Sampul Novel Kutunggu Jandamu

Kutunggu Jandamu

9.8 / 10.0
Dalam novel Kutunggu Jandamu, Benara terjebak saat menjadikan Laras pacar pura-pura yang ternyata istri orang. Mengetahui Laras menderita, Benara bertekad merebutnya secara ugal-ugalan. Baca kisah romance modern ini sebagai pilihan fiction books terbaru di layanan web novel kami.
Ringkasan Kutunggu Jandamu
Benara terjebak dalam situasi rumit setelah menjadikan Laras sebagai kekasih palsu demi ayahnya. Ia tak menyangka bahwa wanita itu ternyata sudah bersuami. Namun, setelah menyaksikan perlakuan buruk sang suami terhadap Laras, niat Benara berubah. Alih-alih menjauh, ia justru memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendekati Laras secara ugal-ugalan. Benara bertekad mengejar cinta Laras meski status pernikahan wanita itu menjadi penghalang besar bagi mereka.
Baca Selengkapnya

Kutunggu Jandamu Bab 1

"Kamu gimana sih? Aku nyuruh kamu kerja tapi nggak di perusahaan tempat aku kerja juga. Kamu udah nggak waras ya? Nggak punya otak atau gimana?"

Laras mengerutkan kening usai mendengar ucapan suaminya. "Mas, nyari kerja zaman sekarang itu susah. Lagi pula kenapa emang kalau kita satu kantor? Bukannya malah bagus, kita bisa berangkat sama-sama? Itung-itung hemat biaya, Mas," ucap Laras, ikut protes.

"Apa kamu bilang?" Reza semakin dibuat jengkel. "Jadi maksud kamu, kamu mau ngenalin diri kamu ke teman-teman kantor aku? Kamu bakal datang ke sana dan bilang kalau kamu itu istri aku? Yang bener ajalah, Ras. Udah sinting kali kamu."

"Mas! Sebenarnya mau kamu apa sih? Kamu mau nyuruh aku kerja biar ekonomi kita semakin membaik atau biar kamu bisa bebas? Kata-kata kamu udah nggak masuk akal, Mas. Kamu sadar nggak sih?"

"Halah! Udah deh, Ras, jangan ngajakin ribut mulu." Reza mengibaskan tangan di depan wajah istrinya. "Lebih baik kamu cari kerja lain aja. Kalau kamu nggak mau juga cari yang lain, kalau gitu masuk ke sana tapi jangan kasih tahu sama siapa-siapa kalau kamu itu istri aku. Pokoknya anggap aja kita nggak kenal. Kamu ngerti?"

Laras tercengang tidak habis pikir dengan ucapan suaminya tadi. Perempuan berambut panjang itu menyugar rambutnya begitu kasar, untuk menepis segala kekesalan yang sudah membuncah bak lava dalam dada. Bagaimana bisa suami yang menikahinya enam bulan lalu tega berkata demikian? Apa sebenarnya Reza menyesal telah menikahi Larasati Abania si putri petani dari desa kecil pinggiran kota itu?

"Mas! Kamu malu sama aku?" tanya Laras kala Reza akan beranjak dari hadapannya.

"Menurut kamu? Jangan bodoh deh jadi orang. Mana ada laki-laki yang mau sama kamu, buluk gini! Mending nggak sama sekali," cela Reza menjawab. Tidak punya hati.

"Lalu apa gunanya pernikahan ini, Mas? Kenapa kamu masih bertahan di atas pernikahan kita yang mana kamu sendiri nggak suka sama aku?"

"Ya karena aku masih butuh kamu. Mahar yang aku kasih ke kamu ya harus balik dulu baru aku lepasin kamu. Kalau masih belum balik, mana bisa aku minta lagi kalau udah cerai. Capek yang ada harus ngejar kamu ke kampung. Duh... ribet!" ungkapnya tanpa beban. Wajah yang begitu kentara akan ketidaksukaan itu benar-benar tercetak jelas pada garis rahang Reza.

Usai pria itu melenggang pergi, Laras pun tak kuasa membendung air matanya. Dia sudah terlalu banyak memendam luka. Bahkan rasanya hatinya sudah tidak cukup untuk menyimpan semua kepedihan yang dia rasakan. Apa harus Laras yang menyerah agar semua ini berakhir? Tapi bagaimana dengan orangtuanya di kampung? Akan sangat sedih jika mengetahui keadaannya di kota besar ini. Apalagi harus mengatakan tentang perceraian, mungkin kedua orang tua itu akan jatuh sakit memikirkannya.

**

"Eh, Ras! Kok malah bengong sih? Lagi liatin apa?" Si empunya nama tersentak kala teman satu meja dengannya memukul pundaknya ringan. Laras buru-buru membuang pandangan saat Leli ikut menatap.

"Emang aku ngelamun? Kayaknya nggak?" kilah Laras berusaha menyembunyikan kesedihan.

"Oh ... kamu lagi liatin Pak Reza ya?" ujar Leli tidak menanggapi ucapan Laras.

"Ah? Ah ... nggak kok. Nggak lagi liatin siapa-siapa," jawabnya memaksakan tersenyum.

Leli ikut memutar balik badannya lalu bersandar di dinding kaca transparan sambil memangku tangan. "Bukan Cuma kamu aja kok Ras yang suka liatin pak Reza, kadang aku juga suka, Buk Nia juga. Pak Reza itu orangnya baik dan ramah, ganteng pula. Perempuan mana coba yang nggak tertarik sama dia? Pasti kamu juga suka, 'kan liat wajahnya yang adem?" ungkap Leli mengutarakan segala tentang pesona Reza.

Yang mana kata-kata itu semakin saja menusuk dalam relung hati Laras. Belum lagi dia harus melihat setiap hari suaminya itu di goda oleh perempuan-perempuan yang berbeda. Juga tadi, saat Leli memergoki Laras memandangi Reza yang sedang duduk berduaaan dengan Nia, selaku pengawas mereka. Hal mana lagi yang membuat Laras tetap mempertahankan pernikahannya ini?

"Emang Pak Reza sepopuler itu ya di sini?" pancing Laras, ingin tahu lebih banyak.

Leli mengangguk mantab. "Populer banget di kalangan anak desain kayak kita. Dia yang paling care ke semua orang sih. Uh ... kalau boleh minta nih ya sama Tuhan, aku mau calon suami yang kayak Pak Reza. Tapi ya aku sadar diri lagi, mana mungkin upik abu kayak aku berjodoh sama pangeran kayak Pak Reza. Mustahil!" cerocosnya dengan kecepatan maksimal.

Laras hanya bisa mengulas senyum kecut yang tidak akan ada yang paham tentang itu. Sebelum kembali ke meja kerjanya, Laras satu kali lagi menoleh ke arah Reza, yang mana saat yang bersamaan Reza menangkap pandangannya. Dalam tatapan dalam yang sempat di tangkap oleh Reza, Laras seakan memaki dengan tatapan itu. Mencaci begitu lugasnya dan mengutuk Reza yang benar-benar tidak punya cela buruk sedikitpun di tempatnya berpijak. Beruntung sekali nasib laki-laki sialan itu!

Sudah nyaris dua bulan lamanya Laras ikut bergabung dengan perusahaan Kosmetik yang di pimpin oleh Owner bernama Benara Atmaja ini. Cosmetic Chielie adalah yang terdepan di tahun ini. Sudah banyak BA terkenal yang mempromosikan brand-brand yang ada di bawah naungan Chielie. Namun, sebagaimana meroketnya perusahaan ini, Laras hanya bisa menduduki posisi sebagai desainer produk. Itu juga yang paling bawah. Hanya sebagai cadangan saja untuk dijadikan bahan inspirasi para pendesain senior untuk membuat inovasi lebih berkesan.

Lalu apa? Ya begitulah. Gajinya hanya sebatas UMR tanpa pemasukan lain. Mengingat suaminya sudah tidak mau menafkahi juga terjerat dengan mertua yang muluk-muluk, membuat uang tiga juta tiga ratus ribu itu hanya sebatas angin lalu.

Setelah berbincang sejenak menghabiskan waktu makan siang, tiba-tiba saja Nia, selaku pengawas para anak desain, mendatangi meja Laras sambil bertanya,

"Udah dapat apa aja satu hari ini, Ras?"

Laras sontak bangun dari duduknya begitu suara tidak asing itu menyapa rungunya dan langsung saja menjawab,

"Ada beberapa yang saya buat, Mbak. Kenapa ya, Mbak? Tumben datang ke meja saya. Harusnya panggil saja, Mbak, saya bisa datang ke ruangan Mbak."

Nia menggeleng kecil. "Nggak sopan rasanya, Ras. Saya ke sini mau bilang hal penting."

"Ada apa ya, Mbak?"

Nia sedikit resah. Terlihat dari raut wajahnya yang tidak biasa. Laras jadi ikut penasaran, ada apa ya?

"Ras, kamu bisa nggak yang persentasi ke bos hari ini? Jujur, saya nggak bisa mikir yang lain lagi Ras? Rekan senior kamu lagi izin hari ini. Dan saya juga belum paham penuh apa aja yang kamu buat. Jadi kamu aja ya yang presentasi tentang inovasi baru ini? Mau ya, Ras?"

Laras mendadak keringat dingin begitu mendengar pernyataan Nia. Dia juga ikut meragu akan hal yang hendak di ajukan terhadapnya. Bagaimana bisa Laras mempresentasikan hasil desainnya yang mana notabenenya dia hanya sebagai junior? Apa pantas? Sepertinya tidak.

"Mbak, mana bisa saya yang presentasi. Saya juga masih pemula, Mbak. Belum paham banget sama semua ini. Suruh orang lain aja deh, Mbak. Saya nggak bisa, Mbak." Jelas saja Laras menolak.

"Nggak ada siapa-siapa lagi selain kamu. Udah Ras, satu kali ini aja. Kalau pun harus di marahain sama bos, ya anggap aja ini semacam ujian. Kan selama kamu di sini nggak pernah ada yang protes. Itung-itung biar lebih jago buat desain kalau emang di komplain. Tapi kalau di puji itu beda lagi ceritanya. Bisa-bisa kamu di angkat jadi desainer di kelas senior kamu."

"Tapi, Mbak..."

"Udah, saya nggak mau tahu lagi." Nia melirik arlojinya. "Empat puluh menit lagi udah harus siap-siap ya, Ras. Kita ketemu sama bos di ruang rapat biasa. Susun aja dulu poin-poin yang akan kamu jabarkan. Habis itu datang ke ruangan. Ingat, sebelum bos datang, kamu udah di sana duluan. Bisa berabe kalau dia yang duluan duduk. Nggak sopan! Ingat, 'kan?"

Karena tidak punya wewenang untuk menolak, akhirnya Laras pun mengangguk meski masih ragu. Tidak terasa kalau telapak tangan juga kakinya sudah basah akan keringat efek gugup yang datang tiba-tiba. Apalagi jantungnya yang ikut-ikutan memompa cepat. Duh, bikin ketar-ketir aja nih kerjaan!

Mana Laras belum pernah bertemu dengan si bos yang sering di ceritakan oleh rekan-rekannya. Kata mereka, bos ini adalah tipe laki-laki yang hangat juga terkesan bersahabat. Akan tetapi memerhatikan setiap kesalahan kecil. Sering mendikte hal-hal yang diluar nalar. Bagaimana cara Laras mengatasi ini?

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Kutunggu Jandamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Cinta yang Tersulut Kembali
8.0
Pasca persalinan tragis yang hampir merenggut nyawanya, Selina memilih menghilang demi melindungi anak-anaknya dari Raditia yang menuntut hak asuh. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Raditia yang hancur oleh kabar kematian palsu Selina di masa lalu, kini berupaya keras mengejarnya meski Selina telah memiliki kehidupan baru. Di tengah luka lama dan keributan yang dipicu Raditia, Selina harus memilih antara memaafkan atau terus melangkah.
Sampul Novel Kumpulan Cerpen Gairah Klasik
9.7
Rasakan sensasi mencekam dalam antologi cerita pendek yang memadukan romansa dengan elemen horor yang gelap. Kumpulan kisah ini dirancang khusus untuk membawa pembaca ke dalam atmosfer penuh ketegangan dan misteri yang mendalam. Setiap narasinya menawarkan pengalaman unik yang mampu memacu adrenalin sekaligus membuat bulu kuduk berdiri. Bersiaplah menghadapi rangkaian plot tak terduga yang akan menguji keberanian Anda di setiap lembar ceritanya.
Sampul Novel Mencintaimu Lebih Dari Yang Aku Bisa
8.4
Dua tahun menikah, Berman selalu menghindari tatapan Clarissa saat berhubungan intim. Clarissa merasa hanya menjadi bayang-bayang adiknya di mata sang suami. Meski telah mencintai Berman selama sebelas tahun dengan penuh rasa rendah diri, Clarissa akhirnya menyerah dan mencoba pergi. Namun, saat ia berusaha menghapus Berman dari hidupnya, rasa sakit yang muncul justru mengancam jiwanya. Ternyata, mencintai Berman telah menjadi kebiasaan fatal yang tak bisa ia hentikan.
Sampul Novel Perfect Bastard
8.0
Hidup Abelian berubah drastis saat seorang pria asing tiba-tiba mencuri ciuman pertamanya di hadapan publik. Tak hanya bersikap kurang ajar, pria misterius itu bahkan berani mengklaim Abelian sebagai calon istrinya di depan banyak orang. Abelian yang merasa sangat geram kini terjebak dalam situasi menjengkelkan. Apa yang akan terjadi saat pria asing tersebut mulai masuk dan terus mengusik kehidupannya? Ikuti kisah Abelian menghadapi gangguan pria gila ini.
Sampul Novel Sentuhan Memabukkan Shifa
8.1
Karim Zahid tidak pernah menyangka bahwa mahasiswi baru bernama Shifa Sakinah akan menjeratnya dalam permainan gairah yang berbahaya. Meski Shifa sempat ingin mengubur masa kelamnya, desakan keadaan memaksanya menunjukkan sisi gelap di depan sang asisten praktikum. Kini, Karim terjebak dalam pesona bidadari terlarang yang mengusik prinsip hidupnya. Sentuhan menggoda Shifa tidak hanya menguji iman Karim, tetapi juga mengubah seluruh alur kehidupannya selamanya.
Sampul Novel TETANGGAN DENGAN KONGLEMERAT
9.6
Krystal, desainer ternama, terobsesi mengamati tetangga barunya setiap hari. Sebulan berlalu, Ray sang pengusaha tambang menyadari ada yang mengawasinya. Penyelidikan Ray mengungkap identitas Krystal. Puncaknya, Ray memergoki Krystal sengaja memamerkan tubuhnya di balik jendela tanpa tirai. Ray pun memutuskan untuk melabrak wanita itu demi mencari tahu motif di balik aksinya. Pertemuan tegang ini justru memicu benih cinta yang tak terduga di antara mereka.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan