Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GAIRAH SANG MAFIA.

GAIRAH SANG MAFIA.

Veronika terjebak dalam penderitaan setelah dikhianati kekasih dan dijadikan jaminan hutang oleh orang tuanya sendiri. Kini, ia terperangkap di bawah kendali seorang mafia kejam yang membuat hidupnya terasa seperti di penjara. Demi mendapatkan kembali kebebasannya, Veronika terpaksa menghadapi pilihan pahit untuk menyerahkan kesuciannya kepada sang penguasa gelap. Sebuah kisah kelam tentang pengkhianatan, penebusan, dan gairah yang penuh risiko.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sean menyeringai saat melihat Veronika tiba-tiba terkejut karena nya. 

Veronika yang melihat pria di hadapan menyeringai membuatnya seketika takut,

Pria yang ada di hadapan nya ini akan menampar nya kembali. 

" Gadis kecil kau ingin melarikan diri rupa nya" 

Dengan cepat Sean mencengkram leher Veronika dengan satu tangan nya lalu menariknya kehadapannya membuat gadis itu harus berjinjit walaupun begitu tetapi saja Sean harus menundukkan kepala nya untuk melihat  ke arah wajah Veronika karena tubuh gadis itu begitu pendek seperti gadis yang masih duduk di bangku SMP. 

" Le... lepasin..." Dengan terbata - bata Veronika berucap sambil menatap wajah pria tampan yang ada di hadapannya tetap begitu menyeramkan. 

"Kau ingin kabur? Sampai kau mati pun tak akan bisa kabur dariku" Sean berkata penuh dengan penekanan meremas leher Veronika membuat gadis itu merasakan sesak di tenggorokan nya dan sulit untuk bernafas. 

Veronika berusaha mencoba melepaskan tangan Sean yang ada di lehernya dengan mencekal tangan laki-laki itu dengan kedua tangan nya, menahan tangan Sean agar tidak terlalu menekan ke arah leher nya. 

Veronika menatap tajam ke arah Sean ia benar-benar telah bersumpah untuk membenci pria kejam yang ada di hadapan nya ini.

" Gadis kecil berani sekali kau menatapku seperti itu."  Dengan sekali dorongan saja Veronika sudah tersungkur ke atas ranjang. 

"Akhhh...uhukk... Uhuk... " Veronika terbatuk-batuk saat leher nya baru saja dilepaskan oleh pria yang kini sedang berjalan ke hadapan nya dengan melepas baju hitam yang dipakai oleh nya. 

Veronika terperanjat kaget saat pria yang tak dikenali nya sama sekali tiba-tiba melepaskan pakaiannya dengan cepat Veronika mundur kebelakang. 

Dai begitu ketakutan dengan senyuman Sean yang membuat gadis itu kini berkaca-kaca dan akan segera menangis. 

Tok... Tok...

Ketukan pintu membuat Sean mengurungkan niatnya. 

Pria itu lalu berkata pada Veronika, 

"Hari ini kau selamat" 

Sean segera membuka pintunya dan pergi begitu saja setelah anak buah nya berbisik suatu. 

Sean segera menutup pintu mengunci pintu tersebut 

Veronika segera bangun dari atas ranjang dan segera berjalan menuju pintu, yang ternyata telah terkunci. 

Gadis itu kini melihat ke arah jendela segera membuka jendela kamar itu yang ternyata mereka sedang berada di sebuah hotel dengan bangunan yang tinggi membuat Veronika kesulitan untuk mencari jalan keluar. 

Gadis itu melihat ke arah samping di mana balkon sebelah nya cukup jauh dari balkon yang ditempati nya, namun masih bisa terjangkau mungkin hanya berjarak satu meter lebih untuk bisa menyeberang ke arah balkon itu.

Veronika melihat ke arah barang-barang untuk bisa di pakai untuk melarikan diri dan sial nya tak ada apapun di kamar itu.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang" gumam Veronika sambil mondar mandir kesana kemari. 

"Apa aku coba meloncat saja."  Gumam Veronika sambil melihat ke arah balkon di sebelah nya. 

 Gadis itu  kini sedang memasang aba - aba di atas kursi panjang dia akan berlari dan menginjak pembatas pagar untuk bisa meloncat ke arah pembatas pagar di seberang. 

Veronika memejamkan mata menarik nafas dalam - dalam karena nyawa nya adalah taruhan nya sekarang. 

Jika ia tidak sampai ke balkon sebelah maka dia akan mati jatuh ke bawah. 

" Satu... Dua... Tiga..."  Veronika meloncat ke arah balkon tersebut.

Bahkan ia meloncat cukup jauh dan melewati pembatas balkon yang dituju nya hingga terjatuh ke lantai. 

BRUGGGHHHH...

"Akhhhh...." Veronika meringis kesakitan karena harus jatuh ke lantai. 

  Veronika tidak sadar jika orang-orang yang melihat Veronika di balik kaca, begitu terkejut karena tiba-tiba ada orang yang jatuh ke lantai tepat di pintu balkon tersebut. 

Tetapi tidak dengan pria yang kini rahang nya sedang mengeras dengan tangan mengepal. 

Veronika melihat ke arah pintu balkon yang terbuka gadis itu membulatkan kedua mata nya saat melihat banyak orang yang ada di sana. 

 banyak gadis - gadis yang sedang berdiri dengan pakaian sexy dan bermake-up tebal. 

Dan mata Veronika kini harus bertemu dengan mata tajam seseorang yang begitu menusuk ke arah nya seperti pisau. 

Mata tajam milik pria yang mencekik nya tadi sebelum keluar dan ternyata pria itu ada di ruang sebelah dimana Veronika ingin melarikan diri tetapi malah masuk ke tempat yang salah.

 Dimana Sean sedang menjual para gadis-gadis hasil tangkapan nya pada pria gendut yang  sedang duduk di samping nya. 

Pria gendut itu salah satu pembeli yang nanti nya akan membeli para wanita yang ditawarkan oleh Sean dengan harga mahal, karena barang yang ditawarkan oleh Sean tentu nya masih bersegel.

Biasanya para pembeli akan memaksa para wanita itu untuk memuaskan orang yang membeli mereka. 

Dan orang yang membeli para gadis-gadis itu bukan lah pria normal melainkan para pria yang memiliki hasrat menyimpang atau kelainan dalam berhubungan intim.

Mereka bisa menggunakan para gadis - gadis itu sepuas nya bahkan ada juga yang sampai mati.

Sean segera berjalan ke arah Veronika yang kini sedang berusaha berdiri dengan lutut nya yang sakit bahkan cukup Sulit untuk berdiri. 

Sean mengangkat tubuh Veronika dengan amarah yang mengebu dalam dirinya. 

Namun Sean hanya bisa menahan nya. Sambil mengangkat tubuh Veronika dia berbisik. 

"Diam, atau kau akan mati seperti mereka" ancam Sean 

Lalu membawa masuk Veronika kedalam gadis itu menuruti apa kata Sean. 

"Wow .... Sean kau menyimpan barang antik tanpa ingin memperlihatkan nya pada ku" kata pria gendut itu. 

" Dia, Gadisku," dengan nada dingin Sean segera keluar dan kode pada salah satu asisten nya untuk mengurus pria gendut itu karena dia harus mengurus gadis kecil yang kini ada di pangkuan nya. 

Sean kembali membawa Veronika ke kamar, dimana sebelum nya gadis itu berada. 

Dengan wajah cemberut Veronika hanya bisa diam dan mengumpati pria yang sedang mengangkat tubuh nya. 

Bisa-bisanya pria itu mengakui dia sebagai gadis nya. 

Sean mengunci pintu tersebut lalu segera menjatuhkan Veronika ke kasur begitu saja  dengan kasar. 

"Aw...." Membuat Veronika harus kembali meringis kesakitan walaupun jatuh ke atas ranjang empuk tetap saja kali nya yang keseleo merasa sakit. 

Di saat sedang meringis Veronika harus di kejutkan dengan ulah Sean yang tiba-tiba menindih tubuh nya. 

"Akhhh.... Apa yang kau lakukan"  Veronika mencoba untuk mendorong pria yang ada di hadapannya. 

" Seharus nya aku yang bertanya padamu. Apa yang kau lakukan! Berani - berani nya kau mencoba kabur?" Sean berkata dengan rahang yang begitu mengeras karena marah. 

Hati nya benar - benar marah karena gadis kecil yang kini sedang berada di bawah tubuh nya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bodyguard Mafia Seksi
8.4
Drystan Cordner tidak menyangka akan menjadi pengawal pribadi Avyana Burcardo, putri mafia yang gemar mengoleksi pria tampan. Di tengah godaan Avyana yang intens, Drystan berjuang keras menjaga profesionalitas meski hatinya goyah. Avyana sendiri merasa geram karena Drystan terus menekankan batasan status atasan dan bawahan di antara mereka. Akankah Avyana berhasil mengubah sosok Drystan yang polos menjadi pria yang lebih agresif dalam hubungan ini?
Sampul Novel Budak di atas Ranjang
8.3
Demi melunasi utang judi ayahnya yang nyaris membuat mereka gelandangan, Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Jordan Heron. Sang bos mafia kejam itu telah menunggu untuk menghancurkan kehormatan Belle dalam sebuah transaksi haram yang penuh luka. Meski merasakan kenikmatan di balik rasa sakit, Belle harus menerima hinaan keji dari Jordan usai malam panas mereka. Terjebak dalam sandera sang bajingan, akankah Izabelle mampu bertahan menghadapi masa depan yang kelam?
Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Kehidupan Ayu sempat terbelenggu oleh nafsu bejat mertuanya sendiri. Kini, ia berjuang meniti masa depan bersama Alfons, cinta sejatinya, di tengah ancaman dendam Maharani yang gelap mata. Meski dikelilingi kekejaman dunia mafia berseragam yang penuh intrik, kesucian cinta mereka tetap tak ternoda. Hubungan ini membawa keduanya melintasi berbagai belahan dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh demi menjaga ketulusan perasaan yang mereka miliki.
Sampul Novel Calamity Of Love
9.4
Camilio Danielle Osvaldo adalah jenius ber-IQ 150 dengan prestasi militer gemilang. Namun, patah hati mendalam akibat ditinggal wanita tercinta mengubah hidupnya. Mike, petinggi Black Nostra, mengajaknya bergabung ke sindikat mafia global tersebut. Meski awalnya menolak karena nurani, Camilio akhirnya luluh setelah melihat solidaritas luar biasa di sana. Di balik aksi kriminal, ia menemukan kehangatan keluarga yang tak terduga dalam kelompok tersebut.
Sampul Novel DENDAM DAN CINTA KING MAFIA
9.6
Albern Barnard, sang King of Mafia di Italia, menyamar sebagai pengusaha di Indonesia demi memburu Reno. Dendam atas pengkhianatan yang menewaskan kakaknya tuntas setelah ia menghabisi Reno di depan Harnum, istri Reno yang hamil besar. Tragedi itu memicu pendarahan hebat hingga Harnum kehilangan bayinya. Bukannya melepaskan wanita yang menderita itu, Albern justru menyekap Harnum di rumah hutan tua dan menyiksanya setiap hari di tengah kebencian yang mendalam.
Sampul Novel Dimanjakankan oleh Bos Mafia Kejam
9.0
Khloe dijebak saudari kandung dan calon suaminya di hari pernikahan hingga mendekam tiga tahun di penjara. Setelah bebas, ia kembali ditindas dan dipaksa melayani pria tua demi ibunya. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Henrik, bos mafia kejam yang justru melindunginya. Meski dingin, Henrik memberikan kasih sayang luar biasa bagi Khloe. Ia membantu Khloe membalas dendam pada para pengkhianat dan memastikan tak ada lagi yang berani menyakitinya.