ditinggal di hotel pagi ini.”

Rekannya yang sama-sama sedang bersiap langsung menghentikan aktivitasnya. Mereka menatap Ghiyas dengan perasaan terkejut setengah mati. Biasanya, pekerjaan darurat berlaku untuk dokter. Namun, apa pekerjaan Naya hingga dirinya mendapatkan ‘pasien darurat’ juga.

“Memangnya Naya kerja apaan?”

“Dia kerja kantoran, setahu gue. Padahal bukannya itu kerjaan yang enggak berat dan enggak mungkin ada yang darurat. Gue enggak tau posisi dia, tapi gue rasa itu enggak bisa ditoleransi.” Ghiyas misuh-misuh, melampiaskan kesalnya pada rekannya.

“Lo yakin mau masuk kamar operasi dengan keadaan begini?”

“Satu-satunya yang bisa bikin gue tenang itu masuk kamar operasi. Karena gimana pun, gue harus tenang dan sesantai mungkin di dalam sana.” Ghiyas mengangguk dengan yakin.

Ghiyas kemudian memasuki ruangan yang sudah disiapkan. Dan bersama dengan rekan tim medisnya, Ghiyas sekarang bersiap untuk mulai pembedahan.

Pria itu tampak menggoda di balik pakaian berwarna hijau itu. Masker yang menutup setengah wajahnya tidak menutup setengah dari ketampanannya. Dan bisa-bisanya Naya meninggalkan pria setampan itu di malam pernikahannya.

Sementara itu, Naya juga berada di tempatnya bekerja. Dia mondar-mandir membantu timnya yang sedang diserbu oleh berbagai pihak lantaran sistem yang sedang eror tadi malam.

“Untuk surel pengajuan keluhan tolong dibalas satu-satu. Kelompokan keluhan sesuai dengan keluhannya. Pihak pengajuan keluhan kadang salah dalam mengelompokkan keluhan. Coba dibaca ulang di bagian keterangan!” ujar Naya.

Naya kemudian kembali ke kursinya. Dia kemudian menghubungi seseorang.

“Tolong diberitahukan untuk tidak mengajukan keluhan dua kali, karena akan masuk ke spam. Setelah mengajukan keluhan, tolong dicek dalam waktu 24 jam kerja!”

Seharian itu, Naya sangat sibuk. Hingga begitu waktu menjelang gelap, Naya dan tim bersorak ria lantaran berhasil mengurus suatu permasalahan kantornya dengan cepat.

Naya melakukan tos secara besar-besaran di ruangan tersebut dengan anggota timnya. Dan setelah menyelesaikan pekerjaannya, barulah dalam benaknya teringat akan sosok suaminya.

“Naya, ayo kita makan BBQ! Kita dihadapkan masalah ketika kita mendekati weekend. Saatnya bersenang-senang!” ajak rekannya sambil menghampiri Naya.

“Enggak dulu. Gue harus pulang cepat hari ini.” Naya melirik jam tangannya.

“Adik lo masih sakit? Lo pasti bergadang semalam karena masalah ini. Belum lagi kemarin lo sampai enggak masuk karena adik lo yang sakit.” Dara, rekannya itu tampak prihatin.

“Ah, iya.” Naya terkekeh kecil, dia membohongi kantor tentang ketidakhadirannya kemarin.

Alasan Naya tak mendapatkan cuti menikah adalah karena Naya tak pernah mengabari kantornya tentang pernikahannya. Karena kantornya memiliki sistem di mana seseorang yang sudah menikah tidak boleh menduduki jabatan sebagai kepala. Sementara dirinya adalah seorang ‘kepala’ itu.

Dan tak ada yang memberikannya selamat atas pernikahannya. Tak ada yang membicarakan soal bagaimana hebatnya pesta pernikahannya kemarin. Tak ada yang membicarakan soal suaminya juga.

Naya agaknya menyesal karena meninggalkan Ghiyas yang pastinya kesal sekarang. Namun, Naya berusaha menghubungi Ghiyas, setidaknya besok adalah hari Sabtu, dirinya libur bekerja.

Naya menelepon Ghiyas, walau penuh perasaan ragu dan agak takut untuk menjelaskannya pada Ghiyas. Dia tahu, Ghiyas berhak marah padanya. Namun saat Ghiyas mengangkat telepon, Naya menjadi sedikit lega karenanya.

“Halo, Mas? Mas di mana?” tanya Naya.

[“Baru ingat punya suami?”]

“Mm ... Maaf,” ucap Naya.

Enteng sekali baginya mengucapkan maaf dari semalam. Dan berbanding terbalik dengan hatinya yang seolah tak merasa bersalah sama sekali meski mengucap maaf.

“Naya bakal tebus kesalahan Naya. Mas di mana? Biar Naya yang ke sana.”

[“Enggak usah.”]

“Mas marah? Mas ngambek? Mas di rumah? Atau Mas di rumah sakit? Naya harus ke mana?”

[“Enggak usah ke mana-mana.”]

Naya mengulum bibirnya.

“Naya ke apartemen Mas?”

Ghiyas ingin rasanya marah pada Naya. Jika dirinya tak ingat mereka baru menikah, dan dirinya sedang ingin bersama dengannya, maka Ghiyas sungguh akan mengabaikan Naya.

[“Di rumah sakit.”]

“Okay, Naya ke sana. Mau dibawain apa? Kopi? Donat? Roti?” Naya berusaha membujuk Ghiyas agar setidaknya tidak marah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Candice menjadi korban jebakan keji mantan suaminya yang berujung pada malam bersama pria asing. Empat tahun berlalu, ia kembali ke tanah air bersama putra kecilnya yang cerdas, tampan, dan jenius. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis sang anak. Di tengah rencana balas dendam yang membara terhadap pria yang telah menghancurkannya, akankah Candice menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga kecilnya yang baru?
Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Ditinggalkan mati dalam mobil yang terbakar oleh Arifin, suamiku sendiri, demi menyelamatkan selingkuhannya adalah akhir hidupku yang tragis. Ternyata, insiden itu merupakan pembunuhan berencana untuk merebut warisanku. Kini, aku terbangun kembali di masa kuliah dengan ingatan utuh. Melihat wajah Arifin yang tampak polos, aku menyadari busuknya niat pria itu. Takdir memberiku kesempatan kedua untuk membalas dendam dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah ini ditujukan bagi pembaca dewasa yang mampu menggunakan logika secara mendalam. Dalam dinamika asmara, cinta dan birahi sering kali muncul melampaui nalar manusia. Mengapa fenomena ini terjadi? Ikuti narasi ini hingga tuntas agar Anda tidak melewatkan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan sampai menyesal karena berhenti di tengah jalan, sebab setiap babnya menawarkan sudut pandang penting agar Anda tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel Istri pengganti Tuan Bramasta
9.6
Pelita Abadisyara terjebak dalam situasi pelik saat dirinya dipaksa menikahi Bramasta Prayoga, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Tragedi kecelakaan yang menimpa Anggun, sang kakak tiri, mengubah segalanya dalam sekejap. Tanpa pilihan lain, Pelita harus menggantikan posisi Anggun di pelaminan demi memenuhi tuntutan keluarga. Kehidupan pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kini dimulai bersama sosok pria yang asing baginya.
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Kehidupan Audrey Giana Maheswari, ibu muda berusia 25 tahun, berubah menjadi mimpi buruk akibat salah memilih pasangan. Di tengah perjuangan mencari biaya pengobatan bagi anaknya yang sakit parah, ia harus menghadapi kenyataan pahit memiliki suami pemabuk yang tidak setia. Puncaknya, sang suami tega menjual Audrey kepada pria asing demi mendapatkan uang instan dalam semalam. Akankah Audrey mampu bertahan menghadapi pengkhianatan keji ini?