Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Istriku

Hasrat Istriku

Naya terjebak dalam dilema besar antara karier impian dan kehidupan rumah tangganya. Demi menjaga posisi di perusahaan, ia terpaksa merahasiakan status pernikahannya dari rekan kerja. Meski sangat mencintai Ghiyas, ambisi profesional Naya terus menguji kesetiaannya. Kini, di tengah usia pernikahan yang masih sangat muda, ia dipaksa keadaan untuk menentukan pilihan sulit. Akankah Naya mempertahankan pekerjaannya atau justru memilih keutuhan cintanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Naya berjalan di koridor, dia mendatangi Ghiyas ke rumah sakit tempat Ghiyas bekerja. Dengan membawakan makanan sebagai bahan untuk memperbaiki hubungannya dengan Ghiyas. Dia sadar betul telah melakukan kesalahan, namun seolah tak menyesalinya sama sekali.

Berpapasan dengan beberapa dokter dan perawat lainnya, mereka sempat terkejut melihat Naya di sana. Membuat Naya mengerti jika mereka pasti rekannya Ghiyas. Naya lantas membungkuk memberikan sapa dan tersenyum ramah.

“Naya, ya? Ke sini pasti nyari Ghiyas? Dia memang gitu, gampang ngambek. Maklumin, ya!” Rekan Ghiyas tersebut menggodanya.

Naya hanya tersenyum membalasnya. Dan rekannya tersebut membantu Naya untuk bertemu dengan Ghiyas yang sedang bersiap untuk pulang di sebuah ruangan. Naya memasuki ruangan tersebut dan mendapati Ghiyas yang sedang menggunakan jasnya.

“Kamu lama,” ucap Ghiyas dengan agak dingin menyambut istrinya tersebut.

Naya menarik bibirnya canggung. Di ruangan itu terdapat sofa dan terlihat beberapa rekan Ghiyas yang lainnya yang menatap ke arah Naya. Naya tersenyum canggung menyapa mereka.

“Kan, tadi beli ini dulu.” Naya menghampiri Ghiyas dan menyodorkannya.

“Wah, parah Ghiyas! Biasanya perempuan yang ngambek, terus didatengin cowoknya sambil bawa makanan manis. Ini kebalikannya.” Rekan-rekannya langsung bersorak menggoda Ghiyas di sana.

Ghiyas menatapi mata Naya yang kelihatannya lelah. Dia tidak tahu Naya tidak tidur setelah acara dan bahkan pagi-pagi buta langsung menuju ke kantornya untuk urusannya.

Ghiyas jadi tak tega padanya. Akhirnya, Ghiyas meminta Naya duduk bergabung bersama dengan teman-temannya dan Naya membagikan makanan yang dibawanya. Dia tahu, Ghiyas pasti sedang bersama rekannya, yang membuatnya membeli cukup banyak makanan di sana.

Mereka mengobrol bersama di sana. Dan Naya tampak sempat tak nyaman. Naya melihat ke bawah, ke kakinya. Di mana Naya ingin rasanya melepaskan sepatu hak tingginya itu. Dan Naya sempat melepaskannya sedikit, untuk melihat kakinya lecet atau tidak. Dan sayangnya iya.

Ghiyas memperhatikan Naya. Melihat kakinya yang lecet, itu membuat Ghiyas menghela nafasnya.

Setelah beberapa saat, Ghiyas dan Naya akan pulang. Sebelum pulang, Ghiyas membawa Naya menuju ke lokernya. Dan Naya hanya mengikuti Ghiyas, dia mengekor di belakangnya.

“Tadi ke sini pakai apa?” tanya Ghiyas.

“Taksi online,” jawab Naya.

“Kamu enggak bisa pakai motor atau mobil?” tanya Ghiyas lagi.

“Mobil bisa. Cuman, karena dari hotel enggak bawa mobil, jadinya enggak pakai mobil.”

Ghiyas mengeluarkan sebuah sandal yang tampak santai dan nyaman. Kemudian menaruhnya di depan kakinya Naya. Hal tersebut membuat Naya mendongkrak menatap suaminya yang tinggi.

“Pakai! Kakimu bukannya lecet?” Ghiyas tampak masih kesal, namun dia cukup perhatian.

Itu membuat Naya menyengir lugu karena Ghiyas peka terhadapnya. Naya lantas melepaskan sepatu hak tingginya dan menggunakan sandal itu. Kakinya sungguh terasa lega sekarang.

“Makasih,” gumam Naya pelan sambil tersenyum malu-malu.

Ghiyas hanya balik tersenyum.

Mereka pulang bersama. Berjalan di koridor sambil berpegangan tangan dan membuat perhatian beberapa orang teralihkan. Ghiyas membawa Naya ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya.

Di perjalanan pulang, Ghiyas melirik Naya yang belum membicarakan apa-apa tentang hari ini.

“Tadi siang orang tua kamu menanyakan tentang kabar kamu,” ucap Ghiyas mengawali.

“Mas bilang apa sama mereka?” tanya Naya sambil menatap Ghiyas dengan perasaan waswas.

“Mas bilang kamu kabur dari hotel,” jawab Ghiyas dengan enteng.

“Mas bilang gitu? Terus mereka bilang apa?” Naya tampak panik sendiri.

“Enggak mungkin Mas bilang gitu. Mas bilang kamu sama Mas lagi jalan-jalan dan kamu lagi di toilet. Kenapa kamu kabur dari hotel? Kenapa kamu ninggalin Mas kayak gitu?” tanya Ghiyas kesal.

Naya menghela nafasnya. Setidaknya orang tuanya tidak tahu tentang ini.

“Ada urusan mendadak di kantor,” jawab Naya seadanya.

“Urusan mendadak apa, sih? Kamu enggak resign aja? Kamu udah nikah, kamu tanggungan Mas mulai sekarang. Mas bakal kasih kamu uang tiap bulannya.”

“Mana bisa resign gitu aja, Naya harus cari dulu pengganti Naya nantinya.”

“Terus? Kamu mau tetap kerja padahal kita udah nikah?”

“Apa salahnya?”

“Yang kamu lakukan hari ini, itu salah. Dari semalam, malah. Kamu malah bekerja di saat seharusnya waktu kamu itu buat Mas. Mas paling enggak suka sama pelanggaran hak kayak gitu,” omel Ghiyas.

“Itu enggak akan terjadi lagi, Naya janji.” Naya langsung mengangkat tangannya sebagai simbol janji.

Ghiyas melirik Naya dan kemudian mendengus.

“Nay, kamu kerja di perusahaan swasta, kan? Mereka sebenarnya memberi kamu cuti nikah enggak, sih? Ada yang aneh sama perusahaan tempat kamu kerja. Masa iya, dikasih cuti tapi masih diandalkan kalau di perusahaan kenapa-napa.” Ghiyas masih memprotes.

“Dikasih, kok. Kan, udah dibilangin kalau itu darurat, cuman darurat aja.” Naya masih kekeh.

Ghiyas akhirnya hanya menghela nafasnya. Toh, sudah berlalu juga. Dan Naya juga mau menebus kesalahannya, itu cukup baginya. Walau tetap saja rasanya ada yang mengganjal sekarang.

“Mas jangan gampang ngambek, dong. Nanti Mas makin kelihatan tuanya,” ledek Naya dengan suara pelan, seolah dia hati-hati dengan ucapannya.

Dan Ghiyas lantas terkekeh. Benar adanya, dirinya berbeda tujuh tahun dengan Naya.

“Tiga puluh tahun enggak setua itu, kok.” Ghiyas melirik Naya dengan sok sinis.

“Memang, sih. Buktinya Mas sekarang masih ganteng,” puji Naya sambil tersenyum centil.

Naya melakukannya bukan tanpa tujuan, tapi agar dirinya bisa membiasakan diri bersama dengan Ghiyas. Perbedaan usia pasti akan menimbulkan banyak perbedaan pemikiran di antara mereka.

***

Tiba di apartemen Ghiyas, Naya langsung mandi lebih dulu. Karena dia mengaku tak mandi pagi ini. Dan Ghiyas mandi setelahnya. Karena di apartemen Ghiyas hanya ada satu kamar dengan satu kamar mandi. Mereka akan berbagi tempat tidur tentunya.

Dan Ghiyas terpikir tentang sesuatu yang harus dia bicarakan dengan Naya.

“Nay, seperti yang kamu bilang tadi di mobil. Mas udah tua. Mas mau punya bayi,” ucap Ghiyas sambil mendekati Naya yang tengah anteng duduk di atas kasur.

Naya langsung menatap ke arah Ghiyas dengan matanya yang melebar. Terlihat keterkejutan di dalam dirinya. Dan itu membuat Naya jadi salah tingkah.

“Kemarin kamu sempat menawarkan diri duluan. Enggak mau menawarkan diri lagi?” tanya Ghiyas menggodanya tentang yang terjadi kemarin.

Ghiyas duduk di sisinya, bicara menghadap Naya yang sekarang menegang dan membuatnya gugup.

“Apa enggak terlalu terburu-buru kalau soal bayi? Kita baru menikah. Kita belum menikmati masa-masa baru menikah kita, loh,” ucap Naya.

“Kamu mau menikmati masa-masa baru menikah kita kayak gimana emang? Holiday?”

Naya lantas menganggukkan kepalanya dengan ragu. “Boleh, tuh.”

“Kalau kamu positif, Mas bawa kamu ke mana pun kamu mau. Gimana?” Ghiyas mendekatkan wajahnya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HWV" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HWV
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ANAK CEO TAMPAN
8.1
Candice menjadi korban jebakan keji mantan suaminya yang berujung pada malam bersama pria asing. Empat tahun berlalu, ia kembali ke tanah air bersama putra kecilnya yang cerdas, tampan, dan jenius. Tak disangka, takdir mempertemukannya kembali dengan ayah biologis sang anak. Di tengah rencana balas dendam yang membara terhadap pria yang telah menghancurkannya, akankah Candice menemukan kebahagiaan sejati bersama keluarga kecilnya yang baru?
Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Ditinggalkan mati dalam mobil yang terbakar oleh Arifin, suamiku sendiri, demi menyelamatkan selingkuhannya adalah akhir hidupku yang tragis. Ternyata, insiden itu merupakan pembunuhan berencana untuk merebut warisanku. Kini, aku terbangun kembali di masa kuliah dengan ingatan utuh. Melihat wajah Arifin yang tampak polos, aku menyadari busuknya niat pria itu. Takdir memberiku kesempatan kedua untuk membalas dendam dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatiku.
Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah ini ditujukan bagi pembaca dewasa yang mampu menggunakan logika secara mendalam. Dalam dinamika asmara, cinta dan birahi sering kali muncul melampaui nalar manusia. Mengapa fenomena ini terjadi? Ikuti narasi ini hingga tuntas agar Anda tidak melewatkan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan sampai menyesal karena berhenti di tengah jalan, sebab setiap babnya menawarkan sudut pandang penting agar Anda tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel Istri pengganti Tuan Bramasta
9.6
Pelita Abadisyara terjebak dalam situasi pelik saat dirinya dipaksa menikahi Bramasta Prayoga, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Tragedi kecelakaan yang menimpa Anggun, sang kakak tiri, mengubah segalanya dalam sekejap. Tanpa pilihan lain, Pelita harus menggantikan posisi Anggun di pelaminan demi memenuhi tuntutan keluarga. Kehidupan pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya kini dimulai bersama sosok pria yang asing baginya.
Sampul Novel Istri Yang Di Jual Suami
8.2
Kehidupan Audrey Giana Maheswari, ibu muda berusia 25 tahun, berubah menjadi mimpi buruk akibat salah memilih pasangan. Di tengah perjuangan mencari biaya pengobatan bagi anaknya yang sakit parah, ia harus menghadapi kenyataan pahit memiliki suami pemabuk yang tidak setia. Puncaknya, sang suami tega menjual Audrey kepada pria asing demi mendapatkan uang instan dalam semalam. Akankah Audrey mampu bertahan menghadapi pengkhianatan keji ini?