Sampul Novel CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)

CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)

9.2 / 10.0
Dalam novel modern CLBK(Cinta Lama Biar Kembali), Ayu berusaha menata hidup di kota demi melupakan Irfan. Namun, Irfan kembali mengejarnya meski telah menikahi Desi. Simak peliknya pengkhianatan dan restu dalam romance novel ini, salah satu fiction books yang menguji kesetiaan.
Ringkasan CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)
Hubungan Ayu dan Irfan hancur karena restu orang tua yang tak kunjung datang. Irfan terpaksa menikahi Desi, sahabat Ayu, sementara Ayu melarikan diri ke kota demi menyembuhkan luka. Saat Ayu mulai membuka hati bagi pria lain, Irfan muncul kembali untuk mengejar cintanya. Meski Irfan berjanji hanya mencintai Ayu selamanya, Ayu menolak keras. Ia tak sudi menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mantan kekasihnya itu meski perasaan lama masih ada.
Baca Selengkapnya

CLBK(Cinta Lama Biar Kembali) Bab 1

"Kita putus ya, Neng !" 

Deg … deg … deg …

Ayu mengedipkan matanya beberapa kali seakan ingin meyakinkan pendengarannya. Siapa tahu ia lupa mengorek kupingnya. 

Mereka saling bertatapan dalam diam. Ayu tampak shock tapi tak lama ia terkekeh. Di langit, awan mulai gelap pertanda sebentar lagi hujan akan turun.

"Aa itu kenapa? Ada masalah? Dikit-dikit bilang putus."

"Neng, Aa serius. Kita mesti putus." Irfan menarik tangan Ayu yang sedang memainkan ranting didepannya, agar menghadapnya.

Mereka duduk berhadapan dengan raut wajah berbeda. Ayu yang mesam-mesem tak percaya, dan Irfan yang menatapnya terluka.

"Sok aja lah. Palingan juga nanti kangen samaNeng, balikan lagi. Aa mah kan gitu. Bilangnya putus, tapi nanti malah makin gencarngerayu Neng. Ujung ujungnya ngajak balikan. Gak aneh." Cibir Ayu sambil memukul pelan pipi Irfan.

Namun Irfan tak bergeming, ia tak jua melepaskan pandangannya dari wajah Ayu meski Ayu meneruskan memukul dan mencubit pipinya pelan. Ayu mengerutkan kening, dalam hati ia menduga tentang satu hal. Jangan-jangan,

"Kemaren, domba bapak Aa kalah lagi sama si Asep, domba bapak Neng. Bapak ngamuk trus nyuruh mutusin Neng." Tuh kan bener ...

"Trus masalahnya apa, Aa? Kan kita mah udah biasa kayak gini. Orangtua berantem, kita yang disuruh putus tapi tar juga balikan lagi kan? Ini mah kamuflase aja biar ortu kita tenang kan?"

Irfan memalingkan wajahnya ke kiri, menyamarkan kesedihan di wajahnya. Ayu membalikkan wajah Irfan supaya menghadapnya, namun kali ini Irfan menepisnya dan menatap ke arah lain. Ayu mengerucutkan bibirnya kesal.

"Terus aja bilang gitu, Neng gak percaya lagi."

"Maaf, Neng. Kali ini kita beneran putus. Aa dijodohin sama temen deket Neng, si Desi."

Deg deg deg.. Me Ni Kah ??!!! Jadi ini teh beneran.

Ayu meraung menangis tak percaya. Ia memukul dada Irfan sekuat yang ia mampu. Ia tak terima Irfan meninggalkanya begitu saja setelah 5 tahun mereka bersama. Harusnya Irfan menolak perjodohan itu dan memperjuangkan cinta suci diantara mereka. Bukankah Irfan selalu berjanji akan menikahinya?

"Neng gak terima. Harusnya Aa tolak perjodohan itu. Kamu janji bakal nikah sama Neng. Dasar pembohong." Ayu meraung histeris.

"Maafin Aa, Neng. Aa juga ga mau dinikahin sama Desi tapi ini keputusan orangtua. Aa ga mau jadi anak durhaka. Selamanya Neng akan menjadi yang terbaik di hati Aa,"

Plaakk...

"Neng! Ngomong dong, jangan diem terus." Irfan memanggilnya sambil mengguncang jemari tangannya yang mendadak dingin.

Ayu tersentak dari lamunannya. Ia meringis dalam hati. Ternyata kemarahannya itu hanya ada dalam hatinya saja. Seandainya ia bisa mengatakannya dan meminta Irfan menolak perjodohan itu.

"Kenapa harus Desi? Emang gak ada cewek lain. Neng sama Desi kan teman dekat." Ulu  hatinya berdenyut sakit. Ingin rasanya ia berteriak melampiaskan kemarahan dan kekecewaannya, tapi itu tidak mungkin. Ayu terlalu takut untuk melakukannya. Ia selalu takut.

Gadis cantik itu melampiaskan ketakutannya dengan melempar ranting kayu di sampingnya dan mengenai kadal yang sedang bersembunyi di balik rerumputan. Kadal itu auto lari ketakutan.

"Itu mau Mamah bukan Aa. Tahu sendiri kan Desi sering ngasih dia masakannya. Katanya Desi pinter masak jadi pasti bisa ngurusin Aa, makanya mamah memilihnya."

Ayu menggigit bibirnya, pahit. Di langit, air hujan mulai meneteskan butirannya, mengenai kakinya.

"Ya udah, mau gimana lagi. Gimana pun juga hubungan kita emang gak akan ada masa depan tanpa restu orangtua. Apalagi Mamah, dia kan ga suka banget sama Neng,"

Gadis  manis bertahi lalat tipis dibawah bibir itu tersenyum getir, ia memalingkan wajahnya ke depan. Menatap hamparan padi yang hijau." Sudahlah, ikutin aja mau Mamah. Yang penting mereka bahagia."

“Tapi Aa mah gak bisa jauh dari kamu, Neng. Kita kawin lari aja, hayu! Aa janji bakal bahagiain Neng." Lelaki berambut cepak itu menepuk dadanya sendiri, bangga.” Kalau cuman nafkahin Neng seorang mah Aa sanggup. Beliin rumah, motor, Aa bisa. Gak bakal sengsara hidup sama Aa mah.”

Ayu terkekeh. Kalau lagi ngerayu, lelaki bertampang sangar  ini manis sekali. Es krim saja bisa mencair kalau mendengar rayuannya. Kadang dia sedang marah pun lupa dengan marahnya, malah makin jatuh cinta.

Hujan mulai menetes sedikit demi sedikit, mengenai ujung kakinya yang hanya mengenakan sandal teplek. Saung tempat mereka berteduh mengeluarkan bunyi nyaring saat tetesan hujan mengenai atapnya.

"Jangan jadi anak durhaka. Mana ada orang hidup bahagia kalau melawan orangtua? Turutin aja maunya orangtua biar hidupnya berkah. Neng ikhlas kok Aa nikah sama Desi." Mendadak Ayu merasa seperti ada silet yang mengiris ulu hatinya. Ngomong apa sih kamu, Yu! Hiiikks …

Irfan menggeleng-gelengkan kepalanya, ia mencibir tak percaya." Yakin Aa boleh nikah sama Desi? Wajahnya pucat gitu. Asal Neng bilang ga boleh, Aa ikutin. Aa mah ngikutin apa kata Neng aja." 

Lagi, Ayu tertawa melihat kebesaran tekad laki-laki yang sudah lima tahun menjalani hubungan dengannya. " iya, Neng rela melepas Aa kali ini untuk selamanya. Selamat ya! Semoga berbahagia.”

Ayu mengulurkan tangannya, mengucapkan selamat. 

Bukannya membalas uluran tangan itu, Irfan justru meraung." Kamu mah selalu begitu dari dulu. Gak pernah peduliin perasaan Aa itu cuman cinta sama Neng dan cuman pengen nikah sama Neng. Ngerti gak?”

Ayu salah tingkah melihat Irfan seputus asa itu.“ Jangan ngomong gitu atuh, Aa. Aa harus belajar melepas Neng. Ya udah atuh, Neng pulang dulu biar Aa cepat lupa sama Neng. Hujannya juga makin lebat. Nanti Emak nyariin. Selamat tinggal Aa …” 

Baru saja kaki gadis manis itu menginjak tanah dibawah saung, bola matanya membelalak lebar saat Irfan menarik tubuhnya kembali ke dalam saung. Tubuhnya jatuh terlentang diatas lantai kayu yang terbuat dari kayu itu..

“Kalau cara baik-baik gak bisa, begini saja .."

Belum sempat Ayu mencerna perkataan Irfan, tiba-tiba Irfan menindih tubuhnya. Sontak Ayu menendangnya sampai Irfan terjengkang ke luar. Hujan deras mengguyur tubuh Irfan seketika saat tubuhnya berada di alam terbuka.

Ayu menangis tertahan, bibirnya bergetar." Aa gila. Neng gak nyangka Aa tega berbuat begitu sama Neng. Aa jahat!" 

"Maaf Neng, Aa khilaf ta ..."

Suara Irfan terputus saat suara yang lebih besar memekakkan gendang telinga mereka. Ayu menjerit ketakutan, ia menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

Jegerr ... jeger ...

Suara petir menggelegar, kilatan cahayanya saat mengenai hamparan padi terlihat mengerikan. Hujan auto turun dengan derasnya bak ditumpahkan dari langit sana.

Ayu melepaskan tangan yang menutup kupingnya saat suara petir menghilang. Ia menatap Irfan kecewa.

“Jangan pernah temuin Neng lagi. Kita putus.”

Ayu berlari menuju kendaraannya yang basah kuyup di bawah pohon. Ia mengebut pulang tanpa mempedulikan lelaki dibelakangnya yang memandanginya dengan tatapan terluka.

~~~***~~~

Musim rendeng atau musim penghujan sudah datang. Hujan turun hampir setiap hari dengan curahnya yang deras. Untung Ayu menaiki motornya sendiri, jadi ia bisa ngebut pulang, meski ia yakin Irfan takkan mengejarnya.

Sepanjang perjalanan itu, Ayu hanya bisa menelan kekecewannya dalam hati. Harusnya ia marah dengan perbuatan Irfan tapi entahlah. Di satu sisi Ayu memaklumi sikap Irfan yang nekad itu karena ingin memilikinya dengan jalan pintas, tapi disisi lain ia bingung. Perbuatan Irfan sungguh merupakan dosa besar! 

Sesampainya di daerah tempat tingalnya, hujan sudah berhenti turun. Ayu nyaris membelokkan motornya ke rumahnya saat dilihatnya di jalan, seekor rubah sedang berjalan sendiri menenteng plastik berisi baso. Sepertinya dia baru saja membeli baso ke pedagang baso yang mangkal diujung jalan dekat rumahnya.

Ayu membelokkan motornya, menghadang jalan rubah tak tahu malu itu. Sosok rubah bertelinga panjang yang sedang menunduk memainkan ponselnya, mengangkat kepalanya karena terkejut. Namun raut wajah itu berganti senang setelah mengetahui siapa yang menghalangi jalannya.

"Eh Ayu, darimana?"

Ayu berdecih," Selamat ya, akhirnya mimpimu bersanding dengan a Irfan terkabul juga."

Senyum rubah itu lenyap, berganti seringai." Terima kasih juga karena udah jagain jodohku.”

Ayu mendengus, ia mulai emosi.“ Des, kita kan teman. Harusnya kamu menolak lamaran itu, untuk menjaga perasaanku. Kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku?”

"Aku terpaksa menerima lamarannya. Kan pamali nolak lamaran orang, nanti bisa susah lagi.  Kamu tahu kisah Tari yang nolak lamaran, trus diguna-guna sama orang yang ngelamarnya. Akhirnya sampai sekarang belum nikah juga padahal usianya menginjak kepala tiga. Aku gak mau lah kayak gitu. Sereemm ..." wajah Desi berubah murung, nyaris menangis.

"Omong kosong. A Irfan tak mungkin melakukan itu. Kamu memang sengaja kan melakukan ini karena kamu emang sudah lama naksir A Irfan, kan? Jangan-jangan masakan yang aku titip buat Mamah, kamu akuin itu sebagai masakanmu. Iya?" tutur Ayu sengit.

"Kalau aku bilang itu dari kamu, mamah gak akan makan. Mamah kan benci banget sama kamu. Dengar nama kamu aja dia marah, apalagi memakan masakanmu. Sayang kan, daripada makanannya dibuang, mending diakalin gitu. Harusnya kamu berterima kasih sama aku. Berkat kepintaranku, makananmu tidak terbuang." Desi mencibir.

Ayu tercekat. Seharusnya ia mendengarkan kata hatinya selama ini. Ia memang sudah curiga sejak Desi selalu sengaja bertanya setiap hari, mana titipan untuk Mamah. Sekarang terbongkar sudah.

“Kenapa kamu tega ngelakuin ini sama aku? Apa salahku sama kamu?” pekiknya.

"Gak usah sok sedih deh, bukannya sejak dulu kamu ingin putus selamanya dari Irfan? Kenapa sekarang malah sewot? Harusnya kamu berterima kasih sama aku, karena berkat aku kalian bisa putus selamanya. Haha …“

Ayu mengepalkan tangannya, menahan amarah yang semakin membuncah didadanya. Desi menepuk motor Ayu pelan, karena Ayu tak menyahuti ucapannya.

“Sebenarnya Irfan sudah lama ingin mutusin kamu. Tapi dia bingung kapan waktu yang tepat untuk mutusin kamu. karena dia tahu mana perempuan yang pantas diajak nikah, mana yang hanya untuk main-main saja. Nih, lihat pesannya …” Desi menunjukan sebuah chatingan diponselnya, didepan wajah Ayu. Sayang, Ayu tak bisa melihatnya dengan jelas.

“Dia bilang kalau sebenarnya dia cinta sama aku dari dulu. Sama kamu itu cuman gak enak aja, soalnya kamu kelihatan cinta banget sama dia. Asal kamu tahu, kalau kita sedang berdua, dia itu romantic banget sama aku. Tapi kalau didepan kamu, kita bersikap biasa aja untuk menjaga perasaanmu.”

Seperti menuang cuka dilukanya yang masih terbuka, perih sekali. Ayu kecewa, ia tak menyangka Irfan tega mempermainkannya selama ini.

Untung saja mereka putus, kalau tidak pasti lebih sakit lagi kalau ternyata Irfan bermain dibelakangnya setelah menikah. Dasar pembohong kamu, Fan! Aku benci sama kamu.

“Aku benci sama kamu, Desi! Pengkhianat seperti kamu pantas diberi pelajaran.”

Ayu turun dari motornya dengan marah. Ia ingin memberi pelajaran rubah tukang tikung itu. Tapi belum ia memberi bogem mentahnya, Desi lebih dulu mendorongnya dengan keras ke tanah.

“Aku gak takut sama kamu, mah, Yu! Kamu bahkan bukan tandinganku. Haha ….”Desi tertawa terbahak-bahak. 

Ayu menggigit bibirnya, pahit.“ Jahat kamu, Desi. Padahal aku benar-benar tulus sama kamu. bahkan nganggap kamu saudara aku. Tapi kamu tega menusukku dari belakang. Aku nyesel pernah nerima kamu jadi temanku.” Tutur Ayu serak. Sudut matanya mulai berkaca-kaca.

Desi tertawa melengking,” buodo amat ya, haha …” 

'Kawin, kawin, minggu depan aku kawin… kawin, kawin, bobo ada yang ngelonin.'

Desi berlalu menyisakan tawanya yang mengerikan. Ayu terisak. Tak mengira hidupnya semenyedihkan ini.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi CLBK(Cinta Lama Biar Kembali)

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Beautiful Pain
9.2
Hati Audrey hanya terpaku pada Xander, pria dingin yang terus memberikan luka mendalam padanya. Meski berulang kali diabaikan dan ditolak secara kasar, Audrey tetap teguh memperjuangkan perasaannya tanpa rasa menyerah. Namun, ketegarannya runtuh saat menyadari kenyataan pahit bahwa Xander mencintai wanita lain. Terjebak dalam kehancuran dan rasa pedih, Audrey kini harus menghadapi kekecewaan besar. Akankah ia mampu bertahan di tengah cinta yang menyakitkan ini?
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Dunia Clara runtuh saat ayahnya kabur membawa uang milik Tuan Blackwell. Tanpa pilihan lain untuk menebus utang tersebut, ia terpaksa menyerahkan kebebasannya dan menjadi wanita simpanan sang miliarder. Di balik perjanjian dingin ini, Clara terjebak dalam pusaran emosi terlarang dan rahasia masa lalu yang perlahan terkuak. Hubungan penuh konflik ini pun menjadi ujian berat yang akan mengungkap seberapa kuat ikatan sejati di antara mereka berdua.
Sampul Novel Istriku Janda Kaya
8.4
Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?
Sampul Novel Mantan Istri Saya Seorang Konglomerat?
8.3
Tiga tahun Loraine setia mengabdi, namun Marco justru memperlakukannya dengan hina. Muak dengan pengkhianatan suaminya, Loraine memilih cerai demi mengejar warisan triliunan rupiah. Publik awalnya mengira ia gila, hingga identitasnya sebagai miliarder termuda terungkap. Saat Marco melihat mantan istrinya dikelilingi pria tampan, ia menyesal dan memohon untuk rujuk demi aliansi bisnis. Namun, Loraine hanya menatapnya penuh rasa jijik dan sudah tak lagi mencintainya.
Sampul Novel Pembalasan Elegan Sang Mantan Istri
8.5
Kehancuran rumah tangga Linar memuncak saat Dean, suaminya yang berselingkuh hingga menghamili wanita lain, justru menuduh Linar tidak setia. Di tengah perselisihan panas yang melibatkan Ndaru, Linar mantap memilih berpisah demi kesehatan jiwanya. Namun, takdir memperumit segalanya ketika Linar mendapati dirinya tengah mengandung buah cinta yang selama ini mereka perjuangkan. Kini, keputusan ada di tangan Linar untuk menentukan nasib masa depan mereka.
Sampul Novel The hot chef and me
8.1
Drew, koki ternama sekaligus model seksi, mulai menjalin hubungan unik dengan Jena, pemilik kafe di New York, berawal dari kritik tajam Jena soal estetika makanannya. Meski benih cinta tumbuh, campur tangan pihak luar justru memicu konflik besar. Setelah Jena memberikan segalanya, rencana pernikahan mereka hancur hingga Drew memilih pergi. Kini, Drew yang mulai menyadari kesalahannya harus berjuang memperbaiki keadaan demi bersatu kembali dengan Jena.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan