Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)

Crazy In Love (Katharine)

9.2 / 10.0
Dalam novel Crazy In Love (Katharine), Katharine terpaksa menerima lamaran Warren Cook demi masa depan putranya setelah kematian suaminya. Namun, identitas misterius Warren memicu konflik dalam romance novel ini. Temukan rahasia di balik pernikahan mereka dalam web novel penuh misteri ini.
Ringkasan Crazy In Love (Katharine)
Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Baca Selengkapnya

Crazy In Love (Katharine) Bab 1

Selamat, bayi Nyonya Katharine Wolff berjenis kelamin laki-laki."

Katharine membungkam, memutar ke dua bola matanya menjauh dari sosok bayi mungil dengan tangisan melengking. Seakan menunjukkan kehadirannya adalah kebahagiaan.

"Mungkin setelah ini kebahagiaannya akan berubah memilukan."

"Benar, aku juga tidak tega harus mengatakan ini padanya. Nyonya Katharine sangat menginginkan Tuan Alex Wolff menemaninya bersalin. Dan pria itu telah menghembuskan nafas terakhirnya dua jam lalu."

"Berikan dia padaku."

Katharine mengulurkan tangan kepada dua orang pria yang membantunya di meja operasi bersalin- tengah berbisik-bisik.

Berusaha mencuaikan. Tatapannya fokus dengan wajah mungil di pelukannya.

"Berikan nama Keanu Wolff padanya."

Kemudian kedua tangan pucat itu mengembalikan bayinya kepada perawat yang berdiri di sampingnya.

Sejenak menghela nafas panjang dan berusaha tegar menghadapi putaran jam siap memberikan kenyataan pahit setelah kebahagiaan ini.

Sejam sebelum di eksekusi di meja operasi bersalin. Tanpa sengaja mendengar berita naas berasal dari televisi di ruangan bersalin rumah sakit militer.

"Salah seorang pasukan Batalyon Intai ABatalyon mfibi (Yon Taifib) atas nama Alex Wolff baru saja menghembuskan nafas terakhirnya di salah satu rumah sakit military diperbatasan Ukraina. Dan beberapa orang diantaranya masih dirawat di rumah sakit military."

"Ahhkk!? Suamiku, Alex...?!"

Setelah itu tidak ada suara yang terdengar seiring gendang telinganya tidak lagi bisa merespon suara.

Kedua bola matanya terbuka ketika ranjang rumah sakit tempatnya berbaring telah berpindah ke dalam ruangan operasi.

Begitu anastesi bekerja untuk melumpuhkan sebagian tubuhnya, pandangannya mengabur dengan genangan air mata.

Tidak ada yang tahu rapuhnya wanita muda itu saat ini.

Saat dia berjuang memberikan kehidupan baru pada dunia, di waktu yang sama di negara lain; Alex Wolff berjuang menahan nafas kian menipis.

"Dia telah pergi," desisnya pelan seperti sebuah bisikan.

"Iya, aku tahu mulai detik tadi, dia akan dikenang sebagai pahlawan medan tempur."

Bibirnya tersenyum kecut, membayangkan bagaimana dia harus menjadi single parents.

"Aku... tidak sekuat yang dilihat," bisiknya bergetar dengan genangan airmata bercucuran dari sudut matanya.

Rahimnya berhasil memberikan satu kehidupan baru, buah cintanya dengan Alex Wolff; yang dia namai Keanu Wolff. Disisi lain hatinya teriris kehilangan ayah bayinya.

"Oksigenn...!! Nyonya Katharine pingsan!!" Terdengar suara panik dalam kamar VIP, tempat Katharine menjalani pemulihan.

Katharine tidak mampu menggerakkan kepalanya untuk mencerna setiap kata samar menerobos gendang telinganya.

"Larikan ke ruang ICU!!"

Katharine menggerakkan bola matanya berlahan, mengikuti setiap tubuh setengah berlari menarik ranjangnya melewati lorong gelap.

"Kemana mereka membawaku?" tanyanya datar tanpa penekanan nada.

"Nyonya Katharine Wolff sudah sadar kembali!!" Terdengar suara wanita lantang, seiring hentakan keras di tubuhnya berlahan meredup.

"Kembalikan ke ruangannya! Panggil dokter segera!!"

"Nyonya Katharine...!?"

Perawat berusaha mengajaknya untuk berbincang.

Namun Katharine tidak tertarik untuk menyahutinya. Dia memejamkan mata dan menikmati irisan kepahitan setelah anastesi yang melumpuhkan separuh tubuhnya perlahan menghilang.

"Shit... aku merindukannya," gumamnya perih.

Lebih sakit dari anastesi setelah benar-benar meninggalkan raganya.

Pria yang telah menemaninya dua tahun terakhir akan kembali, setelah delapan bulan berangkat dengan Batalyon Intai Amfibi; pulang dengan tubuh terbujur kaku.

"Kapan jasadnya sampai kemari?" tanyanya memberikan kasih sayangnya kepada Keanu, sejenak tertidur di dekapannya; disusul bunyi gertakan keras dari gerahamnya.

Selang penghubung dari tabung berisi Whole Blood masih menancap di nadi tangannya.

"Siang nanti, Nyonya. Masih menunggu jenazah Tuan Alex Wolff di bandara, Nyonya."

"Urus kepulangan saya dari rumah sakit ini." Katharine menyerahkan Keanu kembali kepada perawat yang membawanya masuk ke ruangan dimana dia dirawat.

"Tapi Nyonya--"

"Stop berdebat dengan ku!!"

Pikirannya kacau dengan kondisi hidupnya yang berubah hanya hitungan jam.

"Nyonya Katharine--"

Tidak ada sahutan.

"Nyo--"

"Hentikan...!! Aku tidak mau mendengar apapun!!" jeritnya menyorot tajam perawat wanita yang berani mengusik lamunannya tentang Alex Wolff, suaminya.

Katharine menarik kasar selang dari nadi tangannya. Menyeret kakinya keluar rumah sakit tanpa menghiraukan panggilan orang-orang yang berusaha mengejarnya.

Decit dari rem mobil terdengar ngilu ketika wanita muda itu memutar-mutar mobilnya sebelum melajukannya sangat kencang.

"Ikuti mobil Nyonya Katharine Wolff!!"

"Bagaimana dengan bayinya?"

"Biarkan di rumah sakit ini untuk sementara waktu."

Iringan mobil militer berkejaran dengan mobil Katharine dan berhenti di halaman rumah besar bertingkat.

Kaki telanjangnya berjalan tertatih dengan goresan perih di bagian perut. Disusul iringan pria dan wanita berseragam militer mengawasi istri pasukan Batalyon Intai Amfibi (Yon Taifib) masuk kedalam rumah.

"Ahkk!?" Jerit kesakitan dari wanita yang tersungkur di lantai.

"Anda tidak apa-apa, Nyonya Katharine?"

Katharine menepis tangan dari yang berusaha membantunya.

Raut wajahnya datar tanpa ekspresi, bibirnya mengatup rapat sampai suara ambulans mengaung pilu, menggema di gendang telinganya.

"Lepasin...!!" jeritnya ketika beberapa tangan kekar mengurungnya dan menghalangi langkahnya berlari ke mobil ambulans yang membawa jasad suaminya.

"Tenangkan dirimu, Nyonya Katharine. Kita ikuti prosesi kemiliteran."

Benda orang mencoba menenangkan wanita histeris itu.

"Tidakkk...!! Aku ingin melihat suamiku!! Buka petinya!!"

Katharine menjerit histeris dan meronta-ronta dari penjara tangan yang mencengkram erat lengannya.

"Buka...! Aku mohon... aku ingin melihatnya," isaknya bergetar menahan irisan kepedihan di hatinya.

"Maaf, melihat kondisi Tuan Alex Wolff saat ini tidak diizinkan untuk membuka peti jenazah."

Wanita berpakaian seragam militer berbisik di telinga Katharine. Melonggarkan cengkraman tangannya.

Katharine berlari kedalam rumah, berselang beberapa menit memunculkan wajahnya dengan sebuah martil besar di tangannya. Wanita itu seakan hilang kewarasan di hadapan orang-orang penting yang tengah melaksanakan prosesi penyerahan jenazah Alex Wolff, suaminya.

"Minggir atau...!!" ancamnya mengangkat palu di tangannya.

"Hentikan, Nyonya Katharine!"

"Diamm!! Aku hanya ingin melihat wajah suamiku!" jeritnya histeris mengacungkan palu membabi buta di peti jenazah suaminya.

"Bawa masuk, Nyonya Katharine!!" Perintah perwira tinggi yang berdiri sederetan dengan jenderal, mayjen jenderal dan panglima jenderal mengelilingi peti jenazah Alex Wolff.

Katharine tersungkur di samping peti jenazah Alex Wolff. Mendengar perintah dari pimpinan suaminya, matanya menatap kosong ke arah pria yang menginginkannya pergi darisana.

"Izinkan aku melihatnya," pintanya memohon terdengar pilu tanpa menurunkan pandangannya.

"Dia sepertinya depresi setelah kehilangan suaminya, kasihan."

"Iya, tapi bisa juga di terkena sindrom baby blues. Dia baru melahirkan beberapa hari lalu."

Berusaha mengabaikan suara dari belakangnya, bola matanya tidak bergeser dari putaran baut peti jenazah yang terpaksa di longgarkan.

"Kami berharap, Nyonya Katharine bisa menghargai orang penting disini," bisik pria berseragam militer membuka penutup peti jenazah berlahan.

"Akhhh!!"

Katharine tidak sadarkan diri. Entah berapa lama.

"Bangun Nyonya Katharine."

Sebuah tangan kekar menyentuh lembut di wajahnya. Hangat.

"Tapi aroma tubuh ini bukan milik Alex," desisnya.

Katharine memutar kepalanya kearah suara. Matanya tertegun dengan pria tidak dikenal tengah memeluknya hangat dengan penutup kain berwarna hitam di sebelah matanya.

Tenangkan dirimu, Katharine!"

Begitu lembut dan hangat menyentuh dinding hati Katharine. Wanita itu hanya bisa menelan salivanya.

"Siapa kamu?" tanyanya dengan nada bergetar. Menarik nafas dalam-dalam untuk mengisi oksigen di paru-parunya. Setelah cukup rileks, dia bertanya siapa pria asing yang berani memeluknya diatas ranjangnya.

"Aku Warren Cook, sahabat suamimu."

***

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Crazy In Love (Katharine)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel BERKAH SECANTING BERAS
9.6
Mira merupakan sosok ibu rumah tangga yang memiliki hati sangat mulia meski hidup dalam kondisi ekonomi serba terbatas. Di tengah himpitan kesulitan tersebut, ia tetap tulus mengulurkan tangan bagi sesama, terutama kepada Abah Karjo, seorang pria tua yang kini hidup sendirian. Akankah keikhlasan Mira mampu membantunya melewati berbagai rintangan hidup yang menghadang? Simak perjuangan penuh kasih dan keteguhan hati Mira dalam menghadapi lika-liku takdirnya.
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Istri Muda Pak Dosen
7.9
Helga, mahasiswi kutu buku, terpaksa menikahi Hadyan, dosen playboy sekaligus putra dari Hans Anderson yang membiayai kuliahnya. Perjodohan ini bertujuan agar Helga menjadi ibu bagi putra Hadyan. Namun, ia harus merahasiakan pernikahan mereka demi karier mantan istri Hadyan yang masih terobsesi. Di tengah ancaman sang mantan dan sikap dingin Hadyan yang belum bisa berpaling dari masa lalu, mampukah Helga bertahan saat suaminya sendiri justru terus membela wanita yang telah mengkhianatinya?
Sampul Novel Janji Selamanya
9.4
Hari pernikahan yang seharusnya sakral berubah kacau ketika sahabat kecil tunanganku datang memakai gaun pengantin yang identik denganku. Saat melihat mereka menyambut tamu bersama, aku justru memuji keserasian mereka. Sahabatnya pergi dengan kesal, sementara tunanganku malah menuduhku picik. Puncaknya, dia nekat pergi bulan madu bersama wanita itu. Tanpa air mata, aku langsung menghubungi pengacara untuk menyelesaikan hubungan ini.
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku
8.6
Pernikahan tujuh tahun yang dikaruniai kehamilan pertama hancur akibat tuduhan tidak setia. Sang suami mencurigai bayi tersebut bukan darah dagingnya, memicu sang istri melakukan tes DNA. Sebelum hasil keluar, bukti foto pakaian dalam memicu kemarahan sang suami. Ia menganiaya ibu mertuanya hingga pingsan dan mencambuk istrinya hingga keguguran. Setelah hasil medis membuktikan kebenaran, sang suami hanya bisa berlutut memohon pengampunan atas anak yang telah tiada.
Sampul Novel perceraian
8.2
Dunia seakan berhenti berputar dan segalanya terasa runtuh seketika saat kenyataan pahit itu datang menghantam. Perasaan hancur ini bukan sekadar karena perpisahan dengan Nadia, melainkan beban dari pengkhianatan yang selama ini tersembunyi. Meski kabar mengenai perselingkuhannya sudah sering terdengar, momen kehancuran rumah tangga ini tetap mengguncang pijakan hidupku. Inilah akhir tragis dari sebuah kesetiaan yang dikhianati secara berulang.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan