Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA

GADIS TAWANAN SANG MAFIA

Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bola mata Jeno membeliak lebar. Dia terkejut dengan sikap Selena yang langsung menghardiknya dengan kasar. Bahkan, Selena menampik gelas minum hingga jatuh pecah ke lantai gelasnya.

Ekor mata Jeno langsung menatap tajam Selena. Dia memegangi kedua pergelangan tangan Vania dengan erat.

“Argh! Sakit!” desis Selena.

“Kalau kamu tahu kamu sakit, tidak seharusnya kamu bersikap kasar seperti ini padaku,” Jeno menatap galak Selena.

Tatapan Jeno benar-benar tajam. Jantung Selena langsung terhenti saat mendapatkan tatapan itu. Tubuhnya gemetar ketakutan dengan sendirinya. Matanya langsung terpejam rapat.

Selena takut jika Jeno akan memperkosanya lagi. Apalagi, Jeno mencengkeram pergelangan tangannya dengan begitu kuat. Tenaga lemah Selena yang sedang sakit tak bisa membalas perilaku kasar Jeno yang penuh dengan kekuatan. Selena hanya bisa pasrah pada Jeno.

Hati Jeno kasihan pada Selena. Dia teringat pada adik perempuannya. Cengkeraman tangannya mengendur.

“Sekarang diam saja dan makan apa yang kusuapkan ke mulutmu!” bentak Jeno.

Selena masih menciut takut hatinya. Matanya masih tertutup rapat.

Sementara itu, tangan Jeno mengambil piring berisi nasi dan lauk. Dia menyuapi Selena dengan tangannya sendiri.

Selena hanya membuka mulut ketika permukaan bibirnya disentuh oleh sendok. Dia tak berani membuka mata karena hatinya ketakutan hanya karena tatapan tajam mata Jeno.

Pria itu menyeramkan. Selena menyembunyikan rasa takutnya dengan menggenggam erat selimut. Itulah cara Selena untuk menyalurkan rasa takutnya agar tidak meledak-ledak seperti amarahnya pada Jeno tadi.

Namun, pandangan Jeno tajam. Pria itu tahu bahwa Selena takut padanya. Pandangannya langsung melihat jemari tangan Selena yang gemetaran dan mencengkeram ujung atas selimut.

Jeno memutuskan mengabaikan hal itu. Meski dia tahu Selena ketakutan, dia tetap menyuapkan makanan hingga habis. Yang dia pikirkan adalah Selena makan dan minum obat. Setelah itu, dia bisa sedikit tenang dan membiarkan Selena tidur hingga malam nanti.

Selena akhirnya menghabiskan makanan itu dengan susah payah. Dia juga sudah minum obat.

“Tidurlah!” suruh Jeno dengan nada memerintah tegas.

Selena langsung berbaring dan menaikkan selimutnya hingga menutupi wajahnya. Dia bahkan berbaring miring memunggungi Jeno.

Jeno bisa melihat Selena memilih diam dan menghindarinya. Namun, dia tak peduli. Yang terpenting baginya adalah Selena tak mati.

Keberadaan Selena sangat penting bagi Jeno. Dia bisa mengancam ayah Selena dan membuatnya muncul. Dia tak akan pernah melepaskan Selena hingga ayah Selena muncul di hadapannya dan mengiba.

Jeno bangkit dari duduknya. Dia memanggil pembantu muda untuk mengurusi Selena.

“Kamu pekerja baru kan di sini?” tanya Jeno. Dia memandangi pembantu mudanya di kediamannya.

Perempuan itu memiliki mata sedikit sipit. Wajah dan badannya gemuk. Setidaknya ukuran tubuhnya tiga kali lipat dari ukuran tubuh Selena.

“Iya, Tuan. Saya baru lulus dari seleksi yang diselenggarakan di sini,” jawab si perempuan yang berusia sepantaran dengan Selena itu.

“Rawat dia sampai sembuh. Jangan berperilaku kasar seperti Dewi. Aku akan memotong tanganmu kalau kamu tidak bisa bekerja dengan baik,” ancam Jeno tegas.

“Ba-baik, Tuan,” sahut si pembantu lugu itu.

Selena pun ikut bergidik ngeri mendengar ancaman Jeno. Hatinya kembali berdebar keras. Dia takut jika Jeno mengatakan ancaman serupa padanya.

Selena tak takut mati. Namun, dia takut dibiarkan hidup dalam kondisi cacat.

Selena masih muda. Dia memiliki banyak cita-cita. Meski sudah kehilangan keperawanan, Selena masih berharap bisa tetap hidup dan mewujudkan cita-citanya yang lainnya.

Tadi pun dia berteriak ingin mati pada Jeno hanya karena rasa frustasi yang impulsif keluar begitu saja akibat ledakan amarah. Dia sungguh tak mau mati.

Selena memejamkan matanya lebih rapat. Dia berusaha keras agar bisa tidur.

Untungnya efek obat benar-benar cepat muncul. Selena bisa tertidur pulas sampai malam.

Butuh tiga hari bagi Selena untuk sembuh. Dia bersyukur karena pembantu baru yang ditugaskan untuk merawatnya sangat baik dan sopan.

Namanya Ratna. Gadis gemuk itu berusia setahun lebih muda dibanding Selena. Sesekali Ratna kikuk di hadapan Selena. Namun, Selena tetap nyaman dan bisa akrab dengan mudah.

“Kamu tahu Bu Dewi?” tanya Selena saat membersihkan kasur bersama dengan Ratna.

“Non, biar saya aja yang bersihkan. Nanti Tuan Jeno marah. Takut banget saya,” ujar Ratna. Dia menarik selimut dari tangan Selena. “Non, duduk aja ya?”

“Aku hanya mengambil selimut kotor dan mau menata sprei saja,” tutur Selena.

“Non, Tuan Jeno menakutkan. Saya nggak berani,” Ratna menggelengkan kepala ketakutan.

Selena kasihan pada Ratna. Dia pun menyerahkan selimut dan membiarkan Ratna membersihkan kamar.

Selena duduk di kursi. Dia menikmati camilan yang disediakan untuknya.

“Bu Dewi sudah bekerja seperti biasanya, Non,” terang Ratna. “Non, nggak perlu cemas.”

Selena mengangguk paham. Dia sebenarnya tidak cemas pada perempuan tua yang bersikap kasar padanya. Dia justru berharap Dewi mendapatkan hukuman.

Sayangnya, posisi Dewi sangatlah strategis. Dia adalah pimpinan para pembantu di kediaman Jeno. Meski Dewi membuat kesalahan, Jeno tak akan langsung memecatnya. Kecuali, kesalahan yang dibuat Dewi sangatlah besar.

“Ratna, aku mau jalan-jalan. Apa boleh?” tanya Selena. Dia sudah lama terkurung dalam kamar. Dia ingin melihat-lihat kondisi di luar.

“Iya, Non. Tapi, aku ke tempat cucian dulu buat masukin semua pakaian kotor ini,” Ratna menunjukkan keranjang berisi pakaian kotor.

Selena mengangguk setuju. Dia tersenyum senang karena akhirnya bisa jalan-jalan keluar kamar.

Langkah Selena mengekori Ratna. Dia hanya mencoba menghafal ruang di kediaman Jeno yang besar. Namun, dia belum memiliki rencana untuk kabur.

Kabur bukanlah hal yang bisa dilakukan secara impulsif. Jika ingin kabur, Selena harus tahu seluruh ruang di kediaman Jeno dan menentukan ruang kosong yang bisa menjadi celah baginya untuk kabur.

Selena menganggap jalan-jalan bersama Ratna ini adalah bagian dari persiapan awal baginya untuk bisa kabur dari kediaman Jeno yang menakutkan. Dia tetap berpikir kediaman dengan arsitektur barat dan barang-barang mewah itu menakutkan. Semuanya karena sifat Jeno yang seperti seorang kriminal tiap kali berada di hadapan Selena.

“Ratna, sepertinya aku harus kembali ke kamar,” Selena merasa takut karena pikirannya terus mengingat Jeno.

“Kenapa, Non?”

“Aku takut Tuan Jeno pulang dan nggak suka lihat aku berkeliaran,” terang Selena. Dia tetap tahu diri bahwa di rumah megah itu dia hanyalah budak penghibur untuk Jeno.

“Iya udah, Non. Ayo saya antar,” ucap Ratna.

Selena menggelengkan kepala. “Nggak usah. Aku langsung ke kamar. Kamu siapkan makan siang dan camilan untukku aja,” balas Selena.

Langkah Selena berlari kecil menaiki tangga. Dia mengendap-endap dan sesekali mengecek ruang sekitar.

Selena berhenti melangkah saat dia melihat pintu kamar Jeno terbuka. Dia mengintip dan melihat Dewi sedang membuka lemari Jeno.

Pandangan Selena membeliak lebar saat dia melihat Dewi mengambil satu gepok uang seratus ribu rupiah. Dewi memasukkan satu gepok uang itu ke dalam saku bajunya dan buru-buru mengunci pintu lemari seperti sedia kala.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DANCING WITH DESTINY
8.2
Jane Miles adalah dokter andal yang sangat mencintai kehidupan damainya. Namun, kecelakaan tragis di masa lalu membuatnya menderita Amnesia Retrograde, hingga seluruh ingatannya terkunci rapat. Keadaan berubah total saat Rafael Klein muncul dan memaksa masuk ke dunianya. Pria itu mengacaukan segalanya demi satu tujuan: menuntut Jane menerima takdir sebagai pewaris tunggal klan Klein yang berkuasa. Kisah romansa dewasa ini penuh dengan konflik dan rahasia masa lalu.
Sampul Novel Dark in Antares City
9.3
Dunia mencekam akibat teror Eaters, predator berwujud manusia yang berubah menjadi monster haus darah saat malam tiba. Dengan taring dan cakar tajam, mereka memangsa daging manusia hingga memaksa warga bersembunyi dalam ketakutan. Rio Rosswel menjadi saksi bisu saat ibunya tewas mengenaskan di tangan makhluk tersebut. Sambil bersembunyi di lemari, Rio menahan tangis dan amarahnya. Di tengah duka mendalam, ia bersumpah untuk membasmi seluruh Eaters dari muka bumi.
Sampul Novel Jeratan Cinta Wanita Pendendam
9.3
Hidup Clarissa hancur sejak usia tujuh tahun setelah pamannya membantai ibu dan adiknya demi merampas harta warisan. Tak hanya kehilangan segalanya, ia pun harus menyaksikan ayahnya disiksa tanpa henti. Didorong dendam membara, Clarissa tumbuh menjadi anggota mafia demi membalas penderitaan keluarganya. Bersama pria yang dicintainya, ia menyusun rencana untuk menghancurkan sang paman. Akankah Clarissa berhasil membebaskan ayahnya dan menuntaskan misi balas dendamnya?
Sampul Novel PUTRI GANDARI
8.0
Pasca wafatnya sang Raja di Kerajaan Singaraja, Putri Gandari kini harus memikul beban kepemimpinan yang sangat besar. Meski awalnya diliputi keraguan serta ketakutan mendalam, ia akhirnya memantapkan hati untuk bangkit. Dengan tekad yang membara, Gandari resmi naik tahta demi melanjutkan garis keturunan ayahnya. Ia berjanji akan mengelola pemerintahan secara bijaksana dan melindungi rakyatnya sebagai penguasa baru yang tangguh di masa depan.
Sampul Novel Rahasia Pria Tanpa Nama
8.5
Amanda menolak keras perjodohan dengan pria seumuran ayahnya. Di tengah pelariannya ke pantai untuk mencari ketenangan, ia justru menemukan seorang pria misterius yang terapung dalam kondisi penuh luka. Saat Amanda mencoba menolong, pria tak dikenal itu mendadak sadar dan membisikkan sesuatu yang krusial ke telinganya. Akankah Amanda memilih menyelamatkan sosok asing ini di tengah kemelut hidupnya? Ikuti kisah penuh aksi dan romansa yang mendebarkan ini.
Sampul Novel SALAH DIDIKAN: TERJERAT LEMBAH KELAM
9.7
Jihan Diajeng terjerumus ke dunia gelap akibat kehancuran rumah tangga orang tuanya. Tumbuh dalam kekerasan, ia bertransformasi menjadi sosok penipu dan pencuri yang sangat licik. Jihan memanfaatkan paras cantiknya untuk memikat banyak pria, lalu menguras seluruh harta mereka tanpa ampun. Di tengah kemelut dosa tersebut, akankah Jihan menemukan jalan untuk berubah, atau justru ia harus menghadapi karma pahit atas segala kejahatan yang telah ia lakukan?