Sampul Novel Pesona Wanita Pilihan CEO

Pesona Wanita Pilihan CEO

8.0 / 10.0
Dalam Pesona Wanita Pilihan CEO, William terancam kehilangan jabatan di Johnson Corporation demi menolak perjodohan ayahnya. Sebagai billionaire romance novels populer, kisah ini mengikuti perjuangan William melawan kendali keluarga demi kekasihnya. Baca web novel ini sekarang.
Ringkasan Pesona Wanita Pilihan CEO
William, CEO Johnson Corporation, menentang keras perintah Michael untuk menikahi putri Mr. Franklin. Meski diancam kehilangan seluruh hartanya, William tetap menolak menjadi boneka keluarga seperti Jeremy. Ia bahkan menyarankan ayahnya sendiri yang menikahi wanita itu. Ketegangan memuncak saat Michael murka atas pembangkangan putranya. Kini, William harus memilih antara kemewahan warisan atau pergi demi kekasih pilihannya sendiri. Sanggupkah ia bertahan?
Baca Selengkapnya

Pesona Wanita Pilihan CEO Bab 1

“Kau berhak memilih. Mommy tidak akan pernah memaksa jika kau tak menyukainya, William. Dan jika hari itu tiba, tapi Mommy sudah tidak ada di sampingmu, maka perjuangkan pilihanmu.”

Seorang pria perlahan membuka mata saat suara itu kembali terngiang di telinganya. Helaan napasnya berembus dan bersamaan itu ia pun memutuskan bangkit untuk membersihkan diri.

“Pemilihan waktu yang tepat.”

William memastikan penampilannya setelah melihat pada jam di atas nakas yang menunjukkan waktu sarapan hampir saja usai.

Bukan tanpa alasan pria itu selalu menghindar di saat seperti ini. Apalagi jika bukan karena Daddy-nya, Michael Johnson yang selalu membicarakan hal yang tak ia sukai selama sarapan berlangsung.

Setelah semuanya rapi, William keluar membawa tas kerja berisi beberapa dokumen penting yang akan diperlukan untuk rapat bersama salah satu relasi bisnisnya, Franklin Corporation.

Dari kejauhan pria bermanik kebiruan itu mendengar sayup-sayup perbincangan yang terjadi antara dua pria berbeda usia di Keluarga Besar Johnson.

“Masih saja membicarakan perjodohan itu,” gumam William lirih.

Berniat menghindar, pria itu lantas memelankan langkahnya, dan berbelok ke pintu utama. Namun, suara sang pelayan yang tiba-tiba menyapa membuat perhatian Michael Johnson tertuju padanya.

“Mau ke mana kau, William?” tanya Michael Johnson dengan raut wajah tak bersahabat.

“Ke kantor. Willy ada rapat yang tidak bisa ditunda,” jawab William datar dan dingin.

Melihat akan terjadi peperangan di sana, Christian Johnson memanggil cucu semata wayangnya duduk dan menemaninya makan.

Mau tak mau, William mendekati sang kakek, dan menarik kursi tanpa memandang sedikit pun kepada ayahnya, Michael Johnson.

Tak ada yang bersuara sampai Christian Johnson meninggalkan meja makan dibantu oleh pelayan yang bertugas menjaganya. Dan saat pria tertua di Keluarga Johnson itu tak terlihat lagi, di situlah perdebatan antara William dan Michael dimulai.

“Kau harus mempersiapkan diri menikahi putri dari Mr. Franklin, William,” ucap Michael tegas dan tak mau dibantah. Bahkan pria itu mengeluarkan tatapan tajam pada putranya yang menjadi CEO di Johnson Corporation sebagai penggantinya.

“Aku tidak mau,” tolak William tanpa berpikir lama.

“Dan kau pikir kau bisa menolak?” Michael menyeringai. “Aku sudah merancang pertemuan malam ini untuk mempertemukan kalian dan membicarakan pertunangan secepatnya. Jadi, kuharap kau tidak banyak bertingkah.”

Alih-alih segera membantah, William memasukkan potongan roti ke dalam mulutnya, lantas meneguk air putih yang tersedia, sebelum mengelap mulutnya dengan sehelai tisu.

Wajah laki-laki tiga puluh tahun itu berubah menjadi serius ketika berhadapan dengan sang ayah yang selalu bertindak arogan.

“Sampai kapan pun aku tidak akan menuruti keinginan Daddy,” ucap William tanpa meredupkan tatapan tajamnya.

“William!” Michael menggeram dengan wajah memerah, marah.

“Perlu Daddy ketahui, aku tidak bisa menikah dengan wanita lain sementara aku sudah memiliki kekasi, yang bahkan lebih baik dari yang Daddy tawarkan,” ucap William tanpa rasa takut. Tak ingin membuang waktu, ia lantas bangkit seraya membawa tas kerjanya.

“Berani-beraninya kau membantah keputusan Daddy, William!” seru Michael yang mengepalkan tangannya di atas meja. “Apa kau tidak tahu kalau Daddy bisa mencabut semua yang kau miliki saat ini jika kau menolak keinginanku, hah?”

Langkah William terhenti. Tanpa membalikkan badan ia lanjut berkata, “terserah apa yang akan Daddy lakukan. Dan perlu Daddy ingat, sampai kapan pun aku tak ingin jadi boneka seperti yang dialami Jeremy.”

“Kau—”

“Dan satu lagi ....” William memotong ucapan Michael dengan cepat. “... kalau Daddy menginginkan wanita itu menjadi bagian keluarga ini, Daddy bisa menikahinya.”

Tanpa mengatakan apa pun lagi William segera melangkahkan kedua kakinya keluar, mengabaikan teriakan Michael Johnson yang menggelegar.

Masuk ke dalam Lamborghini Aventador kesayangannya, William membelah jalanan kota New York yang masih tampak lengang. Ia mendengkus saat emosi tiba-tiba menguasai kewarasannya.

Tak ingin tersiksa, mobilnya lantas berbelok ke salah satu unit apartemen yang akhir-akhir ini sering ia kunjungi.

Sementara itu, seorang gadis yang sudah siap dengan celana panjang hitam, dipadukan kemeja putih, dan disempurnakan dengan blazer berwarna hitam tampak menyunggingkan senyuman di depan cermin.

Setelah penampilannya rapi, ia mengambil I-Pad, dan meraih tas kerjanya sebelum duduk di pantry untuk menikmati sarapan kilat yang telah ia siapkan sejak tadi.

Sambil mendengarkan lagu favorit melalui earphone yang kemudian terpasang di kedua telinga, gadis dua puluh enam tahun itu mulai menyendokkan salad ke dalam mulutnya. Di sela-sela itu, ia pun meneliti kembali isi dokumen yang akan digunakan untuk rapat pagi ini.

Terlalu larut dalam alunan musik dan layar datar di hadapannya membuat gadis itu terlonjak saat ada tangan yang tiba-tiba mendekapnya dari belakang.

“William?” gumam gadis itu dengan mata terpejam dan senyum kecil yang tersungging di bibirnya.

Tak ada jawaban alih-alih pelukan yang semakin erat diikuti kecupan-kecupan di puncak kepalanya. Dan bagi gadis itu tak perlu memastikan dua kali siapa pria yang mendekapnya saat ini.

Dengan posisi masih memeluk dan menunggu sang pujaan hati menyelesaikan sarapan, William menatap datar pada isi dokumen di layar itu. Dalam hati ia mendengkus kesal dengan sebuah nama yang membuat emosinya mencuat beberapa minggu terakhir.

“Sampai kapan kau akan memelukku, Willy?” Suara gadis itu menarik William dari lamunannya.

Wajah kesal itu perlahan berubah menjadi datar dan berubah lagi ketika berhadapan dengan sang kekasih.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Willy.”

Alih-alih segera menjawab, pria itu melabuhkan kecupan di kening sang kekasih dalam, dan kembali memeluknya erat.

“Sampai kau menjadi istriku dan berada di sampingku selamanya,” jawab William pada akhirnya.

“Istri?” Dahi gadis itu mengerut bingung. “Kau tidak lupa bukan, jika kita tidak bisa menikah dalam waktu dekat?”

Mendesah sesaat, William lantas mengangguk.

“Lalu? Apa maksud perkataanmu?”

Pria yang masih belum bisa mengutarakan niatnya itu menarik diri. Menangkup wajah sang kekasih dan mengalihkan topik pagi ini dengan tawaran yang membuat perdebatan di antara mereka.

“Kau tidak bisa menolak, Maria,” ucap William tegas, memotong segala penolakan sang kekasih sejak ia tadi. “Kalau kau takut ketahuan, aku akan menurunkanmu di tempat yang aman, Oke?”

Pemilik nama lengkap Maria Ashley itu hanya memejamkan mata sesaat dan memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut.

“Baiklah, Tuan William. Untuk kali ini saja, aku berbaik hati menuruti keinginanmu. Tetapi, tidak untuk lain kali,” jawab Maria kemudian.

Pria bermanik kebiruan itu menarik sudut bibirnya, membentuk satu seringai penuh arti. “Bagimu satu kali, tapi untukku mulai hari ini, dan seterusnya.”

Mengabaikan peringatan dari manik keabu-abuan milik Maria, William menggenggam tangan wanita itu, dan mengambil alih tas kerja di atas meja.

Tak ada obrolan sepanjang perjalanan menuju kantor. Mereka hanya fokus memandang ke depan dan hanyut dalam pikiran masing-masing.

Dan sampai di persimpangan, tak jauh dari gedung bertingkat milik Franklin Corporation, William menghentikan mobilnya.

“Kau bisa turun di sini jika takut ketahuan rekan kerjamu,” ucap William membuyarkan lamunan Maria.

Wanita itu menoleh ke kanan dan kiri seraya melepas seat belt miliknya. Saat ia bersiap membuka pintu, sebuah tarikan lembut menghentikan gerakan tangannya.

“Kenapa?” tanya Maria tanpa basa-basi.

Pria itu tak berbicara, tapi memajukan wajah, dan menunjuk bibirnya.

“Asal kau tahu, aku tidak pernah mencium laki-laki di pagi hari. Apalagi ketika akan berangkat ke kantor,” ucap Maria dengan wajah tegas tanpa berkedip sedikit pun.

“Ck!” William berdecak. “Tak bisakah kau mengubahnya saat bersamaku? Ya, anggap saja ini ucapan terima kasih.”

Masih mempertahankan raut wajahnya, Maria lantas membuat laki-laki itu diam tanpa membantah.

“Aku tidak akan pernah mengubahnya sebelum ada ikatan pasti di antara kita. Jadi, jangan meminta hal yang sudah menjadi kebiasaanku, dan satu lagi ....” Maria menjeda ucapannya.

“Apa?”

“Bukan hanya aku saja yang beradaptasi, tapi kau pun harus melakukannya.” Setelah mengatakan itu Maria memanfaatkan keterpanaan William untuk melepaskan diri dan segera turun dari mobil dengan hati-hati.

Tanpa menoleh lagi ke belakang, Maria berjalan dengan tegas menuju kantor di mana ia telah bekerja selama lebih dari setahun. Sedangkan William masih berada di dalam mobilnya tanpa mengedipkan mata sedikit pun, seraya memikirkan hal-hal yang membuat sudut bibirnya perlahan tertarik ke atas.

“Dan aku akan segera membuatmu mengubah keputusan tentang pernikahan, Baby. Kau tunggu saja.”

.

.

.

Bersambung ...

.

.

.

Spoiler bab selanjutnya

“Maksud Anda, proyek dengan Johnson Corporation, Sir?”

George mengangguk. “Ya. Proyek yang akan kita bahas pagi ini.”

Wanita dua puluh enam tahun  itu mendadak bingung. Dan semuanya tertangkap jelas oleh George Franklin yang menarik sudut bibirnya.

.

.

.

Halo para pembaca, ini adalah novel kedua yang akan tayang secara eksklusif di Bakisah, Ceriaca, Pobaca, dan MoboReader setelah novel pertama Gairah Liar Sang CEO sukses membuat para pembaca baper.

Semoga kalian suka dengan semua karya-karyaku selanjutnya yang akan tayang di Bakisah.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Pesona Wanita Pilihan CEO

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Belaian Cinta
9.6
Ratih harus menjalani hubungan jarak jauh setelah suaminya, Prima, bekerja di Kalimantan demi masa depan putri mereka, Chika. Meski awalnya tampak baik-baik saja, perpisahan ini memicu konsekuensi tak terduga. Pesona Ratih menarik perhatian Wira sang duda, Heru tetangga depan rumah, hingga Derry yang masih sekolah. Tanpa perlindungan suami, Ratih terjerat dalam godaan mereka hingga hamil. Kini, ia harus menghadapi kehancuran rumah tangganya dan misteri ayah janin tersebut.
Sampul Novel Dinikahi Mas Pandu
7.8
Pasca lamaran kilat dan pernikahan yang digelar dalam empat jam, Zita memulai babak baru bersama Pandu di kota tempat suaminya bekerja. Zita sering merasa jengkel pada Pandu, bahkan bersumpah tak akan menyerah pada rayuan suaminya yang masih menanti malam pertama mereka. Namun, pertahanan Zita diuji saat sikap Pandu yang terlalu baik pada orang lain justru memicu rasa cemburu. Akankah ia tetap teguh pada pendiriannya atau justru luluh karena perasaan tersebut?
Sampul Novel Satu-PD178
8.2
Janna mengakhiri hubungannya setelah Dion terus mengabaikannya demi wanita lain. Ia pindah kota untuk memulai karier dan cinta baru. Saat Dion sadar hanya mencintai Janna, ia mengejarnya namun ditolak karena luka hati yang dalam. Dion akhirnya tewas saat menyelamatkan anak Janna. Sebelum ajal menjemput, Janna mengaku tak menyesal pernah mencintai maupun meninggalkannya. Dion pun pergi dengan tenang setelah dimaafkan oleh wanita yang pernah ia sia-siakan.
Sampul Novel Short Story
8.5
Menghadirkan antologi kisah romansa modern yang dikemas khusus untuk pembaca dewasa dengan kategori usia 21 tahun ke atas. Koleksi ini menyuguhkan berbagai narasi pendek yang mengeksplorasi kedalaman hubungan interpersonal dan dinamika asmara kontemporer. Setiap cerita di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman membaca yang intens dan emosional, merangkum berbagai fragmen kehidupan cinta yang penuh warna dalam format cerita singkat yang memikat.
Sampul Novel Takdir Cinta Aylona
9.6
Pasca kematian Arsen, Aylona terjebak dalam delusi bahwa sang suami masih ada di sisinya. Di tengah duka yang menghancurkan mentalnya, Elga hadir sebagai sosok penyelamat yang membantunya bangkit. Namun, keputusan mereka untuk menikah secara mendadak memicu tanya. Elga yang merupakan adik ipar Aylona sendiri tampaknya menyimpan rahasia besar. Apakah pernikahan ini didasari cinta tulus, atau ada motif tersembunyi yang berbahaya di balik kedekatan mereka?
Sampul Novel Tarian Aksara
8.5
Di bawah langit senja yang merona, Ara meratapi nasibnya dari atas kursi roda. Ia merasa takdir begitu kejam hingga air matanya terus mengalir. Aksa, sahabat setianya, berusaha menguatkan Ara dengan janji untuk selalu mendampingi gadis bermata hazel itu. Meski Ara merasa hidupnya kini penuh dengan ironi yang menyakitkan, Aksa memohon agar ia tidak menyerah pada keadaan. Ini adalah kisah tentang perjuangan menerima kenyataan pahit di tengah dukungan tulus.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan