Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Nakal Ayah Temanku

Gairah Nakal Ayah Temanku

Kisah romansa modern ini secara khusus ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari narasi dengan tema yang lebih matang. Mengangkat jalinan emosi yang kompleks, alur ceritanya menuntut kedewasaan sikap dalam memahami setiap konflik yang terjadi. Pastikan Anda telah cukup umur dan bersikap bijak sebelum menelusuri lebih jauh dinamika hubungan yang penuh gejolak ini. Sebuah bacaan yang eksplisit serta berani bagi para penikmat literasi romantis dewasa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Beberapa hari kemudian.

Di sebuah kamar kosan elit, Jesika duduk lesehan di atas ranjang dan terlihat serius di depan laptopnya. Dia terlihat serius mengulir dan meng-klik mouse sambil memperhatikan website yang bergantian muncul di layarnya.

Sebagai seorang mahasiswi, Jesika termasuk dalam deretan mahasiswi yang pintar. IPK-nya di setiap semester hampir tak pernah di bawah 3,0. Kesibukan lain di luar jam kampus, seperti organisasi mahasiswa, modeling, SPG dan lain-lain, seakan tidak mengganggu nilai akademisnya. Pun demikian dengan aktifitasnya sebagai lady escort.

Khusus untuk ‘aktifitas’ gadis panggilan yang satu itu, mungkin tidak satu pun dari sahabat Jesika yang akan pernah menyangkanya. Berprofesi sebagai wanita panggilan kelas atas justru sangat menguntungkan bagi Jesika.

Mengapa demikian?

Menerima ‘klien’ bermodal besar membuat Jesika menjadi banyak memiliki kenalan kelas atas. Dari politisi, akademisi, ahli hukum, sampai jabatan berpangkat lainnya. Tak jarang mereka membantu Jesika untuk hal-hal penting, tentu saja imbalannya beberapa jam kehangatan di atas ranjang.

Bagi Jesika, seks adalah kelemahan terbesar dari laki-laki jika bisa dimanfaatkan dengan baik. Profesi girls escort bagi Jesika memang menjadi salah satu cara untuk bergaul di kalangan elit. Tarif tinggi yang dipasang Jesika adalah filter, sehingga tubuhnya tidak sembarangan dijamah oleh laki-laki hidung belang di bawah standar yang diterapkannya.

Begitu pula dengan laki-laki yang menjadi kekasihnya. Status kekasih tidak serta merta membuat seorang laki-laki berhak menjamah tubuh moleknya. Jesika juga menerapkan standar yang tinggi untuk kekasih yang boleh menikmati kehangatan tubuhnya. Salah satu pemuda yang beruntung adalah Ricko, kekasihnya saat ini.

“Serius amat? Lagi bikin apa?” tanya Ricko yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya terbalut handuk.

“Nih lagi iseng browsing sambil nunggu kamu mandi,” balas Jesika manja.

“Hayo pasti browsing situs porno ya? Hehehe,” goda Ricko sambil naik ke atas ranjang.

Laki-laki muda itu lalu memeluk Jesika dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi kekasihnya.

“Enak aja, emangnya kamu super mesum!” Jesika pura-pura cemberut namun segera tersenyum.

Ricko memalingkan wajah Jesika, kemudian bibir mereka beradu. Sambil melumat bibir lembut itu, tangan Ricko bergerak masuk ke dalam kaos yang dipakai kekasihnya. Di balik kaos itu Ricko bisa dengan bebas merasakan seluruh kelembutan kulit tubuh Jesika. Tidak ada bra ataupun celana dalam yang menghalanginya.

Beberapa saat yang lalu Ricko telah dua kali merasakan kehangatan tubuh Jesika, namun baginya itu tidak akan pernah cukup. Jesika tahu itu, sehingga selama Ricko masih ada di kamar kosnya dia merasa tak ada gunanya memakai pakaian dalam.

“Katanya mau buru-buru meeting?” tanya Jesika sambil berpura-pura mencegah.

“Ah, mereka bisa nunggu,” sangkal Ricko.

Jesika tidak menolak lagi ketika Ricko merebahkan tubuhnya di ranjang. “Yakin bisa nunggu?” tanyanya.

Ricko mengangguk. Ciuman pun kembali mendarat di bibir Jesika. Ujung baju kaos Jesika terangkat dan handuk Ricko terlepas. Lenguhan panjang keluar dari mulut Jesika ketika batang tegang Ricko memasuki dirinya. Lenguhan itu semakin panjang ketika Ricko mulai menggerakkan pinggulnya.

“Aaaaaah, Sayaaaang,” lenguhan Jesika semakin panjang.

Kocokan rudal Ricko mendadak berhenti ketika terdengar suara nada ponsel miliknya dan milik Jesika yang berbunyi bersamaan.

Keduanya saling memandang. Ekspresi kesal Ricko disambut senyuman oleh Jesika. Rudal Ricko seakan ikut menjerit kesal karena harus terlepas dari jepitan lubang hangat milik Jesika.

Jesika dan Ricko beranjak turun dari ranjang dan mengambil ponsel masing-masing. Jesika melihat nomor tak terdaftar di layar ponselnya. Mungkin ‘klien’ baru, pikirnya. Awalnya dia ingin me-reject panggilan tersebut, namun kemudian membatalkannya.

Ditekannya tombol jawab.

“Halo,” ucapnya dengan nada manja dan menggoda seperti biasa.

“Jesika ya?” terdengar suara laki-laki.

“Iya dengan siapa saya bicara?” Jesika tanya balik.

“Ini dengan Om Lukman, Jes.”

Jesika terkaget mendengar nama itu. Sekilas dia melirik ke arah Ricko dan melihat laki-laki itu sedang sibuk dengan lawan bicaranya.

Bayangan kejadian di hotel beberapa hari yang lalu mendadak muncul kembali di kepalanya. Insting kewanitaannya langsung bereaksi kalau ini bukanlah sekedar telepon menanyakan kabar.

Hal ini dikarenakan, nomor ponsel ini hanya ia gunakan untuk menerima booking-an. Tak mungkin Pak Lukman mendapatkan nomor ini dari Felisia. Ia sama sekali tidak pernah memberitahukan nomor ini selain kepada pelanggannya. Dalam hati ia mencoba berpikir positif terhadap ayah dari sahabat karibnya ini.

“Oh ada apa Om?” tanya Jesika dengan suara yang sedikit direndahkan.

“Kamu sekarang jarang main ke rumah, lagi sibuk ya?” tanya Pak Lukman.

“Hhmm.. Iya Om, Jesika lagi sibuk nyusun skripsi jadi gak sempet main ke sana.” Jesika sedikit berbisik, kemudian berjalan menjauhi kekasihnya.

“Iya nih, Feli juga lagi sibuk bimbingan terus.” Pak Lukman mengamini jawaban Jesika.

“Gitu deh Om, soalnya pembimbing Jesika agak sedikit killer orangnya.”

“Memang siapa pembimbing kamu?”

“Prof Juanda Burhanudin, Om.”

“Oh Pak Burhan, Om kenal baik tuh sama dia, nanti Om bantu deh biar kamu bisa cepet bimbingannya.”

Sebagai salah seorang pejabat negara di Kementerian Pendidikan, Pak Lukman memang memiliki banyak kenalan di kalangan pimpinan universitas di Indonesia. Jesika tahu benar hal itu. Tapi sebagai gadis yang sudah makan asam garam, dia juga tahu pembicaraan ini pastilah basa-basi belaka. Ini adalah pembicaraan awal menuju ke sebuah pembicaraan inti.

Jesika kembali mencoba untuk berpikiran positif dengan Pak Lukman, namun itu sepertinya sulit. Semenjak pertemuan mereka di hotel beberapa hari lalu, penilaian Jesika terhadap Pak Lukman sudah sangat berubah.

“Wah makasi loh, Om,” Jesika berusaha akan kata-katanya terdengar gembira.

“Ya, tapi Om juga harus tahu judul dan kerangka skripsi yang kamu susun, biar Om bisa jelasin ke Prof. Burhan, teman Om itu.”

“Terus gimana dong Om?” Jesika bertanya namun sebenarnya dia sudah tahu maksud dari ucapan ayah sahabatnya. Untung saja dia sudah mulai mengatur sedikit rencana A, B dan bahkan D.

“Kamu ada waktu gak hari ini? Nanti kamu bawa skripsinya, entar Om baca dulu deh sekilas….” Sejenak Pak Lukman diam.

Terdengar desah napas panjang sebelum laki-laki itu melanjutkan kata-katanya. “Om juga sekalian mau ngomongin kejadian di hotel beberapa hari lalu itu.”

‘Oh my God! akhirnya aku harus juga menghadapi pembicaraan tentang kejadian itu,’ Jesika membatin.

Ucapan terakhir Pak Lukman membuatnya sedikit ragu. Haruskah dia menerima ajakan Pak Lukman ini. Sekilas dilihatnya jam di dinding hampir menunjukkan pukul sat siang.

Sejenak Jesika berpikir. Tak ada salahnya dia bertemu dengan Pak Lukman untuk sekedar ngobrol. Dia sendiri sudah cukup tersiksa apabila kejadian di hotel itu tidak segera terselesaikan. Apalagi Pak Lukman sekaligus menawarkan bantuan tentang skripsinya.

Pak Lukman bukanlah orang sembarangan dibidang akademisi. Laki-laki paruh baya itu bergelar doktor lulusan dari salah satu universitas di luar negeri. Apalagi kalau memang benar Pak Lukman kenal dengan pembimbingnya, itu berarti keuntungan bagi Jesika.

“Boleh deh Om, Jesika juga gak ada acara kok.”

“Oke kalau gitu kita ketemu di mall Bunga Bakung aja gimana?” tawar Pak Lukman.

“Aduh kejauhan Om, rame lagian di sana, gimana kalau Cafe Daun Bawang aja?” saran Jesika

“Gak masalah, kalau gitu Om tunggu jam 6 sore, oke?”

“Oke, Om.” Jesika berusaha bersikap renyah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Cinta Sang Pangeran Mafia
8.1
Pernikahan Belleza dan Rafaele hanyalah aliansi bisnis antar klan mafia yang menghancurkan impian Bella akan cinta sejati. Terjebak dalam dunia gelap, Bella terpaksa tunduk pada dominasi Rafaele demi melindungi keluarganya. Namun, kematian mendadak ayahnya di wilayah Jefferie memicu dendam membara. Di tengah kehamilan dan intrik pengkhianatan yang terungkap, Bella harus mencari kebenaran. Akankah cinta tumbuh di balik kebencian, atau justru dendam yang menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Bos Posesifku
9.5
Richard Lewis awalnya meremehkan Viola, sekretaris barunya yang cantik namun ternyata sangat cerdas dan tangguh. Terpikat oleh pesonanya, Richard berupaya keras memenangkan hati Viola meski sang wanita masih menutup diri akibat trauma pengkhianatan masa lalu. Lewat sikap posesif dan aturan ketat, Richard mencoba membuktikan kesungguhannya. Namun, Viola tetap bergeming. Akankah Richard berhasil meluluhkan Viola di tengah persaingan dengan dua pria lainnya?
Sampul Novel Bukan Cinta Yang Kandas
8.7
Tiga tahun Aveline mengabdi dalam pernikahan tanpa cinta demi Damian, bahkan rela menyerahkan bakat arsitekturnya agar suaminya bersinar. Namun, pengkhianatan Damian di depan publik menyadarkannya. Aveline memilih bercerai dan bangkit membangun firma de la Fontaine miliknya sendiri. Kini, ia kembali sebagai arsitek kelas dunia yang sukses mengalahkan dominasi perusahaan Blackwood. Di tengah puncak kejayaan, akankah ia membiarkan cinta masuk kembali ke hatinya?
Sampul Novel Dosen Fisiologi Cantik
9.6
Novel modern Dosen Fisiologi Cantik mengisahkan kepanikan seorang pengajar saat berada di asrama. Pertanyaan polos namun provokatif tentang bagaimana pria dan wanita berhubungan hingga hamil terlontar dari seorang murid laki-laki. Situasi mendadak berubah menegangkan ketika sang murid bertindak nekat dengan menekannya ke ranjang dan melucuti pakaiannya. Di bawah desakan dan permohonan sang murid yang ingin belajar langsung lewat praktik nyata, sang dosen kini dihadapkan pada pilihan sulit yang menguji batas profesionalismenya.
Sampul Novel Hasrat Kakak Tiri
9.6
Bryan Alexander, CEO playboy yang berkuasa, telah menghabiskan dua belas tahun di New York demi melupakan Deanisa Melody, adik tirinya yang menjadi obsesi terbesarnya. Namun, takdir justru mempertemukan mereka kembali saat Nisa ditunjuk menjadi asisten pribadinya. Bryan yang masih terjerat perasaan mendalam kini memperingatkan Nisa untuk menjaga sikap di kantor. Di tengah batasan profesional, mampukah Bryan menahan hasratnya pada gadis yang tetap menjadi candu baginya?
Sampul Novel Kaka Iparku Brengsek
8.7
Nadia Pamungkas tidak menyangka keputusan tinggal di rumah kakaknya, Tasya, di Jakarta akan berakhir menjadi bencana besar. Tasya yang sibuk bekerja memiliki suami blasteran bernama Aldo. Meski awalnya terlihat baik, perhatian Aldo kepada Nadia perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tidak wajar. Hubungan terlarang pun tak terelakkan hingga mereka melakukan kesalahan fatal yang mengancam keutuhan keluarga. Akankah rahasia gelap ini terungkap dan menghancurkan segalanya?