Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DOSEN ITU SUAMIKU

DOSEN ITU SUAMIKU

Kehidupan Bunga berubah drastis saat ia mengetahui fakta mengejutkan di kampusnya. Ezza, pria yang dijodohkan orang tuanya dan kini telah resmi menjadi suaminya, tiba-tiba muncul sebagai dosen baru di sana. Kehadiran Ezza yang tak terduga di lingkungan akademisnya memicu tanda tanya besar bagi Bunga. Ia pun mulai meragukan alasan di balik keputusan suaminya tersebut. Apakah Ezza memiliki motif tersembunyi atau ini hanyalah sebuah kebetulan belaka?
Bab
Bagikan

Bab 2

🏵️🏵️🏵️

"Kenapa ngajarnya harus di kampusku, Mas?" tanyaku kepada Mas Ezza, suamiku.

"Aku ada alasan memilih kampus itu, Dek."

"Alasannya apa? Supaya aku kaget melihat kamu berdiri di depanku?"

"Aku tidak bisa mengatakan alasan itu sekarang. Kalau waktunya tiba, kamu pasti mendengarnya keluar dari mulutku."

"Terserah kamu, deh, tapi jangan sampai ada yang tahu kalau kamu itu suamiku."

"Kenapa harus ada aturan seperti itu, Dek? Seharusnya kamu bangga, dong, dengan suamimu yang ganteng ini." Mas Ezza menunjukkan senyuman nakalnya sambil menggerak-gerakkan alis.

"Aku bilang jangan, yah, jangan. Titik."

"Ya, udah, terserah kamu aja."

"Satu lagi, jangan genit-genit sama mahasiswi. Aku nggak suka!"

"Cie, cemburu, yah? Ketahuan, nih."

"Aku nggak cemburu, tapi aku nggak suka lihat cowok yang sudah beristri genit sama cewek lain."

"Ngaku aja, deh, bilang aja memang cemburu. Aku seneng, nih, dicemburuin."

"Udah, ah. Kamu, mah, baperan," ucapku lalu berjalan memasuki kamar.

🏵️🏵️🏵️

Mas Ezza sama sekali tidak menolak pernikahan dan perjodohan kami. Dia bahkan selalu bersikap lembut kepadaku dan dia tidak pernah memaksakan kehendak, juga keinginannya. Dia sudah seperti kakak bagiku, beda usia kami hanya terpaut enam tahun.

Dia selalu memanjakanku dan bersikap seolah-olah mampu bertindak sebagai orang tua. Namun, dengan semua perhatian dan kasih sayang yang dia berikan, tetap belum mampu menembus dinding hatiku untuk membalas semua perlakuannya.

Dia memilih menjadi dosen untuk mewujudkan impiannya sebagai pecinta mata kuliah Akuntansi. Dosen merupakan kegiatan sampingan baginya karena dia harus membantu papanya mengurus perusahaan.

Aku sama sekali tidak peduli dengan niat dan tujuannya menjadi dosen. Namun, yang membuat aku tidak habis pikir, kenapa harus di kampusku? Kenapa dia tidak mau memberitahukan apa alasan dan tujuannya sebagai dosen di kampus itu? Ada apa sebenarnya?

🏵️🏵️🏵️

"Parkirnya jauh dari pagar, yah. Aku nggak mau kalau sampai ada yang lihat kamu yang ngantar aku. Nanti mereka curiga!" pintaku saat Mas Ezza mengantarkan aku pagi ini ke kampus.

"Okeh, deh, Nyonya Ezza. Perintah dilaksanakan."

"Gitu, dong. Jadi suami itu harus nurut dan bisa ngertiin istri."

"Apa, sih, yang enggak untuk istriku, nih." Dia memegang daguku.

"Nggak usah lebay. Sana, gih, ngantor ... ntar Papa nyariin, tuh!"

"Baik, Bos ... aku berangkat, yah. Bye."

"Hati-hati, bye." Mobil Mas Ezza pun berlalu dari hadapanku lalu aku segera memasuki kampus.

Kehidupan rumah tangga yang kami jalani sangat unik, mungkin karena usiaku masih sangat muda menjalani hidup sebagai istri. Aku sering bersikap seolah-olah kami bukan pasangan. Kapan hati ini terbuka untuk menerima dia sepenuhnya?

🏵️🏵️🏵️

"Hari ini jadwal kamu ngajar di kelasku, yah, Mas?" tanyaku sambil menyantap sarapan bersama Mas Ezza di meja makan.

"Iya, dong. Suka, yah?" Mulai, deh, bapernya.

"Aku cuma mau ngingatin aja, jangan genit-genit!"

"Takut, yah, kalau ada cewek lain yang deketin aku?" Tingkah Mas Ezza selalu membuatku kesal. Dia sambil mengedipkan mata kanannya.

"Hm! Dikit-dikit baper."

"Jujur aja kenapa, sih? Nggak ada yang marah, kok."

"Intinya, aku nggak suka aja."

"Tuh, kan ... kelihatan banget, deh, cemburunya."

"Susah ngomong sama kamu, Mas. Dikit-dikit bilangnya cemburu. Sepertinya kamu berharap banget, yah, digodain mahasiswi-mahasiswi di kampus. Terserah kamu aja, deh. Bomat."

"Ada yang ngambek, nih."

"Udah belum sarapannya? Cepetan, ntar telat!" Aku beranjak dari tempat duduk lalu segera menyambar tas yang sudah aku siapkan di meja ruang keluarga.

"Iya, iya. Baik, Tuan Putri." Mas Ezza segera menghampiriku, kemudian kami bergegas memasuki mobil.

🏵️🏵️🏵️

"Hari ini kita akan membahas tentang harta. Dalam Akuntansi, biasa disebut dengan istilah 'aktiva'. Ada aktiva yang dapat disusutkan dan ada juga aktiva yang tidak dapat disusutkan." Mas Ezza mulai memberikan materi di kelasku.

"Boleh nanya, nggak, Pak?" Seorang mahasiswi mengacungkan tangannya.

"Iya, silakan," balas Mas Ezza.

"Kalau aktiva yang paling berharga untuk Bapak ... apa, yah?" Pertanyaan konyol yang pernah aku dengar.

"Hhhuuu!" Terdengar sorakan mahasiswa dan mahasiswi lain.

"Kamu, yang di sana." Mas Ezza menunjuk ke arahku.

"Saya, Pak?" tanyaku kaget dan tidak percaya.

"Iya, kamu. Coba kamu sebutkan dua aktiva yang dapat disusutkan!" titah Mas Ezza.

"Mesin dan gedung, Pak," jawabku dengan cepat. Aku yakin pasti benar.

"Bagus. Nama kamu siapa?" Pertanyaan itu membuatku ingin mengacak-acak rambutnya. Dia sangat tega bertingkah seolah-olah tidak mengenaliku.

Awas nanti di rumah, aku jitak.

"Saya Bunga, Pak," jawabku sambil berusaha tersenyum.

"Nama yang indah." Sepertinya dia sengaja mengobrak-abrik mood-ku hari ini.

"Terima kasih, Pak," jawabku.

"Kenapa, sih, Pak Ezza nanya dia aja? Pilih kasih, nih." Aku mendengar gerutu mahasiswi di belakangku.

"Iya, tuh. Kita-kita juga mau, kok, ditanyain," sambung teman di sampingnya.

Awas, yah, jangan coba-coba deketin suamiku.

"Oke, sampai di sini pertemuan hari ini, kita lanjutkan lagi pada pertemuan berikutnya. Terima kasih dan selamat pagi." Mas Ezza mengakhiri mata kuliah hari ini.

"Selamat pagi, Pak." Terdengar suara sahutan serentak di kelasku.

=============

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berselingkuh dengan calon suami adik ipar
9.0
Amel terjebak dalam pernikahan hambar bersama Andre, pria kasar yang tak pernah menghargainya. Di tengah rasa frustrasi, wanita 24 tahun ini justru menjalin hubungan gelap dengan Arman, calon suami dari adik iparnya, Bella. Bagi Amel, Arman adalah pelarian sempurna dari derita batin dan finansial. Meski bertahun-tahun tak terendus, rahasia mereka terancam saat Andre tiba-tiba ingin berubah. Akankah Amel memilih setia pada penebusan Andre atau tetap bersama selingkuhannya?
Sampul Novel Drive Back To December
8.4
Gayatri Rumi Rahardjo tak menyangka akan dipersunting kembali oleh mantan suaminya, William Alansyah, setelah tiga tahun berpisah. Demi rasa sayangnya pada mantan ibu mertua, ia sepakat membina rumah tangga untuk kedua kalinya. Namun, pernikahan ini dihantam tekanan perihal keturunan. Di tengah kemelut tersebut, Gayatri mencurigai rahasia besar yang disembunyikan William. Akankah kenyataan pahit ini memicu perceraian kedua yang ingin ia hindari?
Sampul Novel Duda itu Suamiku
8.1
Hidup Bianca berubah total sejak bertemu Bealize, balita yang terus memanggilnya 'Mami'. Demi Bea, Bianca terpaksa tinggal di rumah gadis kecil itu bersama ayahnya, seorang duda tampan. Merasa cemas akan pandangan orang dan getaran di hatinya, Bianca memilih kabur diam-diam untuk menghindari skandal. Ia mengabaikan nasib Bea demi kebebasannya sendiri. Namun, akankah sang duda membiarkannya pergi begitu saja atau justru mencarinya kembali?
Sampul Novel Hold My Hand
8.0
Pasca kepergian orang tua angkat mereka, Khanza menyadari adanya getaran asmara yang tak biasa terhadap kakaknya, Barra. Meski tidak memiliki ikatan darah, status sebagai saudara membuat batin Khanza tersiksa oleh kebimbangan yang mendalam. Hubungan rumit ini semakin diuji saat mereka terjebak dalam pusaran konflik besar. Situasi kian mencekam ketika Barra terseret dalam sebuah kasus pembunuhan yang mengancam masa depan dan rahasia hati mereka berdua.
Sampul Novel Kasih Sayang Mendalam: Sayang, Kembalilah Padaku
8.7
Dua tahun Nina terikat pernikahan kontrak dengan pria misterius yang identitasnya tidak ia ketahui sama sekali. Sebuah kesalahan fatal terjadi saat ia salah memasuki kamar dan menyerahkan kesuciannya pada orang asing. Terdesak beban kompensasi pelanggaran kontrak, Nina nekat mengajukan perceraian. Namun, saat ia menemui suaminya untuk menyerahkan dokumen tersebut, Nina terkejut menyadari bahwa pria itu adalah orang yang sama yang menidurinya malam itu.
Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Hati Sarah hancur ketika Dimas, suaminya, justru lebih peduli pada Citra daripada dirinya yang tengah mengandung. Di tengah masa sulit itu, sang sahabat mulai menunjukkan ambisi licik untuk merebut posisi Sarah. Kini, Sarah berdiri di persimpangan jalan yang menyakitkan. Haruskah ia tetap bertahan dalam pernikahan yang retak demi calon bayinya, atau memilih pergi demi menjaga harga diri serta kedamaian hidupnya? Inilah perjuangan batin seorang istri.