Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey

Gadis Pemuas Tuan Grey

8.9 / 10.0
Demi biaya pengobatan ayahnya, Laura terjebak dalam obsesi gelap Greyson di novel billionaire Gadis Pemuas Tuan Grey. Menjadi pemuas nafsu adalah pilihan pahit untuk bertahan hidup. Baca kisah modern novel ini dalam koleksi romance stories kami yang penuh intrik dan pengorbanan.
Ringkasan Gadis Pemuas Tuan Grey
Demi membiayai pengobatan sang ayah yang sakit keras, Laura berusaha mencari pekerjaan tambahan sebagai pengasuh. Namun, niat tulus itu justru berujung petaka saat ia bertemu Greyson. Pria itu merampas kesuciannya dan memaksanya masuk ke dalam ikatan gelap sebagai pemuas hasrat. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang menyiksa: apakah ia sanggup bertahan menjadi budak nafsu Grey demi mendapatkan uang yang sangat ia butuhkan untuk ayahnya?
Baca Selengkapnya

Gadis Pemuas Tuan Grey Bab 1

Sebuah rumah mewah nan megah disusuri oleh Laura, diikuti oleh seorang pria bertubuh besar yang tadi menegur dirinya di depan gerbang, juga menggeledah sekujur tubuh. Laura ketakutan, bahkan itu belum hilang sampai sekarang. Entah siapa orang yang akan ditemui olehnya, hingga memiliki rumah dengan penjagaan super ketat dari pria-pria bersenjata.

"Tunggu di sini!" kata pria itu, nadanya sangat berat.

"Baik," lirih Laura menjawab.

Berdiri di teras rumah tanpa boleh untuk masuk lebih dulu, gadis berusia dua puluh tahun itu menoleh ke sana dan kemari, mengabsen setiap sudut halaman luas yang tampak indah. Matanya segera tertunduk, tatkala tajam manik mata mengarah padanya, dari seorang penjaga. Jantung Laura berdegup kencang, jari-jari dimainkan olehnya di depan tubuh.

"Masuklah, tuan menunggumu di dalam! Pelayan akan mengantarkanmu!" suara berat itu kembali menyeruak, Laura tersentak.

"Ba-baik, terima kasih banyak." Laura mengangguk.

Seorang pelayan wanita menanti di ambang pintu, isyarat mata diberikan oleh bodyguard padanya agar segera pergi mengantarkan. Rumah itu ternyata sungguh mewah, Laura tidak bisa untuk berhenti mengagumi. Ukiran-ukiran indah nan cantik, dilengkapi dengan perabot yang memancarkan harga jual menjulang.

Langkahnya terhenti di sebuah pintu tinggi warna hitam, pelayan di depannya mengetuk. Terdengar suara samar namun tegas, wanita berseragam putih hitam itu menekan hendel pintu. "Silakan masuk," katanya sembari mengulurkan tangan ke dalam ruangan.

Laura menelan saliva, entah mengapa ketakutannya berlipat ganda. Langkah diperintah untuk melangkah, tanpa dibiarkan melawan. Terasa udara dingin mencekam begitu ia masuk ke dalam, ruangan serba hitam yang sangat luas. Ada seseorang duduk di balik meja berwarna senada, tatapannya bak serigala siap memangsa.

"Se—selamat sore, Tuan. Sa—saya datang kemari untuk melamar pekerjaan sebagai pengasuh," ucapnya terbata, memaksa bibir siap membeku untuk bergerak.

Lelaki itu memutar kursi, dia berdiri dan berjalan menghampiri. Ah, dia sangat tampan dan tubuhnya tinggi tegap, batin Laura mengagumi lelaki yang kini duduk di meja, menyilangkan kaki di atas lantai dan menelisik setiap senti tubuhnya.

Laura risi dengan tatapan diberikan, dia menundukkan kepala serta pandangan. Namun, lelaki pemilik suara berat nan serak itu tak menyukai, dan memintanya mengangkat kepala. "Lihat aku saat berbicara!" katanya.

Laura mengangkat pandangan juga kepalanya, jari-jari tak usai saling meremas di depan tubuh.

"Siapa namamu?!" tanyanya.

"Laura, Tuan. Saya mendengar tentang Anda yang mencari pengasuh untuk seorang anak, untuk itu saya datang kemari."

"Virgin?" tanya lelaki itu mengejutkan.

"Y-ya?!" gugup, melebarkan kedua mata.

"Aku ingin melihatnya. Jadi, buka semua pakaianmu!" perintah lelaki bernama Greyson Haidar.

"A-apa? Mem-membuka pakai-an?" semakin gugup Laura, dia mungkin salah mendengar dan mengulang perkataan.

"Kamu tuli?!" tatap Grey tajam.

"Maaf, saya tidak bisa melakukannya. Saya kemari untuk melamar sebagai pengasuh, bukan pelacur. Terima kasih banyak!" ucap Laura cepat, dia berbalik badan.

"Lima puluh juta sebagai uang muka, berapa pun yang kamu inginkan setiap bulannya!" sarkas Grey, menghentikan langkah Laura. "Aku tidak akan mematok gaji bulanan, cek kosong akan kuberikan padamu setiap bulan, dan kau bisa mengisinya sesuka hati!" sambung Grey.

Laura menoleh, dia berbalik badan. "Berapa pun?" tanyanya, terangkat kedua alis Grey memberi jawaban.

Tatapan lelaki itu seolah menantikan, ujung bibir kiri atas terangkat sedikit. Laura bergeming, dia berpikir untuk sementara waktu. Ya, mungkin tak ada salahnya, ini juga sudah terlanjur dilakukan. Hanya membuka pakaian, mendapat uang lima puluh juta untuk pengobatan ayahnya. "Baiklah, saya akan melakukannya."

Grey tersenyum penuh kemenangan, tak pernah ia gagal untuk mendapatkan apa diinginkan, seumur hidupnya. Laura membuka setiap manik kancing dari seragam cleaning service warna biru membalut tubuh, perlahan dengan keraguan menyelimuti. Grey melipat tangan di depan dada, kepalanya sedikit miring untuk mengamati.

Hingga terlepas semua kancing kemeja, benda kenyal bulat terlihat menyembul dan itu membuat Grey menelan saliva tanpa sadar. "Oh, fuck!" batinnya.

Laura memejamkan kedua mata, dia melepaskan kemeja dan mulai membuka kancing celana juga menurunkan resleting. Semakin tak sabar Grey untuk menyaksikan keindahan yang menggoda, walau itu bukanlah kali pertama. Namun, ada yang berbeda dari biasa ia lihat, wajah lugu nan malu-malu yang menggugah hasrat.

Laura membungkuk, dia melepaskan celana. Kemudian menutupi bagian dada dengan kedua tangan, ketika ia sudah berdiri lagi. Hanya ada pakaian dalam menutupi tubuh mulusnya, tubuh yang seolah mengerti bagian mana harus tumbuh besar, dan menyurutkan bagian-bagian tak berguna. Grey menelisik dari bawah ke atas, lalu ke bawah lagi. "Sexy!" gumamnya.

"Sudah, Tuan? Apa saya boleh memakai pakaian saya lagi?" tanya perempuan dengan mata tertunduk malu itu.

Grey mengulas senyum tipis, dia mengayunkan langkah dari meja, langsung menarik pinggang Laura menempel tubuhnya. Sontak itu mengejutkan, terlebih saat bibir lelaki itu melumat bibirnya langsung rakus. Tak ada ruang bagi Laura meloloskan diri, bahkan sekedar meraup oksigen dalam ruangan. Lelaki beringas itu mendorong tubuhnya, hingga membentur dinding, kemudian memutar tubuhnya.

"Lepaskan, sa-ya." Laura meminta, namun Grey semakin liar mencumbu dirinya, menyingkirkan rambut panjang tergerai di belakang. Pengait bra dilepaskan, membebaskan benda sudah menggoda mata sedari tadi. "Lepas! Bukankah aku harus memeriksa apakah kau perawan atau tidak?" ucap Grey, napasnya sedikit memburu.

"A-apa maksud Anda, Tuan? Tolong … tolong jangan lakukan ini," pinta perempuan tengah kebingungan juga ketakutan itu.

Grey tak menjawab, dia menarik lengan Laura kasar, melemparkan tubuhnya ke sofa panjang warna hitam. Laura terpental, dia duduk ketakutan. Grey menarik bra masih menempel cupnya, melemparkan asal dan memasukkan dada ke dalam mulut. Erangan tanpa sengaja dibuat oleh Laura, ketika lelaki itu mengisap miliknya dengan sedikit menggigit pelan. "Tuan …." Laura bersuara dengan mata terpejam, semakin memancing keinginan besar untuk dilancarkan.

Grey menurunkan paksa celana dalam warna putih Laura, menciumnya sejenak, itu memabukkan. Dia melemparkan lagi, kemudian melebarkan kedua kaki Laura. Kali ini, bagian terhangat itu menjadi sasaran, tapi ternyata sudah mengeluarkan sebuah cairan. "Ah, dia sangat sensitif!" umpat Grey, namun masih saja melahap bagian sensitif lain Laura.

Rakus, liar, tak beraturan atau berirama, hanya nafsu yang berperan dalam kebuasan seorang pengusaha dunia bisnis itu. Laura begitu menikmati pada akhirnya, dia bahkan refleks menjambak rambut hitam pekat Grey. Suara-suara semakin kencang menggema, mengisi setiap sudut ruang kerja pribadi.

"Kau menyukainya, huh?!" sejenak Grey berucap, sebelum melanjutkan lagi permainan lidah dengan tangannya.

"Ja-jangan hentikan!" pinta Laura tersengal, lagi-lagi mampu membuat Grey tersenyum penuh kemenangan. "I-itu …," imbuh Laura, sepertinya dipahami oleh Grey.

"Keluarkan, Sayang. Kau akan merasakan kenikmatan sesungguhnya," kata Grey, berpindah sejenak pada dada Laura. "Dan kau akan segera mengingat siapa aku!" batinnya menambahkan.

Lanjutkan Membaca

Daftar Isi Gadis Pemuas Tuan Grey

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Terbaru

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Dalam kegelapan, seorang asisten rumah tangga terjebak dalam situasi mencekam saat Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mulai menjamah tubuhnya secara bergantian. Di tengah perlakuan liar yang membangkitkan gairah sekaligus rasa takut, sang majikan bernama Pak Arga justru merencanakan siasat jahat. Merasa tak puas dengan istrinya, ia berniat membawa pembantunya pergi ke tempat jauh untuk memuaskan nafsu pribadinya tanpa kecurigaan siapa pun. Akankah ia berhasil?
Sampul Novel Berbagi suami
8.7
Demi kemanusiaan, Sofia Marwah dengan tulus merelakan suaminya, Nizam, untuk menikahi Nurmala. Sahabatnya itu kini lumpuh dan sebatang kara setelah kecelakaan tragis merenggut segalanya. Nizam sendiri terikat janji pada almarhum sahabatnya untuk melindungi Nurmala. Di tengah pengorbanan besar ini, Sofia harus berjuang menghadapi realitas poligami. Akankah ketulusannya berbuah kebahagiaan sejati, atau justru pengkhianatan pahit yang menantinya di masa depan?
Sampul Novel Brontak Dalam Sempak
9.0
Ujang menantang Datok dengan penuh amarah demi menunjukkan kekuatannya yang selama ini terpendam. Meski baru berusia dua puluh tahun, ia kini mengerahkan seluruh kemampuannya melalui teknik Tisu Magic yang mengubah tubuhnya menjadi lapisan baja kokoh. Di sisi lain, Datok bersiap dengan jurus Telo Rasa Meki yang mengeluarkan uap panas membara. Keduanya melesat secepat kilat hingga menciptakan ledakan dahsyat saat ajian pamungkas mereka saling berbenturan di udara.
Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Kirana, gadis terencana, hancur saat Zayn menyebut wanita lain sebagai cinta sejatinya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, di mana Kirana yang cerdas bertemu Zayn, penerima beasiswa usil yang menyimpan luka dalam. Di antara tawa dan rahasia terpendam, dua dunia berbeda ini bersinggungan. Saat perpisahan tiba, mampukah kepercayaan pulih, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka mendalam?
Sampul Novel Enam Bulan Dinikahi, Enam Kali Dikhianati
8.5
Terikat perjodohan keluarga, pernikahan enam bulan ini terasa bagai neraka. Dito, sang suami, justru terang-terangan menjalin asmara dengan mantan kekasihnya, Luna. Kehadiranku sama sekali tak dianggap, bahkan ia enggan menyentuhku dan selalu bersikap muak. Kesabaran pun mencapai batasnya saat perselingkuhan itu makin menjadi. Karena ia tak mampu adil, aku memilih mundur. Di tengah luka, takdir mempertemukan aku dengan pria dingin, Arya Pratama.
Sampul Novel Kebohongan Sang Alfa, Pemberontakan Sang Omega
8.4
Kebahagiaan Omega ini hancur saat memergoki Alpha Baskara bersama wanita lain dan seorang putra rahasia. Ternyata, pernikahan mereka hanyalah alat politik yang dirancang oleh Baskara dan orang tua angkatnya. Meski dikhianati dan disebut pajangan, ia tetap tenang saat Baskara berpura-pura rindu. Di balik amarah yang membeku, ia menyiapkan pembalasan. Sebuah kristal berisi rahasia busuk mereka akan segera mengungkap kebenaran di tengah pesta akbar.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan