Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)

Crazy In Love (Katharine)

Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Jangan berani menyentuhku, Warren Cook!!"

Katharine menyurut dari pelukan pria.

Mengacungkan tangan kosong kepada pria saat ini posisi berdiri didepannya.

"Katharine! Aku Warren, sahabat dekat Alex Wolff." Pria itu mengulangi ucapannya

Matanya tidak lepas dari wajah Warren sebenarnya tampan dengan tubuh tegap dan bahu kekar. Sekilas dia terlihat sangat mirip dengan Alex Wolff, suaminya. Hanya saja penutup mata sebelah kanan membuatnya terlihat seram lebih mirip bajak laut.

Katharine tertawa dalam hati, dia merasa pria ini hanya ingin menghibur hatinya. "Bagaimana tidak, dia cacat di matanya mengaku sahabat suaminya. Jadi dia juga anggota Intai Batalyon amfibi (Yon Taifib)? Tidak mungkin!"

"Aku dan Al---"

"Alex...!!" Katharine tiba-tiba tersentak. "Aku... harus melihatnya sebelum mereka memakamkannya!"

Berlari ke halaman rumah dimana beberapa saat lalu dia masih menangisi jenazah Alex Wolff di dalam peti jenazah.

Katharine menghentikan langkahnya di pintu rumah dengan kepala tertunduk. Setelah menyapu seluruh halaman tidak menemukan sesiapa disana dengan netranya.

"Dimana Alex, suamiku?" tanyanya melemah.

" Aku akan membawamu ke pemakamannya, Katharine," sahut Warren menyentuh hangat kedua bahunya tepat berdiri di belakang punggungnya.

"Akhh!? Jadi maksudmu dia sudah dimakamkan tanpa keberadaan ku!?" berangnya menggertakkan gerahamnya.

Mengabaikan ocehan Warren Cook yang membuatnya hampir hilang waras.

"Iya, aku akan membawamu kesana." Warren Cook menyentuh hangat kedua tangan Katharine. Satu pelukan hangat merengkuh tubuh tidak berdaya dihadapannya.

"Apa kamu mengingat apa yang terjadi dalam dua hari ini?" tanya Warren menatap wajah wanita muda itu sedang kebingungan.

Katharine menggeleng lemah.

"Apa yang terjadi? Kenapa mereka tega melakukan pemakaman tanpa keberadaan ku?"

Butiran bening hangat berdesakan hendak menumpah dari sudut matanya.

Pasrah kepalanya terjatuh di dada bidang Warren. Tangannya berada di genggaman hangat tangan pria itu.

"Jelang pemakaman Alex kamu pingsan, Katharine," ucapnya tanpa melepas tatapannya di kedua bola mata janda muda dari sahabatnya.

Tidak ada satu patah katapun yang keluar dari bibirnya. Mencoba mengulang kembali kejadian dua hari lalu.

"Shitt...! Aku tidak mengingatnya," gumamnya dengan gigi mengerat. "Bagaimana bisa aku pingsan berhari-hari?"

"Antar aku sekarang!"

Katharine menarik tangannya dari genggaman Warren. Tergesa menuju salah satu mobil miliknya di halaman rumah.

"Katharine...!"

Setengah berlari menghampiri menenteng jaket di tangan kanannya yang sengaja dia lepas dari punggungnya.

"Apa?" tanyanya ketus, urung masuk ke mobil.

"Baiknya kamu bersihkan diri dulu," katanya menutupi bagian belakang Katharine.

"Ap... apa!?" pekiknya menyentuh ujung gaunnya mengeras dengan bercak darah nifas.

Seketika wajahnya memerah dan berlari masuk ke rumah. Disusul Warren mengikutinya masuk.

"Kamu pergilah!" katanya menutupi tubuhnya dengan selimut yang dia lihat ada di sofa ruang tamu.

Tangannya bergetar hebat mencengkram ujung selimut di dadanya. Nafasnya memburu dengan langkah menyurut menjauh dari Warren. Malu.

"Apa yang kamu inginkan dariku, Warren Cook?!" tanyanya menyorot tajam wajah pria, tengah duduk santai di sofa dengan tawa kecilnya.

Menyadari hanya mereka berdua tinggal di rumah dinas suaminya yang terletak jauh dari pinggiran jalan besar dan sedikit sepi.

"Kenapa baru bertanya sekarang, Katharine?" Warren balik bertanya kali ini terlihat santai.

Mengangkat sebelah alisnya menatap wajah panik yang berdiri jarak satu setengah meter darinya.

"Siapa sebenarnya kamu!?" jerit Katharine semakin menyurut ke belakang menjauhi pria bernama Warren.

Katharine terpojok di sudut lemari kaca. Tangannya mencengkeram sisi lemari.

"Aku sudah mengatakannya berulang-ulang padamu, Katharine. Kamu mandilah, aku tunggu dalam mobil."

Seiring punggung pria itu menghilang di balik pintu

"Gilaa, kemana semua orang itu? Apa ini mimpi?"

Katharine menepuk kencang wajahnya.

"Auchh."

"Ini nyata," bisiknya terduduk dengan wajah bertumpu di kedua lututnya.

Nanar memandang ke depan dimana pria dengan bahu bidang sedang memunggunginya.

"Apa dia psikopat?" bathinnya menelan salivanya terasa berempedu.

"Dua hari bersamanya disini dan aku masih hidup?"

Lagi-lagi menelan salivanya semakin terasa pahit. Membawanya tubuhnya ke dalam kamar mandi.

Tangannya meraih shower untuk membersihkan tubuhnya.

"Katharine...!"

Suara berat yang telah akrab di telinganya beberapa saat ini, dari depan pintu kamar mandi.

Tidak ada sahutan dari dalam, cipratan air juga tidak terdengar di lantai kamar mandi.

"Katharine...!!" Suara pria itu kembali terdengar dengan nada cemas seiring ketukan keras di pintu kamar mandi.

Katharine mematung di belakang pintu dengan balutan kimono mandi.

"Kathar---"

Gantian Warren menelan salivanya berpapasan dengan wanita cantik, baru saja membuka pintu kamar mandi.

Membawa langkahnya ke kamar dimana Warren Cook memeluknya tadi.

Katharine menghela nafas panjang sebelum kembali menemui Warren di ruang tamu.

"Katharine..." bisiknya tidak bisa menahan rasa kagumnya dengan kecantikan wanita yang baru saja menyandang status janda muda.

"Antar aku ke makam Alex," katanya mendahului Warren yang terus memelototinya.

Sepanjang perjalanan menuju makam Alex Wolff, yang dimakamkan di makam pahlawan negara. Katharine larut dalam pikirannya.

Butiran bening hangat tidak berhenti menetes ketika dia berada di rumah peristirahatan terakhir Alex Wolff, suaminya.

"Kamu tidak mengenal Keanu Wolf, kan?" bisiknya memeluk gundukan tanah merah penuh taburan kelopak bunga yang telah layu bahkan sebagian sudah menghitam.

Warren turut merungguh disamping Katharine.

"Mari kita pulang, biarkan dia tenang disana," bisiknya seperti pada umumnya orang-orang mengatakan itu untuk menghibur seseorang yang kehilangan.

Katharine melepas pelukannya dari batu nisan bertuliskan nama 'Alex Wolff, gugur sebagai pahlawan negara'.

"Aku akan menemuimu kembali," bisiknya meninggalkan tempat itu.

***

"Apa sebenarnya mau mu, Warren Cook?"

Katharine membuang muka lewat kaca mobil sedikit buram.

"Kita ke rumah sakit, ya!" ajak Warren mengabaikan pertanyaan Katharine.

"Hmm..."

Katharine memejamkan matanya tanpa membantah. Dadanya semakin menyesak tatkala ingin bertemu buah cintanya dengan Alex Wolff.

"Aku ingin bertemu dengan pimpinan suamiku. Apa kamu bisa membantu ku?"

Tanpa menunggu jawaban Warren, dia meninggalkan pria itu disana. Kakinya menyeret ke ruangan dimana putranya berada.

"Apa Nyonya Katharine yakin bisa merawat Keanu Wolff?"

Perawat yang menjaga putranya sedikit mengkhawatirkan keadaan ibu dari Keanu saat ini.

"Ehmm..."

Sekilas perawat wanita itu menoleh kepada pria baru saja berdiri di belakang Katharine.

Ingin memastikan bahwa Katharine tidak dalam keadaan depresi.

"Kami akan membawanya pulang. Urus surat kepulangannya," kata Warren tegas seraya meletakkan tangannya mesra di bahu Katharine.

"Maaf, bapak siapanya Nyonya Katharine?"

Perawat wanita itu ingin memastikan bahwa dia tidak salah menyerahkan Keanu Wolff

"Saya dari pihak kemiliteran yang bertugas menjaga Nyonya Katharine selama beberapa bulan ke depan," jawabnya menunjukkan identitas dan surat tugas resmi dari perwira tinggi TNI AD.

Sekilas Katharine melirik lembaran kertas di atas meja sebelum berpindah ke wajah Warren Cook.

"Dia benar salah satu anggota Intai Batalyon amfibi Yon Taifib?" gumamnya tidak percaya, kedua bola matanya melotot hampir keluar dari kelopaknya.

"Nama yang gagah."

Warren Cook meletakkan tangannya di puncak kepala Keanu Wolff dengan raut wajah bahagia.

"Aku akan menggantikan ayahmu!"

"What??"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta, Ternyata Dusta!
9.4
Demi menyelamatkan suaminya di masa lalu, wanita ini rela membiarkan kakinya hancur terlindas. Namun, ia justru dibenci mertua, dibuang orang tua, dan akhirnya dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri yang ternyata hanya memanfaatkan penderitaannya demi meraup puluhan miliar di internet. Saat mendapat kesempatan kedua dan kembali ke waktu tepat sebelum kecelakaan mobil itu terjadi, ia memilih untuk tidak lagi menjadi tameng. Kali ini, ia hanya menonton dengan tatapan dingin tanpa berniat menolong.
Sampul Novel Bukan Lagi April Mayo: Kembalinya Sang Pewaris
8.7
Tujuh tahun aku membuang status pewaris demi cinta, namun pengkhianatan menghancurkan segalanya. Suamiku berselingkuh dan ibunya mencoba menjadikanku pembantu serta membuang putra kami. Puncaknya, di sebuah pesta, mereka menyakiti anakku hingga ia ketakutan. Saat itulah aku sadar pengorbananku sia-sia. Kini, aku membawa putraku pergi dan menghubungi keluargaku yang kuat. Dunia akan segera gemetar saat mengetahui identitas asliku yang sebenarnya.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Uang belanja sebesar lima juta rupiah setiap bulan menjadi akar permasalahan yang terus memicu perselisihan antara aku dan suamiku. Pertengkaran demi pertengkaran tak terelakkan karena nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup kami. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suamiku yang tetap teguh memberikan jatah bulanan yang sangat terbatas itu tanpa mempertimbangkan realita yang ada dalam rumah tangga kami.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel GODAAN BIRAHI
9.0
Alex Spencer hanyalah pria pengangguran yang menggantungkan hidup pada istrinya, Tracy. Namun, ia justru terobsesi pada Tessa, istri dari seorang kapten pasukan elit bernama Leo Willborwn. Meski Leo unggul dalam segala hal, kesibukannya bertugas membuat Tessa sering merasa kesepian. Celah inilah yang dimanfaatkan Alex untuk menjerat Tessa dalam pusaran nafsu yang berbahaya. Akankah Tessa mampu bertahan dari godaan birahi yang terus menghimpit kesetiaannya?
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel
8.7
Rachel terbiasa menderita akibat kebencian ibunya yang menganggap kelahirannya sebagai kesalahan masa lalu. Hidupnya kian hancur saat dipaksa menjadi tumbal keluarga dengan menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus. Namun, suaminya, Fahlan, ternyata menyimpan rahasia besar yang menyakitkan. Di tengah pengabaian Fahlan terhadap dirinya dan anak mereka, Rachel harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dunia memang kejam dan karma itu nyata.