Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gelora Asmara Ratu Berlian

Gelora Asmara Ratu Berlian

Intan Malika, yatim piatu yang tumbuh di panti asuhan, harus menelan pahitnya dikhianati oleh Zayn Alarik. Saat Intan hamil, Zayn menolak bertanggung jawab dan justru pergi ke luar negeri. Bertahun-tahun berlalu, Intan bangkit menjadi sosok sukses berjuluk Ratu Berlian. Kini ia kembali untuk membalas dendam pada keluarga Pradipta. Namun, kehadiran putra mereka yang merindukan sosok ayah membuat Intan bimbang antara dendam atau memaafkan masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 1

"ZAYN! Lepasiiiin—nanti gue basah!" jerit gadis itu diwarnai gelak tawa ketika tubuh rampingnya digendong menuju ombak yang bergulung ke tepi pantai.

Namun, pacarnya yang bernama Zayn itu justru tak memedulikan protes Intan dan terus memanggulnya di bahu kokohnya lalu menceburkan gadis cantik berambut sepunggung tadi ke dalam air laut berombak sedang.

"Gue emang pengin basah-basahan kok, nggak usah protes deh! Hahaha," balas Zayn yang berbasah-basahan terkena deburan ombak. Sebelum bibir mungil merah muda itu kembali merepet, Zayn melahapnya dan mengisapnya kuat-kuat tanpa menghiraukan deburan ombak yang kembali menerpa mereka berdua.

Berada dalam rengkuhan badan kekar pemuda itu membuat Intan pun seolah lunglai tak berdaya menghadapi segala pesona seorang Zayn. Kekasihnya dulu saat SMA adalah bintang sekolah, super duper ganteng, dan tajir melintir. Sebuah paket komplit sebagai pacar bagi gadis remaja yang 'bukan siapa-siapa' sepertinya.

"Tan ... gue cinta banget sama lo!" ucap Zayn sembari menatap sepasang mata jernih Intan dengan tatapan memabukkan darinya.

"Gue juga, Zayn. Bagi gue ... elo tuh segalanya, gue cinta mati sama lo, Zayn Alarik Pradipta," jawab Intan senada sejiwa dengan pujaan hatinya.

Dengan lengan kokohnya Zayn meraup tubuh ramping Intan lalu menggendongnya menuju ke villa tepi pantai milik keluarga Pradipta. Keluarganya memiliki banyak properti menarik yang bebas Zayn gunakan kapan pun dan villa ini adalah favorit putera bungsu konglomerat itu. Sarang bercinta baginya bersama kekasihnya yang telah dia pacari selama tiga tahun belakangan.

Pakaian mereka berdua basah kuyup oleh air laut di tepi pantai tadi dan segera terlucuti dari tubuh mereka.

"Intan ... lo tuh cantik banget!" puji Zayn dengan tatapan memuja yang membuat pipi gadis remaja itu merona. Bulu mata lentiknya bergetar perlahan kala Intan menghindari Zayn yang seolah ingin melahapnya bulat-bulat.

Tanpa menunggu balasan dari Intan, pemuda itu menarik tangannya menuju ke ranjang berseprai putih di kamar tidur villa tepi pantai. Sekali sentak dan tubuh mereka berdua melesak di atas pembaringan yang empuk tersebut.

Belaian lembut tangan Zayn di tubuhnya disertai ciuman dalam seolah membius kesadaran Intan, ia selalu pasrah menyerahkan segala yang ia miliki untuk kekasih hatinya. Mereka bergumul berbagi rasa di atas peraduan.

Dengan kepala tersentak ke belakang Zayn menggeram, "Tann, punya kamu enak banget—"

"Aahh ... Zayn!" desah Intan saat tubuhnya dipenuhi oleh hasrat kekasihnya yang perkasa. Gerakan ritmis yang menghunjam dalam-dalam itu membuai Intan melayang-layang hingga serasa tak menapak ke permukaan bumi.

Gairah yang bergelora khas remaja berpadu dengan indah sore itu di antara suara deburan ombak dan sejuknya angin pantai yang masuk dari jendela kamar yang terbuka di lantai 2.

Intan terjaga di dalam dekapan hangat kekasihnya yang sedang terlelap setelah pergumulan panas mereka barusan. Sebetulnya ada rasa insecure dalam hatinya mengingat status mereka berdua yang bagaikan langit dan bumi. Ada ketakutan besar memikirkan tanggapan keluarga Zayn bila mengetahui bahwa dia hanya gadis yatim piatu yang tinggal di sebuah panti asuhan.

Ketika senja yang nampak dari celah jendela kamar telah mulai berganti petang, Intan membalik tubuhnya lalu mengecupi wajah rupawan kekasihnya. "Zayn ... Zayn, ayo bangun! Hari sudah makin gelap, anterin gue pulang dong," ujar Intan sembari menepuk-nepuk lengan berotot pemuda di hadapannya.

"Hoaampph! Gue masih capek ngegenjot tadi, Tan. Bentar lagi ya? Apa lo mau nambah seronde lagi yang lebih asreekkk?" seloroh Zayn seenak jidatnya sambil mendekap erat tubuh polos Intan.

"NO! Gue kuatir ntar Bunda Kartini curiga kalo terlalu larut malam pulangnya. Masa sih kuliah dari pagi sampe malem banget—" Intan berusaha bangkit dari ranjang.

Namun, lengan kekar Zayn melingkari perutnya dan menarik Intan hingga jatuh terlentang dengan ekspresi kaget. "Zaaayynn ...," rengek Intan manja meminta dilepaskan.

Sekali lagi pemuda itu membuat Intan menyerah untuk mengikuti keinginannya. "Makasih ya, Tan. Lo mau ngertiin gue yang kadang suka maksa," bisik Zayn di samping telinga Intan. Kemudian dia pun menggendong tubuh ramping itu ke kamar mandi untuk membersihkan diri bersamanya.

Perjalanan dari villa pinggir pantai itu ke Panti Asuhan Kasih Ibu Kartini sekitar hampir 2 jam. Zayn membungkuskan makan malam untuk dibawa pulang oleh Intan karena mereka jelas tak sempat makan sebelum pulang.

Waktu telah menunjukkan pukul 20.30 WIB, mobil sedan Mercedes Benz silver itu berhenti di depan taman dekat panti asuhan tempat tinggal Intan sejak bayi. Zayn menarik hand rem mobilnya lalu berpamitan dengan pacarnya, "Selamat malam, Intan Sayang. Kiss dulu sebelum turun!"

Sebuah ciuman manis mendarat di bibir Zayn lalu gadis itu membuka pintu mobil di sisinya. "Mimpiin gue, Gantengku. Bye!" ucapnya lirih seraya melambaikan tangan kanannya ke arah Zayn sebelum menutup kembali pintu mobil mewah tersebut.

Setelah melihat Intan masuk ke dalam rumah model kuno beratap genting cokelat yang berlumut di sana sini itu, Zayn melajukan cepat mobilnya di jalan raya menuju ke rumahnya di tengah kota Jakarta.

Ketika Intan menutup pintu masuk depan, sebuah suara lembut menegurnya, "Nak, kamu kok baru pulang jam segini?"

Intan meringis jengah sebelum membalik tubuhnya lalu menjawab wanita yang telah merawatnya sejak ia bayi, "Bunda, maaf tadi ada tugas kuliah yang mesti dikumpul besok pagi. Intan lembur ngerjain di rumah temen sampai malam jadinya deh." Sebuah kebohongan yang dikarang oleh Intan yang mendapat kepercayaan murni dari Bunda Kartini Sukotjo.

"Ohh, ya sudah. Kamu mandi terus istirahat, Intan. Pasti capek banget ya. Apa tadi sempat makan malam atau belum?" balas Bunda Kartini dengan keibuan.

"Sudah beli di jalan tadi, Bunda. Ini—" Intan menunjukkan bungkusan kresek putih di tangannya.

"Hmm ... makan dulu kalau begitu biar kamu nggak kena maag, Intan. Oya, pintu depan apa sudah kamu kunci?" ujar Bunda Kartini.

Gadis itu mengangguk-angguk cepat. "Sudah Intan kunci dua kali tadi, Bunda," jawabnya lalu ia pun mendapat kecupan selamat malam di kening.

Akhirnya ia pun lolos dari teguran ibu angkatnya itu dan masuk ke dalam kamar tidurnya yang sempit. Di panti asuhan itu Intan termasuk yang paling senior karena memang dia yang paling disayangi oleh Bunda Kartini dan tidak dilepas adopsi ke keluarga yang biasa mencari anak angkat. Selain Intan ada sekitar 20 anak putera puteri berbagai usia yang diasuh oleh Bunda Kartini bersama tiga rekannya di panti asuhan tersebut.

Usai makan malam singkat dengan nasi goreng yang dibelikan Zayn tadi, Intan menggosok gigi lalu berkaca di hadapan cermin riasnya. Ada bekas kepemilikan warna merah di bagian dada kanan atas yang nampak jelas. Dia sontak tersipu malu teringat kenangan tadi sore bersama Zayn.

Namun, secepat itu pula senyumannya memudar tergantikan kekuatiran. Hingga kapan? Selalu hal itu yang membuatnya dikejar ketakutan. Ketika yang tak sempurna dihadapkan dengan kesempurnaan tiada tara, adakah masa depan bagi hubungan mereka berdua?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata di Antara Bunga
8.8
Setelah dikhianati oleh Bastian Wicaksono yang membatalkan pertunangan demi Sarah Laksmana, hidup Vanya Devara hancur total akibat kebangkrutan keluarga dan kematian ayahnya. Rangga Mahardika kemudian muncul menjadi penyelamat yang melunasi seluruh utang dan mendampinginya selama tiga tahun. Namun, tepat sebelum pernikahan mereka, Vanya tidak sengaja mendengar rahasia kelam. Rangga ternyata adalah sosok yang menghancurkan keluarganya. Vanya menyadari bahwa kebaikan sang miliarder hanyalah penebusan dosa atas konspirasi yang ia ciptakan sendiri.
Sampul Novel Cinta yang Membara: Tidak Bisa Melupakanmu
8.1
Diana, seorang yatim piatu, berhasil menikahi pria paling berkuasa di kota meski tanpa landasan cinta. Setelah tiga tahun, kehamilannya justru disambut dengan surat perceraian karena kesalahpahaman tentang kesetiaan masing-masing. Saat Diana bersiap pergi, sang suami justru berubah pikiran dan menyatakan perasaan aslinya. Kini Diana terjebak dalam dilema antara benci dan kasih sayang. Haruskah ia bertahan demi masa depan anaknya atau pergi selamanya?
Sampul Novel DESTINY
9.5
Zeline Zakeisha sering dikhianati karena kondisi genophobia miliknya. Demi kesembuhannya, sahabat Zeline mendaftarkannya ke situs kencan internasional. Di sana, ia terhubung dengan Ricardo Fello Daniello, triliuner asal New York yang muak dengan wanita pemburu harta. Meski terpisah jarak Indonesia-New York, kepribadian Zeline yang unik justru memikat Ricardo. Kini, mereka harus berjuang melawan trauma dan jarak demi membuktikan apakah takdir akan menyatukan cinta mereka.
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi
8.9
Abigail Putri terikat pernikahan paksa demi wasiat sang kakek. Di balik sosoknya yang biasa, ia menyembunyikan identitas profesional yang penuh gairah. Suaminya, seorang psikolog sekaligus CEO penerbitan yang dingin, justru terobsesi pada satu penulis misterius tanpa tahu itu adalah istrinya sendiri. Saat rahasia besar Abigail mulai terancam terbongkar, ia harus bernegosiasi dengan sang suami. Namun, perlindungan atas rahasia tersebut menuntut harga yang sangat mahal.
Sampul Novel Gairah Suami Perkasa
8.0
Marvin Rock adalah sosok lelaki yang memiliki segalanya, mulai dari kekayaan melimpah hingga kekuasaan besar. Meski dikelilingi oleh banyak wanita hebat yang memuja statusnya, Marvin tetap mengutamakan ketulusan hati di atas segalanya. Kehidupannya penuh dengan gairah dan dominasi, bahkan sang istri sendiri mengakui keperkasaan suaminya dengan penuh rasa bangga. Inilah kisah tentang kekuatan, harta, dan pesona seorang pria yang tak tertandingi di dunianya.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Lisnawati, janda muda usia 16 tahun, kehilangan suaminya, Komar, akibat pembegalan tragis. Sebagai biduan dangdut keliling, pesona dan kecantikan Lisna memikat banyak pria hingga ia direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Di sana, ia menjadi primadona dan terlibat hubungan benci tapi cinta dengan Budi Hendrajit, pengusaha kaya yang kerap menghinanya. Meski Budi sangat terobsesi pada Lisna, rencana pernikahan mereka terhalang restu sang ibu yang menentang latar belakang Lisna.