Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi

Gairah Istri yang Tersembunyi

8.9 / 10.0
Abigail Putri terikat pernikahan paksa demi wasiat sang kakek. Di balik sosoknya yang biasa, ia menyembunyikan identitas profesional yang penuh gairah. Suaminya, seorang psikolog sekaligus CEO penerbitan yang dingin, justru terobsesi pada satu penulis misterius tanpa tahu itu adalah istrinya sendiri. Saat rahasia besar Abigail mulai terancam terbongkar, ia harus bernegosiasi dengan sang suami. Namun, perlindungan atas rahasia tersebut menuntut harga yang sangat mahal.

Gairah Istri yang Tersembunyi Bab 1

Ayah Abigail, Danu Wiratmaja memanggil putrinya ke ruang kerja di rumahnya yang besar itu. Putrinya yang saat ini sudah berusia 25 tahun baru saja pulang dari berkumpul dengan teman-teman elitnya, dengan terpaksa mendatangi ruang kerja sang ayah.

“Kenapa, Yah?” tanya putrinya dengan nada kesal.

“Kok gitu. Gak ada sopan-sopannya! Kamu itu masih ikut ayah lho,” tegur Danu.

“Bukan begitu, Ayahku sayang. Gail capek habis dari luar. Ibu di mana?” jawabnya mengalihkan topik.

“Gak perlu ngalihin topik. Ibu ada di dapur nyiapin makan malam. Ayah ada permintaan, eh, bukan permintaan. Lebih tepatnya perintah,” sahut Danu dengan senyum yang tengil.

“Apalagi Ayah? Aku tidak ingin mengelola Perusahaan. Suruh Abbas aja!” protes Gail menolak perintah ayahnya tanpa mendengarkan terlebih dahulu.

Gail memilih berdiri dari duduknya untuk pergi dari sana karena ayahnya masih saja membahas masalah penerus Perusahaan. Padahal dari awal dia sudah menolak untuk menjadi penerusnya.

“Lho, anak ini turunannya siapa sih! Iya, Perusahaan memang jatahnya Abbas, tapi bukan itu yang ayah maksud. Ayah ingin kamu memenuhi wasiat dari kakekmu,” terang ayahnya menjelaskan. “Ayo duduk.”

“Tentang apa?” tanya Gail yang tidak terlihat antusias dengan wasiat kakeknya. “Gak aneh-aneh kan?”

“Gak kok, ayah sudah berdiskusi sama ibu dan ibu setuju dengan ayah. Jadi mau tidak mau kamu harus mau,” goda ayahnya dengan senyum jahil.

“Ya udah sih, Ayah. Dari tadi gak disebutin. Gail capek, ngantuk!” protes Gail.

Danu yang sangat mengenal sifat putrinya karena kebanyakan sifat di masa mudanya menurun kepada putrinya saat ini. Yang sangat menurun justru sifat yang jelek, yaitu keras kepala.

“Ayah ingin kamu menikah dengan cucu dari teman kakekmu sesuai wasiatnya!” cerocos ayahnya cepat agar anak sulungnya setuju.

“Apa! Gak salah, Yah” sanggah Gail.

“Gak, bener kok,” balas Danu.

“Ayah, ih. Sekarang bukan jamannya perjodohan ya! Aku gak mau!” Gail pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya dengan membanting pintu ruangan tersebut.

Ibunya yang mendengar suara keras itu segera menuju sumber suara. Dia melihat anak gadisnya naik tangga dengan tergesa dan melihat suaminya yang keluar dari ruang kerja.

“Ayah sudah bilang sama Gail?” tanya ibunya menebak dan diangguki oleh sang suami.

“Apa Ibu bilang, Gail gak bakal setuju,” cibir istrinya.

“Iya, tapi gimana dong, Bu. Keluarga Kusuma meminta jawaban lho, apalagi putranya akan pulang ke Indonesia akhir bulan ini,” cerita Danu kepada istrinya.

“Iya, Ibu tahu, nantilah Ibu yang beri pengertian ke Gail. Ayo sekarang kita makan dulu,” ajak Latifa ke ruang makan.

Sementara di kamar, Gail melepas dress yang sedari tadi dipakainya dan berganti dengan jubah mandi. Dia memilih untuk mandi meski malam karena berapa jam sudah dihabiskan di luar. Dia membersihkan wajah dari sisa-sisa riasan yang menempel pada wajah ayunya.

Entah turunan siapa wajah ayu tersebut karena dia terkadang dibilang mirip ayah, terkadang lain juga mirip ibunya. Namun, jika diperhatikan lebih detail lagi, untuk alis dan mata dia mengambil dari ayah sedangkan untuk hidung dan mulut dari wajah ibunya. Paduan keduanya begitu sempurna.

Usai membereskan riasannya dan menyiapkan air di bathtub, dia menenggelamkan diri ke dalam air hangat yang wangi aroma mawar.

“Apa-apaan sih ayah ini. Hari ini kok jodoh-jodohan. Aku kan belum ingin menikah!” omelnya pada ruang hampa di kamar mandi.

Setengah jam sudah dia berendam, akhirnya dia memilih untuk keluar karena air sudah menjadi dingin. Dia mengambil pakaian yang biasa dipakainya di rumah dan keluar untuk makan malam bersama dengan keluarganya.

Gail turun dari kamarnya menuju ruang makan dan di sana kedua orang tuanya sudah setengah selesai makan malam.

“Kok gak tunggu Gail sih?” tanyanya.

Kedua orang tuanya diam saja seperti tidak menganggapnya ada.

“Ayah, Ibu?” tanyanya. “Kenapa gak jawab sih?”

“Masih perkara perjodohan? Kalo aku jawab bersedia, kalian mau ngomong sama aku lagi?” lanjutnya.

“Bener mau ya?” tanya Danu memastikan.

“Tuh kan, baru mau ngomong. Kalian gini amat deh jadi orang tua!” protes Gail sembari mengambil nasi karena dia lapar.

“Ya, namanya juga wasiat. Kalo bukan wasiat, ayah sama ibu gak bakal maksa kamu.” Danu menjelaskan. “Wasiat itu kalo gak dijalankan, yang hidup yang dosa. Sebisa mungkin kita hindaril” lanjutnya.

“Tapi aku masih belum ingin nikah, Yah,” rengek Gail manja. “Ayah sama ibu sudah bosen ya ngerawat aku.”

“Hush, kok gitu sih. Ayah sama ibu itu mikirnya kamu kapan dewasanya. Sampe sekarang gak mau kerja di Perusahaan, cuma di toko bunga milik ibu aja. Itupun gak mau handle urusan keuangan. Cuma jualan bunga aja padahal kamu pinter lho,” timpal ibunya.

“Aku gak mau terikat, Bu. Lagian harta ayah siapa yang mau ngabisin hayo,” elak Gail.

“Satu alesan lagi Ibu pengen kamu nikah itu pengen punya cucu. Biar bisa ibu rawat dan banggain ke teman-teman arisan ibu,” sindir Latifa.

“Ya kalo gitu kenapa Ibu sama Ayah gak buat adik lagi aja daripada aku yang disuruh nikah,” balas Gail sekenanya.

Seketika nafsu makan Gail hilang entah ke mana. Mendengar orang tuanya mendesak dia untuk menikah dengan orang yang belum dikenal. Karakternya seperti apa, orang tuanya juga belum tahu. Mereka hanya tahu saat pria itu masih kecil. Kok segampang itu menyerahkan anak Perempuan satu-satunya mereka ke orang yang tidak dikenal.

“Lagian kok percaya banget lho padahal gak pernah ketemu sama anaknya teman Ayah,” lanjut Gail dengan protesnya.

“Ayah sudah ketemu sekitar tiga bulan lalu dengan pria itu dan ayah menilai baik dan pastinya cocok untuk kamu, Sayang. Ayah gak mungkin menyerahkan kamu kepada pria yang tidak baik. Gimana?” tanya Danu.

“Oke, aku mau dijodohin, tapi boleh tau dia umur berapa?” tanya Gail.

“Dia umur 4 tahun lebih tua dari kamu, Nak.” Danu menjawab tegas.

“Ya sudah, atur pertemuan kapan, tapi aku gak mau langsung nikah!” Kedua orang tua Gail berpandangan saling menatap dengan tatapan seperti mendiskusikan sesuatu.

“Kok gitu pandangannya? Gak ada yang disembunyikan, kan?” tuduh Gail curiga.

Karena sepertinya orang tuanya memiliki rencana yang dia sendiri tidak tahu apa itu. Kadang dia sendiri tidak bisa menebak apa yang orang tuanya rencanakan.

“Gak, Sayang. Kamu terlalu curiga,” timpal Latifa. “Nanti ibu bantu atur ya pertemuan kalian. Ayo sekarang lanjut makan.”

Gail lanjut menghabiskan makan malamnya dalam diam. Sambil dia terus berpikir apa yang harus dia lakukan dengan perjodohan ini. Sebelumnya, dia harus mengetahui motivasi pria ini, mengapa setuju dengan perjodohan ini?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gairah Istri yang Tersembunyi

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Dinodai keluarga suami
9.6
Anisa Rahma memulai hidup baru sebagai istri Seno Bagaskara, pria kaya raya yang membawanya tinggal di kediaman besar keluarga. Namun, situasi menjadi rumit karena mereka harus berbagi atap dengan saudara ipar lainnya. Di balik kemewahan tersebut, Anisa tidak menyadari bahwa adik laki-laki Seno dan suami dari iparnya menyimpan hasrat terlarang kepadanya. Kini, Anisa terjebak dalam ancaman nafsu mereka di rumah itu. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menyelamatkan adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar senilai 100 juta rupiah. Namun, takdir mempertemukannya dengan Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket secara tidak sengaja. Kini, Daiva terjebak dalam dilema cinta ketika kedua pria tersebut mulai mengejar hatinya. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Daiva sebagai pendamping hidup di tengah bayang-bayang masa lalunya?
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Dua tahun menikah, Nadia Antika bertahan menghadapi hinaan ibu mertuanya karena cinta tulus Askara Brahma. Namun, kebahagiaan itu sirna saat suaminya berubah menjadi tertutup dan dingin. Nadia mulai mencium rahasia besar yang disembunyikan sang suami di balik perubahan sikapnya. Mampukah ia mengungkap kebenaran yang menyakitkan? Bagaimana reaksi Nadia saat mengetahui Askara ternyata menjalin hubungan terlarang dengan adik iparnya sendiri di rumah mereka?
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri
8.2
Kehidupan seorang gadis berubah drastis saat Hunter Oragle memergokinya tengah mengintip kemesraan intim pria itu bersama sang ibu. Bukannya marah, ayah tirinya justru memberikan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan yang seharusnya murni kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang berbahaya. Segalanya menjadi kian rumit dan penuh tekanan ketika fakta-fakta masa lalu mulai terungkap ke permukaan, mengancam batas moral mereka.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Ramalan kuno mengungkap eksistensi gadis berdarah suci yang mampu memberikan keabadian dan kekuatan luar biasa. Setetes darahnya sanggup mencegah kepunahan klan serta menjamin kemudaan abadi bagi siapa pun yang memilikinya. Kelahirannya disambut pesta pora seluruh makhluk di alam semesta, ditandai awan gelap saat bulan purnama dan hawa dingin yang mencekam. Kini, nyawa dan darah sucinya menjadi incaran utama karena semua entitas mendambakan mukjizat yang ada dalam dirinya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan