Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gairah Istri yang Tersembunyi

Gairah Istri yang Tersembunyi

Abigail Putri terikat pernikahan paksa demi wasiat sang kakek. Di balik sosoknya yang biasa, ia menyembunyikan identitas profesional yang penuh gairah. Suaminya, seorang psikolog sekaligus CEO penerbitan yang dingin, justru terobsesi pada satu penulis misterius tanpa tahu itu adalah istrinya sendiri. Saat rahasia besar Abigail mulai terancam terbongkar, ia harus bernegosiasi dengan sang suami. Namun, perlindungan atas rahasia tersebut menuntut harga yang sangat mahal.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ayah Abigail, Danu Wiratmaja memanggil putrinya ke ruang kerja di rumahnya yang besar itu. Putrinya yang saat ini sudah berusia 25 tahun baru saja pulang dari berkumpul dengan teman-teman elitnya, dengan terpaksa mendatangi ruang kerja sang ayah.

“Kenapa, Yah?” tanya putrinya dengan nada kesal.

“Kok gitu. Gak ada sopan-sopannya! Kamu itu masih ikut ayah lho,” tegur Danu.

“Bukan begitu, Ayahku sayang. Gail capek habis dari luar. Ibu di mana?” jawabnya mengalihkan topik.

“Gak perlu ngalihin topik. Ibu ada di dapur nyiapin makan malam. Ayah ada permintaan, eh, bukan permintaan. Lebih tepatnya perintah,” sahut Danu dengan senyum yang tengil.

“Apalagi Ayah? Aku tidak ingin mengelola Perusahaan. Suruh Abbas aja!” protes Gail menolak perintah ayahnya tanpa mendengarkan terlebih dahulu.

Gail memilih berdiri dari duduknya untuk pergi dari sana karena ayahnya masih saja membahas masalah penerus Perusahaan. Padahal dari awal dia sudah menolak untuk menjadi penerusnya.

“Lho, anak ini turunannya siapa sih! Iya, Perusahaan memang jatahnya Abbas, tapi bukan itu yang ayah maksud. Ayah ingin kamu memenuhi wasiat dari kakekmu,” terang ayahnya menjelaskan. “Ayo duduk.”

“Tentang apa?” tanya Gail yang tidak terlihat antusias dengan wasiat kakeknya. “Gak aneh-aneh kan?”

“Gak kok, ayah sudah berdiskusi sama ibu dan ibu setuju dengan ayah. Jadi mau tidak mau kamu harus mau,” goda ayahnya dengan senyum jahil.

“Ya udah sih, Ayah. Dari tadi gak disebutin. Gail capek, ngantuk!” protes Gail.

Danu yang sangat mengenal sifat putrinya karena kebanyakan sifat di masa mudanya menurun kepada putrinya saat ini. Yang sangat menurun justru sifat yang jelek, yaitu keras kepala.

“Ayah ingin kamu menikah dengan cucu dari teman kakekmu sesuai wasiatnya!” cerocos ayahnya cepat agar anak sulungnya setuju.

“Apa! Gak salah, Yah” sanggah Gail.

“Gak, bener kok,” balas Danu.

“Ayah, ih. Sekarang bukan jamannya perjodohan ya! Aku gak mau!” Gail pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya dengan membanting pintu ruangan tersebut.

Ibunya yang mendengar suara keras itu segera menuju sumber suara. Dia melihat anak gadisnya naik tangga dengan tergesa dan melihat suaminya yang keluar dari ruang kerja.

“Ayah sudah bilang sama Gail?” tanya ibunya menebak dan diangguki oleh sang suami.

“Apa Ibu bilang, Gail gak bakal setuju,” cibir istrinya.

“Iya, tapi gimana dong, Bu. Keluarga Kusuma meminta jawaban lho, apalagi putranya akan pulang ke Indonesia akhir bulan ini,” cerita Danu kepada istrinya.

“Iya, Ibu tahu, nantilah Ibu yang beri pengertian ke Gail. Ayo sekarang kita makan dulu,” ajak Latifa ke ruang makan.

Sementara di kamar, Gail melepas dress yang sedari tadi dipakainya dan berganti dengan jubah mandi. Dia memilih untuk mandi meski malam karena berapa jam sudah dihabiskan di luar. Dia membersihkan wajah dari sisa-sisa riasan yang menempel pada wajah ayunya.

Entah turunan siapa wajah ayu tersebut karena dia terkadang dibilang mirip ayah, terkadang lain juga mirip ibunya. Namun, jika diperhatikan lebih detail lagi, untuk alis dan mata dia mengambil dari ayah sedangkan untuk hidung dan mulut dari wajah ibunya. Paduan keduanya begitu sempurna.

Usai membereskan riasannya dan menyiapkan air di bathtub, dia menenggelamkan diri ke dalam air hangat yang wangi aroma mawar.

“Apa-apaan sih ayah ini. Hari ini kok jodoh-jodohan. Aku kan belum ingin menikah!” omelnya pada ruang hampa di kamar mandi.

Setengah jam sudah dia berendam, akhirnya dia memilih untuk keluar karena air sudah menjadi dingin. Dia mengambil pakaian yang biasa dipakainya di rumah dan keluar untuk makan malam bersama dengan keluarganya.

Gail turun dari kamarnya menuju ruang makan dan di sana kedua orang tuanya sudah setengah selesai makan malam.

“Kok gak tunggu Gail sih?” tanyanya.

Kedua orang tuanya diam saja seperti tidak menganggapnya ada.

“Ayah, Ibu?” tanyanya. “Kenapa gak jawab sih?”

“Masih perkara perjodohan? Kalo aku jawab bersedia, kalian mau ngomong sama aku lagi?” lanjutnya.

“Bener mau ya?” tanya Danu memastikan.

“Tuh kan, baru mau ngomong. Kalian gini amat deh jadi orang tua!” protes Gail sembari mengambil nasi karena dia lapar.

“Ya, namanya juga wasiat. Kalo bukan wasiat, ayah sama ibu gak bakal maksa kamu.” Danu menjelaskan. “Wasiat itu kalo gak dijalankan, yang hidup yang dosa. Sebisa mungkin kita hindaril” lanjutnya.

“Tapi aku masih belum ingin nikah, Yah,” rengek Gail manja. “Ayah sama ibu sudah bosen ya ngerawat aku.”

“Hush, kok gitu sih. Ayah sama ibu itu mikirnya kamu kapan dewasanya. Sampe sekarang gak mau kerja di Perusahaan, cuma di toko bunga milik ibu aja. Itupun gak mau handle urusan keuangan. Cuma jualan bunga aja padahal kamu pinter lho,” timpal ibunya.

“Aku gak mau terikat, Bu. Lagian harta ayah siapa yang mau ngabisin hayo,” elak Gail.

“Satu alesan lagi Ibu pengen kamu nikah itu pengen punya cucu. Biar bisa ibu rawat dan banggain ke teman-teman arisan ibu,” sindir Latifa.

“Ya kalo gitu kenapa Ibu sama Ayah gak buat adik lagi aja daripada aku yang disuruh nikah,” balas Gail sekenanya.

Seketika nafsu makan Gail hilang entah ke mana. Mendengar orang tuanya mendesak dia untuk menikah dengan orang yang belum dikenal. Karakternya seperti apa, orang tuanya juga belum tahu. Mereka hanya tahu saat pria itu masih kecil. Kok segampang itu menyerahkan anak Perempuan satu-satunya mereka ke orang yang tidak dikenal.

“Lagian kok percaya banget lho padahal gak pernah ketemu sama anaknya teman Ayah,” lanjut Gail dengan protesnya.

“Ayah sudah ketemu sekitar tiga bulan lalu dengan pria itu dan ayah menilai baik dan pastinya cocok untuk kamu, Sayang. Ayah gak mungkin menyerahkan kamu kepada pria yang tidak baik. Gimana?” tanya Danu.

“Oke, aku mau dijodohin, tapi boleh tau dia umur berapa?” tanya Gail.

“Dia umur 4 tahun lebih tua dari kamu, Nak.” Danu menjawab tegas.

“Ya sudah, atur pertemuan kapan, tapi aku gak mau langsung nikah!” Kedua orang tua Gail berpandangan saling menatap dengan tatapan seperti mendiskusikan sesuatu.

“Kok gitu pandangannya? Gak ada yang disembunyikan, kan?” tuduh Gail curiga.

Karena sepertinya orang tuanya memiliki rencana yang dia sendiri tidak tahu apa itu. Kadang dia sendiri tidak bisa menebak apa yang orang tuanya rencanakan.

“Gak, Sayang. Kamu terlalu curiga,” timpal Latifa. “Nanti ibu bantu atur ya pertemuan kalian. Ayo sekarang lanjut makan.”

Gail lanjut menghabiskan makan malamnya dalam diam. Sambil dia terus berpikir apa yang harus dia lakukan dengan perjodohan ini. Sebelumnya, dia harus mengetahui motivasi pria ini, mengapa setuju dengan perjodohan ini?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Miskin, tapi Bohong
8.2
Maya adalah pewaris kaya yang memilih menyembunyikan identitas aslinya, namun ia justru mendapat perlakuan kejam dari mertua dan suaminya sendiri. Dirga, sang suami yang dahulu memohon untuk menikahinya, ternyata hanya mengincar harta tabungan Maya dan meremehkannya. Meski menderita, Maya terpaksa bertahan demi melindungi sosok yang ia cintai. Akankah ia mampu melepaskan diri dari belenggu keluarga Dirga, atau selamanya terjebak menjadi budak mereka?
Sampul Novel BECOME YOURS
9.4
Rayya hancur saat ditinggal nikah, namun nasib sial membawanya ke kamar Lydon Zimmerman, CEO kejam perusahaannya, setelah mabuk berat. Insiden satu malam itu menjerat mereka dalam pernikahan tanpa cinta. Rayya hanya dianggap alat pemuas dan penghasil keturunan oleh Lydon yang masih terbayang masa lalu. Kehadiran mantan kekasih Lydon kian merusak segalanya. Kini, Rayya harus memilih: bertahan dalam cinta bertepuk sebelah tangan atau merelakan anaknya demi sebuah perpisahan.
Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Dendam Membara CEO Mesum
8.5
Jent adalah CEO sukses yang menghadapi keretakan rumah tangga akibat belum hadirnya buah hati. Kecurigaan menuntunnya mengikuti sang istri secara rahasia, hingga ia menyaksikan sendiri pengkhianatan istrinya di ranjang pria lain. Terbakar amarah, Jent menolak sekadar bercerai. Ia merancang rencana pembalasan dendam yang kejam bagi sang istri dan selingkuhannya. Tragedi ini mengubah Jent menjadi sosok pria berdarah dingin demi menuntut keadilan.
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia terjebak dalam dilema antara perasaan cinta dan trauma masa lalu. Meski mencintai Rendra, bosnya yang mapan, logika Olivia menolak pernikahan karena tragedi yang menimpa keluarganya. Kematian ibunya akibat KDRT serta kegagalan asmara saudara perempuannya menciptakan ketakutan akan pengkhianatan. Kakak dan adiknya pun menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang luka lama, mampukah Olivia mempercayai Rendra dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Abraham
8.5
Demi memenuhi wasiat Mikhaela yang sakit parah, Abraham Wijaya terpaksa meminta Jihan, asisten rumah tangganya, untuk menjadi istri kedua. Meski sempat menolak, Jihan akhirnya setuju demi membalas budi. Namun, situasi menjadi rumit saat Jihan hamil dan sikap Abraham mulai berubah. Rasa cemburu membakar hati Mikhaela hingga ia mengusir Jihan. Kini, Jihan terjebak dalam dilema antara pergi membawa kandungannya atau bertahan demi cinta yang mulai tumbuh.