Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Crazy In Love  (Katharine)

Crazy In Love (Katharine)

Pasca kematian Alex Wolff di medan tempur, Katharine terpaksa menjadi orang tua tunggal bagi putra kecilnya. Di tengah duka, muncul Warren Cook, pria misterius bermata satu yang mengaku sebagai sahabat karib mendiang suaminya. Secara mengejutkan, Warren melamar Katharine dengan janji kebahagiaan. Demi masa depan sang anak, Katharine menerima pinangan pria asing tersebut. Namun, kecurigaan menyelimuti hatinya. Siapa sebenarnya Warren dan apa motif tersembunyinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Jaga bicaramu, Warren!!" bentak Katharine tidak menyukai ucapan lancang pria yang diperintahkan atasan suaminya untuk menjaganya dengan Keanu.

Katharine menghempas kuat pintu kamarnya sebagai isyarat hatinya kesal setelah mendengar itu.

"Maafin aku Katharine, aku cuma bercanda." Terdengar suara Warren dengan nada memelas dari depan pintu kamar.

Lama tidak mendengar sahutan dari dalam, pria itu membuka pintu kamar.

"Astaganaga...!!"

Matanya melotot tajam seraya meneguk salivanya yang berteluk seketika di pangkal lidahnya. Melihat pemandangan seumur-umur belum pernah dia lihat.

"Aakhh!?" pekik Katharine menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya dari ganasnya tatapan netra violet milik Warren.

Jemarinya cekatan menarik baju dari lipatan kain sedikit berantakan dalam lemari klasik.

"Keluar...!!" jeritnya menunjuk kasar ke arah Warren yang tidak berkutik dari tempatnya.

"Menikahlah denganku! Aku berjanji akan membahagiakan mu," ucapnya tidak berperasaan.Entah setan apa yang merasuki pikirannya.

Warren mendekati Katharine, berdiri begitu dekat dengan janda sahabatnya itu.

"Dasar psikopat!! Pergii.. !" jeritnya mendorong Warren keluar kamarnya.

Namun tenaganya hanya sepersekian dari tenaga pria bertubuh tegap. Dia pasrah harus terjatuh di dada bidang Warren.

"Aku sudah lama jatuh hati padamu, Katharine," bisiknya begitu dekat di telinga Katharine. Desahan nafasnya terasa hangat menerobos gendang telinganya.

"Rasanya aku merindukan ini," bathinnya mencengkram kuat lengan Warren.

"Alex kerap melakukan ini." bisiknya semakin hanyut dengan kehangatan Warren Cook.

Memejamkan mata menikmati setiap desahan nafas pria itu. Tangan yang mencengkram kuat pinggang rampingnya mampu menggetarkan seluruh saraf tubuhnya.

"Apa kamu tidak ingin bertanya, Katharine?" tanya Warren menyadarkan wanita yang terlena dalam pelukannya.

Membantunya menarik selimut yang melorot di ujung kakinya, menutupi kembali tubuh polos wanita itu.

"Lepasin!!" ucapnya terengah-engah.

Sekilas netranya melirik Keanu Wolff yang tidak terusik dengan adegan hangat kayaknya di film-film Hollywood dalam ruangan itu.

"Apa penting aku menanyakan itu?" tanya Katharine mengenakan pakaiannya dengan berani di depan Warren.

Bagaimanapun pria itu sudah melihat tubuhnya beberapa hari ini. Bahkan mengganti pembalutnya di masa nifas, ketika katanya dia pingsan selama dua hari.

"Ambilkan pembalut itu, Warren!" katanya menunjuk bungkusan berwarna biru tua didalam keranjang baju di sudut kamar.

Tanpa bertanya karena kebingungan dengan nama barang pribadi kaum hawa, tangannya gesit memberikan dua helai ke tangan Katharine.

"Pakai double aja," ujarnya segera keluar kamar.

Katharine ngedumel dalam hati. "Shitt... tahu pula dia!!"

Merapikan pakaiannya sebelum dia menyusul keluar dari kamar.

Katharine sedikit terhibur dengan keberadaan pria asing bin aneh dalam rumahnya.

Tiga hari setelah kematian Alex Wolff, bibirnya mampu tersenyum manis dan merasakan kehangatan dari Warren. Dia juga tidak merasakan sunyi nya kesendirian seperti beberapa bulan terakhir ketika Alex Wolff harus bertugas di negara lain.

"Jika kamu benar salah satu anggota Intai Batalyon amfibi (Yon Taifib) dan sahabat dari suamiku. Bawa aku menghadap perwira tinggi."

Katharine ingin mengorek informasi pria asing dihadapannya.

"Maaf, untuk hal ini aku tidak bisa memenuhi permintaanmu. Kamu telah melanggar undang-undang kemiliteran, Katharine."

Warren mencoba bersikap tenang, terlebih mempersiapkan diri kalau-kalau wanita cantik itu melakukan penyerangan. Sama seperti yang dia lakukan di acara pemakaman Alex Wolff, suaminya.

Katharine terpaksa dilumpuhkan dengan suntikan untuk memperlancar prosesi pemakaman Alex.

"Kenapa tidak bisa? Atau hanya alasan kamu saja mengatakan aku melanggar undang-undang kemiliteran?"

Katharine memaksakan tawanya, terdengar mengejek pria malah menuduhnya bersalah.

"Perwira tinggi saat ini berada di rumah sakit military diperbatasan Ukraina."

Warren terpaksa membuat alasan. Percuma juga berdebat dengan Katharine yang mengalami depresi berat.

"Apa yang ingin kamu katakan kepada bapak Perwira tinggi? Nanti aku sampaikan."

Warren mengangkat wajahnya angkuh.

"Kamu tidak perlu tahu. Ini urusan ku dengannya!"

Katharine merasa Warren membuat alasan menghalanginya bertemu dengan pimpinan suaminya. Padahal semasa hidup Alex Wolff, dia sangat dekat dengan keluarga Perwira tinggi.

"Atau kamu memang benar psikopat yang mengaku sahabat suamiku!!" katanya dengan nada meninggi.

Warren menelan salivanya. Untuk pertama kalinya dia tidak berkutik didepan Katharine. Jauh sebelumnya, Warren adalah pria pembangkang dan keras kepala bahkan selama dua tahun kedepan dia ditugaskan untuk mengawasi keluarga Alex Wolff karena dia lalai menjalankan tugas untuk melindungi Alex di medan tempur.

"Kathari--"

Ucapannya terputus.

"Kalau kamu tidak bisa membawanya kemari, aku sendiri yang menemuinya!" ucapnya mengancam Warren.

Katharine ingin menemui Perwira tinggi, terkait pemakaman suami nya itu tidak memiliki video shooting sebagai dokumentasi kenangan buat Keanu Wolff; putra Alex Wolff.

"Katharine, dengarkan aku!" kata Warren mencondongkan tubuhnya lebih dekat dengan Katharine.

Sejenak menghela nafas panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya.

"Aku tidak tahu memulainya darimana, tapi untuk saat ini Perwira tinggi tidak menerima tamu."

Warren masih ragu untuk mengatakan kondisi Perwira tinggi saat ini.

"Hakkhh!! Lucu sekali, Warren! Jadi kamu ditugaskan dirumah ini memintaku untuk tidak menuntut Perwira tinggi itu?"

Katharine memanas, dia merasa kematian suaminya seperti tidak dihargai.

"Aku hanya menginginkan dokumentasi video. Ck... ck..!! Sekarang juga kamu keluar dari rumah ini, Warren!? Aku tidak perduli kamu disuruh siapa?"

"Katharine!? Jaga bicaramu!!" hardik Warren menarik tangan Katharine sengaja menjatuhkannya dalam pelukannya.

"Kamu yang membuat bapak Perwira melakukan itu!" ucap Warren menurunkan nada suaranya, terdengar gertakan keras dari giginya.

Katharine tertegun mendengar ucapan Warren, segera menarik tubuhnya dari pelukan Warren.

"Apa yang aku lakukan?" tanyanya penasaran. Netra nya lekat di wajah Warren.

"Kamu memukul kepala bapak Perwira dengan martil. Dan sekarang beliau masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dia menyuruh membuang hasil video shooting untuk membersihkan namamu di depan publik."

Warren meremas kedua telapak tangannya, menatap kosong ke depan.

"Bodohnya lagi, aku mau mengorbankan diri untuk melindungimu."

Warren menundukkan wajahnya.

Katharine membungkam dan memaksa memori otaknya mengingat kejadian itu. Nihil. Tak satupun yang dia ingat.

"Kamu bercanda 'kan?" tanyanya tertawa kecil. "Aku seorang akuntan terkenal, tak satu angka dan huruf pun bisa lepas dari ingatanku, Warren!"

Katharine tidak mudah percaya dengan ocehan Warren. Yang kehadirannya masih misteri buatnya.

"Akan lebih baik jika kamu tidak mengingatnya, Katharine."

Warren tersenyum kecut memandang wajah cantik milik janda muda di sampingnya.

Dia mengerti kondisi kejiwaan Katharine saat ini. Masih depresi.

"Kamu pikir aku sudah gila, melakukan itu pada Perwira tinggi?" Katharine tertawa kecil. " Aku hanya kehilangan suamiku bukan hilang waras, Warren."

Katharine membuat jarak duduk dengan Warren.

"Apa yang kamu korbankan? Dan kenapa kamu mau melakukan itu, Warren Cook?"

Warren lagi-lagi menelan salivanya, jiwa pemberontaknya meronta-ronta namun dia berusaha menguasai emosinya.

"Aku ingin melindungi istri dan putra sahabatku. Mungkin kondisinya saat ini membutuhkan kehangatan dan kasih sayang ..."

"Maka itu mengajak ku menikah?" potong Katharine lantang, serasa pria di hadapannya tidak lebih dari seorang pelayan.

Wajah Warren seketika memerah, emosinya mencapai ubun-ubun. Ingin rasanya menampar wanita yang tidak menghargainya.

"Katharine, kamu ..."

Untuk pertama kalinya Warren meneteskan airmata. Mencengkram erat pinggang rampingnya dan membawanya ke pelukannya.

"Aku mencintaimu! Tidak perduli kamu lagi masa nifas, jika aku ingin memperk*s* mu saat ini sah-sah saja. Turunkan nada suaramu saat berbicara denganku dan mulai menghormati ku, sayang," katanya menautkan bibirnya lembut di kulit wajah Katharine.

***

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PGK" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PGK
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cinta, Ternyata Dusta!
9.4
Demi menyelamatkan suaminya di masa lalu, wanita ini rela membiarkan kakinya hancur terlindas. Namun, ia justru dibenci mertua, dibuang orang tua, dan akhirnya dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri yang ternyata hanya memanfaatkan penderitaannya demi meraup puluhan miliar di internet. Saat mendapat kesempatan kedua dan kembali ke waktu tepat sebelum kecelakaan mobil itu terjadi, ia memilih untuk tidak lagi menjadi tameng. Kali ini, ia hanya menonton dengan tatapan dingin tanpa berniat menolong.
Sampul Novel Bukan Lagi April Mayo: Kembalinya Sang Pewaris
8.7
Tujuh tahun aku membuang status pewaris demi cinta, namun pengkhianatan menghancurkan segalanya. Suamiku berselingkuh dan ibunya mencoba menjadikanku pembantu serta membuang putra kami. Puncaknya, di sebuah pesta, mereka menyakiti anakku hingga ia ketakutan. Saat itulah aku sadar pengorbananku sia-sia. Kini, aku membawa putraku pergi dan menghubungi keluargaku yang kuat. Dunia akan segera gemetar saat mengetahui identitas asliku yang sebenarnya.
Sampul Novel Dijatah Lima Juta
9.2
Uang belanja sebesar lima juta rupiah setiap bulan menjadi akar permasalahan yang terus memicu perselisihan antara aku dan suamiku. Pertengkaran demi pertengkaran tak terelakkan karena nominal tersebut dirasa sangat tidak mencukupi kebutuhan hidup kami. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran suamiku yang tetap teguh memberikan jatah bulanan yang sangat terbatas itu tanpa mempertimbangkan realita yang ada dalam rumah tangga kami.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Barra Farzan, seorang duda yang mendambakan kebahagiaan, akhirnya menikahi Astra, putri konglomerat cantik. Namun, saat resepsi pernikahan berlangsung penuh tawa, seorang wanita tiba-tiba muncul dan menampar Astra. Ia mengaku sebagai istri sah Barra yang ditinggalkan bersama anak mereka. Tuduhan pelakor pun seketika menghancurkan suasana. Rahasia gelap apa yang disembunyikan Barra? Sanggupkah mereka bertahan, atau Barra hanya akan menjadi suami bayaran?
Sampul Novel GODAAN BIRAHI
9.0
Alex Spencer hanyalah pria pengangguran yang menggantungkan hidup pada istrinya, Tracy. Namun, ia justru terobsesi pada Tessa, istri dari seorang kapten pasukan elit bernama Leo Willborwn. Meski Leo unggul dalam segala hal, kesibukannya bertugas membuat Tessa sering merasa kesepian. Celah inilah yang dimanfaatkan Alex untuk menjerat Tessa dalam pusaran nafsu yang berbahaya. Akankah Tessa mampu bertahan dari godaan birahi yang terus menghimpit kesetiaannya?
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel
8.7
Rachel terbiasa menderita akibat kebencian ibunya yang menganggap kelahirannya sebagai kesalahan masa lalu. Hidupnya kian hancur saat dipaksa menjadi tumbal keluarga dengan menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus. Namun, suaminya, Fahlan, ternyata menyimpan rahasia besar yang menyakitkan. Di tengah pengabaian Fahlan terhadap dirinya dan anak mereka, Rachel harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dunia memang kejam dan karma itu nyata.