Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA

GADIS TAWANAN SANG MAFIA

Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tangis Selena masih mengalir. Tubuhnya sangat sakit terutama pada bagian bawah. Entah sudah berapa kali Jeno memperkosanya hari ini. Dia bahkan tak bisa mendapatkan kesempatan untuk istirahat dan menjelaskan kondisi dirinya pada Jeno.

Seorang pembantu berumur 45 tahun mendekatinya. Perempuan itu memicingkan tatapan kejam dan galak pada Selena.

Selena tersentak kaget saat perempuan tua itu menarik kasar selimut yang menutupi tubuh telanjang Selena. Perempuan itu menarik tangan kiri Selena dengan kasar.

“Jangan menangis terus! Anak pencuri sepertimu tidak pantas menangis di sini!” bentak pembantu itu dengan kasar.

Tubuh Selena yang sakit dan lemah begitu mudah terjatuh di lantai. Rasa sakit semakin lekat menyelubungi seluruh tubuhnya. Dia berharap ada seseorang yang mau membantunya. Sayangnya, semua itu hanyalah khayalan Selena.

“Bangun! Sana mandi! Isi sendiri bak mandimu! Jangan menyusahkan Tuan Jeno!” hardik pembantu itu dengan pandangan jijik dan jengah.

Mulut pembantu itu terus melontarkan ucapan kasar pada Selena. Tentu saja Selena tak mengerti alasannya.

Hati kecilnya ingin membalas ucapan perempuan itu. Namun, dia terlalu malu bertelanjang bulat di depan perempuan tua itu. Daripada beradu mulut, Selena memilih bangkit dari posisi terjatuhnya dan melangkah tertatih-tatih masuk ke dalam kamar mandi.

Dia berusaha menahan isak tangisnya agar tak lagi terdengar. Tangannya bergerak menarik setekan kunci pintu kamar mandi. Setelah yakin pintu kamar mandi tertutup, dia memutuskan untuk mengisi bak mandi dan berendam di sana.

Selena bersyukur air hangat membantu memulihkan rasa sakit pada sekujur tubuhnya. Dia mengambil sabun cair sebanyak mungkin dan membersihkan tubuhnya.

Tangisannya kembali mengalir membasahi pipinya. Dia merasa dirinya sangatlah kotor. Dia bukanlah Selena yang lugu seperti dulu lagi. Kini dia sudah ternoda dan tak bisa melepaskan diri dari pria yang memiliki panggilan Tuan Jeno itu.

“Kenapa dia sejahat itu padaku,” ratap Selena. Dia masih tak paham dengan perilaku Jeno yang keji padanya. “Apa orang tuaku berutang padanya? Ayah ….”

Tangisan Selena semakin deras. Dia memang sudah satu minggu ini tak menghubungi ayahnya. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan paruh waktu dan persiapan kuliah.

“Apa yang terjadi pada Ayah?” gumam Selena. Pandangannya yang memerah dan masih dipenuhi air mata menengadah menatap langit-langit kamar. Dia memejamkan matanya. Hatinya berdoa semoga ayahnya baik-baik saja.

Tak terasa, Selena malah jatuh tertidur di dalam bak mandi. Sebuah keberuntungan karena wajahnya terjatuh di bagian tepian datar bak mandi sehingga wajahnya tak tenggelam di dalam air. Namun, Selena tetap berendam di sana semalaman.

Jeno yang baru pulang kediamannya saat dini hari menyadari ada kejanggalannya. Dia sama sekali tak melihat keberadaan Selena di dalam kamarnya. Padahal, dia sudah memberitahu Dewi, pimpinan pembantu yang dia percaya mengatur rumahnya.

“DEWI!” teriak Jeno garang. Pria itu tak bisa bersabar sedetik pun.

Dewi yang baru saja bangun dan berniat ke dapur untuk membuat sarapan langsung terkejut kaget. Dia segera berlari menaiki tangga untuk menghadap pada Jeno.

“Ada apa, Tuan Jeno?” tanya Dewi, si perempuan tua yang ditemui Selena kemarin sebelum berendam mandi.

“Mana perempuan itu?” balas Jeno menghardik. “Bukannya aku sudah memerintahmu untuk menjaganya? Kenapa dia hilang?”

Dewi terkesiap kaget dan takut. Seingatnya, Selena masuk ke kamar mandi. Karena tak kunjung keluar kamar mandi, Dewi menaruh makanan di meja dan mengunci pintu agar Selena tak kabur.

“Seharusnya tidur, kan, Tuan?” timpal Dewi takut.

Jeno memukul pintu dengan kasar hingga suaranya terdengar menggema di seluruh ruang rumah. “Kau pikir aku buta? Kalau dia tidur, aku sudah tahu dia ada di kasur!”

Pandangan Jeno berapi-api. Dia tak suka dengan orang yang bekerja dengan teledor.

Keringat dingin langsung membanjiri sekujur tubuh Dewi. Dia memeras otaknya agar Jeno tak marah dan memecat dirinya. Menjadi bawahan Jeno sangatlah menakutkan. Jeno lebih galak dan perfeksionis dibanding sang almarhum papa.

“Co-coba saya cari di kamar mandi,” ujar Dewi.

Jeno berdecak. Dia mengizinkan Dewi memeriksa kamar mandi dan tetap mengawasinya dengan pandangan mata yang tajam.

Dewi mencoba membuka pintu kamar mandi. Namun, pintu terkunci dari dalam.

Dia mengetuk-ngetuk pintu kamar itu. “Buka! Buka!” teriak Dewi. Dia ingin memaki Selena yang sudah dipastikan ada di dalam kamar mandi dan tak mau menjawab panggilannya. Namun, dia mengurungkan keinginannya itu karena Jeno ada di hadapannya.

Jeno tak sabar dengan yang Dewi lakukan. Pria itu langsung mendorong Dewi menyingkir dari depan pintu dan mendobrak kasar pintu kamar mandi.

Dalam tiga kali dobrakan, pintu kamar mandi berhasil dibobol. Jeno melangkah ke kamar mandi. Pandangannya membulat kaget ketika dia melihat Selena tak sadarkan diri di bak mandi.

Langkah Jeno langsung berlari ke bak mandi. Dia menyentuh air dalam bak yang sudah dingin beku. Selena juga tampak tak sadarkan diri. Namun, suhu tubuhnya begitu tinggi.

“Panggilkan dokter!” teriak Jeno pada Dewi.

“I-iya, Tuan,” sahut Dewi. Dia bingung tapi tetap berlari keluar kamar Jeno dan menelepon dokter keluarga.

Jeno menggendong tubuh telanjang Selena keluar dari bak mandi. Dia membawanya dan membaringkannya di kasur.

Tangan Jeno mengambil selimut dan menutupi tubuh Selena dengan selimut itu. Dia memanggil pembantu perempuan lainnya untuk memakaikan pakaian pada tubuh Selena.

Selena tak sadarkan diri hingga sore hari. Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padanya. Bahkan, saat terbangun, tubuhnya masih terasa sulit digerakkan dan rasa panas menyengat tubuhnya.

“Haus … air ….” rintih Selena pelan. Dia tak bisa bersuara banyak. Semua energinya seperti tersedot ke ruang hampa dan sulit untuk dikembalikan.

Jeno yang menunggui Selena sambil bekerja segera menoleh. Telinga pria itu setajam telinga elang. Sedikit bunyi saja, dia mampu mendengarkannya.

Jeno melepaskan kacamatanya dan menaruhnya di meja. Pria itu bangkit dari duduknya dan mendekati Selena.

“Air ….” pinta Selena. “Haus ….”

Jeno segera membantu Selena duduk. Dia menaruh dua lapis bantal sebagai penyangga tubuh punggung dan kepala Selena saat tertidur.

Dia mengambilkan air hangat yang ada di teko. Sebuah sedotan stainless steel dia taruh di dalam gelas itu. “Minumlah,” Jeno mendekatkan sedotan itu ke mulut Selena.

Selena meminum perlahan air hangat itu dari sedotan. Sedikit demi sedikit, rasa hausnya terobati.

Pandangan Selena masih buram. Dia berusaha mengumpulkan kesadarannya dengan mengerjap-ngerjapkan pandangannya.

Perlahan dia menaikkan pandangannya dan menatap ke depan. Dia ingin tahu siapa yang menolongnya.

Hati Selena berhenti berdetak saat dia melihat Jeno ada di depannya. Pria yang sudah memperkosanya itu telah menolongnya. Rasanya begitu menyesakkan dan membuatnya begitu benci.

Dengan segenap tenaga, tangan Selena bergerak menepis gelas itu hingga jatuh ke lantai. “Pergi! Biarkan aku mati!” teriak Selena dengan suara parau dan pelannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Jeratan Cinta Wanita Pendendam
9.3
Hidup Clarissa hancur sejak usia tujuh tahun setelah pamannya membantai ibu dan adiknya demi merampas harta warisan. Tak hanya kehilangan segalanya, ia pun harus menyaksikan ayahnya disiksa tanpa henti. Didorong dendam membara, Clarissa tumbuh menjadi anggota mafia demi membalas penderitaan keluarganya. Bersama pria yang dicintainya, ia menyusun rencana untuk menghancurkan sang paman. Akankah Clarissa berhasil membebaskan ayahnya dan menuntaskan misi balas dendamnya?
Sampul Novel PUTRI GANDARI
8.0
Pasca wafatnya sang Raja di Kerajaan Singaraja, Putri Gandari kini harus memikul beban kepemimpinan yang sangat besar. Meski awalnya diliputi keraguan serta ketakutan mendalam, ia akhirnya memantapkan hati untuk bangkit. Dengan tekad yang membara, Gandari resmi naik tahta demi melanjutkan garis keturunan ayahnya. Ia berjanji akan mengelola pemerintahan secara bijaksana dan melindungi rakyatnya sebagai penguasa baru yang tangguh di masa depan.
Sampul Novel Rahasia Pria Tanpa Nama
8.5
Amanda menolak keras perjodohan dengan pria seumuran ayahnya. Di tengah pelariannya ke pantai untuk mencari ketenangan, ia justru menemukan seorang pria misterius yang terapung dalam kondisi penuh luka. Saat Amanda mencoba menolong, pria tak dikenal itu mendadak sadar dan membisikkan sesuatu yang krusial ke telinganya. Akankah Amanda memilih menyelamatkan sosok asing ini di tengah kemelut hidupnya? Ikuti kisah penuh aksi dan romansa yang mendebarkan ini.
Sampul Novel SALAH DIDIKAN: TERJERAT LEMBAH KELAM
9.7
Jihan Diajeng terjerumus ke dunia gelap akibat kehancuran rumah tangga orang tuanya. Tumbuh dalam kekerasan, ia bertransformasi menjadi sosok penipu dan pencuri yang sangat licik. Jihan memanfaatkan paras cantiknya untuk memikat banyak pria, lalu menguras seluruh harta mereka tanpa ampun. Di tengah kemelut dosa tersebut, akankah Jihan menemukan jalan untuk berubah, atau justru ia harus menghadapi karma pahit atas segala kejahatan yang telah ia lakukan?