Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Hari Penikahanku, Adalah Hari Kematianku

Alih-alih bersanding di pelaminan, Beatrice justru meregang nyawa di hari pernikahannya. Bradley, sang calon suami, tega mengurung Beatrice yang terluka di ruang bawah tanah selama sepuluh hari demi membela Michelle, sahabat masa kecilnya. Di hari pernikahan yang gagal, Bradley malah menikahi Michelle dan memfitnah Beatrice berselingkuh hingga membuat ibu Beatrice tewas terkena serangan jantung. Namun, saat Bradley akhirnya menemukan jasad Beatrice yang telah membusuk, penyesalan mengerikan membuatnya kehilangan akal sehat.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kak Bradley, sekarang gimana? Di luar sudah banyak tamu yang datang!" Michelle mengedipkan matanya yang besar dan polos, seolah-olah dia adalah malaikat yang polos.

"Ini semua salahku! Kak Beatrice pasti marah sama aku, makanya dia menolak datang! Maaf, Kak Bradley!" Begitu melihat air mata mulai menggenang di mata Michelle, Bradley langsung meredam amarahnya.

Dengan lembut, dia menarik Michelle ke dalam pelukannya dan mengusap rambut panjangnya yang hitam. "Mana mungkin ini salahmu? Ini semua karena Beatrice nggak datang ke pernikahan, malah memilih berduaan sama pria lain! Semua ini kesalahannya!"

Michelle terisak di pelukannya, seolah-olah dia telah menerima penderitaan yang begitu besar.

"Sudahlah, jangan nangis! Aku tahu kamu sedih karena aku. Tapi wanita jahat seperti Beatrice nggak pantas jadi istriku!"

Bradley mengumpatiku dengan segala kata-kata paling kejam yang bisa dia temukan. Sedangkan Michelle, dia selalu menjadi sosok yang paling suci dan sempurna.

Namun, hanya aku yang tahu betapa licik dan kejamnya dia. Saat aku mencoba gaun pengantin beberapa hari lalu, Michelle merengek pada Bradley dan memaksa ikut denganku.

Aku tidak terlalu peduli. Namun, setiap kali aku memilih satu gaun, dia selalu bersikeras menginginkannya juga. Hingga untuk kelima kalinya dia mencoba merebut pilihanku, kesabaranku habis.

"Michelle, kamu ini sebenarnya mau apa?" tanyaku dengan nada yang tak bisa lagi menyembunyikan kejengkelan. Dia hanya menyeringai, menatapku lurus dengan sorot mata penuh niat buruk.

Kami saling berhadapan dalam diam cukup lama, hingga akhirnya dia melepas gaun yang diperebutkan dan berkata, "Beatrice, kamu pikir aku akan membiarkanmu menikahi Bradley begitu saja?"

Sebelum aku bisa memahami maksud ucapannya, tiba-tiba dia menjatuhkan cermin besar di sampingnya ke tubuhnya sendiri.

"Ahhh!"

Suara kaca pecah memenuhi ruangan. Pecahan cermin berserakan di lantai, sementara Michelle berteriak dengan tangannya yang berdarah. Seorang pegawai butik yang mendengar suara itu segera berlari menghampiri kami. Namun, dia langsung jatuh terduduk begitu melihat darah yang mengalir dari tangan Michelle.

"Darah! Banyak sekali darah!"

Aku mencoba mendekatinya dan ingin membantunya bangkit. Namun, sebelum aku bisa menyentuhnya, dia justru menangis dan berteriak padaku.

"Kak Beatrice, aku sudah mengalah dan memberikan gaun yang kupilih untukmu, tapi kenapa kamu masih mendorongku?"

Seketika, sebuah dorongan kuat menghantam tubuhku dan membuatku terjatuh ke lantai. Kepalaku terasa pusing. Saat kesadaranku kembali, yang pertama kali kulihat adalah tatapan dingin Bradley yang menusuk.

"Kak Bradley, sakit sekali! Tolong aku!" Michelle menangis dengan suaranya yang bergetar ketakutan.

"Jangan takut, aku segera bawa kamu ke rumah sakit! Kamu pasti akan baik-baik saja!"

Dengan penuh kepanikan, Bradley mengangkat tubuhnya dan pergi dengan tergesa-gesa. Dalam kekacauan, dia tanpa sengaja menginjak tanganku.

Aku menjerit kesakitan. Namun, dia bahkan tidak melirikku sedikit pun. Saat itu, aku akhirnya mengerti. Perbedaan antara dicintai dan tidak dicintai sangatlah jelas. Dan aku harus mengakui ... selama ini aku hanya menipu diriku sendiri.

Karena Michelle mengalami keguguran dan lengannya patah, Bradley memilih melukai lenganku dengan pisau, mengurungku di ruang bawah tanah, dan menyiksaku. Dia tidak peduli dengan kebenaran.

Yang dia pedulikan hanyalah Michelle terluka, dan karena itu, dia harus membalaskan dendamnya. Di matanya, aku bukan siapa-siapa.

"Lalu ... bagaimana dengan pernikahannya? Aku ... aku nggak mau orang lain mentertawakanmu!" Michelle menatap Bradley dengan mata berkaca-kaca dan suaranya terisak.

"Pak Bradley, atau mungkin aku harus ...." Asisten Bradley mencoba berbicara dengan hati-hati, tetapi kalimatnya terputus oleh dering ponsel yang nyaring.

Asisten Bradley menjawab panggilan itu dengan ekspresi dingin. "Apa?!"

Wajah asistennya langsung berubah pucat. Setelah menutup telepon, dia ragu-ragu sebelum akhirnya berkata dengan suara gemetar, "Pak Bradley, Bu Beatrice sudah ditemukan. Tapi ...."

"Tapi apa? Cepat bilang! Jangan bertele-tele! Apa Beatrice benar-benar mati?" Bradley menatapnya dengan tidak sabar.

Asistennya menelan ludah, lalu akhirnya mengatakan dengan suara bergetar, "Bu Beatrice ... memang sudah mati. Orang-orang yang kami kirim menemukan tubuhnya."

Sesaat, ekspresi Bradley tampak ragu. Namun, keraguan itu segera hilang. Sebaliknya, dia malah tertawa dengan tidak acuh.

"Dia bahkan nggak bisa cari alasan yang lebih masuk akal! Michelle sendiri melihatnya jalan-jalan sama pria lain, sekarang kalian bilang dia sudah mati? Kalian pikir aku ini orang bodoh?"

"Bukan begitu, Pak Bradley! Bu Beatrice benar-benar sudah mati!"

Asistennya berusaha meyakinkannya dengan panik. Namun, tidak ada seorang pun yang memperhatikannya lagi.

Karena Bradley telah menggenggam tangan Michelle dan membawanya masuk ke dalam aula pernikahan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dicintai Iblis Betina
8.2
Sumpah reinkarnasi menggema sebelum sosok itu lenyap bersama aroma busuk yang menyengat. Di tengah keputusasaan, Jacob berusaha menghidupkan kembali arwah kekasihnya melalui bantuan seorang dukun sakti. Namun, ia justru terjerat tipu daya ratu iblis yang licik. Hubungan mereka pun berkembang jauh melampaui sekadar pertemuan biasa, hingga terjebak dalam gairah terlarang di ranjang. Kini, Jacob harus menghadapi konsekuensi mengerikan atas cintanya yang gelap.
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Seorang pria terjebak dalam kengerian Hutan Gondoriyo setelah tersesat saat menjelajah. Di tengah fenomena ghaib kendaraan yang raib, ia bertemu pasangan lansia misterius di sebuah pondok terpencil yang memberinya peringatan. Meski berhasil pulang, rasa penasaran membawanya kembali, namun hutan itu seolah lenyap. Hubungan gelap antara kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terkuak, memaksanya mempertaruhkan nyawa demi mengungkap kebenaran yang menghantui.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu demi satu nyawa teman, keluarga, hingga mereka yang pernah menyakitiku terenggut secara brutal. Kematian tragis ini menyisakan kengerian mendalam karena sang pelaku sangat lihai menghapus jejak, membuat identitasnya mustahil terungkap. Di tengah kepungan teka-teki gelap yang penuh misteri, korban terus berjatuhan tanpa henti. Naasnya, aku yang menjadi tokoh utama dalam kisah kelam ini pun tak luput dari incaran maut yang mengintai dari balik bayangan.
Sampul Novel One Chance without Change
9.0
Dalam sebuah kisah yang menyelimuti misteri dan kengerian mendalam, muncul sebuah pertanyaan penuh keputusasaan mengenai batas penderitaan manusia. Tokoh utama terjebak dalam situasi yang sangat menyiksa hingga ia mempertanyakan apakah ada bentuk kematian yang jauh lebih menyakitkan daripada apa yang sedang ia alami saat ini. Keadaan ini memicu ketakutan luar biasa di tengah dunia fantasi yang kelam, di mana rasa sakit menjadi inti dari eksistensi.
Sampul Novel PEMBALUT SUAMIKU
9.3
Setelah menghilang tanpa jejak selama sepuluh tahun dan sempat dinyatakan wafat, suami Laksmi tiba-tiba kembali ke rumah. Namun, kepulangannya justru membawa suasana mencekam bagi sang istri. Laksmi menemukan sebuah kebiasaan mengerikan yang dilakukan suaminya, yakni mengumpulkan serta menyimpan pembalut bekas pakai secara sembunyi. Perilaku ganjil tersebut memicu kecurigaan besar di benak Laksmi tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini.