Sampul Novel Cinta yang Terkhianati

Cinta yang Terkhianati

8.1 / 10.0
Dalam novel modern Cinta yang Terkhianati, Aulia menghadapi kenyataan pahit perselingkuhan suaminya. Ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau memulai hidup baru. Baca romance novel ini untuk mengikuti perjuangannya mencari keadilan dalam webnovel yang emosional.
Ringkasan Cinta yang Terkhianati
Pernikahan Aulia dan Arman kini hampa, menyisakan luka akibat sikap Arman yang dingin dan sering mabuk. Keadaan semakin memburuk saat Rika mengungkap perselingkuhan Arman dengan Maya. Hancur oleh kebenaran ini, Aulia memutuskan untuk mengakhiri sandiwara mereka. Ia langsung mengonfrontasi Arman dan menuntut kejujuran. Meski Arman terpojok, luka Aulia sudah terlalu dalam. Kini, ia harus memilih antara mempertahankan rumah tangga atau pergi demi harga dirinya.
Baca Selengkapnya

Cinta yang Terkhianati Bab 1

Aulia menghempaskan tubuhnya ke sofa di ruang tamu, memandangi jam dinding yang terus berdetak tanpa henti. Malam semakin larut, namun tak ada tanda-tanda Arman akan pulang. Ia sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, namun rasa sakit di hatinya tidak pernah hilang. Ia hanya bisa menunggu, memerhatikan detik yang terus berlalu. Rasanya seperti menanti sesuatu yang tidak akan pernah datang.

Pikiran Aulia berkelana, mengingat masa-masa awal pernikahan mereka. Saat itu, Arman adalah sosok pria yang hangat dan penuh perhatian. Dia sering memberi kejutan manis, dan tak jarang mengajak Aulia makan malam romantis. Namun, semua itu kini hanya tinggal kenangan. Kehangatan yang dulu terasa kini hanya digantikan oleh dinginnya kesepian dan kehampaan yang menyelimuti rumah mereka.

Pukul sebelas malam, suara deru mobil terdengar dari luar. Aulia segera bangkit dari sofa, melangkah ke pintu depan. Ketika pintu terbuka, Arman muncul dengan langkah terhuyung. Aroma alkohol yang menyengat langsung tercium. Mata Aulia berkaca-kaca, menahan emosi yang sudah lama ia pendam.

"Arman, bisa kita bicara?" suara Aulia terdengar bergetar, namun tekad di dalamnya tidak bisa disembunyikan.

Arman hanya melirik sekilas. Wajahnya kusut, rambutnya acak-acakan. "Bicara apa lagi, Aulia? Aku lelah," ucapnya singkat, lalu melangkah ke arah kamar tanpa sedikit pun menatap wajah istrinya.

Aulia menahan diri untuk tidak berteriak. Ia mengikuti Arman ke kamar, menatap punggung suaminya yang sedang melepaskan dasi dengan sembarangan. "Apa kamu tidak sadar kalau kamu semakin jarang pulang? Setiap hari, aku menunggumu di sini, berharap kita bisa bicara seperti suami-istri pada umumnya."

Arman mendengus pelan, lalu menoleh. "Apa lagi yang kamu harapkan dariku, Aulia? Aku sudah bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Apa itu masih kurang?"

"Ini bukan soal uang, Arman! Aku butuh kamu. Aku butuh seorang suami yang hadir dalam hidupku, bukan sekadar bayangan yang datang dan pergi sesuka hati," ucap Aulia, suaranya meninggi.

Arman memutar matanya dengan malas. "Kamu selalu mengeluh tentang hal yang sama. Kalau memang tidak suka, kenapa kamu masih bertahan?"

Pertanyaan itu membuat Aulia terdiam. Mengapa ia masih bertahan? Mungkin karena ia pernah mencintai Arman dengan sepenuh hati, atau mungkin karena ia masih berharap bahwa suatu hari nanti, suaminya akan kembali menjadi pria yang dulu ia kenal. Tapi harapan itu semakin lama semakin pudar, seperti nyala lilin yang ditiup angin.

"Aku bertahan karena aku masih mengharapkan perubahan, Arman. Aku ingin kita bisa kembali seperti dulu. Tapi, sepertinya kamu sudah tidak peduli lagi," balas Aulia dengan suara lirih, matanya mulai berkaca-kaca.

Arman tidak menjawab. Ia hanya melepas pakaian kerjanya dan melangkah ke kamar mandi. Ketika pintu kamar mandi tertutup, air mata yang sejak tadi ditahan akhirnya mengalir di pipi Aulia. Ia duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya. Sakit hati yang selama ini dipendam kini semakin menghimpit dada.

Keesokan paginya, Aulia terbangun sendirian di tempat tidur. Arman sudah pergi bekerja seperti biasa, meninggalkan jejak kehadirannya yang hanya terasa samar. Aulia beranjak ke dapur dan melihat sarapan yang sudah ia siapkan semalam masih utuh. Hatinya kembali tercekat. Betapa ia ingin kehidupan rumah tangganya kembali seperti dulu, namun semua itu terasa begitu jauh dari jangkauan.

Aulia memutuskan untuk menghabiskan hari itu di luar. Ia pergi ke sebuah kafe yang biasa ia kunjungi, berharap segelas kopi panas bisa sedikit menenangkan pikirannya. Ketika ia sedang duduk sendiri di pojokan kafe, seorang wanita tak dikenal menghampirinya.

"Maaf, apakah Anda Aulia, istri Arman?" tanya wanita itu dengan nada sopan namun sedikit gemetar.

Aulia mengerutkan kening, merasa aneh dengan pertanyaan itu. "Ya, saya Aulia. Ada apa, ya?"

Wanita itu menelan ludah sebelum melanjutkan. "Saya... saya Rika. Saya bekerja di kantor yang sama dengan Arman." Ia berhenti sejenak, lalu menunduk. "Saya harus memberitahu sesuatu yang mungkin tidak ingin Anda dengar, tapi saya pikir Anda berhak tahu."

Hati Aulia langsung berdebar kencang. "Apa yang ingin kamu katakan?" tanyanya, mencoba tetap tenang meski hatinya mulai dipenuhi kecemasan.

"Arman... dia... sudah lama berselingkuh dengan rekan kerja kami, seorang wanita bernama Maya. Saya tahu ini sulit, tapi saya pikir Anda perlu mengetahuinya," ucap Rika dengan nada penuh penyesalan.

Kata-kata itu menusuk jantung Aulia seperti sembilu. Dunia seakan berputar di sekelilingnya, dan perasaannya bercampur aduk antara marah, kecewa, dan terluka. Ia menatap Rika dengan tatapan tidak percaya, berharap apa yang baru saja didengarnya hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.

"Kenapa kamu memberitahuku?" suara Aulia terdengar bergetar.

Rika menatap Aulia dengan penuh simpati. "Karena saya tidak tahan melihat Anda terus berada dalam kebohongan ini. Anda tidak pantas diperlakukan seperti ini, Aulia."

Aulia meremas kedua tangannya di bawah meja, berusaha menenangkan dirinya. "Terima kasih...," katanya akhirnya. "Terima kasih sudah memberitahuku."

Setelah Rika pergi, Aulia hanya duduk terpaku di kursinya. Kopi yang ada di depannya sudah mendingin, tapi ia tidak peduli. Pikirannya terlalu kalut memikirkan bagaimana ia harus menghadapi kenyataan ini. Pernikahan yang ia kira masih bisa diperbaiki ternyata sudah lama retak tanpa ia sadari.

Malam itu, ketika Arman pulang, Aulia sudah menunggunya di ruang tamu. Kali ini, ia tidak akan tinggal diam. Ia tidak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam hubungan yang penuh kepura-puraan. Jika Arman memilih untuk tidak setia, maka ia harus siap menghadapi konsekuensinya.

Arman masuk dengan langkah gontai, seperti biasa, namun kali ini ada kilatan tekad di mata Aulia. "Arman, kita perlu bicara. Dan kali ini, aku tidak akan menerima alasanmu lagi," ucapnya tegas.

Arman memandang istrinya dengan pandangan yang penuh kebingungan. "Apa lagi sekarang, Aulia? Aku lelah."

"Aku tahu tentang perselingkuhanmu dengan Maya," ucap Aulia langsung, tanpa basa-basi.

Wajah Arman berubah pucat seketika. Kata-kata Aulia bagaikan tamparan yang telak, membuatnya terdiam seribu bahasa. Ia mencoba mencari-cari alasan, namun tidak ada kata yang bisa keluar dari mulutnya.

"Aku mencintaimu, Arman. Tapi kalau kamu tidak lagi mencintaiku, aku tidak akan memaksa. Aku hanya ingin tahu, apa yang sebenarnya kamu inginkan?" suara Aulia bergetar, tapi ada kekuatan di dalamnya yang tidak bisa diabaikan.

Arman terdiam lama, lalu akhirnya berkata dengan suara rendah, "Aulia, maafkan aku..."

Namun, maaf saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka yang sudah begitu dalam.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Cinta yang Terkhianati

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Boy and Secret
9.2
Kenzo dan Alesha terjebak dalam pernikahan paksa akibat tuntutan orang tua. Hubungan tanpa cinta ini menjadi semakin rumit karena mereka harus menyembunyikan status tersebut dari publik. Situasi kian pelik saat Alesha hamil, memicu ketakutan luar biasa dalam dirinya. Meski penuh tekanan dan lika-liku, keduanya berupaya membangun komitmen di tengah badai emosi. Inilah perjalanan sulit mereka dalam menghadapi rahasia besar serta tanggung jawab yang tak terduga.
Sampul Novel Duri Pernikahan
9.4
Nada mendirikan studio yoga dan menaruh perhatian pada seorang murid baru yang sangat lentur. Namun, murid tersebut justru menggoda Nathan, suami Nada, serta menyebarkan fitnah keji hingga memicu keretakan rumah tangga mereka. Saat Nada mencoba mengeluarkannya, Nathan justru membela sang murid dan mengusir Nada. Konflik memuncak ketika murid itu datang dalam kondisi hamil dan meminta Nada mundur demi ahli waris. Nada pun memilih menyerah, tanpa menyadari rahasia besar bahwa Nathan sebenarnya mandul dan terlilit utang puluhan juta.
Sampul Novel Keangkuhan dan Kesombongan
9.2
Berlatar Jawa abad ke-19, Anisa adalah gadis cerdas yang beradu prinsip dengan Raditya, pemuda kota yang angkuh. Awalnya Raditya meremehkan Anisa, sementara Anisa memandangnya sombong. Di tengah tekanan perjodohan keluarga dan perbedaan kelas sosial, benih cinta mulai tumbuh. Keduanya harus melawan ego dan tradisi demi menyatu. Kisah ini mengikuti perjuangan mereka melampaui prasangka demi menemukan cinta sejati yang tulus tanpa sekat kasta.
Sampul Novel menikah lagi
9.1
Aku kini menetap di rumah besar miliki sendiri bersama lima penghuni lainnya. Meski sudah lama kubeli dan kurenovasi untuk kosan, aku selalu menghindari bangunan ini selama bertahun-tahun. Ada luka lama yang memicu kemarahan serta kesedihan mendalam setiap kali aku mengingat sejarah kelam di dalamnya. Kini, aku terpaksa menghuni kamar utama di lantai bawah dan menghadapi kembali memori buruk yang tersimpan rapat di balik dinding hunian ini.
Sampul Novel Pesona Wanita Pilihan CEO
8.0
William, CEO Johnson Corporation, menentang keras perintah Michael untuk menikahi putri Mr. Franklin. Meski diancam kehilangan seluruh hartanya, William tetap menolak menjadi boneka keluarga seperti Jeremy. Ia bahkan menyarankan ayahnya sendiri yang menikahi wanita itu. Ketegangan memuncak saat Michael murka atas pembangkangan putranya. Kini, William harus memilih antara kemewahan warisan atau pergi demi kekasih pilihannya sendiri. Sanggupkah ia bertahan?
Sampul Novel Unfortunate?
8.0
Areya merasa nasib buruk selalu menghantuinya, mulai dari masalah keluarga hingga hubungan sosial yang berantakan. Namun, titik balik hidupnya terjadi saat Pasha muncul secara tiba-tiba. Lelaki itu mengklaim memiliki kaitan erat dengan masa lalu Areya yang terlupakan. Kini, Areya harus menghadapi tanda tanya besar: apakah Pasha adalah pembawa keberuntungan yang ia nantikan, atau justru kehadiran pria itu akan menambah daftar panjang kemalangan dalam hidupnya?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan