Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian

Gelora Asmara Ratu Berlian

Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Huhh ... sial ... sial ... sial!" teriak kesal Zayn sembari memukul gagang setir mobilnya. Tak dipungkiri hatinya masih tak rela mengakhiri hubungannya dengan Intan baru saja.

"Gue udah ingetin bolak-balik pake pil kontrasepsi biar kagak kebobolan. Dasar perempuan tolol, rusak semua jadinya!" maki pemuda itu penuh amarah di dalam mobilnya yang melaju kencang menuju ke rumah keluarga Pradipta di pinggiran kota Jakarta yang tenang.

Tak biasanya Zayn pulang ke rumah itu, tetapi kali ini mamanya mengiriminya pesan agar dia hadir makan malam bersama di sana. Ucapan mamanya itu mutlak harus dipatuhi kalau masih menginginkan suport materi secara penuh.

Bendahara di keluarga Pradipta adalah mamanya, Nyonya Selvi Ratna Pradipta. Sedangkan, papanya yaitu Bramantyo Muis Pradipta hanya tahu mencari nafkah dan menambah pundi-pundi kekayaan keluarga mereka. Pak Bram hanya tahu beres atas segala pengaturan istrinya yang memang jago menaruh pos-pos keuangan keluarga.

Hubungan Zayn dan Intan memang sejak awal disembunyikan dari keluarga Pradipta. Dia takut mamanya akan menentang karena latar belakang Intan yang bukan siapa-siapa. Apa yang mau diharapkan dari anak yatim piatu sejak lahir yang bahkan bersekolah pun full beasiswa?

Memang Intan cantik luar dalam dan pintar secara akademik. Makanya Zayn langsung jatuh hati kepada gadis itu dulu ketika berkenalan di SMA yang sama.

Hanya saja zaman begini masih percaya dan mengagung-agungkan cinta? Itu sangat konyol bin naif, pikir Zayn sembari merutuki keluguan Intan tiada habisnya.

Mobil Porsche itu memasuki halaman rumah megah 3 lantai bercat dinding putih dengan genting warna biru navy yang nampak elegan dari kejauhan. Zayn pun memarkir mobilnya sekenanya di depan teras rumah karena tak ada mobil lainnya di situ.

Dia menyembunyikan mood buruknya karena akan bertemu mamanya sebentar lagi, Zayn harus ceria.

"Hai, Jagoan Mama!" sambut Nyonya Selvi seraya memeluk cium putera kesayangannya. Dia menatap wajah pemuda tampan bertubuh jangkung dan kekar itu dengan cermat lalu berkata lagi, "Zayn, kamu sudah siap buat terbang ke Swiss 'kan besok?"

"Swiss?! Astaga, Mama ... kenapa mendadak sekali?" protes Zayn yang nampaknya tak siap berangkat besok ke luar negeri untuk mempersiapkan kuliahnya.

Nyonya Selvi menggandeng lengan Zayn menuju ke sofa ruang keluarga sembari menjawab, "Kamu tinggal berangkat aja 'kan? Semuanya kebutuhan kamu sudah diatur Martin, dia nanti yang bantu-bantu urusan pendaftaran kuliah, apartment tempat tinggal kamu, dan lain sebagainya. Nggak boleh ngebatalin keberangkatan kamu besok ya, Nak!"

Bila itu sudah maunya sang mama, Zayn tak bisa menolak. Dia pun menganggukkan kepalanya dengan lesu. Mereka pun melanjutkan perbincangan seputar adik Zayn yang bernama Prilly yang masih duduk di bangku SMP tingkat akhir tahun ini dan juga kesibukan papa Zayn.

Sementara itu di Panti Asuhan Kasih Ibu Kartini, kepulangan Intan yang nampak sembab wajahnya dan juga lemas tak bersemangat membuat Bunda Kartini Soekotjo bisa menebak hasil pertemuan anak asuhnya dan pacarnya yang telah menghamili Intan.

"Nak, apa kamu mau cerita sama Bunda tentang hasil pembicaraan kamu dan pacarmu?" bujuk Bunda Kartini sambil mengiring Intan ke kamar tidur remaja itu.

Intan terduduk lunglai di tepi ranjangnya dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Dia mulai menangis pilu tak henti-henti.

Dengan besar hati Bunda Kartini membelai lembut puncak kepala Intan. "Sabar ya, Nak. Apa mau Bunda temani besok untuk menemui orang tua pacarmu? Kamu punya alamat rumahnya 'kan?" tanyanya.

"Ada, Bunda. Mungkin itu jalan satu-satunya agar Zayn mau bertanggung jawab untuk janin di rahimku ini!" sahut Intan setuju dengan usul Bunda Kartini.

"Besok pagi kita berdua naik taksi online ke sana saja. Sekarang kamu mandi, makan, istirahat biar janin kamu tetap sehat. Jangan stres dan banyak pikiran ya, Tan!" tutur Bunda Kartini sebelum meninggalkan kamar tidur Intan.

Memang keesokan harinya, sekitar pukul 08.00 WIB mereka telah sampai di teras depan rumah megah milik keluarga Pradipta. Asisten rumah tangga yang menyambut kedatangan Bunda Kartini dan Intan.

"Maaf, kalian mencari siapa ya?" tanya Murni, art kediaman Pradipta kepada kedua tamu tak diundang tersebut.

"Kami ingin bertemu orang tua Zayn, Mbak," jawab Bunda Kartini tanpa bertele-tele karena tujuan kedatangan mereka berdua membawa topik yang sensitif.

Murni pun meminta mereka berdua untuk menunggu di sofa ruang tamu yang ada di sisi barat rumah megah tersebut. Baik Intan maupun Bunda Kartini berdecak kagum seraya mengedarkan pandangannya ke interior rumah yang nampak mewah dan juga arsitektur yang terkesan elegan itu.

Tak lama setelahnya Nyonya Selvi memasuki ruang tamu dan mengernyitkan keningnya ketika melihat sosok kedua tamunya pagi itu. Dia pun menyapa sekadarnya, "Selamat pagi. Saya mamanya Zayn, kalian siapa ya?"

"Selamat pagi, Bu. Perkenalkan saya Kartini, walinya Intan," balas Bunda Kartini sambil berjabat tangan dengan Nyonya Selvi bergantian dengan Intan yang telapak tangannya terasa dingin.

"Oke. Ada perlu apa ya datang menemui saya ke mari?" tanya Nyonya Selvi bernada ketus.

Kedua tamunya kompak menghela napas dalam dan merasa tak nyaman. Namun, Bunda Kartini merasa hak puteri asuhnya wajib dibela. Maka dia pun mulai berbicara tanpa basa-basi, "Jadi kedatangan kami ini untuk meminta pertanggung jawaban Nak Zayn yang telah menghamili Intan ini—"

"HAHH?! Hamil? Maaf ya, kalau Zayn bersenang-senang dengan sembarang perempuan di luar rumah, bukan berarti dia wajib bertanggung jawab menikahi perempuan itu dong! Enak saja kalian minta pertanggung jawaban. Keluarga kami tidak buka panti sosial ya!" cerca Nyonya Selvi dengan pedas.

"Tapi, Bu—ini anaknya Zayn lho, cucu Anda!" tegas Bunda Kartini tak ingin menyerah memperjuangkan hak Intan.

Tawa sinis terdengar menggema di ruang tamu. Mama Zayn pun bangkit berdiri seraya bersedekap di hadapan kedua tamu yang tak diundang tersebut.

Dia pun menjawab, "Gugurkan saja dan selesai perkara! Hari ini Zayn berangkat ke Swiss untuk sekolah kedokteran, masa depannya masih terbentang panjang. Jangan hanya karena menghamili perempuan bodoh yang miskin lantas cita-citanya kandas!"

"Ya Tuhan, tega sekali Anda menyuruh Intan menggugurkan calon cucu Anda, Bu!" Bunda Kartini mengelus dadanya mencoba bersabar sekalipun dia yang selama ini merawat anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya di panti asuhan merasa wanita di hadapannya berhati degil.

"Alaa—perempuan mata duitan saja sok-sokan jadi korban. Aku yakin pasti dia yang menggoda Zayn sampai jadi bunting begini, iya'kan?!" sentak Nyonya Selvi bernada tajam seolah pendapatnya pasti dijamin benar 100%.

Intan merasa lidahnya kelu dan air matanya seolah tak dapat dibendung terus mengalir. Dia baru sekali bertemu dengan mama Zayn. Pemikiran pemuda itu rupanya hasil didikan mamanya yang sebelas dua belas dengannya.

"Sudah, begini saja. Kalian 'kan mau uang, aku akan berikan cek giro senilai 100 juta rupiah. Cairkan itu di bank sepulang dari sini dan jangan pernah mengungkit masalah anak haram yang dikandung perempuan ini!" putus Nyonya Selvi dengan ringan. Dia menulis nominal di buku cek giro lalu menanda tanganinya.

Selembar kertas berharga 100 juta rupiah itu diulurkan ke hadapan kedua tamunya. "Ambil ini! Lalu cepat tinggalkan rumahku," tuturnya dingin.

Bunda Kartini dan Intan bertukar pandang dengan perasaan tak menentu. Karena belum bisa menentukan akan bagaimana, maka Bunda Kartini pun menerima lembaran cek giro itu dari tangan Nyonya Selvi.

"Bagus. Sekarang kalian enyah dari hadapanku. Orang miskin memang selalu bisa dibeli bukan? Sungguh menjijikkan!" hina Nyonya Selvi sebelum memanggil pelayan laki-laki di rumahnya untuk mengusir kedua tamunya.

Intan tak akan pernah lupa hari dimana harga dirinya diinjak-injak sedemikian hina oleh mama Zayn. Dia berdoa dalam hatinya bahwa suatu hari nanti karma dari Tuhan akan berbalik memukul wanita arogan tersebut.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LZU" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LZU
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata di Antara Bunga
8.8
Setelah dikhianati oleh Bastian Wicaksono yang membatalkan pertunangan demi Sarah Laksmana, hidup Vanya Devara hancur total akibat kebangkrutan keluarga dan kematian ayahnya. Rangga Mahardika kemudian muncul menjadi penyelamat yang melunasi seluruh utang dan mendampinginya selama tiga tahun. Namun, tepat sebelum pernikahan mereka, Vanya tidak sengaja mendengar rahasia kelam. Rangga ternyata adalah sosok yang menghancurkan keluarganya. Vanya menyadari bahwa kebaikan sang miliarder hanyalah penebusan dosa atas konspirasi yang ia ciptakan sendiri.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi
8.9
Abigail Putri terikat pernikahan paksa demi wasiat sang kakek. Di balik sosoknya yang biasa, ia menyembunyikan identitas profesional yang penuh gairah. Suaminya, seorang psikolog sekaligus CEO penerbitan yang dingin, justru terobsesi pada satu penulis misterius tanpa tahu itu adalah istrinya sendiri. Saat rahasia besar Abigail mulai terancam terbongkar, ia harus bernegosiasi dengan sang suami. Namun, perlindungan atas rahasia tersebut menuntut harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.