Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Cinta yang Terkhianati

Cinta yang Terkhianati

Pernikahan Aulia dan Arman kini hampa, menyisakan luka akibat sikap Arman yang dingin dan sering mabuk. Keadaan semakin memburuk saat Rika mengungkap perselingkuhan Arman dengan Maya. Hancur oleh kebenaran ini, Aulia memutuskan untuk mengakhiri sandiwara mereka. Ia langsung mengonfrontasi Arman dan menuntut kejujuran. Meski Arman terpojok, luka Aulia sudah terlalu dalam. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau pergi demi harga dirinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Aulia menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tamu, memandangi jam dinding yang terus berdetak tanpa henti. Malam semakin larut, namun tak ada tanda-tanda Arman akan pulang. Ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, namun rasa sakit di hatinya tidak pernah hilang. Ia hanya bisa menunggu, memerhatikan detik yang terus berlalu. Rasanya seperti menanti sesuatu yang tidak akan pernah datang.

Pikiran Aulia berkelana, mengingat masa-masa awal pernikahan mereka. Saat itu, Arman adalah sosok pria yang hangat dan penuh perhatian. Dia sering memberi kejutan manis, dan tak jarang mengajak Aulia makan malam romantis. Namun, semua itu kini hanya tinggal kenangan. Kehangatan yang dulu terasa kini hanya digantikan oleh dinginnya kesepian dan kehampaan yang menyelimuti rumah mereka.

Pukul sebelas malam, suara deru mobil terdengar dari luar. Aulia segera bangkit dari sofa, melangkah ke pintu depan. Ketika pintu terbuka, Arman muncul dengan langkah terhuyung. Aroma alkohol yang menyengat langsung tercium. Mata Aulia berkaca-kaca, menahan emosi yang sudah lama ia pendam.

"Arman, bisa kita bicara?" suara Aulia terdengar bergetar, namun tekad di dalamnya tidak bisa disembunyikan.

Arman hanya melirik sekilas. Wajahnya kusut, rambutnya acak-acakan. "Bicara apa lagi, Aulia? Aku lelah," ucapnya singkat, lalu melangkah ke arah kamar tanpa sedikit pun menatap wajah istrinya.

Aulia menahan diri untuk tidak berteriak. Ia mengikuti Arman ke kamar, menatap punggung suaminya yang sedang melepaskan dasi dengan sembarangan. "Apa kamu tidak sadar kalau kamu semakin jarang pulang? Setiap hari, aku menunggumu di sini, berharap kita bisa bicara seperti suami-istri pada umumnya."

Arman mendengus pelan, lalu menoleh. "Apa lagi yang kamu harapkan dariku, Aulia? Aku sudah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Apa itu masih kurang?"

"Ini bukan soal uang, Arman! Aku butuh kamu. Aku butuh seorang suami yang hadir dalam hidupku, bukan sekadar bayangan yang datang dan pergi sesuka hati," ucap Aulia, suaranya meninggi.

Arman memutar matanya dengan malas. "Kamu selalu mengeluh tentang hal yang sama. Kalau memang tidak suka, kenapa kamu masih bertahan?"

Pertanyaan itu membuat Aulia terdiam. Mengapa ia masih bertahan? Mungkin karena ia pernah mencintai Arman dengan sepenuh hati, atau mungkin karena ia masih berharap bahwa suatu hari nanti, suaminya akan kembali menjadi pria yang dulu ia kenal. Tapi harapan itu semakin lama semakin pudar, seperti nyala lilin yang ditiup angin.

"Aku bertahan karena aku masih mengharapkan perubahan, Arman. Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu. Tapi, sepertinya kamu sudah tidak peduli lagi," balas Aulia dengan suara lirih, matanya mulai berkaca-kaca.

Arman tidak menjawab. Ia hanya melepas pakaian kerjanya dan melangkah ke kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi tertutup, air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya mengalir di pipi Aulia. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya. Sakit hati yang selama ini dipendam kini semakin menghimpit dada.

Keesokan paginya, Aulia terbangun sendirian di tempat tidur. Arman sudah pergi bekerja seperti biasa, meninggalkan jejak kehadirannya yang hanya terasa samar. Aulia beranjak ke dapur dan melihat sarapan yang sudah ia siapkan semalam masih utuh. Hatinya kembali tercekat. Betapa ia ingin kehidupan rumah tangganya kembali seperti dulu, namun semua itu terasa begitu jauh dari jangkauan.

Aulia memutuskan untuk menghabiskan hari itu di luar. Ia pergi ke sebuah kafe yang biasa ia kunjungi, berharap segelas kopi panas bisa sedikit menenangkan pikirannya. Ketika ia sedang duduk sendiri di pojokan kafe, seorang wanita tak dikenal menghampirinya.

"Maaf, apakah Anda Aulia, istri Arman?" tanya wanita itu dengan nada sopan namun sedikit gemetar.

Aulia mengerutkan kening, merasa aneh dengan pertanyaan itu. "Ya, saya Aulia. Ada apa, ya?"

Wanita itu menelan ludah sebelum melanjutkan. "Saya... saya Rika. Saya bekerja di kantor yang sama dengan Arman." Ia berhenti sejenak, lalu menunduk. "Saya harus memberitahu sesuatu yang mungkin tidak ingin Anda dengar, tapi saya pikir Anda berhak tahu."

Hati Aulia langsung berdebar kencang. "Apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya, mencoba tetap tenang meski hatinya mulai dipenuhi kecemasan.

"Arman... dia... sudah lama berselingkuh dengan rekan kerja kami, seorang wanita bernama Maya. Saya tahu ini sulit, tapi saya pikir Anda perlu mengetahuinya," ucap Rika dengan nada penuh penyesalan.

Kata-kata itu menusuk jantung Aulia seperti sembilu. Dunia seakan berputar di sekelilingnya, dan perasaannya bercampur aduk antara marah, kecewa, dan terluka. Ia menatap Rika dengan tatapan tidak percaya, berharap apa yang baru saja didengarnya hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.

"Kenapa kamu memberitahuku?" suara Aulia terdengar bergetar.

Rika menatap Aulia dengan penuh simpati. "Karena saya tidak tahan melihat Anda terus berada dalam kebohongan ini. Anda tidak pantas diperlakukan seperti ini, Aulia."

Aulia meremas kedua tangannya di bawah meja, berusaha menenangkan dirinya. "Terima kasih...," katanya akhirnya. "Terima kasih sudah memberitahuku."

Setelah Rika pergi, Aulia hanya duduk terpaku di kursinya. Kopi yang ada di depannya sudah mendingin, tapi ia tidak peduli. Pikirannya terlalu kalut memikirkan bagaimana ia harus menghadapi kenyataan ini. Pernikahan yang ia kira masih bisa diperbaiki ternyata sudah lama retak tanpa ia sadari.

Malam itu, ketika Arman pulang, Aulia sudah menunggunya di ruang tamu. Kali ini, ia tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam hubungan yang penuh kepura-puraan. Jika Arman memilih untuk tidak setia, maka ia harus siap menghadapi konsekuensinya.

Arman masuk dengan langkah gontai, seperti biasa, namun kali ini ada kilatan tekad di mata Aulia. "Arman, kita perlu bicara. Dan kali ini, aku tidak akan menerima alasanmu lagi," ucapnya tegas.

Arman memandang istrinya dengan pandangan yang penuh kebingungan. "Apa lagi sekarang, Aulia? Aku lelah."

"Aku tahu tentang perselingkuhanmu dengan Maya," ucap Aulia langsung, tanpa basa-basi.

Wajah Arman berubah pucat seketika. Kata-kata Aulia bagaikan tamparan yang telak, membuatnya terdiam seribu bahasa. Ia mencoba mencari-cari alasan, namun tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya.

"Aku mencintaimu, Arman. Tapi kalau kamu tidak lagi mencintaiku, aku tidak akan memaksa. Aku hanya ingin tahu, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" suara Aulia bergetar, tapi ada kekuatan di dalamnya yang tidak bisa diabaikan.

Arman terdiam lama, lalu akhirnya berkata dengan suara rendah, "Aulia, maafkan aku..."

Namun, maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah begitu dalam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Diperlakukan Bak Orang Asing Oleh Suami Anakku
9.4
Setelah bertahun-tahun mengorbankan seluruh hidupnya demi Ricardo dan putri mereka sebagai ibu rumah tangga, wanita ini harus menghadapi kenyataan pahit. Kembalinya mantan kekasih sang suami yang baru bercerai mengubah segalanya secara drastis. Sikap Ricardo mendingin, sementara sang anak justru memperlakukannya layaknya pelayan. Dengan hati yang hancur, ia memilih menandatangani surat cerai, melepas haknya, dan pergi jauh. Namun kini, setelah ia menghilang, penyesalan mendalam justru datang menghampiri mereka.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Tiga tahun menikah, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai dari istrinya demi menyelamatkan putra kandungnya bersama Lin Yanran yang menderita leukemia. Ia memohon izin untuk memiliki anak lagi dengan sang mantan agar sel bayi baru lahir itu bisa menjadi obat, sambil berjanji akan kembali setelah misi medis itu selesai. Namun, di tengah tangis kepedihan suaminya, sang istri menemukan pesan provokatif dari Yanran yang sudah menanti Yu'an untuk segera menghamilinya malam ini juga.
Sampul Novel Hamil Saat Bercerai
8.3
Lima tahun membina rumah tangga, Tiara harus menelan pil pahit saat Bayu menceraikannya demi wanita lain. Alasan utamanya adalah keinginan Bayu untuk segera mendapatkan keturunan. Namun, sebuah fakta mengejutkan terungkap saat Tiara kembali ke rumah orang tuanya; ia ternyata sedang mengandung anak Bayu. Kini Tiara terjebak dalam dilema besar: akankah ia memberi tahu mantan suaminya, atau tetap bungkam setelah dikhianati begitu saja?
Sampul Novel Mantan Suami Ingin Cintaku Kembali
9.5
Dua tahun Aulia menjalani pernikahan hampa bersama Arya. Meski telah lama berpisah, Arya masih terobsesi dengan mantan istri pertamanya, Dinda. Merasa selalu menjadi prioritas kedua, Aulia akhirnya memilih menyerah dan mengakhiri hubungan mereka. Namun, setelah perceraian terjadi, Arya justru datang mengejar dan memohon kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya. Aulia kini bimbang, apakah ini cinta tulus atau sekadar permainan ego Arya yang lama?
Sampul Novel Oh My CEO
8.1
Restu Kanaya Putri tak percaya pernikahan, namun ia sangat mendambakan kehadiran buah hati. Sebagai pengasuh pribadi sekaligus sahabat Alvian Saga Majendra, sang atasan yang pucat, Reres nekat mengajukan permintaan gila agar pria itu menghamilinya. Tanpa ragu, ia mengajak Saga menghabiskan tujuh malam penuh gairah di Bali demi mewujudkan mimpinya. Akankah misi rahasia ini berhasil? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka setelah malam-malam panas tersebut berlalu?
Sampul Novel Promise
9.6
Elphia memutuskan menjauh dari konflik keluarga dengan mengasingkan diri ke sebuah desa terpencil. Di sana, ia menenangkan diri melalui hobi melukis hingga takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda misterius. Kehadiran pria itu memberi warna baru dalam kesepiannya, namun kebahagiaan mereka sirna saat sang pria tiba-tiba pergi meninggalkannya tanpa alasan. Akankah janji yang tersirat membawa mereka kembali bertemu di masa depan?