Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu

Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu

8.1 / 10.0
Dalam Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu, Diana menghadapi perceraian saat hamil. Di tengah konflik billionaire romance novels ini, sang suami menolak melepaskannya. Simak kisah modern novel ini tentang pilihan sulit antara cinta dan benci hanya di platform web novel kami.
Ringkasan Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Baca Selengkapnya

Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu Bab 1

"Anda hamil, Nona Saputra. Selamat!"

Diana Saputra berjalan keluar dari rumah sakit dalam kondisi hampir pingsan, tapi ucapan dokter tadi tetap terngiang-ngiang di kepalanya.

Saat melihat laporan hasil tes kehamilan yang dipegangnya, wajahnya langsung ceria dan dia tersenyum.

Ini adalah tahun ketiga pernikahan Diana dan Ricky Fuadi.

Mereka tidak menikah atas dasar cinta tapi untuk memenuhi permintaan terakhir mendiang neneknya Ricky.

Namun, setelah menikah, Ricky adalah seorang suami yang luar biasa, dia melakukan semua hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang suami. Dia memastikan Diana menjalani kehidupan yang baik dan merawatnya dengan baik. Saat hari peringatan pernikahan mereka setiap tahunnya, dia meminta asistennya untuk mengirimkan sebuah hadiah pada Diana.

Dia memperlakukan Diana dengan rasa hormat dan penghargaan yang seharusnya diperoleh seorang istri.

Bagi orang lain, mereka terlihat seperti pasangan yang paling manis dan saling mencintai.

Akan tetapi, semua itu sangat jauh dari kenyataan.

Diana menyimpan rahasia mengenai Ricky tak pernah sekali pun mengucapkan "Aku mencintaimu" padanya selama tiga tahun kebersamaan mereka.

Namun, dia sangat bersemangat untuk menikahinya dan merasa cukup puas hanya dengan kehadiran pria itu dalam hidupnya dan kebersamaan dengannya. Dia berharap bahwa kebahagiaannya akan semakin bertambah karena kehamilan anak pertama mereka.

Diana menyimpan hasil tes kehamilannya dengan hati-hati lalu menekan nomor Ricky dengan penuh semangat.

"Diana."

Suara pria yang dalam dan menyenangkan terdengar menjawab panggilan telepon itu. Suaranya juga membawa kesan menenangkan.

Diana tak bisa menahan kegembiraannya, intonasi suaranya mencerminkan hal itu. "Ricky, ada berita yang ingin kusampaikan padamu!"

"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Mari kita bicarakan nanti malam."

"Baiklah—"

Sebelum Diana menyelesaikan kata-katanya, panggilan telepon itu sudah diakhiri.

Dia merasa kebingungan selama beberapa saat, tapi rasa gembira karena kehamilan pertamanya segera menutupi rasa bingungnya.

Langit malam segera datang setelah matahari tenggelam di cakrawala.

Lampu-lampu menerangi Vila Samudra.

Diana menyiapkan makanan kesukaan Ricky sambil menunggunya pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, dia mendengar suara mobil terparkir di depan rumah.

Jantung Diana berdegup kencang dan dia segera berdiri untuk menyambut suaminya.

Saat itu, pintu terbuka dan seorang pria bertubuh tinggi masuk ke dalam rumah.

Ricky selalu berpakaian rapi dan formal. Dia memakai setelan jas abu-abu, kemeja putih yang rapi dan sebuah dasi yang elegan.

Dagu yang terdefinisi dengan baik dan hidung yang mancung membuatnya terlihat sangat jantan. Kacamata berbingkai emas yang dipakainya memberi kesan dingin dan arogan.

"Kamu sudah pulang. Kita makan malam dulu, ya?" saran Diana sambil tersenyum. Tanpa sadar, dia mengulurkan tangannya ke arah Ricky. Namun, ternyata pria itu mengangkat tangannya hanya untuk memeriksa waktu. Diana tersipu malu karena diabaikan dan tangannya terhenti di udara.

"Sudah cukup larut. Kamu belum makan?" Alis Ricky mengernyit.

"Kamu bilang, malam ini ...." Diana hendak mengatakan sesuatu tapi mengurungkan niatnya setelah berpikir kembali. Lalu dia bertanya, "Apa kamu sudah makan malam?"

Pandangan Ricky mengembara ke arah ruang makan dan menatap beberapa hidangan yang sudah disiapkan dengan rapi di atas meja.

"Belum."

Setelah selesai berbicara, dia segera berjalan ke arah meja makan.

Diana menarik napas puas dan tersenyum, lalu mengikutinya ke meja makan. Mereka duduk dan siap untuk makan malam.

Diana sudah bekerja keras di dapur selama berjam-jam dan kini dia merasa sangat lapar.

Setelah menyuapkan makanan ke dalam mulutnya beberapa kali, dia menyadari bahwa Ricky hanya diam saja dan menatapnya dalam-dalam.

Setelah tatapan mereka bertemu, Ricky mulai membuka pembicaraan.

"Diana, mari kita bercerai."

Diana menjatuhkan garpu yang dipegangnya ke atas meja. Dia masih duduk di kursinya, seperti sedang menahan keterkejutannya.

Ricky terdiam, memberi waktu pada Diana untuk memahami berita yang baru saja dia sampaikan.

Bahkan suara jarum yang terjatuh ke atas lantai meja makan pun bisa terdengar dengan jelas.

Keheningan yang menegangkan tersebut dibuyarkan oleh bunyi sebuah pesan masuk.

Diana melirik ke arah ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Irna Rambaya, yang telah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun.

"Aku bertemu dengan Ricky dan Lili di acara seni hari ini! Awasi suamimu. Jangan biarkan Lili si jalang itu merebutnya darimu."

Diana menatap layar ponselnya kebingungan. Dia berkedip dengan keras dan tiba-tiba air mata yang panas mengalir ke pipinya.

Beberapa saat kemudian, dia tersenyum pahit.

Hal itu cukup menjelaskan mengapa dia merasa curiga bahwa ada sesuatu yang salah dengan Ricky hari ini. Tak mengherankan kenapa dia tidak pulang ke rumah tadi malam.

Baru sekarang Diana mengerti mengapa Ricky bertingkah aneh.

'Apa yang harus kulakukan, Irna? Dia sudah berhasil mengambil Ricky dariku,' pikir Diana dalam hati. Dia memejamkan mata kuat-kuat untuk menahan air mata yang mengancam untuk keluar.

Dia merasa ada sebuah pisau yang menghujam jantungnya, tapi dia berhasil mengendalikan diri dan tersenyum lemah. "Apa kamu menceraikan aku karena Lili?"

Ricky tak menjawab pertanyaannya, dia hanya menatap ekspresi datar di wajah Diana.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Belenggu Ceo Bastard
7.9
Nica terperangkap dalam penderitaan saat Dave, sang miliarder kejam, memaksakan kehendaknya tanpa rasa iba. Meski Nica menangis kesakitan akibat perlakuan kasarnya, Dave justru merasa puas dan terus menyiksanya dengan tindakan yang merendahkan. Bagi Dave, air mata Nica adalah hiburan, sementara Nica hanya bisa merintih dalam belenggu kekuasaan pria yang menganggapnya sebagai pemuas nafsu semata. Hubungan penuh paksaan ini menjadi awal dari trauma yang mendalam bagi Nica.
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun silam, Farel Zay Amanta mendadak lenyap dari hidup Refa Aletta Zafana tanpa sepatah kata pun. Kepergian misterius itu meninggalkan luka mendalam bagi Refa. Kini, Farel kembali hadir secara tak terduga dengan sikap yang sangat posesif. Tanpa memedulikan masa lalu mereka yang penuh tanda tanya, pada pertemuan pertama setelah sekian lama, Farel langsung melontarkan tuntutan mengejutkan agar Refa segera menjadi istrinya saat itu juga.
Sampul Novel Gairah Sang Pemuas
9.1
Terhimpit masalah finansial, Gusti yang dulunya pemuda desa kolot bertransformasi menjadi pria kota yang menawan demi bekerja sebagai pemuas. Paras rupawannya sukses memikat banyak wanita, namun ia justru terperosok makin dalam ke sisi kelam Jakarta. Di tengah gemerlap kehidupan yang menyesatkan, ketakutan mulai menghantui Gusti saat teman masa kecilnya tiba-tiba muncul. Ia kini terjebak antara tuntutan hidup yang kejam dan bayang-bayang masa lalunya.
Sampul Novel My Lovely Man
8.8
Didikan keras sang ibu membentuk Nathasia Marieta menjadi sosok wanita angkuh yang sulit didekati. Trauma masa lalu membuatnya membangun tembok tinggi, hingga pria mana pun merasa enggan untuk mencoba mendekat. Ucapan pedasnya pun kerap kali melukai perasaan orang lain. Namun, segala pandangan hidupnya yang dingin mulai goyah saat ia bertemu dengan seorang pria tak terduga yang perlahan mampu mengubah perspektifnya tentang dunia dan perasaan.
Sampul Novel Terima Kasih Telah Merebut Suamiku
8.3
Dunia seorang istri seketika hancur berantakan saat menyadari bahwa pria yang sangat ia cintai telah berpaling ke pelukan wanita lain. Pengkhianatan menyakitkan ini memaksanya menghadapi kenyataan pahit tentang pernikahan yang selama ini ia pertahankan. Di tengah badai emosi, ia harus menentukan langkah selanjutnya setelah suaminya direbut. Sebuah kisah emosional tentang luka hati, kehilangan, dan cara menghadapi pengkhianatan pasangan.
Sampul Novel Terjebak Cinta dan Gairah Mantan Suami
7.9
Pasca cerai, Nazharina mengira penderitaan batinnya berakhir. Namun, Arian yang dulu dingin justru muncul kembali sebagai bos di kantor barunya. Mantan suaminya itu kini berubah menjadi sosok posesif yang mengontrol setiap gerak-gerik Nazharina. Di balik perlindungan dan kecemburuan buta Arian, Nazharina terjebak dalam dilema besar. Apakah perubahan drastis ini adalah bukti cinta yang tulus, ataukah sekadar obsesi gelap untuk memilikinya kembali seutuhnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan