Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2

DON'T PLAY GAMES WITH ME. Part.2

Kehamilan pertama Adiba yang menginjak usia lima bulan justru dihantui teror mencekam di rumah baru mereka. Meski tetangga memperingatkan tentang kutukan kematian saat pembangunan kolam renang, Syden tetap mengabaikannya. Di tengah tekanan mistis yang makin gencar, mental Adiba kian terguncang oleh rumor perselingkuhan suaminya. Syden dikabarkan memiliki simpanan yang juga tengah mengandung lima bulan, memicu konflik batin hebat bagi sang istri sah.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bab. 1

Ada bisikan lembut..

" Adiba sayang, kita sudah sampai di mall. bangunlah.."

"Ya, Syden ".

Nyamannya menggeliat,

"cantikmu Adiba kalau bangun tidur , matamu berkedip-kedip seperti anak kecil ".

Keluar dari mobil , syden langsung memeluk bahuku . Pelan-pelan kulepaskan pelukan Syden , tak kuhiraukan Syden yang keheranan dengan sikapku . Jalan berdampingan saja sudah bagus , aku juga tidak mengharuskan Syden selalu memeluk bahuku tiap jalan ke mall. Baru saja masuk mall , bau harum menyeruak masuk ke dalam hidung tapi sudah ada yang berbisik..

" Aku mau peluk kamu , Adiba tapi kenapa kamu tolak ?. Kamu mau semua laki mengagumi kecantikanmu , mentang-mentang kamu makin cantik di masa kehamilanmu ini ".

Langsung kuhentikan langkahku tapi tetap saja ada yang melanjutkan bisikan ..

" Aku ini suamimu , bangga punya istri hamil yang cantik tapi kamu malu dipeluk suamimu yang jelek ini , Adiba ".

Aku masih tetap diam tidak mau melawan meskipun mendengar bisikan Syden karena aku sadar diri kalau aku hamil dan mau memberikan rasa nyaman pada janin di rahimku . Masih terdengar bisikan ...

" Lihatlah.. kamu selalu menjadi pusat perhatian dimanapun kamu berada meskipun kamu hamil . Bangga kamu Adiba jadi perempuan cantik ".

Langsung kulihat wajah Syden yang berdiri tegak di sampingku , sambil menekan rasa kesalku.. aku tetap tersenyum sambil menyentuh pipi Syden ...

" Pulang saja , yuk ".

Kubalikkan badan berjalan ke luar pintu , Syden langsung memeluk bahuku..

" Adiba , ayo kita belanja sekalian makan siang ".

Kutatap wajah Syden , tetap sambil berusaha tersenyum , aku menggeleng ...

" Adiba dan si mungil mau pulang , kalau syden mau di mall ini... Tidak apa-apa biar Adiba pulang naik taxi saja ".

Kutatap melangkah sambil mengelus-elus perutku , syden langsung memelukku sambil berbisik ..

" Maafkan aku, Adiba sayang . Aku cemburu kamu menjadi pusat perhatian semua orang dan kamu berjalan sendiri mengabaikan aku suamimu ".

Aku melepaskan diri dari pelukan Syden , tetap sambil tersenyum..

" Adiba sekarang mau pulang . Bolehkah , Syden ?".

" Tapi kita belum makan siang dan belum belanja perlengkapan bayi buat anak kita , Adiba sayang ".

Aku tetap menggelengkan kepala .

" Silahkan Syden makan siang dan beli perlengkapan bayi , Adiba tetap mau pulang ".

Syden menatapku ..

" Maafkan aku , Adiba sayang . Aku mau kita makan siang bersama "

" Adiba makan di rumah saja , kalau Syden mau makan di mall ini .. Adiba tungguin saja ".

" Aku mau sekarang kita makan siang bersama si mungil ini , Adiba sayang ".

Syden mengelus-elus perutku , kusingkirkan tangannya dari perutku.

Malas mulutku berdebat dengan laki Russia yang sedang bersamaku.

Syden benar-benar keras kepala , kalau sudah maunya pasti sulit dicegah . Kulihat Syden mengeluarkan ponsel dari saku celananya.

" Aku mau telpon orang tuamu dan beritahu beliau berdua kalau kamu menolak makan siang bersamaku padahal kita resmi suami istri dan kamu sedang mengandung anakku . Bagaimana , Adiba sayang ?".

Aku tetap diam lihat Syden yang menelpon abu ummu , kudengarkan saja syden melapor ke abu ummu langsung Syden memberikan ponselnya padaku , kudengar suara lembut keibuan Ummu .

" Adiba anak cantik kesayangan abu ummu , Syden suamimu mengatakan kamu menolak makan siang . Ingat nak ... Seorang istri harus melayani suaminya dengan baik apalagi kamu sedang hamil . Ayo Adiba jangan keras melawan suami yang berniat baik mengajakmu makan siang bersama , ingatlah ada anak titipan Alloh di rahimmu , Adiba anakku ".

"Iya , ummu ".

Kukembalikan ponsel ke tangan Syden langsung ponsel dimatikan , dimasukkan kedalam saku celananya lagi . Kubiarkan Syden memeluk bahuku daripada nanti mengadu lagi ke ummu . Syden tertawa girang , bercerita tentang hal-hal yang dianggpnya lucu tapi tetap kuabaikan ceritanya , terserah mau cerita apa ... Malas aku mendengarnya .

" Kita makan di sini saja , Adiba sayang ".

Syden menunjuk restoran di depan , kami masuk ke restoran dan duduk di dekat pintu masuk . Seorang pelayan membawa daftar menu makanan memberikan pada kami.

Malas aku memilih menu makanan , kuberikan daftar menu makanan ke tangan Syden.

" Syden saja yang pilih menu makanan , Adiba malas pilih . Cepatlah pilih , kasihan pelayannya lama berdiri menunggu ".

Syden melihatku , memilih beberapa menu makanan minuman . Kulirik pelayannya tersenyum mengambil daftar menu makanan kemudian berlalu meninggalkan kami.

" Adiba sayang , aneh sekali sikapmu . Ada masalah apa ?".

Belum sempat kujawab pertanyaan Syden , tiba-tiba ada yang menyapa ..

" Mr. Syden.. ".

Kami menoleh ke asal suara yang menyapa ternyata sepasang suami istri yang tersenyum ramah . Syden langsung berdiri dari tempat duduknya..

" Mr . Xavier ... Mari gabung bersama kami ".

Suami istri itu berjalan mendekati kami .

" Kenalkan ini Adiba istriku , dia sedang hamil anak pertama kami ".

Aku berdiri , tersenyum pada mereka .

" Cantik sekali istrimu meskipun hamil , Mr. Syden . "

Kami berempat duduk , Syden memanggil pelayan yang berdiri di dekat meja kasir . Setelah menulis pesanan makanan , pelayan tersebut berlalu meninggalkan meja kami .

" Mrs . Syden kenalkan ini Carmen istri saya ".

Kami bercakap-cakap sambil menunggu makanan minuman yang kami pesan . Alhamdulillah , tak lama kemudian 2 pelayan datang membawa pesanan makanan minuman . kubisikkan pada pelayan..

" Tolong bungkuskan seperti ini untuk nanti kami bawa pulang ".

Pelayan tersenyum ramah sambil mengangguk . Kami berempat asyik makan . Selesai makan kami masih berbincang-bincang . Ponsel Syden berdering , terdengar syden menjawab telpon ..

" Ya , bu .. sebentar lagi kami pulang ".

Syden menutup ponselnya sambil berkata ....

" Adiba istriku ini kesayangan ibuku sejak kami belum menikah sampai sekarang , apalagi sekarang dia hamil cucu pertama buat ibuku dan almarhum ayahku . Makin besar perhatian dan sayangnya ibuku padanya ".

Mrs. Xavier tersenyum , menyentuh pipiku ...

" Merampok hati suami itu mudah tapi merampok hati mertua itu sulit . "

Kami tertawa mendengar ucapan Mrs. Xavier .

" Mrs. Xavier , Adiba belum merampok hati ibuku tapi ibuku sudah memberikan hatinya pada Adiba . Ibuku tadi menelponku hanya

menanyakan kenapa Adiba belum pulang. Mrs. Xavier , ibuku lebih menyayangi Adiba daripada menyayangiku ".

Mr dan Mrs . Xavier tertawa terbahak-bahak. Aku hanya tersenyum , dengan lirih kujawab..

" Ibu saya jauh di Pakistan , otomatis saya selalu dekat dengan ibunya Syden yang tulus menganggap saya sebagai anak daripada sebagai menantu karena beliau tak punya anak perempuan ".

Mrs Xavier memelukku ..

" Anda benar-benar lembut , pantaslah jika ibu mertua menyayangi anda , Mrs . Syden ".

" Terima kasih , Mrs. Xavier ".

Syden berdiri ...

" Aku ke kasir dulu ".

Setelah membayar di kasir , Syden kembali ke meja kami . Mr dan Mrs. Xavier berpamitan .

" Terima kasih atas makan siang ini , selanjutnya besok jam 7 malam kalian harus makan malam di rumah kami . ".

Mrs . Xavier mengelus-elus perutku.

" Aku mau memasakkan makanan lezat untuk si kecil ini juga ".

"Terima kasih atas ketulusan anda , Mrs. Xavier ."

Kami berempat berjalan keluar dari restoran . Syden mencium keningku ..

" Kita belanja perlengkapan bayi , Adiba sayang ".

" Adiba mau istirahat di rumah , lelah seharian jalan , Syden ."

Mrs Xavier mengelus-elus perutku.

" Mr . Syden , saya dulu pernah keguguran waktu hamil 5 bulan karena terlalu banyak aktifitas, kecapekan , kurang istirahat . Ada baiknya Mrs. Syden jangan kecapekan , Mr. Syden ".

Syden terkejut..

" Iya , Mrs. Xavier . Kami tunda dulu belanja perlengkapan bayi "

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
8.5
Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam dengan ikhlas merelakan dirinya diceraikan oleh suaminya sendiri demi menikahi Mega Mentari--anak perempuan pemilik perusahaan yang mengaku dihamili oleh suaminya sendiri, Abimanyu Wicaksana. Sementara itu Halilintar Sabda Alam-- kakak sulung Mega Mentari. Pemilik beberapa perusahaan properti raksasa negeri ini, jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Senja, yang diperkenalkan oleh mertuanya sebagai adik bungsu Abimanyu. Abimanyu yang merasa dijebak sebagai kambing hitam dalam masalah hamilnya Tari, terus berusaha mencari kebenaran yang sesungguhnya agar bisa meraih kembali hati Senja. Sementara Sabda yang awalnya jatuh cinta pada Senja, menjadi salah faham saat secara tidak sengaja memergoki Abimanyu memesrai Senja bukan seperti seorang kakak terhadap adiknya, melainkan seperti seorang laki-laki yang tengah mabuk asmara. Sabda yang gelap mata malah akhirnya menjebak Senja dan menanamkan benihnya dirahim Senja. "Saya mohon, jangan memperlakukan Saya seperti ini. Saya punya salah apa pada Bapak? Laki-laki sejati tidak akan menggunakan kekuatannya untuk memaksakan dirinya terhadap seorang perempuan. Saya mohon jangan mengotori saya. Demi Allah saya bersumpah, saya tidak seperti apa yang ada dalam pemikiran, Bapak." (Senjahari Semesta Alam) "Salah kamu adalah, karena kamu telah menjadi duri dalam daging dalam rumah tangga adik saya! Kamu fikir saya tidak tahu akan hubungan terlarang kamu dengan Abimanyu? Kalian berdua itu incest, dan itu amat sangat menjijikkan! Kita lihat saja, setelah ini kamu masih bisa memandang dunia dengan kepala tegak, atau kamu akan melata seperti ular di kaki Saya!" (Halilintar Sabda Alam)
Sampul Novel Monster Yang Bersamaku
7.9
Rein yakin telah menghabisi suaminya, Hary, dan berniat menyerahkan diri kepada Adrian, sahabat lamanya yang berprofesi sebagai polisi. Namun, situasi berubah mencekam saat seorang pria misterius muncul dan mengaku sebagai Hary. Meski wajahnya serupa, perangainya jauh lebih lembut dan penuh kasih sayang. Jika Hary asli sudah tewas, siapakah sosok asing yang kini mendekapnya? Apakah Rein terjebak delusi atau ada rahasia gelap yang sengaja disembunyikan pria itu?
Sampul Novel NURHAYATI
8.2
Warga Karang Pandan mendadak gempar akibat kemunculan sosok hantu perawat yang menghantui sebuah klinik setempat. Teror mistis ini menjadi buah bibir masyarakat karena kehadirannya yang sangat mencekam. Namun, di balik penampakan yang menakutkan tersebut, tersimpan sebuah rahasia kelam yang selama ini terkubur rapat. Kini, misteri besar yang menyelimuti identitas sang perawat perlahan mulai terkuak dan mengancam ketenangan semua orang di sana.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun usai kematian tragis Jernih Suminar, sang putri yang bernama Lintang Prameswari mencari dalang ruwat sakti demi menuntut balas. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra yang awet muda adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra telah menumbalkan jiwanya demi kekuasaan hingga menelantarkan Lintang. Kini, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya yang keji sembari dibantu sosok misterius bernama Wage di tengah intrik klenik dan mitos.
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi mengubah nasib, Japri nekat melakukan ritual pesugihan di Karang Nini. Kekayaan melimpah berhasil diraihnya, namun ada harga mahal yang harus dibayar berupa tumbal darah perawan setiap malam Selasa Legi. Sesuai perjanjian gaib tersebut, Indra sebagai putra tunggal wajib meneruskan tradisi kelam ini. Kini, Indra terjebak dalam lingkaran setan yang mengerikan, bahkan ia nyaris melanggar pantangan keramat yang mengancam nyawa serta seluruh kekayaannya.