Sampul Novel Bukan Cinta, Ternyata Dusta!

Bukan Cinta, Ternyata Dusta!

9.4 / 10.0
Demi menyelamatkan suaminya di masa lalu, wanita ini rela membiarkan kakinya hancur terlindas. Namun, ia justru dibenci mertua, dibuang orang tua, dan akhirnya dibunuh secara keji oleh suaminya sendiri yang ternyata hanya memanfaatkan penderitaannya demi meraup puluhan miliar di internet. Saat mendapat kesempatan kedua dan kembali ke waktu tepat sebelum kecelakaan mobil itu terjadi, ia memilih untuk tidak lagi menjadi tameng. Kali ini, ia hanya menonton dengan tatapan dingin tanpa berniat menolong.

Bukan Cinta, Ternyata Dusta! Bab 1

Di kehidupan yang lalu, aku merelakan kedua kakiku dilindas hingga hancur demi melindungi suamiku. Mertuaku menganggapku sebagai pembawa sial, beban keluarga, dan menunjukkan kebencian yang mendalam padaku.

Orang tuaku sendiri merasa aku tak berguna dan menyusahkan, sehingga memilih untuk memutus hubungan denganku. Hanya suamiku yang tetap berada di sisiku dan aku selalu mengira bahwa dia mencintaiku.

Namun menjelang kematianku, aku mendengar dia berkata, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu seharusnya nggak bertahan hidup dan membuatku malu."

Kemudian, dia membunuhku secara perlahan-lahan dengan membekapku sampai napasku habis.

Setelah kematianku, dia menikah lagi. Saat itulah aku baru tahu, ternyata selama ini dia menjual kisah hidupnya yang menyedihkan di internet hingga menghasilkan puluhan miliar.

Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke saat ketika mobil itu hampir menabrakku. Namun kali ini, aku memilih untuk menyaksikan semua itu dengan ekspresi dingin.

"Brak!" Aku berdiri di tempat sambil menyaksikan tubuh suamiku terpental ke udara setelah ditabrak mobil. Jeritannya yang penuh kesakitan menggema di sekitar dan roda mobil yang tampak tak terkendali menggilas tubuhnya tanpa ampun.

"Krakk!" Suara tulang yang remuk bercampur dengan jeritan memilukan itu membuat orang-orang di sekitar terkejut dan bergidik.

Aku berdiri di antara kerumunan, seolah-olah melihat kembali kehidupanku yang lalu. Dulu, aku yang mendorong suamiku ke tempat aman dan justru tubuhku yang terpental setelah ditabrak mobil. Roda kendaraan itu menggilas kedua kakiku dengan suara yang begitu menyeramkan, hingga orang-orang di sekitar ingin segera memanggil ambulans.

Namun, suamiku menghentikan mereka dan justru membawaku ke klinik kecil dengan motornya. Di sana, aku hampir saja meninggal. Namun, akhirnya aku selamat meski harus kehilangan kedua kakiku dan menjadi cacat seumur hidup.

Mertuaku menganggapku pembawa sial. Dia terus mengeluhkan kejadianku tertabrak dan mendesak suamiku untuk menceraikanku. Orang tuaku memandangku dengan jijik dan menganggapku sebagai beban. Pada akhirnya, mereka memutuskan hubungan denganku.

Hanya suamiku yang saat itu menggenggam tanganku dengan mata berkaca-kaca sambil meminta maaf. Namun kemudian, aku mendengar dia berbisik pelan, "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, kamu nggak seharusnya bertahan hidup dan membuatku malu."

Setelah itu, dia membunuhku perlahan-lahan dengan membekapku hingga tewas. Kemudian, dia membakar jasadku dan menyebarkan abuku di udara. Aku bahkan tak punya makam sebagai peristirahatan terakhir.

Setelah kematianku, dia menikahi wanita lain dan membawa anak berusia tiga tahun pindah ke rumah mewah yang besar. Saat itulah aku menyadari bahwa suamiku yang berpura-pura miskin di depanku, ternyata adalah seorang influencer dengan kekayaan puluhan miliar dari hasil siaran langsung.

Judul dari konten yang dia buat adalah "Peduli pada Istri Penyandang Cacat" dan video-videonya penuh dengan gambar diriku yang cacat. Dia memanfaatkan rasa simpati orang-orang untuk mengumpulkan uang melalui konten penderitaan yang dia rekayasa.

Kali ini, tanpa pertolonganku, suamiku kehilangan banyak darah dan pingsan. Para pejalan kaki segera menelepon ambulans dan suamiku pun segera dilarikan ke rumah sakit.

Di rumah sakit, mertuaku marah besar. Dia mengangkat tangan dan hendak menamparku dengan keras. "Jalang sialan! Kenapa bukan kamu yang tertabrak?"

Aku sudah bersiap, melangkah mundur untuk menghindari tamparan mertuaku. "Bu, kenapa tiba-tiba mukul orang?"

Wajahnya penuh amarah, menatapku dengan geram, "Kenapa? Kamu bahkan nggak bisa jaga orang dengan benar, masih berani nanya kenapa?"

Aku tetap menatapnya dengan tenang. "Dia punya kaki sendiri. Mana bisa aku hentikan dia?"

"Sejak aku nikah ke sini, nggak pernah ada kejadian begini. Tapi lihat, baru beberapa tahun menikah, anakku sudah jadi seperti ini. Semua karena kamu pembawa sial, kamulah yang bawa bencana pada anakku."

Di koridor, mertuaku terus memarahiku dengan lantang. Beberapa kerabat yang berdiri di sekitar sana juga langsung pergi. Hampir semua orang berdiri di sisinya, menunjuk-nunjuk dan berbisik tentangku.

Di kehidupan sebelumnya, saat aku terbaring di tempat tidur dengan kedua kaki yang diamputasi, mertuaku sama sekali tidak merasa bersyukur ataupun terharu. Bahkan pada para kerabat ini pun, dia tidak pernah mengungkit tentang pengorbananku.

Saat aku mulai siuman, hanya dalam dua hari saja dia sudah mengutukku habis-habisan dan menyalahkanku sebagai pembawa sial yang membawa petaka bagi keluarganya. Kini saat dia mencoba lagi melimpahkan kesalahan padaku, aku memotong ucapannya dengan tegas.

"Anakmu sendiri yang nggak lihat jalan sampai ketabrak mobil. Itu salah siapa kalau bukan dirinya sendiri?"

Mertuaku tertawa dingin, "Dasar jalang, akhirnya kamu nggak bisa pura-pura lagi! Sedari awal aku sudah tahu kamu ini bukan orang baik. Kalau bukan karena anakku yang mau menikahimu, kamu kira kamu bisa masuk ke keluarga ini?"

Kerabat di sekitar mulai menatapku dengan ekspresi penuh penilaian. Aku pun tersenyum dingin dan berkata, "Kalau begitu, kembalikan semua mas kawinku."

Mendengar hal itu, mata mertuaku langsung membelalak. "Apa maksudmu? Siapa yang ngambil mas kawinmu?"

Saat menikah, aku membawa mas kawin beberapa toko, cincin emas, dan uang ratusan juta sebagai mas kawin. Namun, semua itu diambil oleh suamiku dengan alasan agar aku tidak lelah mengurus toko.

Saat itu aku merasa tidak masalah karena kami adalah sekeluarga. Namun tak kusangka, hanya dalam kurun waktu beberapa tahun, suamiku menjual semua toko itu dan hanya menyisakan satu toko. Bahkan uang ratusan juta yang kubawa juga mereka gunakan diam-diam untuk melunasi utang.

Aku marah besar. Namun, suamiku berlutut di depanku dan terus-menerus meminta maaf. Dia bilang, semua utang itu adalah demi biaya pengobatan ayahnya. Dia juga mengatakan bahwa sulit untuk menjalankan bisnis di masa-masa seperti ini. Jadi, sebaiknya toko-toko itu dijual saja untuk mendapatkan sedikit uang.

Tanpa izin dariku, dia diam-diam menjual toko-toko tersebut. Dia menangis dan mengaku bahwa dia melakukan semua ini demi baktinya sebagai anak. Akhirnya aku merasa tidak tega dan memaafkannya.

Sebelum menikah, aku memang sudah pandai berbisnis. Aku mengelola beberapa toko yang menghasilkan keuntungan cukup besar dan menabung ratusan juta sebagai mas kawin. Karena itulah, orang tuaku juga tidak berani banyak mengaturku.

Ketika aku pergi ke satu-satunya toko yang tersisa untuk memantau keadaannya, aku baru sadar bahwa semua stafku telah diganti. Begitu tahu aku pergi ke toko itu, suamiku menelepon dengan nada kesal.

"Kamu itu perempuan, di rumah saja sudah cukup. Urusan bisnis adalah pekerjaan laki-laki."

Suamiku mengatakan bahwa dia tidak ingin dianggap hidup menumpang pada istri dan tidak ingin aku kelelahan. Dia menyuruhku untuk menikmati hidup di rumah.

Namun, sebuah kecelakaan membuatku kehilangan kedua kakiku. Alih-alih membawaku ke rumah sakit yang layak, dia malah membawaku ke klinik kecil yang tak bisa diandalkan. Setelah itu, dia hanya terus berkata bahwa dia menyesal, lalu menangis sambil mengeluh miskin.

Setiap kali membahas soal uang, dia selalu mengatakan bahwa semua uang sudah habis untuk pengobatanku. Sementara itu, mertuaku menyebarkan cerita yang membuat semua orang menganggapku sebagai beban keluarga.

Namun, tak seorang pun yang tahu bahwa jika aku tidak menikah ke keluarga ini, mereka masih akan hidup dalam hari-hari yang dihantui oleh para penagih utang.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Bukan Cinta, Ternyata Dusta!

Ch. 1 Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Diagnosis Kanker di Hari Ulang Tahun Pernikahan
9.5
Delapan tahun membina rumah tangga, Jessica selalu percaya pada alasan pekerjaan suaminya, Rio Aditya, setiap hari ulang tahun pernikahan mereka. Namun, sebuah rahasia kelam terungkap saat Jessica mendengar pengakuan Rio yang berselingkuh dengan Nadia dan berniat menceraikannya karena kehilangan rasa cinta pasca-keguguran. Di hari yang sama, Jessica justru divonis mengidap kanker ovarium stadium akhir. Tanpa dendam, ia pun memutuskan untuk pergi selamanya demi kedamaiannya sendiri.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Gadis terpaksa menjadi pengantin pengganti demi menjaga martabat ibu angkatnya. Namun, kesalahpahaman besar membuat Alex membencinya hingga bersikap kasar. Gadis tidak tinggal diam menghadapi perlakuan tersebut, sambil tetap menyembunyikan rahasia besar mengenai jati diri aslinya. Akankah Alex berhasil mengungkap misteri yang tersimpan rapat itu? Ikuti kelanjutan kisah penuh ketegangan dan emosi mereka yang kini tersedia secara lengkap di Bakisah.
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
9.6
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kepergian mendadak itu membuat nenek Cherish syok hingga muntah darah dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Kecewa mendalam, Cherish langsung mengakhiri hubungan mereka. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon dimaafkan dan berjanji menyerahkan segalanya demi mendapatkan kembali hati Cherish.
Sampul Novel Rahasia di Koper Suamiku
8.5
Keharmonisan rumah tangga Dewi mendadak hancur saat ia menemukan barang milik wanita lain tersimpan di dalam koper suaminya. Penemuan mengejutkan ini membawa Dewi pada serangkaian rahasia gelap dan tabiat buruk sang suami yang selama ini tersembunyi rapat. Di tengah rasa sakit hati yang mendalam, Dewi kini berada di persimpangan jalan yang sulit. Haruskah ia tetap bertahan dalam penderitaan, atau justru bangkit untuk membalas pengkhianatan tersebut?
Sampul Novel Song For Luna
8.9
Pertemuan singkat di Bandung menjadi awal mula hubungan antara Luna dan Alvino. Bermula dari pertukaran nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata, Luna tidak menyangka bahwa perkenalan sederhana itu akan mengubah hidupnya secara drastis. Kehadiran Vino membawa dinamika emosional yang penuh gejolak layaknya roller coaster. Kini, Luna harus menghadapi berbagai badai persoalan yang datang silih berganti dan menentukan apakah ia akan menyerah atau terus berjuang.
Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
8.5
Hidup Muhamad Andio Alfareza penuh penderitaan akibat kebencian mertuanya. Bekerja sebagai penjual cendol, Dio terus dihina karena kemiskinannya. Beruntung, Marisa sang istri tetap setia mendukungnya. Namun, di balik kesederhanaan itu, Dio menyimpan rahasia besar sebagai pewaris tunggal keluarga terkaya yang tak diketahui siapa pun. Akankah Dio tetap bertahan menghadapi kekejaman mertuanya, atau identitas aslinya akan segera mengubah segalanya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan